
‘Apa yang terjadi kepada Yizue?’
“Yi—”
Ketika Kai Zen hendak memanggil Yi Yizue. Dia terkejut hingga terdiam melihat keadaan Yi Yizue yang sekarang. Aura ungu mulai muncul dari tubuh Yi Yizue. Sikap Yi Yizue yang sebelumnya mulai menghilang kini berubah menjadi lebih tenang.
‘Apakah yang dikatakan Long Wang benar?’ batin Kai Zen seraya mengingat apa yang dikatakan Long Wang di kantin akademi sebelumnya.
Flashback percakapan Kai Zen dan Long Wang ketika di kantin akademi.
“Apa?” tanya Kai Zen penasaran.
“Jika perkiraanku tidak salah. Kau akan di serang oleh wanita di depanmu ketika berlatih.” Ucap Long Wang dengan serius.
“Jika itu latihan tentu saja Yizue menyerang. Lagipula, aku merencanakan latihan kami adalah duel. Jadi wajar ketika dia me—”
“Maksudku adalah menyerang dengan niat membunuh, nak!” potong Long Wang. Dia terdengar enggan mendengar penjelasan Kai Zen.
“Mengapa Yizue menyerangku dengan niat membunuh? kau pasti berbohong!” Kai Zen terlihat tidak suka ketika mendengar hal tersebut.
“Memang bukan wanita itu sepenuhnya yang akan menyerangmu, hanya tubuhnya yang menyerangmu. Tetapi, bu—”
“Jangan bertele-tele, Long Wang!” sela Kai Zen dengan tidak sabar.
“Rubah licik itu akan mengambil alih tubuh wanita di depanmu untuk sementara, lalu menyerangmu dengan niat membunuh!” jawab Long Wang.
“Rubah licik? yang kau maksud Kitsune?” tanya Kai Zen memastikan.
“Tentu saja dia, siapa lagi kalau bukan dia?”
“Hmmmm, mengapa kau berpikir begitu? apakah karena aku pernah menyudutkan dia?” pikir Kai Zen.
“Kau pernah menyudutkan dia, nak?” tanya Long Wang dengan antusias.
“Ya, jadi...” Kai Zen menceritakan pertarungannya dengan Kitsune. Kemudian, Long Wang mulai tertawa terbahak-bahak ketika Kai Zen selesai bercerita.
“Dia tersudut hanya karena Teratai Penghangat Jiwa? sudah kuduga rubah itu masih lemah hahahahaha!”
“Hanya karena Teratai Penghangat Jiwa?” ulang Kai Zen, dia terdengar tersinggung.
“Ehem, wajar saja rubah itu kalah. Bagaimanapun dia tidak pernah melawan seorang manusia dengan kekuatan Teratai Penghangat Jiwa.” Ujar Long Wang berusaha menenangkan Kai Zen.
“Kalimatmu terdengar seperti pernah melawan pengguna Teratai Penghangat Jiwa saja, apa aku benar?” tebak Kai Zen, dirinya sudah tidak tersinggung lagi.
__ADS_1
Long Wang terdiam sejenak, kemudian dia menjawab, “Ya, kau benar, Nak. Aku pernah melawan satu orang manusia pemilik Teratai Penghangat Jiwa sepertimu.”
“Hanya satu?”
“Kau pikir Teratai Penghangat Jiwa seperti ikan di pasar, nak? keberadaannya sangat langka di semua semesta!”
“Sudah, jangan bahas topik lain lagi. Semakin lama pembicaraan kita, semakin melenceng dari tujuan sebenarnya.” imbuh Long Wang, dia seakan enggan membahas pemilik Teratai Penghangat Jiwa itu.
“Baiklah, baiklah...” Jawab Kai Zen setuju.
“Jadi, apakah dugaanku sebelumnya benar?”
“Tidak, kau salah, Nak.”
“Lalu, kalau bukan itu alasannya. Mengapa dia ingin menyerangku?” Kai Zen meminta penjelasan.
“Karena diriku!”
“Karena dirimu? mengapa?”
“Ceritanya panjang, nak. Intinya dia mengincarmu karena kau adalah tuanku.” jawab Long Wang.
“Oh, apakah kau sudah mengakuiku sebagai tuanmu? bagus-bagus!” Kai Zen justru berfokus dengan kata 'tuan' yang diucapkan Long Wang.
“Hah, sialan kau, nak! sudahlah, aku ingin tidur saja!” Long Wang malas menanggapi ucapan Kai Zen, dia sudah menebak apa yang akan Kai Zen katakan sebelumnya.
“Eh—tunggu, jangan pergi dulu!” potong Kai Zen mencegah Long Wang tidur lagi.
“Kalau dia keluar dan mengambil alih tubuh Yizue. Apa aku bisa mengalahkan Kitsune seperti sebelumnya?” tanya Kai Zen. Dia tidak yakin bisa mengalahkan Kitsune di dunia nyata. Oleh karena itu, Kai Zen meminta pendapat Long Wang.
“Kau tidak mungkin bisa mengalahkannya dengan kemampuanmu saat ini.” Ucap Long Wang dengan nada merendahkan.
“Lalu, apa yang harus aku lakukan? Heaven Destroyer pasti punya solusi, kan?” Kai Zen berusaha membujuk Long Wang.
“Tch, kau memujiku ketika ada mau, nak. Tetapi, aku menerima pujiannu itu. Aku akan memberimu solusi!” ujar Long Wang dengan sombong.
“Apa solusinya?” tanya Kai Zen dengan antusias.
“Biarkan aku mengambil alih tubuhmu saat Kitsune mulai muncul. Aku yang akan menghadapinya, apa kau setuju?” usul Long Wang.
“Kau tidak akan merebut tubuku, kan?” tanya Kai Zen dengn curiga.
“Aku bersumpah tidak akan merebut tubuhmu! untuk apa aku merebut tubuh manusia yang lemah?” sindir Long Wang.
__ADS_1
“Baiklah, aku percaya padamu. Tetapi, tolong berhenti merendahkan, oke?”
“Kalau begitu kau juga harus berhenti berpikir negatif, Nak. Berhenti untuk menuduh yang tidak-tidak.”
Kai Zen tercengang mendengar perkataan Long Wang. Dia seakan terkena serangannya sendiri.
“Kau...boleh juga.” Ucap Kai Zen dengan lirih.
“Ngomong-ngomong, tidak ada efek samping ketika kau mengambil alih tubuku, kan?” Kai Zen mulai kembali ke topik lagi.
“Kalau roh sihir dengan pemiliknya memiliki tingkat kecocokan rendah, pemiliknya akan mengalami efek samping ketika roh sihir mengambil alih tubuhnya. Namun, ketika kecocokan di antara mereka tinggi, pemiliknya tidak akan mengalami efek samping apapun saat Roh Sihir mengambil alih tubuhnya. Justru pemilik akan mendapat beberapa keuntungan karena tingkat kecocokan mereka tinggi.” Long Wang memberi penjelasan kepada Kai Zen.
“Menurutmu, tingkat kecocokan di antara kau dan aku termasuk tinggi atau rendah?” imbuh Long Wang seraya memberi pertanyaan kepada Kai Zen.
“Sepertinya sedang? tidak rendah ataupun tidak tinggi. Lagipula, aku berasal dari planet rendah karena planetku bahkan tidak kau ketahui. Bagaimana bisa kecocokan di antara kita tinggi? hahaha!” ucap Kai Zen seraya tertawa mengatakan fakta itu. Namun, dia juga sedikit sedih.
“Jangan merasa rendah diri, nak.” ucap Long Wang dengan lembut, dia merasa kasihan kepada Kai Zen.
“Tetapi, begitulah faktanya...” ucap Kai Zen dengan lirih.
“Kau memang benar mengatakan bahwa planetmu adalah planet rendah. Tetapi, untuk ucapanmu yang lainnya kau salah!” tegas Long Wang.
“Maksudmu...kau dan aku memiliki tingkat kecocokan rendah?”
“BODOH! BANGGLAH DENGAN DIRIMU, NAK! JANGAN SELALU MEMANDANG RENDAH DIRI SENDIRI!” teriak Long Wang.
“Kau dan aku memiliki tingkat kecocokan tertinggi. Lebih tinggi dari semua manusia yang aku lihat, bahkan lebih tinggi dari orang itu!” jelas Long Wang, dia berusaha membuat Kai Zen bahagia.
“Tertinggi? apa kau berkata jujur? kau tidak berusaha menghiburku dengan mengatakan kebohongan, kan?” tanya Kai Zen memastikan.
“Tentu saja aku berkata jujur, nak! kalau pun aku ingin menghiburmu, aku tidak akan mengatakan kebohongan!”
“Jadi, bagaimana? apa kau setuju dengan solusiku sebelumnya?”
Kain Zen tersenyum mendengar kepastian dari Long Wang, dia pun berkata, “Baiklah aku setuju!”
“Bagus, panggil namaku ketika rubah itu sudah keluar, kau paham kan, Nak?”
“Aku paham!”
“Kalau begitu aku akan tidur dulu.”
Setelah Kai Zen mengingat percakapan dengan Long Wang sebelumnya, dia mulai yakin bahwa yang dikatakan Long Wang adalah kebenaran. Kai Zen pun segera mengambil tindakan sesuai yang disepakati sebelumnya. Tetapi, sebelum itu Kain Zen berencana bermain-main dengan Kitsune sebentar.
__ADS_1
“Kapan lagi datang lawan bertanding seperti dia? lebih baik mencoba melawannya dulu, baru setelah itu memberikannya kepada Long Wang!”
Bersambung