
“Akhirnya kalian sampai.” Sapa Guo Yan kepada kedua orang itu.
“Maaf membuat Nona menunggu.” Melihat Guo Yan yang sudah tiba sebelum mereka, kedua orang itu meminta maaf dengan penuh hormat.
“Lupakan saja, mari kita lanjut ke topik utama. Ngomong- ngomong, tidak perlu terlalu formal begitu kepadaku.” Guo Yan memaafkan mereka sembari meminta mereka tidak terlalu formal kepadanya.
“Baik, Nona.” Mereka mengangguk mengerti.
“Aku memanggil kalian kemari supaya membantuku menyelidiki sesuatu, Guo Hao, Guo Jing.” Sorot mata Guo Yan memandang mereka dengan serius.
“Menyelidiki apa, nona?” tanya laki-laki yang bernama Guo Hao.
“Zhuo Qing dari Keluarga Zhuo kota ini, dia adik dari temanku.”
“Apa yang perlu diselidiki dari orang yang bernama Zhuo Qing, nona?” kali ini yang bertanya adalah perempuan yang bernama Guo Jing.
“Aku dengar dari temanku bahwa adiknya mengalami suatu insiden saat dia kecil yang membuat wajahnya terluka, aku ingin kalian mencari kebenaran tentang insiden itu!”
“Apakah jika kami berhasil menemukan kebenaran dari insiden tersebut, Anda akan pulang ke rumah bersama kami?” ucap Guo Jing dengan berani.
“Guo Jing!” Guo Hao menatapnya dengan panik saat dia mendengar perkataan Guo Jing.
‘Si bodoh ini!’ cetus Guo Hao dalam hati.
Tidak lama kemudian, aura dingin menyebar di sekeliling gang tersebut. Guo Hao dan Guo Jing yang berada disitu menjadi kedinginan. Mereka berusaha tetap tenang di keadaan seperti itu.
“Maksudmu apa, Guo Jing?” Guo Yan mendekati Guo Jing sembari menatapnya dengan marah.
“I-ibu dan Ayah anda menyuruh kami untuk membawa anda pulang, j-jadi saya mencoba-”
“Apakah itu benar, Guo Hao?” sebelum Guo Jing menyelesaikan kalimatnya, Guo Yan memotongnya dan menanyakan kepastian kepada Guo Hao.
“Yang dikatakan Guo Jing memang benar, nona. Ayah dan Ibu anda menyuruh kami membawa anda pulang ketika Anda meminta dua orang penjaga kepada mereka. Mereka juga memberikan perintah membawa anda dengan paksa jika anda tidak mau pulang dengan damai.” Guo Hao memberi penjelasan lengkap kepada Guo Yan. Walaupun diluar terdengar tangguh, tapi di dalam Guo Hao dia sedang ketakutan.
“Jadi, apakah kalian akan membawaku dengan paksaan?” ucap Guo Yan sembari tersenyum kepada mereka. Aura dingin yang menyebar disekitar tiba-tiba semakin semakin dingin.
“Saya tidak berani.” Ucap Guo Hao dan Guo Jing secara bersamaan.
“Baguslah!” sesaat kemudian aura dingin yang disekitar perlahan-lahan mulai menghilang.
“Ingat tugas kalian, jika sudah menemukan kebenarannya segera hubungi aku!” setelah mengucapkan kalimat itu, Guo Yan segera pergi meninggalkan mereka.
5 menit setelah Guo Yan pergi, mereka baru mulai bergerak dengan bebas. Masih terdapat ketakutan di wajah mereka saat mengingat kejadian yang sebelumnya.
__ADS_1
“Ini semua salahmu, Guo Jing.” Ucap Guo Hao.
“Mengapa bisa aku?”
“Andaikan kau tidak bersikap lancang kepada nona muda mana mungkin kita mendapat penindasan darinya.”
“Aku hanya ingin segera menjalankan perintah nona besar dan tuan besar sesegera mungkin, mana tahu akan mengalami hal seperti ini.”
“Ah, kau tidak melihat kejadian saat hari itu pasti.” Guo Hao ketakutan saat mencoba mengingat sesuatu.
“Kejadian apa?” Guo Jing penasaran dengan kejadian yang bisa membuat Guo Hao patuh kepada Guo Yan.
“Hari itu, nona muda memutuskan untuk pergi dari kediaman utama. Namun, tuan besar dan nona besar tidak mengizinkannya. Mereka menyuruh pelayan untuk menangkap nona muda dan mengurung dia di kamarnya. Tapi, kau tahu apa yang terjadi?” Guo Hao menatao Guo Jing dengan ekspresi ketakutan.
Guo Jing yang menyadari ekspresi ketakutan Guo Hao hanya menatapnya balik sembari menelan ludah dan berkata, “A-apa?”
“Semua pelayan yang mencoba menangkap Nona muda dikalahkan dengan satu gerakan!”
“Termasuklah kau?” tebak Guo Jing.
“...Ya, termasuk aku.”
“Berapa banyak dari kalian yang mencoba menangkap nona muda?”
“Dan kalian kalah hanya dengan satu gerakan?” tanya Guo Jing memastikan.
“Ya, setelah semua pelayan yang berkumpul di ruang utama mencoba menyerang Nona Muda. Mereka langsung kalah dengan satu gerakan saat Nona Muda mengeluarkan roh sihirnya!”
“Roh sihir? aku pernah mendengar kalau roh sihir nona muda hanya seekor burung pipit lemah, apakah itu bohong?” Guo Jing keheranan dengan kebenaran yang diterimanya.
“Entah itu benar atau salah, tetapi roh sihir yang mengalahkan kami dengan satu gerakan adalah seekor burung dengan elemen es. Aku tidak tahu burung apa itu, yang pastinya itu adalah burung!”
“Lalu, setelah kalian dikalahkan, bagaimana ekspresi tuan sesar dan nona besar?”
“Saat itu aku beruntung tidak membeku menerima serangan itu, aku mendengar kalau mereka mengatakan "Kau sudah berkembang, putriku." Kepada nona muda. Kemudian, nona muda mulai meninggalkan kediaman utama.”
“Kalau memang ada hal seperti itu terjadi, mengapa aku tidak pernah dengar rumor tentang hal tersebut?” tanya Guo Jing dengan penasaran.
“Tuan besar dan nona besar menyuruh semua orang yang tahu akan kejadian tersebut untuk tutup mulut. Aku menceritakan ini kepadamu agar kau tahu kengerian nona muda ketika marah dan agar kau tidak membuatnya marah lagi!” ucap Guo Hao penuh harapan.
“B-baiklah, terima kasih informasinya, Guo Hao.” Guo Jing berterimakasih kepada Guo Hao.
“Ngomong-ngomong, ada satu hal menarik setelah kejadian itu terjadi.” Ucap Guo Hao
__ADS_1
“Apa itu?”
“Terdengar satu kalimat yang sangat mendominasi di Kediaman Keluarga Guo!”
“Kalimat apa itu?”
“Lebih baik menentang perintah tuan besar dan nona besar daripada membuat nona muda marah!”
“Sangat mendominasi!” ucap Guo Jing saat mendengar perkataan itu dari mulut Guo Hao.
“Ada yang berspekulasi bahwa nona muda lebih kuat dari tuan besar saat masih muda. Mereka juga mengatakan bahwa nona muda akan menjadi orang terkuat di kota itu tidak lama lagi.”
“Ada juga hal seperti itu?”
“Ya, makanya itu Keluarga Guo menaruh banyak pengawal bayangan disekitar nona muda, benar begitu bukan, Guo Ao?” Guo Hao menatap ke atas gedung tempat mereka berdiri.
“Bahkan kau menemukan diriku. Kau memang yang terhebat diantara pengawal bayangan, Guo Hao!” suara laki-laki terdengar dari arah yang dipandang Guo Hao.
“Ah, eh?” Guo Jing terkejut melihat Guo Ao di atas.
“Berapa pengawal bayangan yang dikirimkan keluarga?” tanya Guo Hao.
“Untuk apa aku memberitahumu?”
“Kalau begitu aku akan mengatakan kepada nona muda bahwa selama ini dia telah diikuti.” Ancam Guo Hao sembari tersenyum kepada Guo Ao.
“Tch, sialan kau, Guo Hao. Ada sepuluh orang termasuk aku, kau puas?” Guo Ao memasang wajah kesal kepada Guo Hao. Guo Hao hanya terkekeh pelan mendengarnya.
“Aku pergi dulu, bersamamu akan membawa banyak kerugian bagiku!” Guo Ao segera menghilang dari hadapan Guo Hao. Guo Hao berhenti terkekeh.
“Ayo, mari kita segera melaksanakan perintah Nona Muda, Guo Jing!” ajak Guo Hao dengan santai.
Guo Jing mengangguk sembari berkata, “Kau sudah tahu dia ada disana, Guo Hao?”
“Ya, dari awal pembicaraan kita dengan nona muda. Dia telah ada disana.”
“Mengapa kau tidak memberitahuku?”
“Untuk apa kau tahu?”
“Kau...benar.” Guo Jing hanya pasrah menerimanya, lagipula yang dikatakan Guo Hao tidak salah. Merekapun segera pergi untuk melaksanakan perintah Guo Yan, nona muda mereka.
Bersambung
__ADS_1