Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Metode Untuk Mengalahkan Senior Sampah! Bercerita Kepada Kak Fex!


__ADS_3

‘Besok akan menjadi hari yang menarik.’ Ucapku dalam hati seraya tersenyum.


Aku mulai berjalan pulang, tidak lupa untuk melatih metode menyerap mana dalam keadaan bergerak. Disamping berlatih, aku juga memikirkan untuk melawan tiga senior sampah itu besok.


‘Jika aku mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya, konsekuensinya tidak bisa dibayangkan. Tidak setimpal mengeluarkan semua kartu hanya untuk beberapa sampah.’ Pikirku dalam hati.


‘Lalu, cara apa yang harus kulakukan?’ Aku mulai berpikir cara untuk mengalahkan tiga senior itu tanpa harus mengungkapkan rahasiaku.


‘Aku berpura-pura berada di tingkat menengah, sihir paling tinggi yang bisa aku keluarkan hanya berada di tingkat Bumi Menengah. Bagaimana cara melawan Penyihir Lanjutan?’ Aku mencoba menggambarkan situasinya.


‘Masalahnya berada di perbedaan tingkatan ya. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?’ Aku sudah menemukan sumber masalahnya.


Tiba-tiba aku mengingat beberapa buku yang pernah aku baca tentang tingkatan penyihir, terdapat beberapa permasalahan yang ditulis oleh si penulis. Salah satunya tentang cara mengalahkan penyihir yang lebih tinggi tingkatannya. Di Buku itu tertulis untuk mengalahkan penyihir yang lebih tinggi tingkatannya, kita bisa mengalahkannya dengan kualitas sihir yang ditingkatkan.


‘Cara untuk meningkatkan kualitas sihir yaitu dengan menaruh lebih banyak mana di sihir yang kita keluarkan. Namun, perlu tingkat kontrol yang tinggi!’ pikirku setelah mengetahui cara yang disarankan di buku itu.


‘Bukan masalah! lagipula, tingkat kontrolku adalah yang terhebat!’ pikirku penuh percaya diri.


‘Aku perlu lebih banyak cara! jaga-jaga untuk kedepannya!’ Aku mulai berpikir kedepan.


“Mengalahkan penyihir yang lebih tinggi tingkatannya dari kita? Itu mudah! dekati penyihir itu, lalu hajar dengan kekuatan fisikmu!” tiba-tiba aku mengingat apa yang diucapkan Kak Fex.


‘Benar juga! Kekuatan fisik! Itu lebih simpel! Aku bisa yakin dalam hal fisik! tidak mungkin ada yang bisa mengalahkanku!’ Aku mulai menyombongkan diriku lagi.


‘Hahahaha! karena metode untuk mengalahkan para sampah itu sudah terkumpul, aku jadi tidak sabar ingin menghajar mereka!’ Aku tersenyum jahat. Kemudian, aku berfokus untuk melatih metode penyerapan mana hingga aku sampai rumah.


< >


“Sudah pulang, Kai?” tanya Kak Fex yang sedang menyirami tanaman di halaman rumah.


“Tentu saja sudah!” jawab Kai sambil berjalan masuk ke halaman rumah. Lalu, melepas sepatunya saat sampai di pintu.


“Cepat sekali!” jawab Kak Fex seraya memasang wajah terkejut, walaupun itu hanya dibuat-buat.


“Hei! bagaimana bisa cepat? coba lihat jam! aku berangkat kurang dari jam tujuh dan pulang sekitar jam empat!” Kai Zen mengeluh tidak terima.

__ADS_1


“Harusnya kau lebih lama lagi di akademi agar lebih pintar!” ucap Kak Fex bercanda.


“Hah? jalan pemikiran macam apa itu?” tanya Kai Zen meremehkan.


“Jalan pemikiran orang pintar sepertiku!” jawab Kak Fex yang semakin melunjak.


“Maaf, jalan pemikiran orang cerdas sepertiku berbeda!” ucap Kai Zen penuh percaya diri.


“Tunggu, tunggu! pintar dan cerdas berbeda?” tanya Kak Fex yang malah menganggap serius.


“Jelas berbeda!” ucap Kai Zen.


“Apa bedanya?” tanya Kak Fex serius.


“Perbedaannya ada di... Cari saja sendiri! orang dewasa itu harus mandiri! hahahahaha!” Kai Zen langsung masuk ke rumah setelah selesai mengucapkan perkataannya.


“Sialan kau, Kai!” Kak Fex menyesali tindakannya yang serius menanggapi Kai Zen. Kak Fex pun tetap melanjutkan menyirami tanaman yang ada di halaman rumah mereka.


Malah hari, saat Kak Fex dan Kai Zen telah selesai makan malam.


“Baik seperti biasa, walaupun ada sedikit gesekan.” Jawab Kai Zen yang juga telah menyelesaikan makan malamnya.


“Hoo? jarang sekali kau mendapatkan masalah!” Kak Fex bertepuk tangan kecil.


“Hal ini tidak dapat dihindari!” ucap Kai Zen.


“Memang masalah apa?” tanya Kak Fex penasaran.


“Jadi begini...” Kai Zen mulai menceritakan awal mula masalah. Dari Yi Yizue yang diganggu saat hari penerimaan sampai dirinya yang mendapatkan peringatan hari ini melalui Yi Yizue.


“Hmm, jadi begitu masalahnya.” Kak Fex mengelus-elus dagunya.


“Karena sudah begini lawan saja, Kai. Kau pasti menangkan?” Kak Fex meminta Kai Zen menghadapi masalahnya.


“Memang akan kulawan dan tentu saja aku yakin menang!” jawab Kai Zen penuh percaya diri.

__ADS_1


“Bagus! ngomong-ngomong jangan terlalu serius melawan para sampah itu. Pikirkan untung ruginya!” Kak Fex seperti memberi peringatan kepada Kai Zen.


“Aku paham, kak! kau tidak perlu khawatir!” Kai Zen memahami peringatan dari Kak Fex.


“Bagus!” Kak Fex mengacungkan kedua jempolnya kepada Kai Zen.


“Ada hal lain lagi?” Ucap Kak Fex setelah menurunkan acungan jempolnya.


“Ada beberapa hal yang menyenangkan! Jadi...” Kai Zen mulai bercerita harinya di akademi. Mulai dari dirinya yang ditanyai beberapa pertanyaan oleh wali kelasnya, gedung akademi yang mengagumkan, konflik kecil yang terjadi di pertemanannya, dan beberapa hal lain. Kak Fex mendengar dengan seksama berbagai hal yang diceritakan oleh Kai Zen. Kemudian, dia memberinya tanggapan setelah Kai Zen selesai bercerita.


“Semua sudah kuceritakan, aku pergi tidur dulu ya, Kak Fex.” Kai Zen pamit ingin tidur.


“Baiklah, selama malam!” ucap Kak Fex seraya membereskan peralatan makan.


“Selmat malam!” jawab Kai Zen seraya masuk ke dalam kamarnya. Lalu, mengambil posisi tidur dan tidur.


< >


Matahari telah muncul dari ufuk timur, pagi hari telah tiba. Kai Zen yang sudah bersiap rapi telah duduk di meja makan untuk melangsungkan sarapan. Sedangkan, Kak Fex pergi meninggalkan Kai Zen untuk berbelanja.


“Aku pergi untuk belanja bulanan, jangan lupa sarapan!” Kai Zen membaca selembar kertas yang ditinggalkan Kak Fex di atas meja.


“Dia pergi untuk berbelanja lagi. Sebenarnya darimana dia mendapatkan uang?” tanya Kai Zen ke dirinya sendiri.


“Dia tidak pernah meninggalkan rumah saat aku ada kecuali untuk berbelanja. Dia tidak mengatakan pekerjaannya. Hmmm, Kak Fex terlalu banyak merahasiakan sesuatu di belakangku!” Kai Zen mengeluh kesal.


“Biarkan sajalah! lagipula, itu tidak merugikanku dan aku tidak perlu menyelidikinya lebih jauh! beginilah caraku menghargai privasi orang lain!” Kai Zen tersenyum keren. Tapi, sebenarnya dari lubuk hati terdalamnya, dia sangat ingin mengetahui semua informasi Kak Fex. Namun, Kai Zen takut jika menyelidiki informasi Kak Fex labih jauh lagi, bisa menyinggung Kak Fex. Oleh karena itu, dia mengurungkan niatnya. Baginya, kehidupan seperti ini lebih dari cukup.


“Selamat makan!” Kai Zen mulai sarapan setelah beberapa hal yang dia pikirkan. Setelah selesai makan, dia membuka handphonenya untuk melihat grup chat. Kai Zen menutup handphonenya setelah selesai melihat grup chatnya, tidak ada hal penting kecuali jadwal yang dikirimkan pihak akademi. Kai Zen mulai bersiap-siap untuk berangkat. Saat Kai Zen sudah berada di luar rumah dan siap untuk mengunci rumahnya. Tiba-tiba terdengar suara Kak Fex dari belakang Kai Zen.


“Tidak usah dikunci, Kai.” Ucap Kak Fex dari belakang Kai Zen sambil membawa belanjaannya.


“Karena Kak Fex sudah pulang, kuncinya aku tinggal di sini oke? Aku mau berangkat!” Kai Zen menunjuk tempat kuncinya berada.


“Baiklah, tinggal disitu saja! hati-hati di jalan!” ucap Kak Fex menanggapi Kai Zen. Kai Zen hanya menganggukkan kepalanya lalu mulai berjalan pergi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2