
“Ya, mengapa kau berteriak padaku, Qian Qian?”
“Heh, kau bahkan tidak menyadari jika aku memanggilmu dari tadi?”
“Maaf, tapi aku sungguh tidak mendengarnya. Aku terlelap dalam pikiranku sendiri tadi.”
Kai Zen meminta maaf dengan tulus, dia memasang wajah sungguh-sungguh ketika mengucapkannya.
“Terlelap dalam pikiranmu sendiri? memang apa yang kau pikirkan?” tanya Qian Qian penasaran.
Yi Yizue yang mendengar pertanyaan Qian Qian juga ikut penasaran. Lalu, Yi Yizue menoleh memandang Kai Zen yang terlihat bingung.
“Itu tidak penting. Kalian tidak perlu tau.” Setelah beberapa saat berpikir, hanya dua kalimat itu yang Kai Zen ucapkan.
‘Mana mungkin aku berani berkata secepat ini? main aman dulu hehehe.” Pikir Kai Zen dalam hati.
“Mencurigakan...” ucap Qian Qian lirih.
“Ti—tidak perlu mendesak Kai Zen, Qian Qian. Lagipula, mungkin itu beneran tidak penting seperti yang diucapkan Kai Zen sebelumnya.” Yi Yizue berusaha membela Kai Zen.
‘Yizue memang yang terbaik!’ batin Kai Zen dengan terharu.
“Baiklah, aku menyetujui ucapan Yizue.” Qian Qian mengangguk setuju.
“Ngomong-ngomong, kalian habis ini mau ke mana? pulang ke rumah masing-masing? atau ke mana?” imbuh Qian Qian, dia menatap Kai Zen dan Yi Yizue seakan menunggu jawaban dari mereka.
“Sepertinya kami akan pulang ke rumah masing-masing.” Jawab Kai Zen.
“Emmm, hari sudah menjelang malam. Ti—tidak baik jika kami berpergian.” Yi Yizue menjawab setelah mendengar jawaban Kai Zen.
“Yoo, apa yang sedang kalian bahas?” tiba-tiba Zhuo Fang bergabung dalam pembicaraan.
“Jika aku tidak salah dengar, topik yang kalian bahas tentang rencana setelah ini?” Fu Yue ikut bergabung juga.
Guo Yan dan Su Ling hanya menyimak di samping teman mereka masing-masing. Kali ini mereka bertujuh berkumpul bersama membentuk lingkaran.
“Ya, aku bertanya tentang tujuan Kai Zen dan Yi Yizue setelah ini. Mereka menjawab akan pulang ke rumah masing-masing.” Qian Qian menjelaskan kepada yang lainnya agar mereka paham.
“Apa kalian juga berpikir begitu?” Qian Qian melihat ke arah Guo Yan dan Zhuo Fang.
__ADS_1
“Dia bernama Guo Yan dan yang laki-laki bernama Zhuo Fang.” Fu Yue memperkenalkan mereka berdua kepada Qian Qian.
“Oh, jadi itu nama kalian. Aku Qian Qian, salam kenal.” Imbuh Qian Qian setelah mendengar perkataan Fu Yue.
“Salam kenal juga. Aku mengikuti ucapan Yizue, memilih pulang ke rumah masing-masing.” Jawab Guo Yan.
“Aku mengikuti keputusan mereka berdua sih.” Zhuo Fang mengangguk menyetujui perkataan Guo Yan yang mirip seperti keputusannya.
“Sayang sekali. Padahal aku ingin mengajak kalian untuk makan malam di suatu tempat. Tapi, karena ini keputusan kalian maka baiklah.” Qian Qian menghembuskan napas santai, dia memahami apa yang Kai Zen dan teman-temannya pikirkan.
“Yah, mau bagaimana lagi. Kami—” tiba-tiba perkataan Zhuo Fang terhenti ketika terdengar suara Handphone berdering di tengah percakapan mereka. Ternyata Handphone yang berbunyi adalah milik Kai Zen, itu sebuah panggilan masuk dari seseorang.
“Sebentar...” ucap Kai Zen. Lalu, dia mengambil Handphone yang ada di saku celananya.
“Kak Fex?” ucap Kai Zen lirih setelah melihat layar Handphonenya.
“Halo?” sapa Kai Zen. Dia tidak tidak menjauh dari teman-temannya.
“Halo, Kai. Ini ... aku ingin memberitahumu sesuatu.” Jawab Kak Fex ragu-ragu.
“Apa ada masalah, Kak?” tanya Kai Zen sedikit khawatir.
“Apakah makan malam seperti biasanya, kak?”
“Iya, ngomong-ngomong, sarapannya sudah aku pisah dari makan malam.”
“Aduh, kak. Itu terlalu banyak jika aku habiskan sendiri.” Kai Zen menepuk jidatnya pelan.
“Hehehe, maaf. Urusan Kak Fex sangat mendadak, jadi ya begitulah.” Kak Fex tertawa pelan mendengar jawaban Kai Zen.
“Bagaimana jika aku mengajak temanku makan malam di rumah, apakah boleh?” usul Kai Zen.
“Berapa jumlah temanmu?” tanya Kak Fex seakan ingin memastikan sesuatu.
“Tujuh denganku.”
“Jadi, ada tujuh orang denganmu. Sepertinya makan malam di rumah cukup untuk semua orang. Baiklah, tidak masalah. Nikmati waktu kalian bersama.” Kak Fex dengan senang hati menyetujui usulan Kai Zen. Jarang-jarang Kai Zen mengajak beberapa teman makan malam di rumahnya.
“Terima kasih, kak!” Kai Zen tersenyum girang.
__ADS_1
“Sama-sama, kalau begitu aku tutup teleponnya ya.”
“Baiklah, kak.”
Kak Fex segera mematikan teleponnya. Kemudian, Kai Zen menatap teman-temannya yang berkumpul dengan gembira, tapi dia menutupi kegembiraan itu dari ekspresi wajahnya.
“Apakah kau tadi ingin mengajak kami makan malam, Qian Qian?” Kai Zen langsung bertanya setelah dia menaruh Handphonenya.
“Iya, apa kau mengubah keputusanmu?” Qian Qian sedikit memahami isi dari percakapan Kai Zen dengan Kak Fex sebelumnya.
“Bagaimana jika makan malam di rumahku saja? kebetulan Kak Fex memiliki urusan dadakan di luar. Dia menyiapkan makan malam yang lumayan banyak. Aku tidak akan bisa menghabiskan makan malam sendiri.” Kai Zen menawarkan hal tersebut pada teman-temannya.
“A—aku setuju!” Yi Yizue dengan cepat menyetujui penawaran Kai Zen, dia terlihat tersenyum gembira.
“Aku sudah bilang kalau aku mengikuti ucapan Yi Yizue. Karena Yizue setuju maka aku juga setuju.” Guo Yan segera menyetujui setelah Yi Yizue setuju.
“Aku jelas setuju!” seru Zhuo Fang dengan gembira.
“Bagaimana dengan kalian?” Kai Zen memandang Qian Qian, Fu Yue, dan Su Ling secara bergantian.
“Aku yang mengusulkan makan malam ini, tentu saja aku setuju. Di mana pun tempatnya aku tetap akan setuju!” Qian Qian berkata dengan lantang, dia terlihat senang dengan penawaran Kai Zen.
“Aku setuju!” jawab Fu Yue dan Su Ling secara bersamaan.
“Aku senang karena kalian sudah setuju. Tetapi, bagaimana dengan izin orang tua atau orang yang merawat kalian. Apa mereka setuju?” Kai Zen menatap semua teman-temannya seakan meminta jawaban dari mereka.
“Pa—paman Alex selalu setuju jika itu berkaitan denganmu, Kai.” Yi Yizue lagi-lagi menjawab dengan cepat.
“Tentu saja mereka akan setuju!” seru Qian Qian.
“Patriarch Zhuo pasti akan setuju!” Zhuo Fang mengangguk seakan memahami sifat patriarchnya itu.
“Orang tua kami juga pasti setuju!” ucap Fu Yue seraya mewakili Su Ling.
“Huh, tentu saja mereka akan setuju. Tidak mungkin mereka berani menolakku!” entah mengapa Guo Yan terlihat tidak senang saat mengucapkan kalimat itu. Tetapi, yang pasti Guo Yan ikut acara makan malam ini.
“Baiklah, sudah diputuskan bahwa kita makan malam di rumahku. Mari, aku akan menuntun kalian ke rumahku.”
Mereka bertujuh akhirnya mulai berjalan pergi. Kai Zen berdiri paling depan bersama Yi Yizue, dia memimpin jalan. Teman-teman Kai Zen yang lain berjalan di belakangnya seraya mengobrol santai.
__ADS_1
Bersambung