
Setelah Kai Zen dan Yi Yizue berhasil menjauh dari He Xixi dan komplotannya. Mereka berjalan menuju ke Taman Akademi. Dalam perjalanan, Yi Yizue mengungkapkan rasa syukur kepada Kai Zen karena telah menolongnya.
“Te—terima kasih...” ucap Yi Yizue lirih.
“Sama-sama.” Jawab Kai Zen singkat, dia masih menggandeng Yi Yizue.
Setibanya di Taman Akademi, Kai Zen langsung mengajak Yi Yizue duduk di kursi taman yang kosong.
“Siapa mereka, Yizue?” tanya Kai Zen setelah mereka berdua duduk.
“Te—teman sekelasku...” ucap Yi Yizue lirih
“Mengapa kamu tidak pergi dari sana? apakah kamu takut?” tanya Kai Zen lagi, dia mengalihkan pandangan menatap Yi Yizue.
“Ya, a—aku tidak bisa pergi. A—aku takut...” Yi Yizue menundukkan kepala. Tangannya gemetaran seakan menahan rasa takut.
‘Bagaimana aku harus mengatasi hal ini? aku juga kurang pengalaman dalam hal ini. Aku hanya bisa memberi dukungan dan nasihat kepada Yizue.’ Batin Kai Zen dalam hati.
“Aku tidak tahu perasaanmu ketika direndahkan atau di injak-injak oleh orang lain karena aku tidak pernah merasakannya selama ini. Tetapi, aku tahu kalau aku harus melawan saat diperlakukan seperti itu. Lebih baik mulai bergerak untuk melawan daripada diam saja.”
“Lawanlah rasa takutmu, Yizue. Lawanlah mereka yang menindasmu. Kamu itu kuat, lebih kuat dari mereka.” Kai Zen menatap Yi Yizue dengan serius.
Yi Yizue hanya terdiam mendengar Kai Zen ,dia menunduk menghadap ke bawah. Dari samping Kai Zen dapat melihat bahwa Yi Yizue masih murung, dia pun mencoba menghibur Yi Yizue lagi.
“Yizue...” panggil Kai Zen. Tetapi, Yi Yizue tidak menanggapinya.
“Yi Yizue!” Kai Zen memegang kedua pipi Yi Yizue, lalu menggerakkannya agar melihat Kai Zen.
Yi Yizue sontak mengikuti pergerakan Kai Zen. Dia melihat Kai Zen dengan mata yang sedih. Kai Zen dengan tersenyum menggerakkan kedua jempolnya yang menempel pada pipi Yi Yizue, lalu membuat senyum buatan di wajah Yi Yizue.
“Tersenyumlah, jangan murung begitu. Cantiknya nanti hilang!” goda Kai Zen seraya tersenyum.
Yi Yizue terlihat menahan perubahan ekpresinya, dia berusaha untuk terlihat murung. Tetapi, Kai Zen yang menyadari itu justru semakin menggodanya.
“Tersenyumlah, jangan di tahan. Nanti—”
“Nan—nanti apa?” Yi Yizue menyingkirkan tangan Kai Zen dengan perlahan.
“Tidak jadi hahahaha!”
“Mou, da—dasar!” Yi Yizue perlahan-lahan mengubah ekspresi.
Akhirnya, mereka dapat berbincang normal. Ekspresi murung Yi Yizue juga telah menghilang. Tanpa mereka sadari, jam telah menunjukkan pukul tujuh, kelas akan segera di mulai. Kai Zen dan Yi Yizue segera kembali ke kelas masing-masing. Sebelum berpisah, mereka berjanji untuk bertemu di perpustakaan nanti istirahat pertama, tidak lupa untuk mengajak Guo Yan dan Zhuo Fang.
__ADS_1
...----------------...
Pukul 09.30, Istirahat pertama tiba.
Kai Zen segera mengajak Zhuo Fang untuk pergi ke perpustakaan. Zhuo Fang mengangguk setuju, mereka pun pergi menuju ke perpustakaan. Dalam perjalanan, Zhuo Fang bertanya beberapa hal kepada Kai Zen.
“Kai, setelah Aku dan Guo Yan meninggalkan kalian kemarin. Kalian jadi pergi ke Menara Senja Langit Biru?”
“Ya, kami pergi ke menara itu berdua. Kenapa?”
“Tidak apa-apa, aku hanya bertanya.”
“Ngomong-ngomong, bagaimana dengan masalah yang kemarin?” tanya Kai Zen balik.
“Song Zhiqing, orang itu datang mengajukan pertunangan kepada Keluarga Zhuo.”
“Pertunangan itu ditujukan untukmu, kan?”
“Tentu saja iya. Adiknya juga ikut datang.”
“Lalu, bagaimana responmu?”
“Sebenarnya aku belum merespon pertunangan itu. Tapi...” Kai Zen terlihat ragu-ragu untuk melanjutkan.
“Huff...Guo Yan dan Adik Song Zhiqing, Song Zili. Malah bertengkar? beteman? lebih tepatnya bersaing sih.” Zhuo Fang menghela napas panjang.
“Bersaing? untuk apa?”
“Untuk diriku...” jawab Zhuo Fang malu.
“Puffff hahahaha!” Kai Zen tertawa mendengar itu.
“Oi, jangan tertawa. Aku serius!” seru Zhuo Fang.
“Baiklah, baiklah, lanjutkan.” Kai Zen menghentikan tawa, dia kembali menatap Zhuo Fang biasa.
“Jadi...”
Zhuo Fang mulai menceritakan kejadian kemarin malam kepada Kai Zen. Kai Zen mendengar cerita Zhuo Fang dengan sungguh-sungguh. Tanpa mereka sadari, mereka telah sampai di perpustakaan. Kemudian, mereka langsung masuk menuju tempat biasanya.
Di tempat biasanya, mereka melihat Guo Yan dan Yi Yizue tengah mengobrol. Segera Kai Zen dan Zhuo Fang menyapa mereka berdua dengan hangat. Guo Yan dan Yi Yizue menyapa balik Kai Zen dan Zhuo Fang. Mereka berempat pun duduk bersama.
“Bagaimana kelas kalian hari ini?” tanya Guo Yan.
__ADS_1
“Biasa saja, benar kan, Kai?” Zhuo Fang melirik ke arah Kai Zen.
Kai Zen mengangguk menyetujui ucapan Zhuo Fang. Lalu, Kai Zen berkata, “Bagaimana dengan kalian?”
“Biasa saja, hanya mengalami sedikit gangguan.” Jawab Guo Yan.
Kai Zen yang mendengar jawaban Guo Yan langsung melihat Yi Yizue, lalu berkata, “Apakah mereka mengganggumu lagi, Yizue?”
“Kau tahu, Kai?” sela Guo Yan.
“Ya, apakah mereka mengganggu Yizue lagi?” Kai Zen mengalihkan pandangan menatap Guo Yan setelah Yi Yizue hanya diam tidak menjawab.
“Tidak hanya mengganggu, mereka juga mengancam membawa beberapa senior yang mereka kenal untuk melawanmu jika Yizue mengadu kepadamu.”
“Gu—Guo Yan!” pekik Yi Yizue. Dia jelas tidak mau Kai Zen tahu tentang hal ini, namun Guo Yan malah memberitahu Kai Zen.
“Biarlah, Yizue. Apa kau akan merahasiakan ini dari Kai Zen? apa kau lebih memilih untuk diganggu mereka?” ucap Guo Yan agak kasar, tetapi sebenarnya dia melakukan hal ini untuk kebaikan Yi Yizue.
“A—aku hanya tidak ingin Kai Zen tertimpa masalah karena aku...” jawab Yi Yizue lirih.
Kai Zen tersenyum mendengar jawaban Yi Yizue, lalu berkata, “Kamu tidak perlu mengkhawatirkanku, Yizue. Melawan beberapa sampah tidak akan membuat diriku kesusahan.”
“Te—tetapi, yang akan kau lawan adalah para senior.” Yi Yizue menatap Kai Zen dengan khawatir.
“Senior? itu bukan masalah untuk Kai Zen, Yizue. Melawan Shi Kuang saja Kai Zen bisa menang, apalagi senior lain?” Zhuo Fang mencoba menyakinkan Yi Yizue.
“Yang dikatakan Zhuo Fang benar, Yizue. Serahkan saja semua kepada Kai Zen. Pasti masalahmu akan selesai hahahaha!” dukung Guo Yan seraya tertawa.
RING! RING! RING!
Sebelum menyelesaikan pembicaraan mereka berempat, bel telah berbunyi tiga kali tanda masuk kelas.
“Kita lanjutkan nanti istirahat kedua. Berkumpul di kantin, oke?” seru Kai Zen.
“Baiklah.” Jawab Guo Yan dan Yi Yizue secara bersamaan.
“Kita kembali bersama, kan? lagi pula rute kita sama.” Ajak Zhuo Fang.
“Iya.” Kai Zen mengangguk setuju.
“Oke!” jawab Guo Yan dengan gembira. Sedangkan, Yi Yizue hanya mengangguk.
Mereka berempat berjalan berdampingan menuju ke kelas masing-masing. Tidak berselang lama, mereka telah sampai di Kelas F. Guo Yan dan Yi Yizue lebih dulu kembali ke kelas. Sementara Kai Zen dan Zhuo Fang melanjutkan berjalan menuju kelas mereka, Kelas C.
__ADS_1
Bersambung