
“Diam bukan berarti aku takut. Melarikan diri bukan berarti aku lemah!”
‘Tidak pernah ku lihat dia semarah ini, apa aku berlebihan?’
Kitsune berkata dalam hati seraya membersihkan noda darah di pipi kanan. Kitsune tidak menyangka bahwa Long Wang akan semarah sekarang, dia baru pertama kali melihatnya.
‘Sepertinya sudah waktunya.’ pikir Kitsune dalam hati.
Wush!
Kitsune melesat dengan cepat ke arah Long Wang. Ketika Kitsune sampai di belakang Long Wang, dia segera mengayunkan cakar ke punggung Long Wang.
WUSH!
Long Wang langsung berteleportasi ke tempat lain. Serangan Kitsune menjadi gagal. Kitsune segera melihat ke segala penjuru arah mencari keberadaan Long Wang.
“Dimana kau?” pekik Kitsune masih dalam mencari Long Wang ke segala arah.
“Apa kau sudah memutuskan untuk memulai?” tiba-tiba Long Wang muncul di depan Kitsune. Dia berada kira-kira lima puluh meter dari depan Kitsune.
“Aku hanya membalas seranganmu!”
“Huh...tidak perlu penjelasan lagi. Bukankah ini yang kau inginkan? majulah!” Long Wang menatap Kitsune dengan dingin. Walaupun sebelumnya dia terlihat marah kepada Kitsune, tetapi saat ini dia sudah kembali tenang.
“Hmph!” Kitsune memalingkan wajahnya. Dia menolak untuk menjawab perkataan Long Wang.
‘Rubah ini masih se—’
WUSH!
“Rasakan!”
Dengan cara yang hampir sama ketika menipu Kai Zen, Kitsune melakukan serangan mendadak kepada Long Wang.
CLANG!
Cakar Kitsune tidak bisa menyentuh Long Wang. Tangannya terpental ketika hampir menyentuh Long Wang. Kemudian, Kitsune melompat mundur.
BUKKK!
Sebelum Kitsune sadar, Long Wang telah muncul di depan dan memukul perutnya dengan keras. Kitsune pun terpental hingga beberapa ratus meter dari tempat sebelumnya.
“Kau ingin menipuku? kau pikir aku sama dengan bocah itu?” Long Wang tersenyum melihat Kitsune yang terhempas mundur.
__ADS_1
“Chough...Chough...” Kitsune terbatuk pelan menerima pukulan Long Wang. Setelah itu, dia mulai berdiri lagi seraya menatap Long Wang dengan marah, dia terlihat kesal melihat senyuman Long Wang.
“Kau keterlaluan!”
WUSH!
Kitsune mulai berteleportasi ke depan Long Wang. Tetapi, Long Wang lagi-lagi dapat berteleportasi lebih cepat dari Kitsune untuk menghindar dari serangannya.
Kitsune tidak memedulikan Long Wang yang lebih cepat darinya. Dia terus mengejar dan mengejar Long Wang hingga gerakan mereka tidak bisa di lihat oleh mata telanjang.
Beberapa menit berlalu, Kitsune mulai kesal karena tidak bisa menyamai kecepatan Long Wang. Kitsune mendecakkan lidah seraya berkata.
“Berhentilah melarikan diri dan hadapi aku dengan berani!” teriak Kitsune dalam keadaan kesal. Dia masih berusaha menyamai kecepatan Long Wang.
“Baiklah.”
‘Domain!’ sembari menyetujui teriakan Kitsune, Long Wang mengaktifkan sebuah domain yang berjarak beberapa meter dari tempatnya berdiri.
Ketika Kitsune ingin mendekati Long Wang, tiba-tiba gerakannya menjadi sangat lambat seakan tidak bergerak. Kitsune yang menyadari keanehan tersebut segera menatap Long Wang dengan tajam.
“Kau mengaktifkan domain?”
Long Wang tidak menjawab pertanyaan Kitsune, dia sengaja terdiam seraya menatapnya. Kitsune memasang wajah malas ketika Long Wang tidak membalasnya. Ia sudah menebak bahwa sesuatu yang menahannya adalah domain.
“Karena kau lebih lemah dariku.” Long Wang mengarahkan tangannya dengan terbuka sedikit ke arah Kitsune. Kemudian, sebuah aura hitam memadat di tangan Long Wang dan menembak lurus ke arah Kitsune.
BOOM!
Kitsune lagi-lagi terhempas mundur karena serangan Long Wang. Dia mencoba bangkit dan mendekati Long Wang lagi.
“Domainmu masih terbilang kecil. Aku rasa serangan jarak jauh lebih cocok untuk menyerangmu!” ucap Kitsune setelah berhasil membenarkan posisi berdirinya.
“Seranglah jika kau bisa.” Jawab Long Wang dengan tenang.
“Bunga Pesona Suci!”
Kitsune mulai melancarkan serangan pertama. Bunga pesona suci, sebuah jurus penghancur yang sangat mematikan bahkan di kalangan para roh sihir. Serangan yang berbentuk bunga yang terinspirasi dari bunga ledakan, serangan itu langsung muncul di tempat yang ditentukan oleh Kitsune. Kemudian, meledak jika dayanya sudah penuh.
Bunga-bunga mulai bermunculan di sekitar Domain Long Wang, tidak ada satupun bunga yang dapat muncul di dekat Long Wang. Ketika bunga itu telah selesai menyerap mana atau segala bentuk energi di sekitarnya. Bunga tersebut segera meledak.
BOM!
BOM!
__ADS_1
BOM!
Gemuruh ledakan mulai terdengar di Domain Long Wang. Kitsune yang melihat pemandangan tersebut hanya memandang biasa saja. Dalam. hati Kitsune berkata, ‘Tidak mungkin serangan ini dapat menghancurkan domain Long Wang, pasti dia selamat!’
Selesai bunga itu meledak, kabut asap perlahan mulai menghilang juga dari tempat Long Wang sebelumnya. Sesuai dugaan Kitsune, domain Long Wang masih kokoh berdiri dan Long Wang masih berada di dalam dengan selamat.
“Apa bedanya kau yang sekarang dengan sebelumnya? hanya sama-sama berlindung dari seranganku!” ujar Kitsune berusaha memancing Long Wang keluar dari Domain.
“Jika aku tidak begini maka duel kita langsung berakhir dengan cepat.” Jawab Long Wang.
Kitsune yang memahami perkataan Long Wang langsung melotot ke arahnya. Long Wang yang menyadari Kitsune melotot ke arahnya hanya menggeleng-geleng kepala dengan santai.
“Apa kau meremehkankanku?”
“Ya, aku meremehkanmu!” jawab Long Wang dengan lantang.
“Huff...baiklah.” Kitsune menghela napas pelan, dia berusaha menenangkan diri mendengar itu.
Kitsune mulai memejamkan mata. Tangannya mengepal gemetaran seakan tengah mengalami rasa sakit. Awan hitam mulai berkumpul di sisi Kitsune yang membuat suasana disekitar menjadi gelap. Malam yang akan tiba membuat suasana di sekitar semakin gelap gulita.
Long Wang yang melihat pemandangan tersebut hanya diam mengamati. Kemudian, dia tersenyum seakan berkata.
“Sepertinya domainku tidak akan sanggup menahan serangan ini. Apa perlu ku tingkatkan?” pikir Long Wang sembari mengeluh-elus dagunya.
“Sepertinya tidak perlu, aku cukup menghindar dengan teleport saja. Jika aku meningkatkan Domain ini ke tahap selanjutnya, aku kasihan kepada rubah itu jika dia menyadari ketertinggalannya.” Ujar Long Wang dengan sombong. Namun, kesombongannya bukan omong kosong belaka.
Long Wang terus mengamati pemandangan di depan dengan santai. Sedangkan, Kitsune masih berada seperti posisi sebelumnya.
Ketika Kitsune hendak selesai, dia membuka matanya seraya menatap Long Wang dengan tenang. Melihat Long Wang masih terdiam di tempat sebelumnya dengan santai, Kitsune berusaha menanyakan alasannya.
“Mengapa kau tetap terdiam? apa kau tidah tahu serangan apa yang akan ku lancarkan kepadamu nanti?”
“Justru karena aku tahu serangan apa yang akan kau lakukan kepadaku maka aku memilih untuk diam disini. Apa kau paham?” jawab Long Wang tidak serius.
“Apa kau sebegitunya meremehkanku?” tatap Kitsune dengan sedih.
“Aku memang meremehkanmu, tetapi aku tidak akan kalah darimu. Apa itu salah?” ucap Long Wang tanpa memperlihatkan ekspresinya kepada Kitsune.
“Mengapa kau begitu menyebalkan?
“Beginilah aku!”
Bersambung
__ADS_1