
“Itu semua karena aku laki-laki. Laki-laki selalu menepati perkataannya!” ucapku seraya tersenyum menatap langit.
“Apa maksudmu?” Zhuo Fang belum paham apa yang Aku ucapkan.
“Jadi begini-” Aku menghentikan ucapanku karena Yizue mencoba mengatakan sesuatu.
“Se-sebentar Kai.” Ucap Yizue menghentikan ucapanku.
“Ya?” Aku menghadap Yizue.
“Le-lebih baik kau menjauh dariku dan Guo Yan.” Yizue berkata dengan wajah cemas.
“Kenapa kau menyuruhnya menjauh?” Guo Yan bertanya penasaran pada Yizue.
“Le-lebih baik kita tidak mendengarkan rahasia Kai Zen. La-lagipula dia mencoba menjelaskan pada Zhuo Fang, bu-bukan pada kita.” Yizue menatap Guo Yan dengan ekspresi memohon.
Guo Yan yang ditatap Yizue dengan wajah memohon akhirnya menyetujuinya, “Baiklah, aku akan menyutujuimu, Yizue.”
“Jadi, aku akan menurutimu.” Ucapku pada Yizue.
“Ikuti aku, Zhuo Fang!” Aku menyuruhnya mengikutiku.
“Baiklah.” Jawab Zhuo Fang singkat. Kamipun menjauh beberapa meter dari Yizue dan Guo Yan. Setelah aku merasa bahwa mereka tidak bisa mendengarkan pembicaraan kami. Aku menghentikan langkahku.
“Cukup disini saja, mereka tidak akan bisa mendengar pembicaraan kita.” Aku menyuruh Zhuo Fang berhenti.
Zhuo Fang menghentikan langkahnya, dia berbalik menatap tempat duduk Yizue dan Guo Yan. Setelah itu dia berkata, “Baiklah, Memang ini sudah jauh dari mereka.”
“Jadi mari kita mulai pembicaraan yang sebelumnya.” Ucapku setelah Zhuo Fang menyetujui. Zhuo Fang mengambil posisi tempat yang nyaman untuk duduk, aku juga melakukannya.
“Jadi sampai mana aku tadi?” tanyaku pada Zhuo Fang agar dia berbicara sedikit. Sangat canggung jika dia hanya diam saja.
“Itu semua karena aku laki-laki. Laki-laki selalu menepati perkataannya!” ucap Zhuo Fang lemas.
“Kau tau kenapa aku mengucapkan kalimat itu?” Aku memberi Zhuo Fang kesempatan menjawab.
“Tidak, aku tidak mengerti.” Kali ini ekspresinya sedikit bersemangat.
“Karena aku sudah berjanji pada seseorang untuk menjaga Yi Yizue.” Setelah aku menyelesaikan perkataanku, Zhuo Fang menatap ke arahku.
“Dengan siapa kau berjanji?” Zhuo Fang bertanya padaku.
“Kau tidak perlu tau.” Aku menatap tajam Zhuo Fang.
Zhuo Fang yang menyadari kalau aku menatapnya tajam hanya menelan ludahnya seraya berkata “Lupakan, lupakan ucapanku.”
Aku yang menyadari kalau Zhuo Fang sedikit ketakutan mencoba menghilangkan rasa takutnya dengan tersenyum ke arahnya.
“Tenanglah, Zhuo Fang.” Aku tersenyum.
“Lalu, karena kau sudah berjanji untuk menjaga Yi Yizue. Walaupun menjaganya dapat membongkar rahasiamu, kau tetap melakukannya?” Zhuo Fang kembali ke topik pembicaraan. Rasa takutnya telah menghilang.
“Kenapa kalian terlalu yakin kalau aku mempunyai rahasia? memang apa yang perlu aku rahasiakan?” Aku penasaran dengan jawaban Zhuo Fang.
“Kekuatanmu yang sebenarnya!” ucap Zhuo Fang singkat.
“Heh?” Aku memasang wajah penasaran supaya dia memberi penjelasan.
“Walaupun kekuatan yang kau pancarkan memang terlihat biasa saja. Tapi, aura disekelilingmu terlihat berbeda, hampir seperti para tuan muda dari keluarga besar.” Zhuo Fang menjelaskan alasannya padaku.
__ADS_1
“Aura apa yang kau maksud? Dan bukankah kau juga tuan muda dari keluarga besar?.” Aku memberi dia pertanyaan langsung pada Zhuo Fang. Jika dia tidak bisa menjawab, maka akan mudah bagiku untuk mengelak dari dugaannya.
“Entahlah, seperti halnya aura membunuh yang didapatkan dari pembunuhan berkali-kali. Aura yang kulihat seperti menunjukkan bakat seseorang. Semakin berbakat orang itu, semakin kuat aura yang dipancarkan. Sebaliknya, semakin tidak berbakat orang itu, semakin lemah aura yang dipancarkan. Dan aura yang kau pancarkan sedikit lebih kuat dari para tuan muda keluarga besar itu. Namun, aku merasa aneh dengan auramu, seolah-olah mereka bisa meningkat dan lebih kuat jika kau mau atau dalam keadaan tertentu.” Zhuo Fang menjelaskan aura yang dia maksud.
“Ngomong-ngomong, tuan muda yang kumaksud adalah para tuan muda ternama. Sedangkan aku bukan tuan muda ternama, jangan bandingkan aku.” Lanjut Zhuo Fang. Wajahnya menjadi cemberut saat mengatakan dirinya bukan tuan muda ternama.
“Tapi, itu bukan masalah. Setidaknya aku mencapai semua ini dengan kekuatanku sendiri. Bukan dari pengaruh keluarga.” Wajah Zhuo Fang yang kecewa, kini berubah bahagia. Sepertinya emosinya sudah membaik. Suasananya sudah tidak canggung lagi, pikirku.
“Kurang lebih aku paham apa yang kau jelaskan. Jadi, karena aura itu kau mencurigaiku?” Aku menatap Zhuo Fang.
“Aku hanya percaya pada apa yang kulihat.” Zhuo Fang menunjuk matanya.
“Hooooo, sepertinya kau sangat yakin dengan matamu. Menurutmu seberapa kuat aku?” Setelah aku selesai mengucapkan pertanyaanku, Zhuo Fang menatap ke arahku.
“Penyihir tingkat lanjutan? Penyihir tingkat ahli? Atau mendekati penyihir tingkat bencana? Aku tidak tau pasti seberapa kuat dirimu. Tetapi, kekuatanmu tidak akan berbeda dengan bakatmu!” Setelah Zhuo Fang menatap diriku, dia mengatakan perkataannya.
‘Mata yang mengerikan. Ditambah dengan perkiraan yang akurasinya hampir 100%. Jika dia terus berkembang, maka dia akan menjadi bantuan yang kuat.’ Ucapku dalam hati setelah melihat kemampuan Zhuo Fang yang mengagumkan.
“Yah, lupakan saja. Aku tidak akan memberi tau kebenarannya.” Aku tersenyum licik.
“Bukankah kau terlalu jahat Kai? Aku sudah menjelaskan semuanya padamu.” Zhuo Fang terlihat kecewa.
“Siapa yang menyuruhmu menjelaskan semuanya? hahahaha.” Aku berkata sambil tertawa.
“Kau...keterlaluan!” Zhuo Fang membuang pandangannya ke samping, membelakangiku.
“Biar waktu yang menjawab seberapa besar kekuatanku. Lagipula, memberitahumu sekarang tidak akan merubah apapun.” Aku menepuk pundaknya.
“Heh, cepat atau lambat kekuatanmu akan terbongkar. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh.” Zhuo Fang membalik badannya lalu menatapku.
Aku tidak membalas perkataannya. Walaupun yang Zhuo Fang katakan memang benar, tapi aku memiliki rencana cadangan. Memalsukan kekuatanku yang sebenarnya. Aku yang sekarang termasuk penyihir tingkat ahli, sihir paling tinggi yang bisa kugunakan adalah sihir tingkat semesta tinggi. Walaupun sihir tingkat semesta tinggi akan menimbulkan resiko, aku bisa menggunakan sihir tingkat semesta renda tanpa resiko. Aku bisa mengarang sebuah ‘kebenaran’ bahwa aku penyihir tingkat lanjutan. Namun, rencana ini memiliki resiko. Memalsukan tes masuk akademi termasuk pelanggaran berat. Jadi, aku bisa menggunakan rencana ini jika sudah lama di akademi atau dalam keadaan terdesak.
“Ngomong-ngomong, kenapa tadi Guo Yan seperti marah padaku?” Zhuo Fang mengubah topik pembicaraan.
“Apa? memang apa salahku? sepertinya aku tidak melakukan kesalahan.” Zhuo Fang memegang dagunya lalu menatap ke langit.
“Coba kau pikirkan perbuatanmu dulu. Apakah ada perbuatanmu yang membuatnya tersinggung.” Aku membiarkan Zhuo Fang berpikir dulu.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Zhuo Fang berkata, “Sepertinya tidak ada.”
“Petunjuk dariku ‘Ucapan yang kau katakan’. Coba kau pikirkan lagi.” Aku memberinya petunjuk. ‘Jika kau tidak menemukan jawabannya padahal sudah kuberi petunjuk. Kau sungguh sangat payah soal perempuan Zhuo Fang.’ Aku menatap Zhuo Fang penuh harapan.
“Hmmm...Sepertinya...” Zhuo tidak menyelesaikan ucapannya.
“Ya?” Aku menunggu kelanjutannya.
“Sepertinya...” Zhuo Fang tidak menyelesaikan ucapannya lagi.
“Yaa?” Aku mulai kesal.
“Sebentar, beri aku beberapa menit lagi.” Ucap Zhuo Fang tanpa rasa bersalah. Dia masih berusaha keras untuk mencari jawabannya.
“5 menit. Jika dalam 5 menit kau masih belum ingat. Maka aku akan memberitahumu.” Aku menahan amarahku. Setidaknya dia masih berusaha berpikir.
“Baiklah,” Jawab Zhuo Fang singkat.
5 menit kemudian.
“Kau sudah menemukan jawabannya?” Tanyaku pada Zhuo Fang.
__ADS_1
“Aku memiliki beberapa dugaan.” Jawab Zhuo Fang.
“Katakan dugaan yang menurutmu paling benar.” Aku menoleh ke arah Zhuo Fang.
“Guo Yan marah padaku karena ucapanku yang mengatakan ‘Apakah semua ini layak untuk seorang perempuan?’.” Zhuo Fang menundukkan kepalanya.
“Hee, bagaimana kau tau?” Aku menduga kalau Zhuo Fang mendapatkan jawabannya bukan dari dirinya sendiri.
“Aku ingat ucapanku yang di bahas oleh Guo Yan sebelum dia marah padaku.” Zhuo Fang masih menundukkan kepalanya.
“Apa kau tau alasan kenapa Guo Yan marah karena ucapanmu itu?” dugaanku tadi benar, karena jawaban Zhuo Fang bukan dari dirinya sendiri maka dia kemungkinan tidak tau alasannya.
“Walaupun aku mengetahui sebabnya, aku tidak mengetahui alasannya.” Zhuo Fang menggelengkan kepalanya dalam keadaan menunduk.
“Itu karena dia juga perempuan. Kau mengatakan ucapan seperti itu di depan perempuan, sudah jelas akan membuat perempuan marah.” Setelah Zhuo Fang menyelesaikan kalimatnya, aku langsung menjawab alasannya.
“Yi Yizue adalah perempuan yang aku maksud. Kenapa Guo Yan yang marah? Sedangkan Yi Yizue tidak terlihat marah.” Kali ini Zhuo Fang menegakkan kepalannya, menatap ke arahku.
“Yizue mungkin tidak marah karena dia setuju dengan pendapatmu. Tapi, Guo Yan sensitif dengan kata ‘perempuan’.” Aku menjawabnya santai.
“Maksudnya?” Wajah Zhuo Fang terlihat bingung.
“Jadi begini, karena kau mengatakan ‘Apakah semua ini layak untuk seorang perempuan?’ sedangkan Guo Yan adalah seorang perempuan. Walaupun Guo Yan setuju dengan pendapatmu. Tapi, karena ada kata ‘perempuan’ di kalimatmu. Dia jadi menentang pendapatmu. Karena andaikan Guo Yan ada di posisi Yizue, mungkin dia akan mendukung tindakanku. Berbeda dengan Yizue yang sedikit menentang tindakanku. Intinya adalah kau seharusnya tidak mengatakan kata ‘perempuan’ di kalimatmu. Andaikan kata itu di ganti dengan ‘Yi Yizue’ mungkin dia tidak akan terlalu marah seperti sekarang.” Aku menjelaskan pada Zhuo Fang menurut pandanganku.
“Entah itu kalimatmu yang terlalu ribet atau otakku yang terlalu kecil sehingga tidak bisa memahami kalimatmu. Intinya aku tidak paham Kai.” Zhuo Fang menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menatap langit.
“Setidaknya kau memahami sedikit yang aku sampaikan toh?” Aku menatap Zhuo Fang.
“Anggap saja begitu.” Zhuo Fang tetap menatap langit.
“Baiklah.” Aku menjawab singkat. Setelah itu kami mengganti topik pembicaraan. Kami membahas beberapa hal santai. Terkadang aku atau Zhuo Fang membuat lelucon. Pembicaraan kami tidak terlalu berat dan berjalan dengan suasana santai.
< < > >
Sementara itu, saat Kai Zen dan Zhuo Fang pergi meninggalkan Yi Yizue dan Guo Yan untuk melakukan pembicaraan rahasia. Yi Yizue dan Guo Yan juga membahas sesuatu yang tidak diketahui Kai Zen dan Zhuo Fang. Percapakan itu dimulai oleh Guo Yan yang penasaran dengan tindakan Yi Yizue yang malah membiarkan Kai Zen dan Zhuo Fang berbicara empat mata.
“Kenapa kau membiarkan mereka berbicara empat mata? bukankah tindakanmu membuat kita tidak tau apa yang dibahas mereka?” Guo Yan menatap Yi Yizue dengan mata penuh ingin tau.
“Ju-justru itu yang aku inginkan.” Yi Yizue menatap balik Guo Yan.
“H-hah?” Guo Yan tidak mengerti alasan dari tindakan Yi Yizue.
“Se-se-semakin sedikit yang kita tau, se-semakin baik.” Yi Yizue tersenyum saat mengatakannya.
“Hadeh, pepatah yang menyesatkan! semakin sedikit yang kita tau, justru semakin buruk.” Guo Yan membalas ucapan Yi Yizue seraya menepuk jidatnya.
“U-u-untuk sekarang lebih baik kita tidak perlu tau apa yang mereka bicarakan.” Yi Yizue menundukkan kepalanya, senyumnya telah memudar.
Melihat ekspresi Yizue yang berubah, Guo Yan hanya mengiyakan ucapannya, “Baiklah.”
“N-ngomong-ngomong, kenapa kau marah dengan Zhuo Fang?” tanya Yi Yizue untuk mengubah topik pembicaraan.
“Persis seperti apa yang kau pikirkan, Yizue.” Ucap Guo Yan seakan mengetahui apa yang dipikirkan Yi Yizue.
“Le-lebih baik kau memaafkannya. Lagipula dia belum mengerti ucapannya dan tidak merugikanmu. Ja-jangan terlalu impulsif.” Yi Yizue memberi saran pada Guo Yan.
Guo Yan yang mendengar saran dari Yi Yizue hanya termenung menatap langit. Beberapa menit telah berlalu, Guo Yan masih diam tidak menjawab. Dia sedang memikirkan tindakannya pada Zhuo Fang dan saran dari Yi Yizue. Setelah mempertimbangkan keputusannya, Guo Yan menjawab saran Yi Yizue.
“Yang kau katakan benar, Yizue. Seharusnya aku tidak impulsif padanya karena hal sepele. Aku malu pada diriku.” Guo Yan menundukkan kepalanya menghadap tanah.
__ADS_1
“Ka-kau tidak perlu terlalu menyalahkan dirimu, Guo Yan. Kau sudah memahami kesalahanmu itu sudah cukup.” Yi Yizue mencoba menghibur Guo Yan. Setelah Guo Yan agak baikan, mereka melakukan pembicaraan santai seraya bersenda gurau. Pembicaraan mereka selesai setelah Kai Zen dan Zhuo Fang berjalan ke arah mereka, percakapan antara Kai Zen dan Zhuo Fang telah selesai.
Bersambung