Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Dalang di Balik Insiden Zhuo Qing! Hari Yang Melelahkan!


__ADS_3

“Segera beritahu aku tentang informasi lain yang kalian dapat!”


Tanpa basa-basi, Guo Yan meminta informasi setelah memberi apresiasi dan pujian kepada Guo Hao dan Guo Jing.


“Jadi, siapa yang telah merencanakan insiden itu?” tanya Guo Yan penasaran.


“Shi Yangzhen, kakak dari Shi Yongzhen.”


“APA?”


Guo Yan terkejut mendengar perkataan Guo Hao. Dia jelas kebingungan dengan kenyataan tersebut. Kemudian, dia menatap Guo Hao dengan sungguh-sungguh.


“Apa yang kau katakan benar, Guo Hao?”


“Itu benar, Nona. Saya bersedia menjadi saksi.” Sela Guo Jing, dia berusaha mendukung Guo Hao.


“Sebelum kita lanjut, bisa kalian jelaskan padaku kejanggalan yang kalian temukan saat pertama kali menyelidiki kasus ini?”


“Sesuai perintah, Nona. Biarkan saya yang menjelaskan!” pinta Guo Jing.


“Baik.” Guo Yan mengangguk setuju.


“Ada tiga kejanggalan yang kami dapat. Pertama, Zhuo Qing yang berdiri sendiri di luar. Kedua, Shi Yongzhen yang bertemu Zhuo Qing. Ketiga, bukannya sembuh saat menerima perawatan dari dokter Keluarga Shi, luka Zhuo Qing malah bertambah parah.” Guo Jing menjelaskan dengan singkat kejanggalan yang dia dan Guo Hao dapat.


“Bukankah Zhuo Qing berdiri sendiri di luar untuk menatap bintang di malam hari?” Guo Yan menatap Guo Jing penuh dengan tanda tanya.


“Tidak, nona. Setelah kami selidiki lebih jauh, ternyata penyebab Zhuo Qing berdiri sendiri di luar karena ada seorang laki-laki yang memberitahu dia kalau saudaranya menunggu di luar. Oleh karena itu, Zhuo Qing berdiri sendiri di luar mencari atau menunggu saudaranya, Zhuo Fang.”


“Jika saya tidak salah. Teman nona adalah Zhuo Fang itu, bukan?” imbuh Guo Jing.


“Kau benar, Zhuo Fang adalah temanku.” Guo Yan mengangguk, dia tidak berniat menyembunyikan keberadaan Zhuo Fang dari mereka berdua.


“Lanjutkan penjelasan untuk kejanggalan kedua dan ketiga.” Guo Yan kembali ke topik utama.


“Baik, Nona. Untuk yang kedua, Shi Yongzhen yang bertemu Zhuo Qing bukanlah sebuah kebetulan semata. Ada seorang laki-laki yang memberitahu keberadaan Zhuo Qing kepada Shi Yongzhen. Laki-laki itu juga menambah beberapa kata manis tentang Zhuo Qing kepada Shi Yongzhen. Oleh karena itu, Shi Yongzhen yang termakan amarah karena kalah duel melawan Song Zhiqing segera pergi menuju tempat Zhuo Qing.”

__ADS_1


“Sepertinya kalian sudah mengetahui siapa saja yang terlibat dan tokoh-tokoh penting yang berpengaruh dalam insiden itu.” Guo Yan tersenyum menatap mereka.


“Ya, kami hampir tahu semuanya.” Guo Jing menjawab dengan tegas, tidak ada sedikitpun keraguan darinya.


“Bagus!” puji Guo Yan saat melihat ketegasan Guo Jing.


“Ngomong-ngomong, apakah laki-laki yang memberitahu Shi Yongzhen adalah laki-laki yang sama dengan yang memberitahu Zhuo Qing?” tanya Guo Yan penasaran.


“Berbeda, sepertinya hal ini telah direncanakan matang-matang, nona.”


“Boleh saya melanjutkan penjelasan kejanggalan ketiga, nona?”


“Ya.” Jawab Guo Yan singkat, dia juga sedang memikirkan sesuatu.


“Ketiga, luka yang di derita Zhuo Qing tidak bertambah buruk karena mendapat perawatan dari dokter Keluarga Zhuo. Melainkan karena campur tangan Shi Yangzhen. Dia memberi sebuah air kepada dokter yang merawat Zhuo Qing dengan mengatakan bahwa air itu adalah air suci yang bisa menyembuhkan segala penyakit. Awalnya dokter itu menolak, tetapi karena Shi Yangzhen terus mendesak sekaligus mengancam. Dokter itu akhirnya menyerah dan menggunakan 'air suci' kepada Zhuo Qing yang akhirnya seperti yang Anda ketahui, Nona.”


“Dari mana kalian mendapat semua informasi ini? berapa banyak orang yang telah kalian interogasi?” tanya Guo Yan penuh selidik.


“Dari orang yang bersangkutan, nona. Lebih tepatnya dari dua laki-laki yang bertugas memberitahu Zhuo Qing dan Shi Yongzhen serta dokter yang dijebak Shi Yangzhen. Untuk orang yang kami interogasi kira-kira berjumlah sepuluh termasuk tiga orang yang saya sebut sebelumnya." Jawab Guo Jing.


“Hmmm, baiklah. Terima kasih atas kerja keras kalian.” Guo Yan berterimakasih dengan tulus kepada kedua orang itu.


“Apa tindakan nona selanjutnya?” tanya Guo Jing penasaran.


“Hust, kita tidak berhak mengetahui tindakan nona selanjutnya!” bisik Guo Hao.


“Ah, maaf atas kelancangan saya, Nona.” Guo Jing segera menunduk meminta maaf.


“Tidak masalah, lagi pula itu hanya pertanyaan mudah.” Guo Yan tersenyum tipis.


“Untuk sekarang aku cukup mengetahui kebenaran insiden ini. Tidak berniat untuk bertindak sekarang. Nikmati saja alur cerita ini, perjalanan masih panjang~“ Guo Yan membaringkan badan ke kasur, dia memejamkan mata seolah-olah berniat tidur.


“Apa ada tugas lain yang perlu kami lakukan, Nona?” tanya Guo Hao.


“Tentu saja ada. Kalian harus menjaga keselamatan tiga orang tadi dengan hati-hati. Mereka akan berguna sampai hari itu tiba. Prioritaskan keselamatan si dokter. Kalau perlu gunakan sepuluh pengawal bayangan yang berada disekitarku untuk menjaga tiga orang itu.”

__ADS_1


DUG!


Guo Hao dan Guo Jing terkejut mendengar perkataan Guo Yan. Mereka saling memandang satu sama lain seakan sedang berkomunikasi, lalu kedua orang itu menggeleng-geleng kepala.


“Apa maksud Anda, nona?” tanya Guo Hao memastikan. Dia menelan ludah saat bertanya kepada Guo Yan.


“Tidak perlu kalian sembunyikan, aku sudah tahu tentang sepuluh pengawal bayangan yang ada disekitarku.” Guo Yan tersenyum dalam keadaan berbaring dan memejamkan mata.


“Kalian sudah mendengarku, bukan?” imbuh Guo Yan.


Wushhh!


Tiba-tiba sepuluh orang masuk dengan sangat cepat melalui jendela seperti yang dilakukan Guo Hao dan Guo Jing sebelumnya. Mereka berlutut di depan Guo Yan seraya menundukkan kepala.


“Sesuai Kode Etik Pengawal Bayangan dari Keluarga Guo, kami akan mematuhi perintah Nona Muda Guo karena berhasil menebak kami serta jumlah personel yang bertugas.” Pemimpin dari Pengawal Bayangan dengan lantang berserah diri.


“Baguslah, tugas dariku adalah membantu Guo Hao dan Guo Jing untuk melindungi tiga orang yang mereka ceritakan sebelumnya. Aku tidak perlu menjelaskan detailnya kepada kalian karena kalian sudah mendengar cerita kami sebelumnya, kan?”


“Baik, kami mematuhi perintah, Nona Muda Guo!” sepuluh orang pengawal bayangan berseru dengan tegas.


“Tunggu, jika kita semua bertugas untuk melindungi tiga orang itu. Bagaimana dengan, nona? apakah tidak ada yang menjaganya?” ucap Guo Jing dengan khawatir.


“Menjagaku? kalian tidak perlu memikirkan keselamatanku, aku bisa menjaga diri sendiri. Bahkan jika kalian semua menyerangku, aku tidak akan kalah.” Ujar Guo Yan dengan angkuh sekaligus bersungguh-sungguh.


“Kami tidak berani.” Mereka semua dengan kompak menjawab perkataan Guo Yan. Beberapa orang merasa ketakutan ketika mengingat sosok Guo Yan yang mengamuk sebelumnya.


“Jika kalian sudah paham, segera laksanakan tugas sekarang!” pekik Guo Yan.


“Baik!”


WUSHHHH!


Seketika semua orang yang berada di kamar Guo Yan telah menghilang, menyisakan Guo Yan sendiri. Akhirnya, Guo Yan bisa menghirup napas lega karena dirinya sudah bisa beristirahat dengan tenang.


“Huff...banyak hal yang terjadi hari ini. Sungguh hari yang melelahkan, aku lelah. Selama malam.”

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2