
Kai Zen dan Yi Yizue sampai di tempat duduk Guo Yan dan Zhuo Fang. Guo Yan menyapa Yi Yizue saat melihatnya. Begitupula dengan Zhuo Fang, dia menyapa Kai Zen. Kemudian, mereka duduk secara sejajar. Kai Zen, Zhuo Fang, Guo Yan, dan Yi Yizue, begitulah urutannya.
“Pertandingan kalian sangat menakjubkan!” puji Zhuo Fang.
“Benar, kalian sekarang juga mendapatkan julukan 'Pasangan Maut' diantara murid baru.” Guo Yan mendukung pujian Zhuo Fang.
“Darimana asal julukan seperti itu? terdengar sangat aneh. Benarkan, Yizue?” Kai Zen terlihat tidak menerima julukan itu, dia pun bertanya pendapat Yi Yizue.
“Ah, i-iya.” Jawab Yi Yizue dengan panik menyetujui Kai Zen. Padahal, dalam hatinya dia sangat puas.
‘Pasangan maut ya? tidak terdengar buruk!’ pikir Yi Yizue dalam hati.
“Walaupun kalian tidak setuju, tapi mayoritas murid di Akademi Satu menyetujuinya.” Guo Yan menanggapi Kai Zen dengan penuh percaya diri.
“Darimana asal kepercayaan dirimu?” tanya Kai Zen karena Guo Yan menanggapinya penuh percaya diri.
“Forum Akademi Satu!” Guo Yan menunjukkan HPnya seraya membuka Website Forum Akademi Satu.
“Ada yang seperti itu?” tanya Kai Zen setelah melihat layar HP Guo Yan.
“Astaga, kau baru tahu?” Guo Yan bertanya balik dengan wajah terkejutnya.
“Se-sepertinya Kai Zen baru tahu.” bukan Kai Zen yang menjawab pertanyaan Guo Yan, tetapi Yi Yizue yang menjawabnya. Sedangkan Zhuo Fang kali ini tidak ikut menanggapi, dia terlihat fokus melihat pertandingan orang lain. Seperti sedang menganalisa kekuatan para peserta pertandingan.
“Ya begitulah, aku baru tahu.” jawab Kai Zen.
“Zhuo Fang pernah bercerita padaku bahwa kau jarang membuka HP dan kontak di HPmu juga sedikit. Apakah itu benar?” tanya Guo Yan memastikan.
“Ya, itu benar. Aku jarang membuka HP jika tidak ada keperluan. Kontak di Hpku juga hanya ada empat, yaitu Kak Fex, Zhuo Fang, Yi Yizue, dan Qian Qian.” Jawab Kai Zen.
“Qi-Qian Qian?” tanya Yi Yizue sedikit cemburu.
“Dia teman sekelasku. Aku tidak meminta Nomornya, dia sendiri yang meminta nomorku dan memasukkan nomornya di HPku.” Kai Zen menjelaskan alasannya pada Yi Yizue dengan tenang.
__ADS_1
“Kau bisa bertanya pada Zhuo Fang jika tidak percaya.” Imbuh Kai Zen.
“Apakah Kai Zen berkata yang sebenarnya?” Guo Yan bertanya pada Zhuo Fang. Namun, Zhuo Fang tidak menjawabnya karena terlalu fokus melihat pertandingan.
“Hei, Zhuo Fang!” Guo Yan menepuk punggung Zhuo Fang agar dia sadar.
“A-apa?” Zhuo Fang terkejut.
“Apa di kelasmu ada yang bernama Qian Qian?” Guo Yan langsung bertanya.
“Ya, ada.” Jawab Zhuo Fang seraya menonton pertandingan lagi.
“Kai Zen berkata bahwa orang yang bernama Qian Qian itu meminta nomornya dan memasukkan nomornya di HP Kai Zen sendiri. Apa itu benar?” Guo Yan memastikan perkataan Kai Zen yang sebelumnya.
“Ya, Kai Zen berkata jujur.” Jawab Zhuo Fang singkat.
“Masih belum percaya?” Kai Zen menghela napasnya.
“Ti-tidak, aku sudah percaya!” akhirnya Yi Yizue percaya sesudah Zhuo Fang menjawabnya.
“Kembali ke topik sebelumnya, jadi julukan 'Pasangan Maut' berasal dari sana?” Kai Zen kembali ke topik sebelumnya.
“Iya, setelah melihat pertandingan kalian. Admin forum itu langsung membuat voting seperti ini.” Guo Yan menunjukkan lagi layar HPnya. Kini dilayar tersebut terdapat kalimat "Apakah kalian setuju apabila murid Kai Zen dan Yi Yizue mendapat julukan Pasangan Maut diantara murid baru?", lalu dibawahnya terdapat dua pilihan yaitu setuju dan tidak setuju.
“65% dari seluruh murid yang sudah voting menjawab setuju atas julukan tersebut!” imbuh Guo Yan.
“Lalu, aku akan menjadi salah satu dari 35% murid yang tidak setuju.” Kai Zen segera membuka Forum Akademi Satu dan mencari laman yang menyediakan voting itu dan menekan voting yang bertuliskan 'Tidak setuju'.
“Kau membosankan, Kai!” Guo Yan memasang wajah tidak suka.
“Kalau kau pilih yang mana, Yizue? ah, aku tidak jadi bertanya padamu karena kau pasti akan mengikuti pilihan Kai Zen. Sebagai gantinya, aku akan bertanya pada Zhuo Fang saja.” Guo Yan mengurungkan niat untuk bertanya pada Yi Yizue karena telah menebak jawabannya. Dia beralih bertanya pada Zhuo Fang
“Kau pilih yang mana, Zhuo Fang?” Dia menatap Zhuo Fang seakan meminta jawaban 'Setuju'.
__ADS_1
“Aku netral saja.” jawab Zhuo Fang.
‘Jika menjawab setuju akan bertentangan dengan Kai Zen, sedangkan menjawab tidak setuju akan bertentangan dengan Guo Yan. Aku lebih baik tidak memilih salah satunya, netral adalah pilihan terbaik!’ pikir Zhuo Fang.
“Dasar laki-laki tanpa pendirian!” ejek Guo Yan setelah mengetahui jawaban Zhuo Fang.
‘Sedikit berbeda dengan rencana, tapi sesuai perkiraan.’ Ucap Zhuo Fang dalam hati sesudah mendengar ejekan Guo Yan.
“Ngomong-ngomong, bagaimana sistem pembagian peringkat jika melakukan pertandingan tim?” Kai Zen mencoba mengubah topik pembicaraan.
“Sebenarnya itu tergantung kesepakatan tim. Dalam pertandinganmu semua keuntungan diambil oleh Yi Yizue karena kau sudah berada di peringkat tinggi dan lawanmu peringkatnya lebih rendah darimu.” Jawab Yi Yizue.
“Ma-maaf, Kai.” Yi Yizue yang mendengar bahwa Kai Zen tidak mendapat apapun dari pertandingan itu merasa bersalah.
“Kau tidak perlu merasa bersalah, Yizue. Sedari awal tujuanku dalam pertandingan itu murni membantumu, tidak mengharapkan sedikitpun keuntungan.” Kai Zen mencoba menenangkan Yi Yizue.
“Ba-baiklah, terima kasih, Kai!” ucap Yi Yizue seraya tersenyum lembut pada Kai Zen.
“Sama-sama.” Jawab Kai Zen sembari tersenyum balik.
“Ehem, ini sudah siang. Bagaimana kalau kita ke kantin?” ajak Guo Yan.
“Aku setuju.” Tanpa pikir panjang Zhuo Fang menyetujui ajakan Guo Yan. Sepertinya dia sudah bosan menonton pertandingan dan sudah cukup menganalisa beberapa peserta.
“Bagaimana dengan kalian, Kai? Yizue?” Guo Yan menatap mereka berdua secara bergantian.
“Aku ikut.” Jawab Kai Zen.
“A-aku juga.” Ucap Yi Yizue setelah mendengar jawaban Kai Zen.
“Lalu, tunggu apa lagi? Ayo!” Guo Yan segera berdiri, lalu berjalan paling depan. Selanjutnya, Zhuo Fang mengikuti di belakang Guo Yan. Baru kemudian Kai Zen dan Yi Yizue, mereka berjalan sejajar.
Sesampainya di kantin, mereka berempat langsung memesan makanan. Guo Yan memesan steak daging sapi lada hitam dan jus jambu. Zhuo Fang memesan nasi putih, daging ayam, sayur sup, dan susu kambing. Sedangkan Kai Zen dan Yi Yizue memesan hidangan seperti kemarin, yaitu nasi goreng dan air putih. Sesudah pesanan selesai dibuat, mereka segera mencari tempat duduk kosong.
__ADS_1
“Itu disana, ada empat tempat duduk kosong, jumlah yang pas untuk kita!” seru Guo Yan seraya menunjuk tempat itu. Kemudian, dia segera berlari mengamankan tempat itu.
Bersambung