Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Serangan Balik! Kemarahan Yi Yizue!?


__ADS_3

Aku keluar sendirian setelah sihir yang diaktifkan Yi Xie menghilang, meninggalkan Yizue yang sedang memulihkan diri. Ketika aku sudah berada di luar, aku melihat Yi Xie yang terengah-engah sehabis mengaktifkan sihirmya.


“Sungguh bodoh!” ucapku melihatnya.


“K-kau masih berhasil selamat rupanya, t-tetapi kali ini kau akan tamat!” Yi Xie bersiap mengeluarkan sihir disaat dirinya kelelahan.


‘Wanita ini berpikiran sempit.’ Ucapku dalam hati.


“Berhenti!” Yi Xue berteriak menghentikan Yi Xie.


“K-kenapa, K-kak?” tanya Yi Xie masih dalam keadaan kelelahan.


“Jika mengaktifkan sihirmu lagi, kau akan sangat kelelahan. Disaat kau kelelahan maka Kai Zen akan mengeliminasimu! jika kau pikir dengan mengaktifkan sihirmu akan berhasil mengeliminasi Kai Zen, kau berpikir salah. Dia sangat mudah mengalahkan senior itu walaupun tingkatan mereka berbeda lumayan jauh. Kita yang tingkatannya berbeda sedikit harus waspada dengannya.” Yi Xue menjelaskan alasannya pada Yi Xie.


‘Aku harus menyingkirkan Yi Xue dahulu, dia lebih berbahaya dibanding Yi Xie!’ Aku menatapnya tajam.


“J-jdi aku harus apa?” Yi Xie meminta arahan dari Yi Xue.


“Beristirahatlah untuk memulihkan tenagamu, setelah itu bantu aku!” jawab Yi Xue seraya memalingkan wajahnya kepadaku.


“B-baiklah, kak.” Yi Xie mematuhi perintah kakaknya, dia beristirahat di belakang Yi Xue. Setelah Yi Xie fokus untuk memulihkan tenaganya, aku mulai menyerang Yi Xue.


“Mari kita mulai!” Aku berlari mendekati Yi Xue.


“Jadi, kau battle mage ya? atau bisa kusebut penyihir palsu?” Yi Xue melompat mundur seraya memprovokasiku.


“Penyihir tetaplah penyihir, hanya orang bodoh yang menganggap rendah jenis penyihir lain. Sihir Cahaya Tingkat Bumi Rendah: Kilasan Cahaya!” jawabku atas provokasinya seraya mengaktifkan sihir cahaya untuk menghalangi penglihatannya.


“Sial, dasar rendahan menggunakan sihir seperti ini!” Yi Xue mengumpat karena penglihatannya tidak bisa digunakan.


“Masa bodoh, terimalah ini!” Aku memukul bagian perut Yi Xue. Dia terpental beberapa meter karena pukulanku.


Yi Xue tidak diam karena dirinya terpental, dia menunjukkan gerakan akrobatiknya agar dia bisa langsung berdiri. “Sialan!” dia mengumpat setelah berhasil berdiri.


‘Wanita ini terlalu banyak mengumpat, aku tidak menyukai tipe wanita seperti ini!’ Aku langsung berlari menuju arahnya.

__ADS_1


“Sihir Tumbuhan Tingkat Bumi Menengah: Akar Pohon!” Yi Xue yang mengetahui diriku hendak menyerang, mengaktifkan sihirnya untuk menahanku. Sontak tanah di bawah kakiku mulai bergerak-gerak, akar-akar pohon mulai. bermunculan dari bawah tanah.


“Sihir Tanah Tingkat Bumi Tinggi: Pukulan Tanah Bertubi-tubi!” Setelah berhasil menangkapku, Yi Xue melancarkan sihir serangan kepadaku. Aku hanya bisa pasrah ketika diriku dipukul oleh tanah yang bergerak maju mundur menghantam perutku.


“Hahahahahaha, rasakan itu pecundang!” Yi Xue tertawa puas.


“Bersikap seperti pahlawan di depan sampah itu, kalian sampah dan pecundang sungguh serasi!” ucap Yi Xue merendahkan diriku dan Yizue.


‘Jika aku tidak menyembunyikan kekuatanku, kau hanyalah seekor semur didepanku!’ ucapku dalam hati.


‘Sabar, tetap tenang. Terima saja pukulan ini agar diriku terluka di pertandingan ini. Akan terlihat mencurigakan jika dalam dua pertandingan yang melawan penyihir tingkatan lebih tinggi dariku, diriku tidak terluka.’ Aku mencoba bersabar dalam hati.


“S-sihir Angin Tingkat Bumi Rendah: Bilah Angin!” tiba-tiba dari belakangku terdengar teriakan perempuan yang mengaktifkan sihirnya, dia Yizue. Yizue terus mengaktifkan sihir angin yang sama hingga aku terbebas.


“S-sampah ini! Sihir Api Tingkat Bumi Rendah: Bola Api!” Yi Xue tidak diam saja melihat Yizue, dia mencoba menyerangnya.


“Si-sihir Air Tingkat Bumi Rendah: Dinding Air!” Yizue mengaktifkan sihir pertahanannya. Air yang berbentuk dinding berdiri kokoh dihadapannya, menghadang sihir serangan Yi Xue. Setelah itu, dinding itu menghilang.


“Kau beruntung Yizue, kali ini seranganku akan menyingkirkankanmu. Akan kukerahkan sisa manaku pada serangan ini!” Ucap Yi Xue dengan penuh keyakinan.


“Sihir Tumbuhan Tingkat Bumi Tinggi: Jarum Pe-” Sebelum Yi Xue menyelesaikan pengaktifan sihirnya, aku segera menendang wajahnya setelah diriku berhasil lepas dari sihirnya.


‘Dia pingsan karena gagal mengaktifkan sihirnya? biarlah, jangan kupukul lagi.’ Ucapku dalam hati seraya menghampiri Yizue.


“Yizue, Kau tidak apa-apa?” Aku menanyakan keadaannya.


“Ti-tidak masalah, Kai. Aku hanya sedikit lelah.” Jawabnya dengan tegas walaupun diwajahnya terlukis kelelahan.


“YI YIZUE!” tiba-tiba terdengar teriakan yang memanggil nama Yizue. Sumber suara itu tidak lain dan tidak bukan adalah Yi Xie. Dia kelihatan sangat marah.


“AKU AKAN MEMBALAS KEKALAHAN KAKAKKU! JANGAN BERUSAHA KABUR SEPERTI ORANG TUAMU YANG PENGECUT ITU!” Yi Xie menatap Yizue dengan tatapan penuh amarah.


‘Woi, woi, jangan libatkan orang tua saat sedang bertanding.’ Ucapku dalam hati seraya menggelengkan kepalaku.


“Yizue, kau. beristirahatlah. Biar aku yang melawan wanita bar-bar itu!” Aku membelakangi Yizue berusaha melindunginya.

__ADS_1


“Tidak, Kai. Biar aku saja yang melawan Yi Xie.” Tiba-tiba Yizue berdiri didepanku.


“Tetapi dia sedang marah, Yizue. Penyihir yang bertarung dalam keadaan marah memiliki kemungkinan makin kuat, ini berbahaya bagimu. Biarkan aku saja yang melawannya!” Aku berusaha menghentikan Yizue.


“Kai, percayalah kepadaku sekali ini saja bisa?” Yizue mengatakan dengan penuh ketenangan, seakan rasa lelahnya telah hilang. Dia menatapku seraya melepaskan kacamatanya.


‘Cantiknya.’ Tiba-tiba aku memikirkan satu kata itu setelah melihat Yizue melepaskan kacamatanya.


‘Tunggu, mengapa aku merasa pernah melihat pemandangan ini?’ pikirku ketika sadar. Aku berusaha mengingat kejadian yang hampir sama seperti saat ini.


‘Ah, perasaan ini sama seperti saat di taman kemarin!’ Aku berhasil mengingatnya.


“Kai?” melihat diriku melamun, dia menyapaku.


“Ya? ah, baiklah jika itu keinginanmu.” Aku reflek menyetujuinya.


“Terima kasih, Kai!” dia tersenyum kepadaku. Lagi-lagi senyumnya membuat hatiku berbunga-bunga.


“Hati-hati saat melawannya, jangan memaksakan diri.” Aku memberinya peringatan.


“Tenanglah Kai, aku tahu batasku.” Yizue mulai memalingkan wajahnya dariku.


“Huh, baiklah, semoga berhasil!” ucapku seraya tersenyum melihatnya pergi. Yizue hanya membalas dengan acungan jempolnya.


‘Aura itu, jangan-jangan...’ Ketika Yizue menjauh dariku, aku melihat aura aneh dari tubuhnya.


‘Lupakan, mari pikirkan itu nanti, lebih baik aku memulihkan diriku.’ Aku berusaha tidak memikirkan perihal aura aneh itu saat ini. Aku lebih memilih untuk memulihkan diriku seraya melatih teknik penyerapan mana.


< >


Yi Yizue berjalan menuju ke arah Yi Xie dengan penuh ketenangan. Ketika sampai beberapa meter di depan Yi Xie, Yi Yizue mengucapkan beberapa kata pada Yi Xie.


“Seharusnya kau tidak membawa nama orang tuaku di pertandingan ini!” Yizue yang biasanya terlihat pemalu, kini menatap Yi Xie dengan tatapan tajam.


“Kau tidak terima? apakah kau akan membunuhku? dasar sampah jangan terlalu sombong hanya karena dirimu dilindungi laki-laki!” Yi Xie mencemooh Yi Yizue.

__ADS_1


Yi Yizue menggenggam erat tangannya karena marah, dia melihat Yi Xie dengan penuh kebencian seraya berkata, “Aku akan membunuhmu!”


Bersambung


__ADS_2