
“Sampah memang layak mati!”
Zhuo Fang menatap mereka dengan jijik. Dia masih memakan apelnya dengan santai. Kemudian, dia mengalihkan pandangannya ke belakang Shi Po dan Yu Guang.
“Lagipula, bukan aku yang membunuh orang yang bernama He Si itu. Coba lihat ke belakang kalian.” Ucap Zhuo Fang.
“Apa yang kau katakan, sudah jelas-” Shi Po sontak terdiam ketika melihat ke belakangnya. Matanya melotot ketakutan melihat sosok di belakangnya.
Yu Guang mulai penasaran ketika menyadari temannya bertingkah aneh saat melihat ke belakang. Dia pun perlahan-lahan juga ikut melihat ke belakang. Betapa terkejutnya dia melihat sosok yang baru saja disebutkan gadis tadi. Keringat dingin mulai bercucuran dari tubuh mereka berdua.
“Padahal umur kita tidak berbeda jauh, tapi kalian menyebutku bocah. Sekarang, panggillah orang di depan kalian dengan sebutan 'bocah' hahahahaha!” sindir Zhuo Fang.
Orang yang membuat Shi Po dan Yu Guang ketakutan memang memiliki umur yang sama dengan Zhuo Fang. Tetapi, kedudukan orang itu lebih tinggi daripada kedudukan Zhuo Fang di keluarga masing-masing. Bagaimana mereka tidak ketakutan menyadari kenyataan itu?
“Terima kasih telah mengabariku sebelumnya, Zhuo Fang!” ucap orang itu dengan dingin, dia tidak menatap Zhuo Fang saat mengucapkannya. Melainkan menatap Shi Po dan Yu Guang dengan penuh amarah.
“K-kakak?” Song Zili menatap orang di depannya penuh semangat, dia merasa lega karena kakaknya datang.
“Kakak!” gadis itu segera berlari memeluk kakaknya, Song Zhiqing. Shi Po dan Yu Guang tidak berani menghentikannya.
“Ya, ini kakakmu. Kamu sudah bisa tenang.” Song Zhiqing mengelus kepala adiknya dengan lembut, dia merasa bersalah karena tidak melindungi adiknya dengan benar.
Setelah adiknya sudah membaik, dia segera menyuruh Song Zili untuk masuk ke pesta. Dia juga menasihati adiknya sebelum pergi.
“Song Zili masuk dulu ya, kakak masih ada urusan di sini. Jangan lagi berkeliaran di luar sendiri, ajaklah beberapa penjaga jika kamu ingin jalan-jalan keluar.” Ujar Song Zhiqing dengan lembut, dia juga tersenyum pada adiknya.
“B-baik kak.” Song Zili mengangguk paham, dia segera pergi ke dalam pesta. Namun, sebelum dia pergi, Song Zili menatap Zhuo Fang dengan tatapan yang sulit dijelaskan. Dia juga tersenyum ke Zhuo Fang. Kemudian, Song Zili mulai berlari pergi.
Zhuo Fang yang menyadari hal itu hanya memasang wajah penuh tanda tanya, dia tidak mengerti dengan tatapan Song Zili. Apalagi maksud dari senyumnya. Dalam hati Zhuo Fang, dia berkata, ‘Apa yang terjadi kepada gadis itu? mengapa dia tiba-tiba tersenyum kepadaku?’
__ADS_1
‘Ya, itu tidak penting bagiku. Lanjut menonton pertunjukan gratis saja!’ batin Zhuo Fang yang malas memikirkan maksud dari Song Zili.
Suasana mulai sunyi disaat Song Zili pergi. Shi Po dan Yu Guang terdiam melihat Song Zhiqing di depannya. Song Zhiqing masih melihat arah dimana adiknya pergi. Sedangkan, Zhuo Fang diam saja di atas pohon menatap mereka.
Akan tetapi, suasana sunyi itu tidak bertahan lama. Sesaat bayangan Song Zili sudah tidak terlihat, Song Zhiqing mulai memalingkan wajahnya ke arah Shi Po dan Yu Guang. Dia menatap Shi Po dan Yu Guang dengan tenang, amarah yang sebelumnya sudah padam. Ketenangan yang dipancarkan Song Zhiqing tidak membuat mereka membaik. Justru malah membuat mereka semakin takut.
‘Gosip-gosip yang beredar mengatakan bahwa Tuan Muda Song semakin tenang semakin marah, matilah aku!’ batin Shi Po sembari menggigit bibirnya. Tidak lama kemudian, Song Zhiqing mulai membuka mulut.
“He Si, Shi Po, dan Yu Guang...”
“He Si sudah kau bunuh, bodoh!” ujar Zhuo Fang seraya tersenyum kecil.
“Diamlah sebentar, Zhuo Fang!” bentak Song Zhiqing tanpa memalingkan wajahnya. Zhuo Fang hanya tertawa cekikikan mendengar itu, dia pun segera diam.
“Apa kalian tahu kesalahan kalian?” Song Zhiqing mulai fokus kembali.
“Jika kalian sudah tahu...segera bunuh diri kalian sendiri!” Song Zhiqing melemparkan sebilah pisau kepada mereka.
‘Wow, darimana orang ini mendapatkan pisau? dia tidak mengambilnya dari pesta, kan?’ pikir Zhuo Fang, dia mencoba menghibur dirinya sendiri.
“Jika kalian tidak menuruti perkataanku, keluarga kalian yang akan menerima amarah Keluarga Song kami!” ancam Song Zhiqing dengan nada lembut.
Shi Po dan Yu Guang menelan ludah saat melihat pisau itu. Mereka saling bertatapan seakan sedang berbicara isyarat. Hingga akhirnya, Shi Po menggelengkan kepalanya menatap Yu Guang. Yu Guang hanya tersenyum melihat teman akrabnya itu menggelengkan kepalanya.
‘Teman akrab apa? itu hanya ilusi di depan kematian!’ Yu Guang mulai mendekat ke arah pisau itu.
“Tuan Muda Song, aku harap kau tidak menyentuh Keluarga Yu karena perbuatanku. Biarkan aku yang menebusnya sendiri.” Pinta Yu Guang seraya mengambil pisau di depannya.
“Aku berjanji!” Song Zhiqing mengangguk menyetujui permintaannya.
__ADS_1
Mendengar janji dari Song Zhiqing, Yu Guang mulai memejamkan matanya, dia telah mengambil pisau itu dan menempatkan pisau tersebut di samping lehernya. Sebelum dia memenggal kepalanya sendiri, Yu Guang berkata dalam hati.
‘Aku memang sampah, perbuatanku memang tercela. Namun, aku tidak akan membiarkan keluarga sendiri menanggung konsekuensi dari perbuatanku ini!’
SREK!
Dalam sekejap mata, kepala dan badan Yu Guang telah terpisah. Shi Po yang melihat Yu Guang memenggal kepalanya sendiri mulai panik, dia bergerak mundur dengan raut wajah ketakutan. Song Zhiqing tidak mengubah ekspresinya sedikitpun melihat hal yang begitu tragis di depannya, ketenangan masih terpancar darinya. Zhuo Fang, dia terlihat sedikit terkejut melihatnya, sampai-sampai memalingkan wajah ke arah lain.
‘Pisau sekecil itu tidak mungkin bisa memenggal sebuah kepala, kecuali telah dilapisi sihir. Song Zhiqing ini terlihat ramah di luar, tetapi kejam di dalam!’ pikir Zhuo Fang dalam hati.
“Jadi, bagaimana denganmu, Shi Po? apa keputusan yang kau ambil?” Song Zhiqing menatap Shi Po yang sedang ketakutan.
“A-aku...”
“Jangan pikir Keluarga Shi dapat melindungimu, mereka mungkin langsung menyerahkanmu ketika mendengar keputusanku!” ujar Song Zhiqing.
“Dan jangan menggunakan nama Lima Keluarga Besar untuk mengancamku, kau pikir dirimu siapa?” imbuh Song Zhiqing seraya tersenyum merendahkan.
Shi Po terdiam mendengar perkataan Song Zhiqing, dia seolah-olah sedang memikirkan suatu rencana. Kemudian, dia mengatakan keputusannya kepada Song Zhiqing tanpa menyembunyikan rasa takutnya.
“Baiklah, aku akan menuruti keinginanmu.” Seketika Shi Po yang tadinya enggan menuruti perkataan Song Zhiqing langsung mengubah keputusannya.
“Lakukan segera!” bentak Song Zhiqing.
Shi Po segera mengambil pisau yang tadi digunakan oleh temannya, noda darah dari kejadian tadi masih membekas di pisau tersebut. Ketika Shi Po telah memosisikan pisau di samping lehernya, dia menatap Song Zhiqing dengan aneh. Song Zhiqing yang menyadari tatapan itu hanya diam tidak membalas. Tidak ada hujan tidak ada angin, tiba-tiba Shi Po berteriak kepada Song Zhiqing.
“MATILAH, SIALAN!”
Bersambung
__ADS_1