
“Baiklah.” Kai Zen mengangguk paham akan permintaan Yi Yizue. Dia pun segera menggenggam erat tangan Yi Yizue, lalu membawanya ke tempat yang gelap di alam bawah sadarnya menggunakan teleportasi.
“Sampai.“ Ucap Kai Zen.
“Ge-gelap sekali, a-aku akan menggunakan sihir untuk pencerahan!” Yi Yizue mulai mengaktifkan sihirnya. Namun, setelah sihir aktif, tidak ada perubahan di sekitar mereka. Masih tetap gelap, seakan sihir yang dikeluarkan Yi Yizue tidak bekerja.
Kai Zen yang menyadari bahwa sihir Yi Yizue tidak bekerja hanya tersenyum seraya berkata, “Percuma, Yizue. Kegelapan yang ada di alam bawah sadarku bukanlah kegelapan biasa.”
“Bu-bukan kegelapan biasa?” Yi Yizue keheranan mendengar ucapan Kai Zen.
“Aku juga tidak begitu tahu, namun aku bisa menyimpulkan bahwa kegelapan ini tidak bisa kau singkirkan hanya dengan sihir.” Kai Zen membalasnya.
“Bagaimana kalau kita pergi saja? tidak ada apa-apa di sini.” Imbuh Kai Zen mengajak Yi Yizue pergi.
“Aku seperti mengenal kegelapan ini.” Tiba-tiba terdengar suara Kitsune.
“K-kitsune?” Yi Yizue terkejut mendengarnya, dia jadi tidak menjawab ajakan Kai Zen.
“Sepertinya kamu belum memberikan batasan padanya, Yizue.“ Tebak Kai Zen.
“A-aku tidak ingin membatasi Kitsune, ja-jadi aku membiarkannya. Ma-maafkan aku, Kai.” Yi Yizue meminta maaf kepada Kai Zen.
“Lain kali lebih baik kamu memberikan beberapa batasan untuk dirinya, Yizue. Bukankah kau juga membutuhkan privasi? tidak baik kalau semua yang kau lakukan di lihat oleh roh sihirmu!” Kai Zen tidak mengkhawatirkan rahasianya, justru dia lebih mementingkan privasi Yi Yizue.
Yi Yizue hanya mengangguk menerima perkataan Kai Zen.
“Tenanglah, nak! Aku tidak melihat aktivitas Yizue yang lain, aku bahkan tidak melihat apa yang kalian lakukan sebelumnya. Kali ini aku muncul karena merasa ada yang familiar saja.” Bela Kitsune.
“Apa yang bisa membuat dirimu merasa familiar di alam bawah sadarku? apakah kegelapan yang kau sebutkan tadi?” tanya Kai Zen penasaran.
__ADS_1
“Benar, kegelapan ini terasa familiar bagiku!” jawab Kitsune dengan jujur.
“Lalu, coba kau buktikan!” ujar Kai Zen meminta. pembuktian.
“Itu mudah.” Jawab Kitsune penuh percaya diri.
“Yizue, bolehkah aku meminjam tubuhmu sebentar? aku ingin memastikan sesuatu.” Pinta Kitsune setelahnya.
“Ba-baiklah.“ Yi Yizue menyetujui permintaan Kitsune. Kitsune pun segera mengambil alih kendali tubuh sepenuhnya.
Ketika Kitsune mengambil alih tubuh Yi Yizue, tubuh Yi Yizue diselimuti aura ungu, matanya seperti terbakar api ungu. dan muncul ekor yang semakin lama semakin bertambah.
‘Keadaan tubuhnya saat ini seperti yang diceritakan Paman Alex waktu itu, hanya yang berubah adalah jumlah ekornya.’ Ucap Kai Zen dalam hati saat melihat kondisi tubuh Yi Yizue saat ini.
BOOM! terdengar ledakan dari arah Yi Yizue.
‘Apa itu?’ Kai Zen mencoba melihat ke arah Yi Yizue, arah ledakan itu. Betapa terpukaunya Kai Zen saat melihat sosok Yi Yizue yang berubah sangat cantik. Rambutnya yang berubah menjadi warna putih salju, Tatapan matanya yang menghanyutkan setelah kacamatanya menghilang, dan sembilan jumlah ekor di belakangnya. Kegelapan yang ada di sekitarnya dengan jarak beberapa meter perlahan-lahan sirna. Sungguh pemandangan yang membuat Kai Zen jatuh hati.
“Persiapan selesai.” Ucap Kitsune yang meminjamkan tubuh milik Yi Yizue. Kemudian, Kitsune segera merenggangkan sembilan ekornya. Aura yang semula ada di tubuhnya kini menyebar ke segala arah seperti mencari sesuatu.
ROAR! terdengar suara auman yang sangat keras entah dari mana, suara itu terdengar dari segala arah bagi Kai Zen. Jadi, dia tidak bisa menyimpulkan arah spesifik datangnya auman itu.
Kitsune terhempas mundur, bersamaan dengan datangnya auman itu. Dia batuk hingga memuntahkan darah. Kai Zen yang melihat itu merasa khawatir kepada tubuh Yi Yizue, bukan pada Kitsune.
“Sial, itu tubuh Yizue!” cetus Kai Zen.
“Uhuk, ternyata beneran dia...” ucap Kitsune menghiraukan Kai Zen, dia fokus terhadap sosok yang menghempaskannya.
“Persetan siapa 'dia' yang kau sebut, lebih baik kau segera mengembalikan tubuh itu pada Yizue lagi!” teriak Kai Zen.
__ADS_1
“Jika aku kembali, kau tidak akan bisa menghadapinya, Nak!” jawab Kitsune menenangkan Kai Zen.
“Aku akan menghadapinya sendiri, lagipula dia adalah roh sihirku! sekarang lebih baik kau mengembalikan tubuh itu pada Yizue lagi!” Kai Zen tetap menyudutkan Kitsune untuk mengembalikan tubuh itu kepada Yi Yizue.
Mendengar perkataan Kai Zen, Kitsune tersenyum menatapnya sembari berkata, “Baiklah, Nak. Aku akan mengembalikan tubuh ini pada Yizue lagi sesuai permintaanmu.” Kitsune perlahan-lahan mengembalikan tubuh itu kepada Yi Yizue lagi.
“Aku akan meninggalkan kekuatan ini agar Yizue dapat menyesuaikan terhadap tubuhnya, sampai jumpa, Nak!” sebelum Kitsune mengembalikan tubuh itu kepada Yizue sepenuhnya, dia meninggalkan pesan untuk Kai Zen. Kai Zen hanya mengedipkan matanya seakan mengerti apa yang dikatakan Kitsune, lalu Kitsune menghilang.
“Yizue!” Kai Zen berlari ke arah Yi Yizue yang tersungkur karena pergantian kesadarannya dengan Kitsune. Kemudian, dia memangku tubuh Yi Yizue seraya mengelus-elus rambutnya. Perlahan-lahan Yi Yizue mulai membuka matanya.
“Waaw.” Yi Yizue terkejut melihat Kai Zen yang memangku dan mengelus-elus rambutnya, dia langsung berdiri agar posisi mereka tidak saling berdekatan.
Kai Zen yang menyadari itu berkata, “Maaf, Yizue, aku terlalu khawatir padamu. Jadi-”
“Ti-tidak apa-apa.” Yi Yizue menyela Kai Zen, dia sedikit malu namun juga senang melihat Kai Zen yang mengkhawatirkan dirinya.
“Se-setelah Kitsune mengambil alih tubuhku, a-apa yang terjadi selanjutnya, Kai?” imbuh Yi Yizue menanyakan keadaan dirinya yang sebelumnya.
“Dirimu mengalami perubahan fisik seperti yang kau alami sekarang, coba lihatlah dirimu!” suruh Kai Zen. Yi Yizue segera melihat dirinya yang sekarang, dia terkejut mendapati dirinya yang memiliki ekor sembilan dan rambutnya yang berwarna putih salju.
“Ra-rambut ini? e-ekor ini? a-apa yang terjadi?” tanya Yi Yizue kebingungan. Lalu, Kai Zen mulai menjelaskan perubahan tubuh Yi Yizue padanya, serta menyampaikan pesan Kitsune kepada Yi Yizue
“Menurutku, perubahan ini hanya terjadi di avatar jiwamu saja. Tubuh fisikmu yang di luar tetap baik-baik saja, tidak mengalami perubahan.” Kai Zen memberitahu Yi Yizue tebakannya.
“H-huh? syukurlah!” Yi Yizue bersyukur mendengar perkataan Kai Zen walaupun itu hanya tebakan.
“Kalau begitu mari kita keluar!” ajak Kai Zen dengan tersenyum.
“Ba-baiklah.” Yi Yizue mengangguk setuju.
__ADS_1
Ketika mereka sudah siap untuk pergi ke luar, ada sesosok misterius yang menghentikan mereka. “Tidak sopan jika membangunkan seorang yang sedang tidur, lalu pergi tanpa menyapanya.” Ucap suara itu menggelegar di seluruh alam bawah sadar Kai Zen.
Bersambung