Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Candaan di Perpustakaan! Pulang!


__ADS_3

“Bangun, Zhuo Fang! Kai Zen dan Yizue telah datang!” Guo Yan berusaha membangunkan Zhuo Fang setelah melihat Kai Zen dan Guo Yan berjalan mendekati mereka dari pintu masuk perpustakaan.


“Apa mereka sudah sampai?” tanya Zhuo Fang memastikan.


“Lihatlah itu!” Guo Yan menunjuk ke arah Kai Zen dan Guo Yan.


“Yo, bagaimana?” ucap Zhuo Fang seraya menoleh ke arah yang ditunjuk Guo Yan. Kai Zen sudah berada tidak jauh dari mereka.


“Bagaimana apanya?” tanya Kai Zen yang kebingungan karena baru datang. Dia langsung mengambil tempat duduk di dekat Zhuo Fang, di ikuti Yi Yizue yang mengambil tempat duduk di dekat Guo Yan.


“Apa yang kalian lakukan?” Zhuo Fang memperjelas ucapannya.


“Melanjutkan berkeliling akademi, lalu pergi makan di kantin setelah selesai.” Jawab Kai Zen.


“Apa ada yang menarik saat kami tidak ada?” Zhuo Fang bertanya lagi dengan mata penuh harapan.


“Tidak ada yang menarik kecuali saat aku dan Yizue sedang makan di kantin.” Kai Zen mengambil buku yang dibaca Zhuo Fang.


“Apa itu?” Zhuo Fang terlihat penasaran.


“Dua orang murid kelas A mendatangi kami untuk makan bersama karena meja di kantin sudah penuh terisi, mereka laki-laki dan perempuan.” Kai Zen membolak-balikan halaman buku itu untuk melihat isinya.


“Lalu?” Zhuo Fang semakin penasaran.


“E-ehem, Guo Yan apakah kau sudah makan?” tiba-tiba Yi Yizue bertanya kepada Guo Yan ditengah pembicaraan Kai Zen dan Zhuo Fang.


“Untuk selebihnya biarlah menjadi rahasia.” Kai Zen yang memahami tindakan Yi Yizue hanya berbisik pada Zhuo Fang seraya tersenyum.


“Sayang sekali!” Zhuo Fang tidak menggali informasi lebih dalam lagi.


“Aku? Aku belum makan.” Guo Yan menjawab pertanyaan Yi Yizue.


“K-kenapa tidak makan dulu?” Yi Yizue mengkhawatirkan temannya yang belum makan.


“Z-zhuo Fang, kau juga belum makan kan? K-kenapa tidak bersama Guo Yan makan di kantin?” sebelum Guo Yan menjawab, Yi Yizue langsung bertanya pada Zhuo Fang.


“Aku belum lapar. Aku akan makan sepulang dari akademi.” Jawab Zhuo Fang.


“A-aku juga akan makan sepulang dari akademi.” Tidak berselang lama setelah Zhuo Fang menjawab Yi Yizue, Guo Yan juga menjawabnya.


“B-baiklah jika itu keputusan kalian.” Yi Yizue menghela napas.


“Ngomong-ngomong, apa yang kalian lakukan disini? hanya membaca buku?” tanya Kai Zen kepada Guo Yan dan Zhuo Fang.

__ADS_1


“Tentu saja! selain membaca mau apa lagi?” Guo Yan tidak menyangkal ucapan Kai Zen.


“Membaca dan tidur!” jawab Zhuo Fang dengan bangga.


“Tidur hanya berlaku untukmu! mana ada orang lain yang tidur disini?” Guo Yan terlihat bercanda dengan ucapan Zhuo Fang.


“Itu! itu! itu!” Zhuo Fang menunjuk tiga orang senior yang sedang tidur disekitar tempat mereka berkumpul dengan wajah datar.


Guo Yan yang tidak menyangka ada orang lain yang tidur disekitar mereka hanya terdiam seraya memasang wajah malu karena mengatai Zhuo Fang. Mereka berempat tertawa bersama.


“Tolong jangan berisik di perpustakaan!“ tiba-tiba pengawas perpustakaan berteriak ke arah mereka. Mereka berempat langsung terdiam.


“Ini semua gara-gara Zhuo Fang!” ucap Guo Yan marah.


“Lho, kok jadi aku?” Zhuo Fang tidak terima.


“Andaikan kau menerima perkataanku dan tidak menunjuk beberapa senior yang sedang tidur, mana mungkin kita tertawa?” Guo Yan bersikukuh menyalahkan Zhuo Fang.


“T-tapi, yang kuucapkan be-” sebelum Zhuo Fang menyelesaikan kalimatnya, Kai Zen menepuk punggungnya seraya berkata.


“Terima saja, Zhuo Fang.” Kai Zen tersenyum pada Zhuo Fang.


“B-baiklah.” Zhuo Fang memasang wajah pasrah. Mereka bertigapun tertawa kecil melihat ekspresi Zhuo Fang.


“Tidak usah pergi keluar, di dalam perpustakaan saja.” Jawab Guo Yan.


“Setuju, lagipula dua jam lagi kita pulang. Aku mau melanjutkan tidurku~” Zhuo Fang menyetujui ucapan Yi Yizue.


“Aku mengikuti Yizue.” Ucap Kai Zen seraya menaruh buku yang dibaca Zhuo Fang setelah dilihat sebagian besar isinya.


“O-oke, kita di perpustakaan saja!” Yi Yizue mengikuti ucapan Guo Yan. Merekapun tidak pergi dari perpustakaan. Zhuo Fang melanjutkan tidurnya seperti yang dia ucapkan. Yi Yizue dan Guo Yan mengobrol dengan berbagai topik. Sedangkan, Kai Zen sibuk membaca beberapa buku. Mereka menghabiskan waktu yang tersisa dengan aktivitas masing-masing.


< >


“15 menit lagi menuju akhir pembelajaran, para murid dipersilahkan untuk bersiap-siap pulang dan membersihkan kelas masing-masing.” Terdengar suara diseluruh penjuru akademi. Aku yang mendengar suara itu segera menaruh buku-buku yang kubaca di tempat semula.


“S-sudah selesai, Kai?” Yizue bertanya padaku.


“Sudah, mari pulang!” Ajakku.


“T-tunggu, Guo Yan masih membangunkan Zhuo Fang!” Yizue menghentikan diriku


“Hei, Guo Yan! Aku dan Yizue duluan ya?” setelah Yizue menghentikanku, aku meminta izin duluan kepada Guo Yan agar Yizue tidak terganggu.

__ADS_1


“Ya, Hati-hati Yizue! Kai Zen!” Guo Yan menyetujui permintaanku.


“Kau lihatkan? Guo Yan tidak mempermasalahkannya. Ayo duluan, Yizue!” Aku mengajak Yi Yizue lagi.


“I-iya.” Kali ini Yizue menyetujuinya. Saat aku dan Yizue melangkah keluar perpustakaan, Yizue menanyaiku beberapa pertanyaan.


“K-kau mau mengantar mengambil tasku?” tanya Yizue.


“Iya, lagipula aku akan melewati kelasmu sebelum ke kelasku.” Jawabku.


“Ti-tidak bertemu di gerbang saja?” tanyanya lagi.


“Tidak usah, lagipula tidak ada ruginya mengantarmu.” Aku mencoba menyakinkannya.


“J-jadi kalau ada ruginya, kau tidak mengantarku?” Yi Yizue memasang wajah sedih.


“Bukan seperti itu, bagaimana ya? sulit dijelaskan!” jujur saja, aku bingung menanggapi ucapan Yizue.


“Hehehe, baiklah!” Yizue tertawa kecil.


‘Sepertinya dia semakin berubah menjadi periang, syukurlah!’ ucapku dalan hati setelah melihat tingkah Yizue yang lebih aktif. Tidak berselang lama, kami sampai di depan kelas Yizue.


“A-aku akan mengambil tasku dulu.” Yizue berjalan masuk ke kelasnya.


“Baiklah,” Jawabku seraya menempelkan punggungku di tembok.


“A-ayo!” Yizue keluar membawa tasnya. Aku hanya mengangguk, lalu berjalan bersamanya. Saat tiba di kelasku, aku segera mengambil tasku tanpa basa-basi dan langsung keluar.


“Mari, Yizue!” Aku dan Yizue berjalan bersama menuju gerbang akademi. Suasana disekitar kami tidak terlalu ramai. Aku menduga kebanyakan murid akan pulang belakangan karena ini hari pertama masuk akademi.


‘Kebanyakan murid mungkin belum selesai mengunjungi semua tempat di akademi, mencoba makanan di kantin, dan aktivitas lainnya. Bukankah mereka terlalu bersemangat?’ pikirku dalam hati.


“K-kai, aku duluan ya!” ucap Yizue setelah sampai di gerbang akademi.


“Tidak mau kuantar?” walaupun aku terkejut karena terhanyut dalam pikiranku, aku langsung merespon ucapannya.


“Tidak usah, lagipula rumah kita berlawanan arah. Na-nanti akan merepotkanmu!” Yizue enggan merepotkanku.


“Baiklah jika itu keputusanmu, hati-hati di jalan!” Aku melambaikan tanganku padanya yang sudah beranjak pergi.


“K-kau juga. Hati-hati di jalan!” Yizue menoleh padaku seraya melambaikan tangannya padaku juga. Kemudian, dia kembali menghadap lurus ke depan. Ketika Yizue sudah tidak terlihat oleh mataku, aku segera beranjak pulang.


‘Besok akan menjadi hari yang menarik’ ucapku dalam hati seraya tersenyum.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2