
“Saya sangat yakin dan ini adalah keputusan akhir saya!”
Host Arena terdiam sejenak mendengar jawaban Guo Yan, lalu dia segera menyetujuinya ketika melihat mata Guo Yan yang berkaca-kaca seakan mengharap persetujuan darinya.
“Baiklah, permintaan Murid Guo Yan diterima."
‘Aku seperti melihat diriku yang dulu saat melihatnya.’ Batin host perempuan itu dalam hati, dia mengenang masa lalunya.
“Terima kasih.” Guo Yan tersenyum pada host tersebut.
“Murid Dai Ruo Ruo, Shi Yongzhen, dan Zhuo Fang, silahkan menuju ke lapangan arena agar pertandingan bisa segera dimulai!” teriak host menggunakan mic.
Segera mereka bertiga datang ke lapangan arena, lalu mengambil tempat masing-masing. Host yang melihat mereka telah sampai segera memulai pertandingannya.
“Apa kalian si-”
“Sebentar!” potong Shi Yongzhen tanpa sopan santun, mau tidak mau host harus tetap sabar mendengar teriakan Shi Yongzhen. Dia adalah Tuan Muda Keluarga Shi, siapapun yang menentangnya pasti akan celaka. Host sudah biasa mendengar perlakuan semena-mena dari para murid keluarga besar, khususnya dari Keluarga Shi. Jadi, dia tidak heran dengan sikap Shi Yongzhen.
Selepas berteriak ke arah host, Shi Yongzhen memalingkan wajahnya ke arah Guo Yan dan Zhuo Fang sembari berkata, “Sepertinya kalian sangat ingin di hajar!”
“Aku yang akan menghajarmu!” teriak Zhuo Fang sembari mengacungkan jari tengahnya.
“Wow, lihat pria itu. Dia sangat berani mengacungkan jari tengahnya di depan publik!”
“Apalagi sasaran dari jari tengah itu adalah Shi Yongzhen yang terkenal bodoh dan kejam!”
“Walaupun dia bodoh, dia masih lah Tuan Muda Keluarga Shi!”
“Aku suka gayamu!” Guo Yan mengacungkan jempol kepada Zhuo Fang.
“Hehehehe.” Zhuo Fang hanya tertawa sembari memegang belakang kepalanya, dia dan Guo Yan seakan tidak peduli dengan teriakan para penonton.
“Sial, berani sekali kau mempermalukanku di depan umum!” Shi Yongzhen mulai terpancing emosi.
“Tenanglah, Yongzhen. Setelah pertandingan di mulai, kau bisa menghajar pasangan sampah itu sepuas hati!” Dai Ruo Ruo mencoba menenangkan Shi Yongzhen.
“Menghajar kami? kau yang akan ku hajar dulu, Dai Ruo Ruo!” tatap Guo Yan dengan dingin, dia seakan siap membunuh Dai Ruo Ruo.
“Diam kau wanita liar!”
__ADS_1
“Kemari kau kalau berani dasar sialan!”
Akhirnya Dai Ruo Ruo justru ikut dalam perdebatan mereka, dia gagal menenangkan Shi Yongzhen. Perdebatan mereka berlangsung lumayan lama. Sementara mereka berdebat, Kai Zen dan Yi Yizue sedang membahas suatu hal yang rahasia.
“K-kai,” panggil Yi Yizue.
“Ya?” Kai Zen memalingkan wajahnya ke arah Yi Yizue.
“Bo-boleh aku bertanya?”
“Ta-tapi kau tidak boleh marah mendengar perkataan ku, cu-cukup tolak atau sangkal saja kalau kau tidak ingin menjawab.” Imbuh Yi Yizue dengan ragu-ragu.
Kai Zen yang melihat keraguan di wajah Yi Yizue berkata, “Tanyalah, lagipula aku tidak akan menyembunyikan suatu rahasia darimu.” Kai Zen tersenyum ke arah Yi Yizue.
Melihat Kai Zen tersenyum, Yi Yizue terlihat lebih tenang untuk bertanya. Lalu, dia berkata, “Apakah kau tahu mengenai ledakan kemarin?”
“Aku lah yang menyebabkan ledakan itu.” Bisik Kai Zen.
“Se-serius?”
“Ya,”
“Se-se-serius?”
“To-tolong jangan cubit aku!”
“Apakah sakit?” tanya Kai Zen khawatir.
“Ti-tidak sakit, a-aku hanya...” Yi Yizue tidak bisa melanjutkan perkataannya karena wajahnya memerah saking malunya dia. Jadi, dia memalingkan wajahnya agar Kai Zen tidak melihat keadaannya.
“Apa kau terkejut, Yizue?” Kai Zen yang menyadari keinginan Yizue segera memalingkan wajahnya ke lapangan arena, dia masih melihat Guo Yan dan Zhuo Fang masih berdebat.
‘Kapan mereka mulai bertanding?’ batin Kai Zen dengan wajah bosan.
“Ge-gelombang dari ledakan itu bahkan menjangkau seluruh Kota Sky Blue dan itu disebabkan olehmu, ba-bagaimana aku tidak terkejut?” jawab Yi Yizue dengan wajah terpukau. Jantung Kai Zen berdetak kencang saat melihat ekspresi Yi Yizue.
‘Wajahnya saat ini entah mengapa membuatku deg-degan, sial!’ Kai Zen mencoba mengendalikan dirinya. Dia terdiam sebentar untuk memenangkan dirinya.
“K-kai?” Yi Yizue memanggilnya.
__ADS_1
“Ya-ya?”
“Me-mengapa kamu tiba-tiba diam?”
“Tidak apa-apa, lupakan saja.” Elak Kai Zen.
Yi Yizue mengangguk mengerti, lalu dia melanjutkan pembicaraan sebelumnya, “Ngomong-ngomong, me-mengapa ledakan itu terjadi?”
“Aku tidak bisa memberitahukan masalah itu sekarang, Yizue. Lain kali akan ku katakan.” Saat ini Kai Zen enggan memberitahu Yizue karena dia tidak ingin Yizue di incar oleh makhluk dari dunia lain yang sedang mencoba menyebrang ke Bumi.
“A-apakah ada alasan tertentu?” tanya Yi Yizue setelah mengamati mimik wajah Kai Zen.
“Ya, aku tidak ingin melibatkanmu lebih jauh.” Kai Zen yang melihat ke lapangan arena kini memalingkan wajahnya menatap Yi Yizue sembari tersenyum kepadanya.
“A-aku mengerti.” jawab Yi Yizue singkat. Sebelum Kai Zen memalingkan wajahnya lagi, Yi Yizue mengatakan hal lain.
“A-apakah itu ada kaitannya dengan Shadow White.” Tiba-tiba Yi Yizue mengatakan hal tersebut kepada Kai Zen.
Kai Zen menggeleng-geleng kepalanya seraya berkata, “Masalah itu lebih berbahaya dari Shadow White!”
‘Lebih berbahaya dari...Shadow White?' Yi Yizue terdiam tercengang.
“Me-memang ada hal yang lebih berbahaya dari Shadow White?” lanjut Yi Yizue setelah dia tercengang.
Kai Zen yang telah mengetahui sedikit rahasia dunia tersenyum menatap Yi Yizue sembari mengelus kepalanya, lalu dia berkata, “Ada banyak hal yang tidak kita ketahui, Yizue.”
“Ji-jika kau tidak keberatan, bo-bolehkah aku membantumu, Kai?” Yi Yizue mengubah keputusannya, dia ingin membantu Kai Zen.
“Tidak perlu, aku bisa mengatasi masalah ini. Keselamatanmu adalah prioritas ku, Yizue.”
Yi Yizue yang mendengar itu merasa senang sekaligus sedih. Senang karena Kai Zen sangat memedulikannya. Sedangkan, sedih karena dirinya merasa tidak berguna dan menjadi beban Kai Zen. Namun, kali ini dia hanya bisa menuruti perkataan Kai Zen.
‘Aku yang sekarang sangat lemah, aku hanya akan membebani Kai Zen jika memaksa membantu.’ Pikir Yi Yizue dalam hati.
“Te-tetap jaga keselamatanmu, Kai!” jawab Yi Yizue sembari tersenyum setelah dirinya tenang.
“Tentu saja aku akan menjaga keselamatanku. Aku akan melarikan diri ketika tidak bisa menyelesaikan masalah itu!” ucap Kai Zen sambil tertawa.
“Me-melarikan diri bukanlah hal yang buruk, nya-nyawa lebih penting daripada harga diri.” Yi Yizue menanggapi perkataan Kai Zen dengan tertawa juga.
__ADS_1
Akhirnya suasana tegang di antara mereka telah menghilang sekaligus topik pembicaraan mereka telah berakhir. Mereka kembali fokus ke lapangan arena untuk melihat Guo Yan dan Zhuo Fang, sepertinya pertandingan mereka akan segera di mulai.
Bersambung