
RING! RING!
Istirahat kedua telah tiba, Kai Zen dan Zhuo Fang lantas pergi ke Kantin Akademi. Ketika mereka berdua hendak keluar kelas, mereka diadang oleh tiga orang perempuan yang tidak asing, yaitu Qian Qian, Fu Yue, dan Su Ling.
“Kai Zen~” sapa Qian Qian dengan lembut.
“Ada apa, Qian Qian?” jawab Kai Zen ramah.
“Apa kau mau pergi ke kantin?”
“Iya.” Kai Zen mengangguk.
“Boleh kami ikut?” pinta Qian Qian.
“Tidak boleh!” sela Zhuo Fang menolak permintaan Qian Qian.
“Siapa kau? Qian Qian bertanya kepada Kai Zen, bukan dirimu!” bentak Su Ling.
“Zhuo Fang, teman Kai Zen. Maaf jika ucapanku agak kasar, tapi kami memang tidak bisa.” Zhuo Fang mencoba menjelaskannya baik-baik.
“Tidak boleh, Kai?” Qian Qian menatap Kai Zen. Dia ingin mendengar jawaban Kai Zen secara langsung.
Kai Zen menggeleng-geleng kepala seraya berkata, “Tidak, maaf. Aku dan teman-temanku berencana membahas sesuatu. Jadi, aku tidak bisa mengajak kalian.”
“Bukankah aku juga temanmu?” ucap Qian Qian.
“Pertemanan kita belum terlalu dekat.” Jawab Kai Zen tersenyum kecil.
Qian Qian menatap lekat-kekat Kai Zen, lalu dia menghembuskan napas panjang sembari berkata, “Huff...aku mengerti.”
Qian Qian segera menyingkir dari hadapan Kai Zen dan Zhuo Fang. Fu Yue dan Su Ling juga ikut menyingkir mengikuti Qian Qian.
“Terima kasih.” Ucap Kai Zen. Kemudian, dia dan Zhuo Fang melangkah pergi.
“Kau baik-baik saja kan, Qian Qian?” tanya Fu Yue sesudah Kai Zen dan Zhuo Fang menghilang dari hadapan mereka bertiga.
“Aku baik-baik saja.” Qian Qian memasang wajah murung.
“Bagaimana kau bisa baik-baik saja, sedang wajahmu murung?” ucap Su Ling setelah melihat wajah murung Qian Qian.
Qian Qian hanya terdiam mendengar ucapan Su Ling. Fu Yue yang mengamati tindakan Qian Qian segera mengambil kesimpulan.
“Qian Qian...” panggil Fu Yue.
“Ya?” kali ini Qian Qian tidak terdiam, dia menjawab panggilan Fu Yue.
“Apa kau menyukai Kai Zen?” celetuk Fu Yue.
“Uhuk...uhuk...” Qian Qian terbatuk mendengar perkataan Fu Yue.
__ADS_1
“Mana mungkin Qian Qian menyukai Kai Zen? Qian Qian saja jarang berkomunikasi dengannya.” Bantah Su Ling.
“Apa yang kau tahu, Su Ling? diamlah!”
“Kali ini aku tidak setuju denganmu, Fu Yue!”
Fu Yue dan Su Ling mulai bertengkar, mereka saling beradu mulut. Pada akhirnya pertengkaran mereka berakhir saat Qian Qian turun tangan.
“Kalian berhentilah bertengkar!” tegas Qian Qian.
“Ba—baik.” Jawab Fu Yue dan Su Ling secara serentak.
“Ayo pergi!” ajak Qian Qian.
“Ke mana?” tanya Su Ling penasaran.
“Sudah, ikut saja.”
Qian Qian mulai berjalan pergi, Fu Yue dan Su Ling mengikuti dari belakang.
...----------------...
Sesampainya di kantin, Kai Zen dan Zhuo Fang langsung mencari keberadaan Guo Yan dan Yi Yizue. Sebelum menemukan keberadaan mereka, tiba-tiba ada yang memanggil Kai Zen dan Zhuo Fang dari salah satu meja.
“Kai Zen, Zhuo Fang, sini!”
Kai Zen dan Zhuo Fang sontak melihat ke sumber suara, ternyata yang memanggil mereka adalah Guo Yan. Guo Yan melambai ke arah Kai Zen dan Zhuo Fang, di sampingnya terlihat Yi Yizue sedang duduk.
“Jadi, bagaimana keputusanmu, Yizue?” Kai Zen langsung melontarkan pertanyaan sesudah dia duduk.
“A—aku mengikuti keputusanmu, Kai.” Yi Yizue menatap Kai Zen seraya tersenyum, dia memilih untuk percaya kepada Kai Zen.
“Bagus, sudah aku putuskan bahwa kita akan melawan mereka!” ucap Kai Zen penuh semangat.
“Bagaimana rencanamu, Kai?” tanya Zhuo Fang.
“Sebenarnya aku memikirkan dua cara untuk melawan mereka.” Jawab Kai Zen.
“Cara pertama, menggunakan Song Zhiqing untuk menekan mereka.”
“Apakah Song Zhiqing mau? bagaimana kalau tidak?” Zhuo Fang menatap Kai Zen dengan heran.
“Kita pernah menyetujui permintaannya kemarin, dia pasti akan menyetujui permintaan kita untuk membalas budi. Tetapi, akan sangat disayangkan bila menggunakan cara ini.” Kai Zen menggeleng-geleng kepala seakan tidak merekomendasikan cara pertama.
“Kau menggunakan Song Zhiqing karena dia berasal dari Lima Keluarga Besar kan, Kai?” tebak Guo Yan.
“Benar.” Kai Zen mengangguk.
“Mengapa tidak menggunakan Zhuo Fang saja? dia juga berasal dari Lima Keluarga Besar!” Guo Yan menatap Zhuo Fang seraya tersenyum licik.
__ADS_1
“Kai Zen pasti juga mempertimbangkan untuk menggunakanku, tapi sepertinya Kai Zen mengalihkan pemikiran itu karena aku kurang berpengaruh di Keluarga Zhuo. Benar kan, Kai?” tebak Zhuo Fang.
Kai Zen mengangguk mendengar tebakan Zhuo Fang sembari berkata, “Benar, boleh juga kau, Zhuo Fang.”
“Heh, itu mudah ditebak. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan cara kedua?”
“Lawan mereka di luar akademi!” jawab Kai Zen penuh percaya diri.
“A—apa?” Yi Yizue memasang wajah terkejut.
“Mengapa harus di luar, Kai? tidak di dalam akademi saja?” tanya Guo Yan kebingungan.
“Huh, bagaimana mungkin mereka berani melawan di dalam akademi? apa kau berpikir mereka berani maju satu per satu untuk melawan Kai Zen? tentu saja tidak. Mereka tentu berpikir untuk melawan Kai Zen di luar Akademi Satu agar bisa keroyokan.” Zhuo Fang mengucapkan pendapatnya.
“Apakah yang dikatakan Zhuo Fang sama seperti yang kau pikirkan, Kai?” Guo Yan menatap Kai Zen memastikan.
“Yap, aku berpikiran sama seperti Zhuo Fang.” Kai Zen mengangguk setuju.
“Ja—jadi, kita akan menggunakan cara kedua?”
“Aku berencana menggunakan cara kedua, apa kalian setuju?” Kai Zen bertanya kepada ketiga temannya.
“Tunggu, mengapa kau meminta persetujuan kami?” Guo Yan melihat Kai Zen curiga.
“Tentu saja rencana ini melibatkan kita semua. Apakah kau pikir aku akan menangani ini sendiri, Guo Yan?” jawab Kai Zen sembari tersenyum.
“Huh, kukira kau akan menangani ini sendiri.” Guo Yan menghela napas kecewa.
“Aku setuju, justru keputusan Kai Zen jauh lebih baik. Bukankah jika kita ikut membantu itu akan menyenangkan, Guo Yan?” Zhuo Fang mendukung keputusan Kai Zen.
“Baiklah, aku setuju.”
“A—aku setuju.”
Kai Zen tersenyum mendengar persetujuan ketiga temannya, lalu dia mulai menjelaskan detail rencana kepada mereka.
“Apa kalian paham?” Kai Zen selesai menjelaskan detail rencana.
“Aku paham, tapi bagaimana kau bisa yakin kalau mereka akan melawanmu nanti sepulang sekolah? apakah mereka sudah tahu kalau Yizue telah memberitahumu?” Guo Yan melihat Kai Zen penuh tanda tanya.
“Itu hanya tebakanku saja. Kita lihat nanti sepulang sekolah.” Kai Zen menggeleng-geleng kepala, dia terlihat malas menjelaskan.
“Baiklah.” Jawab Guo Yan singkat.
“Ada yang ingin bertanya lagi? kalian sudah paham?” Kai Zen memastikan lagi.
“Aku paham.”
“A—aku juga paham.”
__ADS_1
Akhirnya keputusan mereka berempat sudah bulat untuk melawan He Xixi dan komplotannya sepulang sekolah. Mereka yakin menang jika menggunakan rencana Kai Zen.
Bersambung