
Aku berjalan ke arah Yi Yizue dan Guo Yan setelah pembicaraan dengan Zhuo Fang selesai. Sedangkan Zhuo Fang yang semula berjalan di sampingku, kini meninggalkanku. Dia pergi ke toilet sesaat Guo Yan menatapnya. ‘Dia kenapa? merasa bersalah? malu? atau...lupakan saja.’ Aku menduga beberapa hal yang seharusnya tidak aku pikirkan. Akupun tiba di tempat mereka.
“Hmmm... Sepertinya kalian juga melakukan pembicaraan.” Aku melihat Guo Yan, lalu beralih menatap Yi Yizue.
“Pe-pembicaraan antar wanita.” Yi Yizue tersenyum padaku.
“Pembicaraan seperti apa?” Aku masih menatap Yi Yizue.
“Jika kau sangat ingin tau percakapan kami, kau harus mengungkapkan apa yang kau bicarakan dengan Zhuo Fang.” Guo Yan menyela membantu Yi Yizue.
“Aku tidak keberatan. Bagaimana denganmu Yizue?” walaupun perkataan Guo Yan ditujukan untuk membantu Yizue. Tapi, itu berlaku jika aku tidak setuju dengan perkataannya, jika aku setuju maka akan beda cerita.
“Ti-ti-tidak perlu.” Yi Yizue menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
“Aku ingin memberitahumu, sayangnya Yizue tidak setuju. Apa boleh buat?” Aku memasang wajah tak berdaya.
“Tidak masalah!” Guo Yan membuang pandangannya ke samping, arah Zhuo Fang pergi tadi. Sepertinya dia sudah merencanakan pembicaraan ini. Agar tidak kehilangan muka karena mengkhawatirkan Zhuo Fang. Dia berpura-pura marah padaku, agar bisa melihat arah dimana Zhuo Fang pergi yang berkemungkinan Zhuo Fang juga akan datang dari arah itu.
“Jangan pergi dari sini! Aku mau pergi ke toilet sebentar.” Guo Yan pamit pergi ke toilet. Setelah menyelesaikan kalimatnya, Guo Yan beranjak berdiri lalu pergi meninggalkan kami berdua.
‘Apanya yang pergi ke toilet? bilang saja kau mau menemui Zhuo Fang. Dasar perempuan tsundere!’ ucapku dalam hati seraya menggelengkan kepalaku pelan.
“Ke-kenapa kau menggelengkan kepalamu? a-apakah kepalamu sakit?” Yizue bertanya padaku setelah dia melihatku.
“Bukan seperti itu, kamu tidak perlu tahu. Ini tidak penting, Yizue.” Aku tersenyum padanya
“Ba-baiklah.” Yizue memasang wajah sedih.
“Aku menduga Guo Yan tidak pergi ke toilet, melainkan pergi bertemu Zhuo Fang.” Aku tidak tega melihat wajahnya yang berubah sedih, akupun memberitahu Yizue alasannya.
“Ke-kenapa kau malah memberitahuku?” Yizue memasang wajah keheranan.
“Karena wajahmu berubah sedih, aku tidak tega melihatnya.” Aku menjawabnya dengan jujur.
“Wa-walaupun aku senang dengan perkataanmu. Tapi, kau lebih baik tidak memberitahuku untuk kedepannya.” Walaupun Yizue terlihat senang, dia juga terlihat sedih.
“Kenapa?” Aku tidak mengerti apa yang dipikirkan Yizue.
“Kalau kau seperti itu denganku. Si-sifatmu akan terbawa ke perempuan lain.” Jawab Yizue lirih.
“Hahahahaha, kau sangat lucu, Yizue.” Aku tertawa sambil mengelus kepalanya.
__ADS_1
Yizue menatapku heran. Lalu berkata, “Kenapa kamu tertawa?”
“Karena pemikiranmu hahahaha.” Aku menjawab singkat dalam keadaan tertawa.
“Bukankah pemikiranmu terlalu jauh?” Tambahku.
“Se-selalu berpikir ke depan.” Yi Yizue meluruskan jari telunjuk dan tengahnya, lalu di tempelkan di alis matanya seraya menatap jauh ke depan.
“Tenang saja, Yizue. Wanita yang ku perlakukan seperti ini hanya kamu.” Aku tersenyum menatapnya.
Yizue diam sejenak setelah mendengar ucapanku. Setelah itu, dia menatapku dan berkata “Kenapa kau memperlakukanku seperti ini? walau kita baru bertemu belum lama?”.
Pertanyaannya diluar perkiraanku. Aku juga bingung kenapa aku memperlakukan Yizue sangat lembut, sudah seperti kekasih. Padahal kami hanya teman dan belum lama bertemu. Akupun diam untuk berpikir.
“Sulit untuk dikatakan, aku juga bingung dengan jawabannya.” Ucapku setelah beberapa saat berpikir.
“Ji-jika dari pandanganmu masih belum menemukan jawabannya. Mau mendengar dari pandanganku? ke-kenapa kita bisa begitu dekat?” Yizue menatapku dengan pandangan yang sulit dijelaskan.
“Te-tentu saja kalau kamu tidak mau mendengarkan juga tidak masalah.” Ucap Yizue lagi.
“Aku ingin mendengarnya!” Aku menjawab tegas.
“Ba-baiklah,” Yizue menyetujuinya.
‘Sebenarnya aku juga merasa nostalgia saat berada didekatmu, Yizue.’ Ucapku dalam hati.
“Mungkin dikehidupan sebelumnya kita sepasang kekasih.” Aku reflek berkata.
“Ah, apa yang kuucapkan? maaf karena ucapanku melewati batas, Yizue.” Aku meminta maaf setelah menyadari ucapanku.
“Ti-tidak masalah, yang kamu ucapkan mungkin bisa terjadi.” Yizue tersenyum padaku.
“Semesta ini luas, banyak permasalahan yang belum bisa dipecahkan oleh manusia di planet ini.” Aku membalas senyumannya.
“A-apakah manusia memiliki kehidupan sebelumnya juga belum terpecahkan. Ja-jadi spekulasi kita mungkin bisa terjadi.” Tambah Yizue.
Mendengar ucapan Yizue, aku tertawa. Yizue yang melihatku tertawa juga ikut tertawa. Entah kenapa kami tertawa mengingat topik pembicaraan kami. Kemudian, kami membahas hal-hal yang sepele sambil menunggu kembalinya Guo Yan dan Zhuo Fang.
< < > >
Guo Yan berjalan kesana kemari tanpa arah dan tujuan. Dia memasang wajah masam seraya berjalan. Entah apa yang dia cari hingga membuat dirinya kesal.
__ADS_1
“Sial, kau pergi kemana sebenarnya, Zhuo Fang?” ucap Guo Yan sambil berjalan. Beberapa saat kemudian, Zhuo Fang datang dari belakang Guo Yan.
“Kau sedang apa?” Zhuo Fang langsung bertanya tanpa menyapanya.
Guo Yan yang terkejut langsung membalik badannya seraya berkata, "Siapa?"
“Hadeh, ini aku, Zhuo Fang!” Zhuo Fang menatap Guo Yan dengan wajah datar.
“Bukkk!!!” Guo Yan meninju perut Zhuo Fang.
“Aghhh!” Zhuo Fang mengerang kesakitan.
“Lain kali sapalah orang lain sebelum bertanya, apalagi kalau kau datang dari belakang. Jangan membuat orang terkejut!” Guo Yan tersenyum sinis menatap Zhuo Fang.
“Tapi, ini masalah yang berbeda, Guo Yan. Ini sakit!” Zhuo Fang menunjuk perutnya.
“Rasa sakit itu agar kau selalu mengingat ucapanku! hahahahahaha!” Guo Yan menertawai Zhuo Fang.
“Setidaknya sedikit lebih lembutlah terhadapku!” Zhuo Fang masih memegang perutnya.
“Baiklah, baiklah. Maaf karena telah meninjumu.” Guo Yan menunduk kepada Zhuo Fang.
“Nah, begitu dong!” Zhuo Fang mulai melepas pegangan pada perutnya.
“Ada celah!” ucap Guo Yan setelah melihat Zhuo Fang melepas pegangan perutnya.
“BUKKKK!!!!” Guo Yan meninju lagi perut Zhuo Fang di bagian yang sama, tapi kali ini tinjunya lebih bertenaga.
“AGHHHHHHH!!!” Zhuo Fang berteriak lebih keras dari yang sebelumnya. Kali ini dia tersungkur ke bawah.
“Seharusnya kau tadi bersyukur karena aku belum serius!” Guo Yan tersenyum.
Zhuo Fang hanya diam memegang perutnya yang kesakitan. Dia tidak membalas ucapan Yizue. Wajahnya tertunduk ke bawah.
“Bagaimana rasanya tinujuku?” Guo Yan masih sempat-sempatnya bercanda melihat keadaan Zhuo Fang.
Zhuo Fang tetap tidak menjawab ucapan Guo Yan. Kali ini dia pergi menjauh dari Guo Yan tanpa sepatah kalimat. Guo Yan mengejar Zhuo Fang.
“T-tunggu, k-kau mau kemana?” Guo Yan yang menyadari bahwa arah perginya Zhuo Fang berlawanan arah dari tempat Kai Zen dan Yi Yizue mencoba menghentikannya.
“DIAMLAH!” Zhuo Fang berteriak ke arah Guo Yan.
__ADS_1
Bersambung