
“Ngomong-ngomong, siapa nama kakak?”
Tanya Song Zili sedikit malu-malu. Walaupun akhirnya dia berani bertanya sendiri, tetapi setelah mengatakan itu. Song Zili menundukkan wajahnya seraya mencuri pandang ke Zhuo Fang.
“Namaku Zhuo Fang, adik kecil.” Jawab Zhuo Fang sambil tersenyum menatapnya.
“Mengapa kamu bertanya namanya, adikku? apa dia perlu kakak pukul?” entah mengapa tiba-tiba Song Zhiqing menanyakan pertanyaan yang aneh kepada adiknya.
“J-jangan, apa yang kau lakukan kak!” Song Zili menggeleng-geleng kepalanya sembari menarik baju Song Zhiqing.
‘Tunggu, mengapa dia hendak memukulku? apa karena adiknya menanyakan namaku? sungguh aneh...’ batin Zhuo Fang dalam hati.
“Ummm, sebelumnya maafkan sikap kakakku bila dia sedikit kasar. T-tapi, dia sebenarnya baik kok. Dia sering bermain denganku, mengajakku jalan-jalan, melindungiku ketika diriku dalam bahaya...” setelah Song Zili menghentikan kakaknya. Dia meminta maaf kepada Zhuo Fang serta memuji kakaknya.
Zhuo Fang yang mendengar hal tersebut hanya tertawa dalam hati. Dia berpikir bahwa tingkah Song Zili saat ini sangat lucu, Zhuo Fang hampir tidak menyangka bahwa Song Zili yang sebelumnya ternyata adalah sosok yang periang. Kemudian, dia tersenyum serta menjawab ucapan Song Zili yang sangat panjang memuji kakaknya.
“Iya, iya, aku paham. Intinya kakakmu bukanlah orang kejam yang membunuh orang tanpa berkedip. Dia adalah sosok yang baik, ramah, dan tidak sombong.” Walaupun kata-katanya terdengar lembut. Tetapi, sebenarnya dia sedang menyindir Song Zhiqing dengan halus seraya menatapnya dengan senyum.
“Ya, kak Zhuo Fang benar. Kakakku adalah orang seperti itu!” jawab Song Zili dengan polos. Dia sama sekali tidak menyadari maksud dari perkataan Zhuo Fang.
Zhuo Fang pun mendekat ke arah Song Zili. Dia hendak mengelus kepala Song Zili dengan tangannya. Namun, sebelum Zhuo Fang menyentuhnya, Song Zhiqing menghentikannya.
“Apa yang ingin kau lakukan?” Song Zhiqing memegang tangan Zhuo Fang yang hendak menyentuh adiknya, dia menatap Zhuo Fang dengan sorot mata tajam.
“Aku hanya ingin mengelus kepalanya, apa tidak boleh?” tanya Zhuo Fang santai.
“Tentu saja, tidak bo-”
“Kakak!”
Song Zili menatap kakaknya dengan kesal, dia seakan ingin menangis. Song Zhiqing yang melihat wajah adiknya bersedih segera mengabaikan Zhuo Fang.
“Adik, mengapa kau bersedih?” Song Zhiqing menatap adiknya dengan bingung.
__ADS_1
“Mou, dasar kakak bodoh!”
Ketika Zhuo Fang sudah tidak berniat mengelus kepala Song Zili lagi karena dihentikan oleh Song Zhiqing. Song Zili segera pergi dari sana, dia mengabaikan kakaknya yang tengah kebingungan.
“Ini semua gara-gara kau, Zhuo Fang!”
“Lha, kok aku?”
Song Zhiqing yang tiba-tiba menuduh Zhuo Fang karena menjadi penyebab adiknya marah kepadanya membuat Zhuo Fang terkejut. Zhuo Fang gantian kebingungan menatap Song Zhiqing.
‘Aku tidak paham dengan Song Zhiqing ini ketika berurusan dengan adiknya. Terkadang dia menjadi tuan muda Song yang kejam tanpa belas kasih. Kadang juga menjadi seorang ramah dan penyayang di depan adiknya.’
‘Tunggu! apakah Song Zhiqing, dia...siscon?’ Zhuo Fang menatap Song Zhiqing dengan serius seakan sedang mengamati objek penelitian.
“Apa yang sedang kau lihat!?” tanya Song Zhiqing seraya melotot ke arah Zhuo Fang.
“Hoi, Song Zhiqing...tuan muda Song...apa kau...” Zhuo Fang sengaja memberi jeda kepada kalimatnya agar Song Zhiqing penasaran.
“Kau siscon, kan?” bisik Zhuo Fang dengan pelan.
“A-apa yang kau katakan? s-sicon apa?” Song Zhiqing berusaha mengelak dari tebakan Zhuo Fang. Namun, ekspresinya dapat di tebak dengan mudah oleh Zhuo Fang.
“Heh, aku sudah mengamatimu dari tadi. Setiap kau berurusan dengan adikmu, kau akan bersikap lembut selayaknya kakak yang baik. Tetapi, jika adikmu telah pergi, kau akan berubah menjadi sangat kejam tanpa belas kasih!”
“Hah, a-apa yang-"
“Kau tidak perlu menyembunyikannya dariku. Aku tidak akan mengungkapkan hal ini kepada orang lain jika tidak terdesak atau kau membuat pergerakan untuk diriku, entah itu baik atau buruk. Sedikit nasihat dariku, jangan sampai orang tahu tentang ini!”
“Jika ada yang mengetahui hal ini, mereka akan mencoba memanfaatkan adikmu, maka adikmu akan dalam bahaya. Jadi, rahasiakanlah hal ini dengan hati-hati. Terutama pada Keluarga Shi. Sampai jumpa!”
Dirasa keperluannya dengan Song Zhiqing telah selesai, Zhuo Fang segera pergi meninggalkannya. Dia juga meninggalkan beberapa nasihat kepada Song Zhiqing.
Kembali ke masa sekarang, Zhuo Fang telah selesai menceritakan kisahnya kepada teman-temannya.
__ADS_1
“Begitulah ceritanya!”
“Mengapa kau tidak langsung mengatakan poin-poinnya kepada kami saja? tidak perlu sampai menceritakan keseluruhan cerita.” Keluh Kai Zen.
“Itu tidak seru, Kai. Andaikan kita hanya mendengar poin-poinnya saja, maka penjelasan Zhuo Fang akan sulit kita mengerti dan sangat hambar. Jika diceritakan lengkap kan kita bisa tahu keseluruhan cerita serta menambah keseruannya!” jawab Guo Yan dengan bahagia.
“Yang dikatakan Guo Yan benar, lagipula kau juga merasakan keseruannya, kan?”
“Baiklah, kau benar.” Kai Zen menganggukkan kepala setuju.
“D-dari ceritamu sepertinya adik Song Zhiqing menyukaimu, Zhuo Fang.” Ujar Guo Yan menanggapi cerita Zhuo Fang.
“Tidak mungkin, itu hanya perasaanmu saja."
“Mana mungkin wanita kalangan atas sepertinya menyukai diriku ini hahahaha!” imbuh Zhuo Fang. Dia menyanggah perkataan Yi Yizue.
“Mungkin, mungkin saja. Cinta tidak membedakan asalmu darimana. Mau dari kalangan atas, bawah, menengah, mungkin bisa terjadi bila itu cinta.” Jawab Guo Yan sembari memejamkan matanya.
“Kau meremehkan keegoisan cinta, Zhuo Fang. Dengan cinta bahkan seorang wanita berani menentang seluruh keluarganya. Dengan Cinta bahkan seorang wanita berani meninggalkan takhtanya. Dengan cinta bahkan dia berani menentang seluruh dunia. Jadi, jangan meremehkan cinta, Zhuo Fang!” Guo Yan masih memejamkan matanya seakan membayangkan sesuatu. Dia menasihati Zhuo Fang dengan lembut.
“Ummm, aku tidak terlalu paham dengan perkataanmu, Guo Yan.” Jawab Zhuo Fang menundukkan kepalanya.
“Kau tidak perlu memahami apa yang kukatakan, toh aku hanya berkata ngawur. Intinya adalah Song Zili mungkin mencintaimu. Tida peduli kau memiliki kedudukan apa, dia tetap mencintaimu!”
“Andaikan dia mengungkapkan perasaannya langsung kepadamu, apakah kau ingin menerima atau menolaknya?” imbuh Guo Yan, dia menanyakan pertanyaan yang lumayan sulit.
“Aku akan menolaknya, aku belum mengenal dia sepenuhnya. Aku tidak pernah menghabiskan waktu bersama dia. Aku tidak mengenal bagaimana sifat aslinya. Pilihan yang tepat adalah menolaknya!” jawab Zhuo Fang dengan tegas menegakkan kepalanya tanpa keraguan sedikit pun.
Guo Yan tersenyum mendengar perkataan Zhuo Fang, kemudian dia berkata, “Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan gadis itu jika kau menolaknya?”
“Dia memilih untuk mengungkapkan cintanya kepadaku. Aku mempunyai pilihan untuk menerima atau menolaknya, pilihan ada di tanganku dan aku yang menentukannya. Bukankah itu adil? seharusnya dia tahu konsekuensi dari pilihannya!”
Bersambung
__ADS_1