Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Kai Zen Vs Kitsune di Dunia Nyata! Kemarahan Kai Zen!


__ADS_3

Wusshh!


Hembusan angin bergerak semakin kencang. Mana yang ada di sekitar mulai terkondensasi ke sekitar Yi Yizue. Perlahan-lahan Yi Yizue menyerap mana yang ada di sekitarnya.


‘Sepertinya akan segera di mulai, aku harus bersiap!”


Kai Zen menggunakan semua sihir pendukung yang dia kuasai. Dengan lirih, Kai Zen merapalkan semua sihir pendukung ke tingkat tertinggi yang dia bisa, yaitu tingkat langit tinggi.


‘Lebih baik menggunakan sihir tingkat langit saja daripada mengambil resiko menggunakan sihir tingkat semesta.’ Batin Kai Zen dalam hati.


Setelah semua sihir pendukung telah selesai di rapalkan. Kai Zen mulai memancing Kitsune agar menyerang lebih dulu.


“Apa kau masih lama, Kitsune?”


BOOM!


Terjadi ledakan ringan di tempat Yi Yizue berdiri. Semua mana yang ada di sekitarnya perlahan mulai menghilang. Meninggalkan sosok Yi Yizue yang pernah Kai Zen lihat sebelumnya.


“Yoo~ akhirnya kau sudah selesai.” Ucap Kai Zen seraya tersenyum.


“Dasar bocah tengik, kau bahkan tidak membantu Yizue ketika aku mencoba mengambil alih tubuhnya. Apa kau meremehkanku?” jawab Kitsune dengan marah.


“Aku tidak meremehkanmu, hanya saja aku tidak tahu cara membantu Yizue sebelumnya.” Ujar Kai Zen dengn jujur seraya menggeleng-geleng kepalanya.


“Omong kosong! apa dia tidak memberitahumu?” Kitsune menunjuk Kai Zen dengan jari telunjuk, lebih tepatnya menunjuk perut Kai Zen.


“Maksudmu sang Heaven Destroyer? dia masih tidur.” Jawab Kai Zen dengan santai, dia sengaja memprovokasi Kitsune.


“Sang Heaven Destroyer? jangan memanggilnya dengan gelar itu! dia hanyalah naga pengecut yang terus berlari merobek ruang!” pekik Kitsune.


WUSH!


Kai Zen menghilang dari hadapan Kitsune, tiba-tiba dia muncul dari belakang Kitsune hendak memukulnya. Namun, Kitsune berhasil menghindar dari pukulannya.


“Terserahku ingin memanggil roh sihirku dengan sebutan apa, orang luar dilarang ikut campur!” ucap Kai Zen seraya loncat beberapa meter ke belakang.


“Apa kau tidak punya sopan santun, nak? menyerang wanita tanpa peringatan terlebih dahulu.” Kitsune tidak memedulikan ucapan Kai Zen, dia justru mengkritiknya.


“Aku hanya membalasmu, bukankah kau sebelumnya juga begitu?”


Kitsune terdiam mendengar ucapan Kai Zen, dia hanya menatap Kai Zen dengan sorot mata tajam. Lalu, menghilang dari hadapan Kai Zen.


‘Dimana dia?’ Kai Zen mecoba mempertajam semua indranya.


“Tindakanku sebelumnya di dasari karena aku lebih kuat darimu, nak.” tiba-tiba terdengar bisikan dari telinga kanan Kai Zen. Namun, ketika Kai Zen melihat ke kanan, dia tidak menemukan apapun.

__ADS_1


“Jika kau ingin membalasku seharusnya kau lebih kuat dariku.” Kali ini terdengar bisikan dari telinga kiri Kai Zen. Tetapi, hasilnya sama seperti sebelumnya. Kai Zen tidak menemukan apapun ketika melihat ke kiri.


Kai Zen yang menyadari dirinya hanya dipermainkan oleh Kitsune segera mengaktifkan sebuah sihir seraya tersenyum.


“Sihir Angin Tingkat Langit Tinggi: Tornado Angin!”


‘Aku sudah tidak peduli kalau Yizue tahu kekuatanku yang sebenarnya. Kali ini aku akan berfokus untuk melawan Kitsune dengan serius!’


‘Lagipula, cepat atau lambat Yizue akan tahu kekuatanku yang sebenarnya.’ Batin Kai Zen dalam hati.


Setelah Kai Zen melepas sihir angin tadi. Mulai muncul pusaran angin di sekitar Kai Zen. Semakin lama pusaran angin tersebut semakin kencang, namun itu tidak melukai Kai Zen sendiri. Entah apa yang digunakan Kai Zen untuk melindungi dirinya sendiri.


“Apa kau pikir bisa menghentikanku dengan sihir lemah ini, Nak?” teriak Kitsune entah darimana. Dia menghilangkan sihir Kai Zen.


“Aku hanya ingin menjauhkanmu dariku. Aku tidak suka mendengar bisikan darimu. Apalagi kau menggunakan tubuh Yizue.” Jawab Kai Zen dengan santai.


“Heh, kali ini akan berbeda!”


DEG!


Setelah mengucapkan itu, Kitsune langsung muncul persis di hadapan Kai Zen. Dia menatap mata Kai Zen seraya berkata.


“Tatap mataku!”


“Hasrat Surgawi!”


Kemudian, Kai Zen terdiam tidak bergerak. Dia telah terjebak di dunia ilusi Kitsune. Kitsune yang melihat Kai Zen dengan mudah terjebak di dunia ilusi yang dia buat hanya tersenyum sembari berkata.


“Lihatlah, Yizue. Laki-laki yang kau suka hanyalah seorang pengecut lemah!” Kitsune berjalan menjauh membelakangi Kai Zen.


“Di-dia tidak mungkin kalah!” teriak Yi Yizue dalam keadaan avatar jiwa.


“Nyatanya dia sekarang sudah ter—”


“Wow, ilusi yang menyenangkan! ehem, maksudnya ilusi yang mengerikan! andaikan aku bukan pria lurus maka aku akan terjebak selamanya!” teriak Kai Zen.


“Su-sudah kuduga dia tidak akan kalah semudah itu!” ujar Yi Yizue dengan semangat.


Kitsune yang mendengar teriakan Kai Zen segera memalingkan wajah ke arahnya. Dia terlihat tidak percaya bahwa Kai Zen berhasil lepas dari ilusinya. Kemudian, Kitsune dengan ekspresi yang aneh berkata kepada Kai Zen.


“Tidak mungkin manusia sepertimu bisa lepas dari ilusiku!”


“Tetapi, faktanya aku bisa lepas,” jawab Kai Zen dengan santai.


“Jangan-jangan, Ka—kau impoten?”

__ADS_1


“Hei, siapa yang impoten! jangan membuat alasan yang aneh-aneh! terima saja kenyataan bahwa aku berhasil ke luar dari ilusi yang kau buat!” Kai Zen terlihat sangat marah ketika Kitsune menuduhnya impoten.


“Tidak, aku tidak percaya! kau pasti im—”


BUK!


Sebelum Kitsune menyelesaikan ucapannya, Kai Zen segera melesat maju dan memberi tendangan kepada Kitsune. Tetapi, Kitsune bisa menahan dengan kedua tangannya.


“Jangan bicara omong kosong. Adik besarku masih sehat!”


BUG!


BAG!


BAK!


BUK!


Kai Zen mulai melancarkan tinjuan kepada Kitsune. Kitsune yang menerima pukulan Kai Zen tidak diam saja, dia juga melayangkan beberapa tinjuan kepada Kai Zen.


“Sihir Air Tingkat Langit Tinggi: Banjir Bandang!”


Kai Zen segera melompat ke atas setelah mengaktifkan sihir tersebut. Dia segera mengaktifkan sihir yang dapat membantunya terbang.


“Sihir Kegelapan Tingkat Semesta Tinggi: Sayap Kegelapan!”


Tanpa disadari, Kai Zen mengaktifkan sihir tingkat semesta tinggi. Untung saja Kai Zen masih baik-baik saja.


Disaat banjir bandang telah datang dari tempat sebelumnya dia berdiri, Kai Zen segera mengaktifkan sihir untuk mendukungnya.


“Sihir Petir Tingkat Langit Tinggi: Kilatan Petir!”


DUAR!


Muncul sambaran petir dari langit yang jatuh ke tempat banjir bandang berada. Akibatnya, air dari banjir bandang tersebut menghantarkan listrik yang sangat mematikan.


“Kau sudah tamat!” teriak Kai Zen kepada Kitsune yang masih di permukaan tanah.


Banjir bandang disertai aliran listrik yang ada di dalamnya segera bergerak cepat ke arah Kitsune. Dengan tenang, Kitsune mengucapkan beberapa kata lirih. Kemudian, dia menatap Kai Zen seraya tersenyum merendahkan.


Kai Zen yang melihat senyum Kitsune hanya diam tak berekspresi. Dia mengira bahwa senyum yang di arahkan kepadanya hanyalah bagian dari kesombongan Kitsune. Tetapi, perkiraan Kai Zen sangat salah.


“Apakah kau mengira bahwa aku tidak bisa terbang?”


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2