Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Akhir Pertarungan Yi Yizue!


__ADS_3

Wushhh!


“Aku akan menghajarmu hingga bocah laki-laki itu tidak mengenalimu!”


Zu Liang menghilang lalu muncul di depan Yi Yizue dengan jarak kurang lebih sepuluh meter. Kemudian, ia memperingatkan Yi Yizue dengan sungguh-sungguh.


“Kecepatanmu bertambah? lumayan.” Ucap Yi Yizue dengan santai.


Wushhh!


“Tetapi, aku masih lebih cepat.”


Yi Yizue bergerak mundur dengan kecepatan tinggi, lalu berhenti saat jaraknya dengan Zu Liang seperti sebelumnya. Ia seakan memberitahu gap antara Zu Liang dengan dirinya.


“Kecepatan tidak bisa menimbulkan kerusakan. Teknik Pedang Keluarga Zu!Teknik Kedua, Membelah Sungai!”


BOOOOOM!


Zu Liang mengayunkan pedang secara vertikal hingga menyentuh tanah. Ayunan tersebut membuat tanah retak hingga ke tempat Yi Yizue berdiri.


Wushhh!


Yi Yizue mundur lebih jauh, dia menghindar dari retakan tanah yang disebabkan oleh Zu Liang. Lalu, Yi Yizue mengaktifkan sebuah sihir untuk dirinya.


“Sihir Cahaya Tingkat Bumi Tinggi: Sayap Cahaya!”


Zeshh!


Muncul dua sayap cahaya di punggung Yi Yizue. Kemudian, ia segera terbang ke langit. Di atas langit, Yi Yizue dengan cepat mengaktifkan sihir lainnya.


“Sihir Cahaya Tingkat Langit Tinggi: Sangkar Penghakiman!” setelah berhasil mengaktifkan sihir ini, dalam radius beberapa meter semua orang yang berada di dalam Sangkar Penghakiman tidak bisa keluar, berlaku juga untuk sang perapal. Orang yang di luar juga tidak bisa masuk.


Sihir Sangkar Penghakiman hanya dapat dihilangkan oleh sang perapal atau sang perapal harus mati agar sangkar ini dapat menghilang.


“Uhuk...” Yi Yizue terbatuk pelan.


‘Mengaktifkan dua sihir tingkat tinggi ini masih berat untukku walaupun di bantu oleh aura yang ku pelajari.’


‘Aku tidak memiliki banyak waktu sekarang, aku harus mengalahkan orang ini dengan cepat!’ Yi Yizue menatap Zu Liang dengan serius.


Zu Liang tersenyum melihat wajah Yi Yizue yang kelelahan, lalu dia berkata, “Mengaktifkan dua sihir tingkat tinggi melelahkan, bukan?”


“Terimalah serangan ini!”


Zu Liang mengayunkan pedang dengan santai ke arah Yi Yizue, setiap ayunan pedang selalu melemparkan sebuah tebasan berbentuk bulan sabit. Tebasan berbentuk bulan sabit itu berwarna hitam karena di lapisi oleh api hitam dari pedang Zu Liang.


Melihat beberapa tebasan melesat ke arahnya, Yi Yizue segera terbang kesana-kemari untuk menghindar. Dengan mudah Yi Yizue dapat menghindar dari semua serangan Zu Liang.

__ADS_1


‘Aneh, mengapa serangan Zu Liang kali ini begitu pelan? lebih mudah untuk menghindar daripada sebelumnya.’ Pikir Yi Yizue dalam hati.


“Apa kau berpikir mengapa seranganku begitu pelan?” Zu Liang menebak apa yang sedang dipikirkan Yi Yizue, dia dapat menyadari dari raut wajah Yi Yizue.


“Lihatlah disekitarmu.” Imbuh Zu Liang sembari tersenyum.


Yi Yizue menoleh ke sekitarnya, dia terkejut melihat beberapa api hitam melayang disekitarnya. ‘Apakah dia hendak membatasi area terbangku?’


“Kau benar, aku hendak membatasi area terbangmu. Dengan api hitam dariku yang melayang disekitarmu, jika kau menyentuhnya maka kau akan terbakar.” Zu Liang tersenyum sombong memandang Yi Yizue, lagi-lagi Zu Liang dapat menebak apa yang Yi Yizue pikirkan.


“Tebakanmu boleh juga, begitupun dengan rencanamu. Aku mengharagi usahamu.” Yi Yizue memberi tepuk tangan kepada Zu Liang.


“Tetapi, kau terlalu meremehkanku!”


‘Maaf, Kai. Aku tidak bisa hanya menggunakan aura yang Kitsune ajarkan. Aku akan menggunakan semua yang kumiliki untuk menghajar orang ini, aku ingin mengalahkannya!’ batin Yi Yizue dalam hati, dia dengan berat hati melanggar ucapan Kai Zen sebelumnya.


Tik!


“Hancurlah!”


Bom! Bom! Bom!


Yi Yizue menjentikkan jarinya dengan pelan, lalu semua api hitam yang melayang disekitarnya seketika meledak hancur. Zu Liang tercengang melihat pemandangan itu, dia tidak dapat memercayainya.


“Apa yang kau lakukan hingga dapat menghancurkan semua itu?” tanya Zu Liang dengan menununduk.


‘Tentu saja aku berbohong, aku menggunakan aura dan sihir pesona untuk memancing api hitam itu meledak. Sedangkan, jentikkan yang kulakukan hanya untuk bergaya.’ Yi Yizue tertawa dalam hati, dia belajar semua ini dari Kai Zen.


“Apakah kau sudah menyerah?” tanya Yi Yizue saat melihat Zu Liang tertunduk menghadap tanah.


Zu Liang terdiam mendengar ucapan Yi Yizue, dia masih tertunduk menghadap tanah.


“Tidak perlu berkecil hati karena api hitam tadi, bukankah kau masih memiliki lebih banyak trik?” Yi Yizue mencoba memancing amarah Zu Liang.


“Hahahaha...” terdengar suara Zu Liang tertawa lirih.


“HAHAHAHAHAHA!” sekarang suara itu menjadi lebih jelas.


‘Ada apa dengan orang ini?‘ Yi Yizue kebingungan melihat tingkah laku Zu Liang yang tertawa menghadap tanah.


“Akhirnya...” Zu Liang mulai menegakkan kepala.


“Akhirnya aku memiliki lawan yang pantas!” Zu Liang memandang Yi Yizue penuh obsesi.


Wushhh! Zu Liang melompat ke arah Yi Yizue.


“Kemarilah, sayang. Bermainlah dengan raja ini!” pekik Zu Liang dengan semangat.

__ADS_1


ZHINGGGGGG!


Zu Liang berhasil memotong salah satu sayap Yi Yizue. Dengan cepat Yi Yizue berusaha memulihkan sayap tersebut dan berputar terbang, dia tidak berniat untuk diam di salah satu tempat ketika melihat keanehan Zu Liang.


‘Orang itu menjadi sangat cepat! apa yang terjadi padanya?‘ pikir Yi Yizue dalam hati.


“Kemarilah, sayang! bermainlah dengan raja ini!"


‘Sial, mengapa orang ini memanggilku sayang? Kai Zen bahkan belum memanggilku begitu!’ batin Yi Yizue jengkel.


‘Eh, mengapa jadi Kai Zen? aduh, Yizue. Kau harus fokus!’ Yi Yizue menepuk pipinya agar kembali fokus.


“Teknik Pedang Keluarga Zu! Teknik Ketiga, Membelah Gunung!”


Tiba-tiba Zu Liang menyerang Yi Yizue saat dia mengejar. Seketika dari ayunan pedangnya muncul tebasan berbentuk bulan sabit seperti sebelumnya, tetapi kali ini lebih besar dan sangat cepat.


DUARRRRR!


Yi Yizue yang tidak sempat menghindar akhirnya menahan serangan itu dengan kedua tangan. Karena kekuatan tebasan itu melampaui perkiraan Yi Yizue, ia menjadi terdorong dan akhirnya terjatuh.


BRAKKK!


“UHUK!”


Karena terlalu keras terjatuh, Yi Yizue terbatuk lebih parah dari sebelumnya. Yi Yizue berusaha untuk berdiri walaupun dirinya sudah babak belur.


‘Sungguh kekalahan yang memalukan. Andaikan aku tidak ceroboh dan meremehkan lawan. Aku tidak mungkin kalah seperti ini.’ Yi Yizue menyadari kesalahannya, tetapi dia sudah terlambat. Tubuhnya telah babak belur karena serangan Zu Liang tadi, jika dia memaksa menggunakan aura atau keterampilan ilahi lainnya itu hanya membebani tubuhnya dan dapat menimbulkan kerusakan yang lebih parah.


“Ka—kali ini aku kalah...” Yi Yizue sudah kehabisan energi, dia hanya bisa pasrah.


Yi Yizue memandang Zu Liang yang berjalan menuju ke arahannya. Raut wajah Zu Liang terlihat kecewa melihat keadaan Yi Yizue.


“Mengapa, sayang? mengapa kau begitu lemah? dimana sosokmu yang sebelumnya? raja ini belum selesai bermain!” Zu Liang menatap Yi Yizue dengan tatapan tajam, dia terlihat marah.


“Be—berhentilah memanggilku sayang. Kau itu bukan kekasihku!” walaupun Yi Yizue terlihat tidak berdaya, dia dengan berani membantah ucapan Zu Liang di depannya.


“Ah, benar juga...kau sekarang tidak kuat. Mana bisa ku panggil dirimu sayang. Panggilan 'Sayang' hanya untuk orang yang kuat dan bermain dengan raja ini!” ucap Zu Liang dengan semangat.


“Ah, lalu harus ku apakan orang lemah ini?” Zu Liang menunjuk Yi Yizue yang sudah tidak berdaya.


“Aku bunuh saja!” Zu Liang tersenyum miring menatap Yi Yizue, dia memegang pedang dan bersiap mengayunkannya.


“Teknik Pedang Keluarga Zu! Teknik Ketiga, Membelah Gunung!”


“Ta—tamat sudah riwayatku...”


ZHINGGGGGGGG!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2