
Setelah Kai Zen selesai bercerita, dia merasa lega . Kai Zen menatap Yi Yizue dengan sorot mata penuh terima kasih. Yi Yizue yang menyadari tatapan Kai Zen hanya membalasnya dengan senyuman.
“Terima kasih.” Ucap Kai Zen seraya menatap Yi Yizue.
“Sa-sama-sama.” Jawab Yi Yizue.
“Jadi, bisa kita mulai latihan kita?” Kai Zen meminta persetujuan.
“Te-tentu saja bisa!” seru Guo Yan penuh semangat.
“Pertama-tama, mari lakukan pemanasan dulu.”
“Ba-baiklah,”
Kai Zen dan Yi Yizue segera melakukan pemanasan selama sepuluh menit. Setelah pemanasan selesai, mereka mengambil jarak beberapa meter.
“Me-mengapa kita harus mengambil jarak?”
“Kita akan berduel. Lalu, melakukan evaluasi setelah duel selesai!”
“A-apa?”
“Jaraknya sudah cukup, mari kita mulai!”
WUSH
Sebelum Yi Yizue menyelesaikan keterkejutannya, Kai Zen sudah memulai duel. Dia dengan cepat menghilang dari hadapan Yi Yizue.
“Sihir Angin Tingkat Bumi Rendah: Bilah Angin!”
HAP!
“Ka-kamu curang, Kai!”
Kai Zen menyerang Yi Yizue dari samping kirinya. Tetapi, Yi Yizue dapat menghindarinya dengan loncat ke belakang. Kemudian, Yi Yizue segera merapalkan semua mantra tipe pendukung untuk dirinya sendiri.
“Sihir Angin Tingkat Bumi Rendah: Bilah Angin!”
Kai Zen segera menyerang Yi Yizue lagi dengan harapan dapat membatalkan rapalannya. Namun, Yi Yizue dapat menghindari lagi dengan loncat ke belakang.
‘Apakah aku berhasil?’ tanya Kai Zen dalam hati.
“Sa-sayangnya kamu gagal, Kai.” Yi Yizue dengan lembut menjawabnya seakan bisa membaca apa yang Kai Zen pikirkkan
“Se-semua buff berhasil terpasang!” imbuh Yi Yizue seraya tersenyum. Walaupun dia tidak tahu dimana Kai Zen sekarang, tetapi dia yakin bahwa Kai Zen dapat menyadari senyumannya.
“Apakah dengan semua buff yang kamu pasang dapat melihat pergerakanku?” Kai Zen segera merespon senyuman Yi Yizue.
Yi Yizue tersenyum mendengar ucapan Kai Zen, lalu dia mulai memejamkan matanya.
‘Pendengaran Ilahi Rubah Ekor Sembilan!’ batin Yi Yizue dalam hati. Dia mulai menggunakan kemampuan ilahi yang pernah dia pakai sebelumnya.
__ADS_1
“Sihir Air Tingkat Bumi Rendah: Peluru Air!”
Setelah berhasil menggunakan kemampuan ilahi. Yi Yizue mulai membuka mata secara perlahan seraya mengaktifkan sihir serangan. Dia menggunakan sihir tersebut secara beruntun dan di arahkan ke berbagai tempat. Sekilas serangan yang dilancarkan Yi Yizue terlihat acak. Namun, sebenarnya ada makna di balik serangannya.
“Bagaimana bisa kamu mengetahui pergerakanku, Yizue?” tanya Kai Zen dengan terkejut. Dia berhenti bergerak dan diam di satu tempat.
Yi Yizue menghentikan serangan sesaat Kai Zen berhenti. Dia menatap Kai Zen dengan senyum bangga.
“I-itu rahasia!” jawab Yi Yizue masih dalam keadaan tersenyum.
“Yah, sebenarnya aku ingin menggunakan beberapa sihir jarak jauh lagi. Tetapi, karena sudah tidak berguna untuk melawanmu maka aku akan mengubah cara bertarungku.” Ujar Kai Zen.
“Mari kita mulai lagi!”
WUSH!
Lagi-lagi Kai Zen menghilang dari hadapan Yi Yizue setelah dia memulainya. Senyum Yi Yizue mulai memudar, dia memasuki mode serius.
“Atas!”
Mendengar teriakan Kai Zen, Yi Yizue meloncat beberapa meter ke belakang.
“Belakang!”
Yi Yizue menghindar ke samping kanan.
“Depan!”
Kali ini Yi Yizue tidak menghindarinya, tetapi berusaha menahan dengan kedua tangannya.
Terdengar suara ledakan kecil sesaat Yi Yizue menahan pukulan Kai Zen. Dia mundur beberapa meter karena pukulan itu.
“Mengapa kamu menerimanya, Yizue? padahal kamu bisa menghindar!” seru Kai Zen dari depan Yi Yizue. Dia menghentikan serangan.
“Ti-tidak akan menarik jika aku terus menghindar, a-aku ingin menjadi lebih kuat!” jawab Yi Yizue.
“Baiklah, aku menghargai keputusanmu, Yizue. Kali ini tidak akan ada peringatan saat aku menyerangmu.”
WUSH!
Kai Zen mulai bergerak lagi. Dia dengan cepat menghilang dari hadapan Yi Yizue.
“Apa kamu sudah siap, Yizue?”
“Ya, a-aku sudah siap!”
Setelah Yi Yizue mengkonfirmasi bahwa dirinya sudah siap. Kai Zen segera menaikkan kecepatan geraknya, kecepatan Kai Zen jauh berbeda dengan sebelumnya.
Karena Kecepatan Kai Zen semakin bertambah. Yi Yizue mulai memejamkan mata lagi, dia memfokuskan semua indera ke pendengaran.
‘Dari kanan!’
__ADS_1
BOM!
‘Dari kanan lagi!’
BOM!
‘Dari atas!’
BOM!
Dengan memejamkan mata dan memfokuskan semua indera ke pendengaran, Yi Yizue berhasil menebak semua arah serangan Kai Zen. Dia juga berhasil menahan semua serangan yang Kai Zen tujukan kepadanya. Beberapa saat kemudian, Kai Zen bertanya tentang keadaan Yi Yizue.
“Apa kamu lelah? mau istirahat dulu?” tanya Kai Zen masih dalam keadaan bergerak.
“Ti-tidak perlu, a-aku masih bisa menahan beberapa pukulan lagi!” jawab Yi Yizue dengan nafas terengah-engah.
“Huh, kau terlalu memaksakan dirimu, Yizue.” Kai Zen berhenti beberapa meter di depan Yi Yizue.
“Dari tadi aku selalu menyerangmu, mengapa kamu tidak membalas menyerangku?” tanya Kai Zen dengan bodoh.
“Ba-bagaimana bisa aku menyerangmu sedangkan diriku tidak bisa mengikuti pergerakanmu yang sangat cepat? walaupun aku mencoba menyerangmu, seranganku pasti akan selalu meleset.” Yi Yizue menjawab dengan sabar, dia juga mengatur pernapasannya agar teratur.
Kai Zen terdiam sejenak mendengar penjelasan Yi Yizue, dia mengelus-elus dagunya seakan sedang berpikir. Kemudian Kai Zen berkata, “Benar juga, mengapa aku tidak memikirkannya?”
“Huh...” Yi Yizue hanya menghela napas panjang mendengar perkataan Kai Zen.
“Kalau begitu mari kita rubah pertandingannya!” seru Kai Zen.
“Aku tidak akan bergerak menyerangmu, kamu bisa menyerangku dengan bebas. Mau menyerang menggunakan sihir atau tangan kosong, itu terserah padamu. Bagaimana, Yizue?” Kai Zen meminta pendapat Yi Yizue setelah dirinya selesai menjelaskan.
Yi Yizue yang mendengar penjelasan Kai Zen segera menyetujuinya dengan senang hati, “Emmm, ba-baiklah!”
“Sudah diputuskan!”
“Seranglah aku, Yizue!” imbuh Kai Zen.
“Ba-baiklah, aku akan mu-”
Sebelum Yi Yizue menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba dirinya tertunduk diam. Kai Zen yang melihat keanehan Yi Yizue mencoba menanyakan keadaannya.
“Apa kamu baik-baik saja, Yizue?”
Yi Yizue tetap diam tidak menjawab, dia masih dalam keadaan tertunduk. Kai Zen segera menanyakan keadaan Yi Yizue lagi dengan suara yang lebih keras.
“Apa kamu baik-baik saja, Yizue? jawablah!” teriak Kai Zen yang semakin khawatir melihat keadaan Yi Yizue.
Lagi-lagi Yi Yizue diam tidak menjawab. Kemudian, Kai Zen berjalan mendekatinya. Mencoba melihat keadaan Yi Yizue dari dekat. Sesaat Kai Zen sedikit lagi mencapai tempat Yi Yizue, tiba-tiba Yi Yizue berteriak kepadanya dengan ekspresi khawatir.
“La-larilah, Kai! aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi!” pekik Yi Yizue.
Sontak Kai Zen langsung melompat mundur beberapa meter dari tempat sebelumnya, dia memandang Yi Yizue dengan bingung sekaligus khawatir.
__ADS_1
‘Apa yang terjadi kepada Yizue?’
Bersambung