
“Pagi, Kai Zen!” Zhuo Fang menyapa Kai Zen yang termenung menatap jendela.
“Pagi juga.” Jawab Kai Zen tanpa memalingkan pandangannya.
‘Apa yang terjadi pada Kai Zen? tingkahnya aneh.’ Pikir Zhuo Fang dalam hati seraya duduk di kursi sebelah Kai Zen.
“Mau pergi ke Arena Akademi?” ajak Zhuo Fang.
Kai Zen mengambil HPnya dan menekan tombol power, dia melihat jam yang ada di HPnya. Setelah itu, dia berkata kepada Zhuo Fang, “Ini baru jam 06.30, Arena Akademi masih sangat sepi.”
“Kata siapa sepi? sekarang sudah ramai, ayo pergi!” ajak Zhuo Fang lagi.
“Aku tidak-”
“Ada Yi Yizue disana.“ Tatap Zhuo Fang.
“Ayo, tunggu apa lagi?” Kai Zen yang semula tidak semangat kini menjadi lebih semangat.
‘Sialan, mendengar nama Yi Yizue dia langsung semangat.' Cetus Zhuo Fang dalam hati.
“Cepatlah, Zhuo Fang!” desak Kai Zen yang kini telah berdiri di depan pintu.
“Ya, aku segera kesana!” Zhuo Fang segera berlari menuju ke tempat Kai Zen, lalu mereka mulai berjalan ke Arena Akademi dengan berbincang-bincang ringan.
Sementara itu, Yi Yizue dan Guo Yan sudah berada di Arena Akademi, lebih tepatnya di bangku penonton. Mereka sudah datang dari awal untuk mendapat tempat yang cocok untuk menonton.
“A-apa Kai Zen dan Zhuo Fang sudah berangkat ke akademi?” tanya Yi Yizue.
“Sudah, Zhuo Fang baru saja mengirim pesan padaku, dia mengatakan akan datang bersama Kai Zen.” Jawab Guo Yan.
“Mengapa kau tidak mengirim pesan kepada Kai Zen saja? apa kau malu?”
“U-um, mu-mungkin begitu.” Jawab Yi Yizue dengan bingung.
“Kau harus membuang rasa malu mu itu, Yizue. Jika tidak...” Guo Yan tidak melanjutkan ucapannya, dia seakan menunggu Yi Yizue menanyakan kelanjutannya.
“Ji-jika tidak?“ seperti dugaan Guo Yan, Yi Yizue bertanya kelanjutannya.
“Kai Zen akan di ambil wanita lain, hahahahha!” ucap Guo Yan yang menganggapnya sebagai lelucon. Akan tetapi, Yi Yizue malah menganggap ucapan itu dengan serius.
“Ti-tidak masalah bila Kai Zen bersama dengan perempuan lain. Be-berarti aku yang kurang beruntung jika begitu.” Ujar Yi Yizue sembari memikirkan obrolan Kai Zen dengan Qian Qian dan temannya.
“Hoi, Yizue, jangan menganggap ucapanku dengan serius. Aku hanya bercanda!” Guo Yan memegang lutut Yi Yizue ketika mengatakannya, dia menjadi merasa bersalah.
__ADS_1
“A-aku tidak menganggapnya dengan serius, aku hanya merenungi ucapanmu saja. Mu-mungkin yang kau katakan bisa jadi benar.”
“Sudah ku bilang, itu hanya bercanda. Tidak usah kau pikirkan.” Guo Yan mengganti pegangan tangannya ke pundak Yi Yizue, lalu menggoyang-goyangnya.
“Ba-baiklah, a-aku akan melupakannya.” Yi Yizue segera menyetujui ucapan Guo Yan, dia merasa pusing karena ulah Guo Yan.
“Kalian sedang apa?” tanya Zhuo Fang, dia heran dengan kelakuan mereka sebelumnya.
“Ka-kami tidak sedang melakukan apapun." Jawab Guo Yan dan Yi Yizue serentak.
“Kau tidak apa-apa, Yizue?” Kai Zen yang melihat kelakuan Guo Yan terhadap Yi Yizue sebelumnya segera duduk di antara mereka, dia juga menanyakan keadaan YinYizue.
“A-aku tidak apa-apa.” Jawab Yi Yizue sembari tersenyum.
“Baguslah.” Kai Zen menghela napas lega.
“Kelakuan wanita disaat mereka sedang melakukan pembicaraan tanpa laki-laki memang aneh.” Sindir Zhuo Fang sembari duduk di samping Guo Yan.
“Apa maksudmu?” Guo Yan menatap Zhuo Fang dengan sorot mata tajam.
“Seharusnya kau yang menjelaskan kepada kami tentang kelakuanmu sebelumnya.” Potong Kai Zen.
“Aku hanya bercanda dengan, Yizue! tidak percaya? tanya saja kepadanya, benar kan Yizue?” Guo Yan mengalihkan pandangannya ke arah Yi Yizue.
“Ya-ya, ka-kami hanya bercanda.” Jawab Yi Yizue seraya mengangguk.
“Aku kira kalian sedang apa~” Zhuo Fang bersiul santai.
“Sedang apa?” Guo Yan menatap Zhuo Fang lagi.
“Ti-tidak apa.” Jawab Zhuo Fang sedikit merinding setelah ditatap Guo Yan.
“Heh, kalian jangan bertengkar, bukankah hari ini kalian akan bertanding?” Kai Zen mencoba menengahi mereka.
“Ka-kalian serius ingin bertanding?” tanya Yi Yizue memastikan.
“Tentu saja, aku sudah menunggu momen ini!" jawab Zhuo Fang sembari mengepalkan tangannya, dia terlihat sangat bersemangat.
“Aku akan menemani si bodoh ini.” Ujar Guo Yan dengan dingin.
“Jarak kekuatan di antara kalian dengan musuh lumayan jauh, kalian harus berhati-hati!” Kai Zen memperingatkan mereka berdua.
“Be-benar, menyerahlah ketika kalian sudah tidak sanggup. Ja-jangan terlalu memaksakan diri kalian.” Yi Yizue mendukung ucapan Kai Zen.
__ADS_1
“Huh, bukankah kalian bisa menang walau lawan memiliki kekuatan lebih tinggi kemarin? kami pasti juga bisa!” jawab Zhuo Fang penuh keyakinan.
‘Andaikan dia tahu kekuatanku yang sesungguhnya, dia pasti tidak mengatakan itu.' Batin Kai Zen dalam hati sembari memegang jidatnya.
“Heem, mereka hanyalah keroco bagiku!” ucap Guo Yan penuh kesombongan.
‘Wanita ini, aku tidak yakin dengannya.’ Batin Kai Zen lagi, dia heran dengan tingkah Guo Yan dan Zhuo Fang.
“Ingatlah Yizue, jangan mengikuti tingkah Guo Yan yang terlalu percaya diri.” Bisik Kai Zen kepada Yi Yizue.
“Emmmm...” Yi Yizue menganggukkan kepala.
“Ehem, aku mendengar ada seseorang yang mengolok-olok diriku.” Sindir Guo Yan, dia samar-samar mendengar namanya diucapkan oleh Kai Zen.
“Hanya perasaanmu.” Jawab Kai Zen santai.
“Ngomong-ngomong, apa kalian tahu kejadian kemarin?” tiba-tiba Zhuo Fang menyela.
“Ke-kejadian apa?”
“Hmm, kejadian apa?”
Guo Yan dan Yi Yizue bertanya perihal kejadian yang diucapkan Zhuo Fang, mereka merasa penasaran dengan topik tersebut. Sedangkan, Kai Zen hanya diam saja, dia sudah menebak apa yang akan Zhuo Fang bicarakan.
“Tentang ledakan yang terjadi kemarin sore! kalian tidak merasakan gelombangnya?” Zhuo Fang mulai membuat suasana menjadi tegang.
‘Sudah kuduga.’ Ucap Kai Zen dalam hati, dia tersenyum tipis.
“Aku merasakan gelombangnya, tidak hanya samar-samar. Tetapi, sangat jelas!” ujar Guo Yan dengan antusias, sepertinya dia sudah tidak marah dengan Zhuo Fang.
“Se-sepertinya aku juga merasakannya." Ucap Yi Yizue sembari sedikit menatap Kai Zen.
“Memang apa yang terjadi? jangan bilang hanya itu saja yang ingin kau katakan.” Guo Yan menatap Zhuo Fang dengan serius.
“Tidak, tidak hanya gelombang dari ledakan itu yang ingin ku katakan, tapi juga kejadian besar setelahnya!”
‘Huh, ada kejadian besar setelahnya? apa itu? bukankah hanya ledakan saja?’ pikir Kai Zen dalam hati setelah mendengar perkataan Zhuo Fang.
“Huh, kejadian besar setelahnya?” Guo Yan menatap Zhuo Fang dengan heran.
“To-tolong beritahu kami." Pinta Yi Yizue.
Zhuo Fang menatap ketiga temannya dengan serius, dirasa dia sudah berhasil membangkitkan suasana ketegangan. Zhuo Fang mulai melanjutkan ceritanya.
__ADS_1
“Kejadian besar ini tentang penindasan yang dilakukan oleh salah satu anggota organisasi Shadow, Shadow White!”
Bersambung