Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Rumor Bukanlah Fakta!


__ADS_3

“Bagaimana liburan kemarin, Kai?”


“Sangat menyenangkan walaupun ada beberapa gangguan!”


“Ngomong-ngomong, kemarin malam Kak Fex pergi kemana? rumah kosong tidak di kunci juga.”


“Aku pergi keluar sebentar, Kai. Sengaja tidak ku kunci agar kau bisa langsung masuk. Aku kasihan kalau kau harus mengambil kunci disaat kelelahan.”


“Lain kali kunci saja, kak. Jika ada orang asing masuk malah tambah bermasalah.”


“Baiklah.”


Kai Zen dan Kak Fex menlanjutkan mengobrol sebelum sarapan. Mereka membahas berbagai hal yang terjadi kemarin. Ketika obrolan selesai, mereka lanjut sarapan. Kai Zen langsung berangkat setelah selesai sarapan, tidak lupa untuk berpamitan kepada Kak Fex.


Sesampainya di Akademi Satu, Kai Zen langsung menuju ke kelas dan mengambil bangku favoritnya, yaitu bangku kedua dari belakang yang disamping terdapat jendela mengarah keluar akademi.


Kemudian, Kai Zen berjalan keluar menuju Kelas F untuk melihat apakah Yi Yizue sudah berangkat atau belum. Suasana akademi masih sepi di kala itu, hanya terlihat beberapa murid saja.


Disaat Kai Zen sampai di Kelas F, dia terkejut melihat Yi Yizue terpojok oleh tiga orang perempuan. Dari raut wajah Yi Yizue dapat diketahui bahwa tiga orang itu berniat buruk. Segera Kai Zen menghampiri Yi Yizue untuk membantu.


“Aku dengar dari beberapa orang kalau kau adalah wanita pembawa sial? apakah itu benar?” Wanita berambut pendek tersenyum menatap Yi Yizue seakan merendahkannya.


“Aku dengar juga kalau perempuan ini membunuh orang tuanya sendiri, mengerikan bukan?” Wanita berambut panjang juga mencoba merendahkan Yi Yizue.


“Aku pun mendengar kalau kau sering menggoda pria tua di luar sana, apakah hidupmu semiskin itu?” Wanita yang di tengah kedua wanita sebelumnya menatap Yi Yizue dengan sinis.


“Aku dengar orang yang sering merendahkan atau menginjak-injak orang lain memiliki akhir yang buruk.” Kai Zen tersenyum menatap Yi Yizue. Dia tidak memandang tiga wanita di depannya sedikitpun.


“Siapa?” seru wanita yang di tengah, dia reflek melihat ke sumber suara itu. Dua wanita yang lain juga sontak melihat ke sumber suara.


“Dia pria yang berpasangan dengan wanita liar ini kemarin!" seru wanita berambut panjang saat melihat Kai Zen.


“Kai Zen, bukan? perkenalkan aku He Xixi. Dia Yu Ruxue dan dia Zhuang Jieyu.”


Tanpa Kai Zen memperkenalkan diri, wanita di tengah yang bernama He Xi Xi mengetahui namanya seraya memperkenalkan diri. Dia juga memperkenalkan wanita berambut panjang yang bernama Yu Ruxue. Sedangkan, yang berambut pendek bernama Zhuang Jieyu.


“Aku tidak peduli dengan nama kalian, menjauhlah dari Yizue atau kalian akan menerima akibatnya!” Kai Zen menatap mereka dengan tajam. Dia menggandeng tangan Yi Yizue untuk mengajaknya keluar. Yi Yizue hanya terdiam mengikuti ajakan Kai Zen.


“Apa kau tidak tau tentang rumor perempuan yang kau pegang?”

__ADS_1


“Dia adalah seorang—”


“Rumor hanyalah rumor, bukan fakta. Jangan jadikan sebuah rumor sebagai fakta.” Kai Zen menyela tanpa memalingkan wajah, dia terus berjalan menggandeng tangan Yi Yizue.


He Xixi dan teman-temannya yang tidak terima dengan ucapan Kai Zen segera menyusulnya. Kemudian, mereka menghadang kepergian Kai Zen dan Yi Yizue.


“Ada apa?” Kai Zen berhenti karena di hadang oleh ketiga wanita itu.


“Lepaskan wanita itu, kami belum selesai berurusan dengannya!” He Xixi menatap Kai Zen kesal.


“Apa yang menarik dari wanita itu hingga pria hebat sepertimu peduli dengannya? jangan-jangan...” Yu Ruxue menutup mulut seakan kata yang selanjutnya ingin dia katakan adalah hal yang memalukan.


“Jangan-jangan Kai Zen ini telah di—”


Plak!


Kai Zen menampar pipi Zhuang Jieyu sebelum menyelesaikan ucapannya. Dia menatap wanita itu dengan tatapan menjijikkan.


“Jagalah mulut kalian, terutama mulutmu!”


“Kau! kau berani menamparku?” Zhuang Jieyu menatap Kai Zen dengan marah.


“Apa kau tidak tahu bahwa dia dari Keluarga Zhuang? Keluarga Zhuang adalah keluarga besar di kota ini walaupun tidak sebesar Lima Keluarga Besar!” He Xixi berteriak ke arah Kai Zen.


‘Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat sebelum orang lain datang!‘ pikir Kai Zen seraya melirik ke sekitar.


“Kau pria yang tidak ber—”


“Jangan berteriak padaku ketika kalian sendiri yang salah.” Potong Kai Zen.


“He Xixi dan Yu Ruxue, bukankah keluarga kalian beberapa tahun sebelumnya pernah menyinggung salah satu dari Lima Keluarga Besar? apakah kalian ingin menambah Lima Keluarga Besar yang akan kalian singgung?” ancam Kai Zen dengan dingin.


“Lima Keluarga Besar mana yang keluargaku singgung? kau pasti berbohong!” sanggah Yu Ruxue dengan yakin.


“Dia hanya menggertak, jangan percaya perkataan pria itu!” Zhuang Jieyu masih menatap Kai Zen dengan marah. Dia memegang pipi yang di tampar Kai Zen.


He Xixi terdiam mendengar ucapan Kai Zen, dia seakan sedang mengingat kejadian masa lalu yang pernah terjadi.


“He Si dan Yu Guang, bukankah kalian pernah mendengar nama itu?” ucap Kai Zen seraya tersenyum merendahkan.

__ADS_1


DUG!


He Xixi dan Yu Ruxue terkejut mendengar kedua nama yang diucapkan Kai Zen. Mereka tidak mengira bahwa Kai Zen yang bukan dari Keluarga Besar di Kota Sky Blue bisa mengetahui nama tersebut.


“Bagaimana kau bisa tahu nama mereka?” He Xixi menatap Kai Zen tajam.


“Entahlah, pikirkanlah dengan otak kecil kalian!” Kai Zen melanjutkan berjalan pergi seraya menggandeng tangan Yi Yizue. Mereka melewati He Xixi dan teman-temannya yang terdiam dengan santai.


“Apa kita akan membiarkan dia pergi begitu saja?” tanya Yu Ruxue kepada He Xixi.


“Lupakan kepergian mereka, dia bahkan mengetahui kedua nama itu!” He Xixi menatap Yu Ruxue dengan serius.


“Mungkin dia mencarinya di internet.” Ucap Yu Ruxue ketika ditatap He Xixi dengan serius.


“Apa kau bodoh? informasi tentang mereka berdua saja sudah di blokir oleh para Keluarga Besar. Bagaimana dia bisa mencarinya di internet?” He Xixi menatap Yu Ruxue dengan kesal, dia tidak menyangka temannya sebodoh itu.


“Lalu, dari mana dia mengetahui informasi itu?” tanya Yu Ruxue kebingungan.


“Dia tadi bilang 'apakah kalian ingin menambah Lima Keluarga Besar yang akan kalian singgung?', kan?” He Xixi menatap Yu Ruxue dengan serius.


“Iya, tetapi kita tidak membahas ucapan itu karena tidak terdengar menyakinkan.” Yu Ruxue mengangguk mengkonfirmasi ucapan He Xixi.


“Mungkin...dia memiliki teman dari salah satu Lima Keluarga Besar.” Tebak He Xixi.


“Tidak mungkin!” pekik Yu Ruxue.


“Hanya itu yang dapat aku simpulkan, apakah kau memiliki tebakan lain yang masuk akal?”


“Tidak...” Yu Ruxue menjawab pertanyaan He Xixi dengan lirih.


“Sebenarnya apa yang sedang kalian bahas?” Zhuang Jieyu yang dari tadi diam mendengar obrolan kedua temannya mulai penasaran.


“Sepertinya kau belum tahu, lain kali akan kami ceritakan.” Ucap He Xixi.


“Jadi, apakah kita akan membiarkan dia begitu saja?” tanya Yu Ruxue kepada kedua temannya.


“Tentu saja tidak!” ucap Zhuang Jieyu dengan tegas.


“Huh, sepertinya kita harus meminta bantuan orang lain.”

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2