
Suasana di dalam kelas lumayan sepi. Hanya ada beberapa orang yang ada di dalam kelas, mungkin yang lain sedang melihat keadaan di akademi. Setelah aku masuk, aku mengambil tempat duduk nomor dua dari belakang yang di sampingnya terdapat jendela. Setelah aku menaruh tasku, aku langsung duduk menghadap ke luar jendela. Aku memikirkan kejadian di kursi taman tadi.
‘Bagaimana mungkin aku bisa melakukan tindakan seperti itu kepada Yizue?’ ucapku dalam hati. Saat Yizue memalingkan wajahnya padaku di kursi taman tadi, entah kenapa pesona Yizue meningkat sehingga aku hampir kehilangan kendali terhadap tubuhku. Untung aku tersadar di saat yang tepat. Andai aku tidak sadar saat itu, aku mungkin tidak berani menatap wajah Yizue lagi.
‘Apakah... apakah Yizue mengeluarkan sihir pesona?’ Aku mulai menduga penyebabnya. Tapi jenis sihir itu tidak mudah di latih dan tidak banyak orang yang bisa mengeluarkan sihir pesona. Dengan kepribadian Yizue, walaupun dia bisa mengeluarkan sihir itu, tidak mungkin juga dia menggunakannya.
“Sial, aku tidak bisa memikirkan kemungkinan lainnya!” Aku mendengus kesal seraya menggaruk-garuk kepalaku walaupun tidak gatal.
Akupun menggunakan otakku lebih keras lagi untuk memikirkan sebuah kemungkinan. Setelah beberapa saat berpikir, aku menemukan sebuah kemungkinan yang mungkin masuk akal. Walaupun ini hanya sekedar kemungkinan, tapi wajib dipertimbangkan.
‘Bagaimana kalau pesona yang Yizue pancarkan bukan berasal murni darinya? Tapi dari Roh sihir yang ada di tubuhnya? Namun, roh sihir apa yang bisa memancarkan pesona yang sangat kuat?’ ini adalah kemungkinan yang mungkin terjadi.
“Kemungkinan ini yang menurutku masuk akal. Namun, kemungkinan tetaplah kemungkinan, tidak 100% benar. Seandainya aku tau Roh sihir apa yang dimiliki Yizue maka akan mudah bagiku untuk mengkonfirmasi kebenarannya.” Aku berkata dengan lirih agar orang lain tidak mendengar apa yang kuucapkan. Setelah selesai memikirkan berbagai kemungkinan, aku ingin memejamkan mata sebentar. Saat kepalaku sudah menyentuh tanganku yang ada di meja dan mulai memejamkan mata. Tidak sampai lima menit, ada seseorang yang memanggilku.
“Yoo, Kai Zen!” Zhuo Fang memanggilku dari belakang. Sepertinya dia menempati kursi yang ada di belakangku.
“Hmmm, apa? ” Aku membalas Zhuo Fang tanpa mengubah posisiku.
“Kenapa kau terlihat kelelahan? Padahal kau sepertinya hanya duduk di sini saat aku tinggal tadi.” Zhuo Fang sepertinya penasaran dengan sikapku yang tiba-tiba lemas.
“Bukan masalah. Hanya terlalu banyak berpikir, jadi otakku lelah.” Aku membalas rasa penasaran Zhuo Fang.
“Heh, memang apa yang kau pikirkan?” Zhuo Fang semakin penasaran.
“Lupakan saja.” Aku masih belum percaya dengan Zhuo Fang, jadi tidak mungkin mengatakan masalah ini kepadanya. Lagipula ini berkaitan dengan rahasia orang lain, tidak baik jika aku membahasnya tanpa persetujuan orang yang bersangkutan.
“Baiklah.“ Dia membalas dengan singkat.
“Ngomong-ngomong, lebih baik kau segera bangun. Kelas hampir di mulai!” Zhuo Fang memperingatkanku.
“Kurang berapa menit sebelum kelas di mulai?” Aku bertanya padanya.
“Kira-kira 10 menit lagi.”
“Satu menit sebelum kelas di mulai, tolong bangunkan aku!” Aku meminta pada Zhuo Fang.
“Huh, baiklah.” Dia menjawab dengan menghela napas. Percakapan kamipun berakhir. Aku mulai memejamkan mataku.
< < > >
__ADS_1
“Hoi, Kai Zen bangun!” Zhuo Fang menggoyang-goyang pundakku.
“Bangun! bangun! bangun!” Dia menggoyang pundakku semakin keras.
“Tenanglah, aku tidak jadi tidur. Hanya memejamkan mata saja.” Aku menegakkan kepalaku.
“Oh, kukira tadi kau tidur karena kau tidak bergerak sama sekali.” Dia menjawab dengan nada tak bersalah.
“Sudah hampir dimulai?” Aku bertanya kepada Zhuo Fang seraya memutar punggungku menghadap Zhuo Fang.
“Lihatlah Handphone!“ Zhuo Fang menyuruhku membuka handphoneku.
Akupun membuka handphoneku yang sudah sebulan tidak kulihat. Walaupun aku sering membawa handphone, tapi tidak pernah ku buka. Aku membawanya hanya untuk jaga-jaga ketika Kak Fex meneleponku. Saat aku membuka FVZ Chat, terdapat banyak pesan masuk. Ngomong-ngomong, FVZ Chat adalah aplikasi untuk mengirim pesan dan berbagai interaksi online lainnya yang paling laris di dunia ini. Oleh karena itu, setiap orang yang mempunyai handphone pasti terdapat aplikasi FVZ Chat.
Kembali lagi ke topik, walaupun aku memiliki banyak pesan masuk, tapi itu hanya dari satu grup chat. Karena aku hanya mempunyai grup chat Akademi Satu, bisa disimpulkan bahwa semua chat yang masuk berasal dari sana. Bahkan aku tidak mempunyai nomor kontak orang lain kecuali Kak Fex. Jadi kalian bisa tau, kenapa aku jarang bahkan tidak membuka handphoneku. Saat aku membuka grup chat, terdapat banyak informasi dari akademi. Karena aku terlalu malas untuk membaca satu per satu, jadi aku langsung bertanya pada Zhuo Fang.
“Memang ada apa?”
“Aku baru ingat, kalau hari pertama masuk Akademi. Semua murid harus berkumpul di aula. Akan di adakan acara pembukaan di sana!” Zhuo Fang menjawab pertanyaanku.
“Pantas saja ruangan kelas terasa sepi.” Aku menghela napas.
“Aku tidak membuka handphoneku selama sebulan, jadi wajar aku tidak tau.” Aku menjelaskan alasannya pada Zhuo Fang.
“Tidak mungkin!” Zhuo Fang berteriak histeris.
“Shtttt, jangan berteriak! Lagipula apa yang tidak mungkin?” Aku menyuruh Zhuo Fang tenang. Karena teriakan Zhuo Fang, semua murid yang ada di kelas melihat ke arah kami.
“Tidak mungkin selama sebulan kamu tidak memegang handphone. Sulit dipercaya!” ekspresi Zhuo Fang terlihat sangat tidak percaya.
Aku hanya diam saja seraya melihat keadaan sekitar. Setelah memastikan kalau kami tidak menjadi pusat perhatian lagi. Aku menjawab perkataan Zhuo Fang.
“Terserah kamu percaya atau tidak. Tapi, memang itu yang terjadi.”
“Serius?” Zhuo Fang memastikan ucapanku.
“Untuk apa aku bercanda? Tentu saja aku serius, lagipula tidak ada hal yang penting di handphoneku.” Aku berkata dengan serius.
“Apakah informasi dari akademi tidak penting bagimu?” Zhuo Fang masih tidak percaya padaku.
__ADS_1
Karena sulit untuk membuatnya percaya. Aku menyodorkan handphoneku padanya seraya berkata, “Lihatlah handphoneku! cek semua aplikasi dan kontak yang ada di handphoneku.”
“Kau tidak keberatan?” Zhuo Fang menanyaiku.
Aku hanya mengangguk padanya. Setelah itu, Zhuo Fang membuka handphoneku. Membuka satu demi satu aplikasi. Wajahnya semakin lama, semakin terkejut saat melihat isi handphoneku. Beberapa menit kemudian, dia berbicara padaku.
“Huh... Sulit dipercaya. Handphonemu sangat membosankan!” Zhuo Fang menghela napasnya.
“Bukankah tadi aku sudah bilang? Sudah percaya?” Aku menjawab dengan nada kesal.
“Hehehehe, sekarang aku sudah percaya.” Dia menjawab sambil tertawa.
“Kalau sudah, kembalikan handphoneku sini!” Aku meminta handphoneku dengan menyodorkan tanganku padanya.
“Sebentar, akan kutambahkan nomorku.” Salah satu tangan Zhuo Fang menghentikan tanganku dan tangan satunya mengetik di handphoneku. Aku hanya menunggu sebentar setelah itu Zhuo Fang mengembalikan handphoneku.
“Aku sudah menambahkan nomorku ke handphonemu. Kau bisa mengirim pesan padaku kalau ada hal penting. Kalau kau sedang bosan juga tidak apa-apa mengirim pesan padaku hahahahaha.” Zhuo Fang berkata sambil tertawa kecil.
Sebelum aku membalas perkataannya. Dia sudah mengajukan pertanyaan, “Ngomong-ngomong kenapa kau tidak menyimpan nomornya pacarmu? malah hanya ada nomor 'Kak Fex' yang ada di handphonemu.”
“Aku lupa meminta nomornya dan dia bukan pacarku!” Aku memperjelas padanya.
“Mungkin sekarang belum, tapi suatu saat akan terjadi hahahahaha.” Zhuo Fang menggodaku sambil tertawa.
“Terserah kau saja.” Aku menghela napas.
“Jadi, kita akan pergi ke aula kapan?” Zhuo Fang bertanya padaku.
“Sekarang saja? murid yang ada di kelas semakin berkurang, mereka sepertinya sudah pergi ke aula.” Aku menawarkan padanya.
“Baiklah. Ayo kita pergi menuju aula!” Zhuo Fang segera berdiri.
“Kau tau arahnya?” Aku memastikan tempat yang akan kami tuju.
“Aku tau!” Zhuo Fang membalas dengan percaya diri.
“Baiklah. Kau pimpin jalannya, aku akan mengikuti dari belakang.” Aku segera berdiri dari tempat dudukku. Kamipun pergi menuju aula. Zhuo Fang yang memimpin jalannya dan aku mengikutinya di belakang.
Bersambung
__ADS_1