
“Beginilah aku!”
Long Wang menegaskan ucapannya, dia terlihat tidak peduli dengan perasaan Kitsune. Kitsune yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum seraya menganggukkan kepala.
“Sembilan Pesona Malapetaka! seranglah sekaligus!” teriak Kitsune seraya menunjuk Long Wang.
Awan hitam yang berada di atas Kitsune seketika mulai menyebar hingga menutupi seluruh bukit. Beberapa aliran listrik terlihat bergerak di dalam awan tersebut. Tidak lama kemudian, sembilan kilat mulai datang menyerang Long Wang.
“Lebih baik teleportasi se—”
DUAR!
DUAR!
DUAR!
Sembilan suara ledakan terdengar ketika sembilan kilat mengenai permukaan domain Long Wang. Long Wang yang belum sempat berteleportasi berusaha menahan serangan tersebut, tetapi dia gagal.
“Kau terlalu meremehkanku. Apa kau tidak berpikir bahwa aku telah menebak apa yang kau pikirkan?” ucap Kitsune saat melihat kegagalan Long Wang.
“Heh, aku tidak menyangka kau sanggup mengunci seluruh ruang di tempat ini.” Jawab Long Wang seraya memulihkan kondisinya.
“Domainmu sudah hancur. Kau juga menerima beberapa serangan sebelumnya. Apa kau masih sanggup berduel?” tanya Kitsune sembari melihat Long Wang dengan merendahkannya.
“Hanya beberapa goresan yang kuterima, kau tidak perlu mengkhawatirkanku. Aku masih sanggup berduel.” Long Wang mulai berdiri, semua luka yang sebelumnya telah sembuh total.
“Si—siapa yang mengkhawatirkanmu? aku hanya kasihan dengan bocah itu, tubuhnya bisa-bisa hancur karena kecerobohanmu!” Kitsune justru fokus dengan kata-kata Long Wang yang lain. Dia mengatakan hal tersebut sembari memalingkan wajahnya ke arah yang berbeda dari tempat Long Wang.
“Huff...Terserah kau saja.” Long Wang menghela napas panjang mendengar ucapan Kitsune.
“Bersiaplah!” tiba-tiba Long Wang mengambil kuda-kuda, dia bersiap melancarkan serangan.
Kitsune segera fokus kembali ketika mendengar peringatan dari Long Wang. Awan hitam yang sebelumnya menyebar telah bersatu kembali di atas kepala Kitsune.
‘Untung kemampuanku sebelumnya masih bisa digunakan, hal ini dapat menghemat pemakaian energiku!’ batin Kitsune.
WUSH!
Melihat Kitsune yang telah mengambil persiapan, Long Wang segera melesat cepat ke arahnya. Dia tidak menggunakan kemampuan teleportasi karena ruang disekitar telah dikunci oleh Kitsune.
Mendekati Kitsune yang sekarang tidak semudah sebelumnya. Awan hitam yang mengandung petir masih berada di atas Kitsune. Selama awan itu masih ada, dia akan melindungi Kitsune dari ancaman yang mendekat.
Long Wang yang telah mengetahui karakteristik awan tersebut tetap berusaha mendekat. Sambaran kilat mulai menyerang Long Wang secara terus menerus. Tetapi, Long Wang berhasil menghindari semua serangan kilat itu.
__ADS_1
“Bunga Pesona Suci!”
Karena kilat tidak bisa menyentuh Long Wang. Kitsune menggunakan jurus yang sebelumnya, yaitu Bunga pesona suci. Kali ini bunga yang dihasilkan jurus itu langsung menempel di tubuh Long Wang.
“Mengabaikan jurus Bunga Pesona Suci, apa kau menganggap dirimu hebat?” ujar Kitsune ketika berhasil menumbuhkan bunga di tubuh Long Wang.
Long Wang memperlambat gerakannya, dia memfokuskan aura hitam yang ada ini tubuhnya untuk membatalkan jurus Kitsune. Usaha Long Wang tidak sia-sia, bunga yang muncul di tubuhnya mulai menyusut lalu menghilang.
“Tidak mungkin!” pekik Kitsune ketika menyadari jurusnya gagal.
Tanpa memedulikan teriakan Kitsune, Long Wang menambah kecepatan ke tingkat tertinggi saat ini. Ketika sudah tepat berada di depan Kitsune, Long Wang tiba-tiba berpindah ke belakang Kitsune dengan sangat cepat.
“Kau masihlah—” ucap Long Wang ketika berada di depan Kitsune.
“—Amatir!” bisik Long Wang ketika sudah berpindah ke belakang Kitsune.
Bug! BOOOM!
Kemudian, Long Wang melesatkan pukulan ke punggung Kitsune. Pukulan tersebut menghasilkan ledakan serta gelombang yang menghempaskan Kitsune hingga beratus-ratus meter. Kitsune pun jatuh ke permukaan tanah.
DUG!
Permukaan tanah tempat Kitsune terjatuh menjadi retak seakan tertimpa benda yang sangat berat. Kekuatan Kitsune saat ini sudah berkurang hampir setengahnya. Sedangkan, kekuatan Long Wang belum berkurang seperempatnya. Long Wang yang menyadari keadaan di antara mereka segera menghentikan duel.
“Cough...aku masih bi—”
“Kau sudah kalah, terima saja hasil ini!” Long Wang menatap Kitsune datar.
“Aku masih bi—”
“Kekuatanmu sudah berkurang hampir setengah, sedangkan diriku belum berkurang seperempat pun. Kau tidak memiliki kesempatan menang melawanku. Jika terus dilanjutkan, luka lamamu akan semakin parah, Kitsune.” Ucap Long Wang dengan lembut.
Kitsune tersenyum mendengar perkataan Long Wang, baru kali ini Long Wang terdengar memedulikannya. Kemudian, Kitsune berkata, “Apa kau mengkhawatirkanku?”
“Jangan salah paham, aku tidak mengkhawatirkanmu. Aku hanya tidak ingin kedudukan roh sihir di mata alam semesta menjadi berkurang. Kita sudah cukup kehilangan sesama kita, aku tidak ingin jumlah kita berkurang lagi.” Ujar Long Wang dengan tenang.
“Dasar pembohong!” seru Kitsune seraya berdiri.
“Jika kau bisa melayangkan satu serangan lagi padaku, aku akan menyerah!” imbuh Kitsune setelah dia berdiri.
“Jangan ingkari ucapanmu!” Long Wang tersenyum licik mendengar perkataan Kitsune.
“Aku tidak akan—”
__ADS_1
BOOOOOOOM!
Sebelum Kitsune menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba muncul ledakan dari dada Kitsune. Long Wang tersenyum melihat pemandangan tersebut seakan sudah mengetahui apa yang akan terjadi sebelumnya.
“Satu serangan sesuai permintaanmu, aku menang!” teriak Long Wang.
“Kau menang, naga pengecut!” ujar Kitsune seraya berdiri lagi.
“Sejak kapan kau memasang itu? mengapa aku tidak menyadarinya?” tanya Kitsune dengan penasaran.
“Saat aku memukulmu pertama kali, aku sudah meninggalkan beberapa auraku di tubuhmu. Kau tidak menyadari keberadaan auraku karena aku menyembunyikannya dengan sesuatu~” jawab Long Wang santai.
“Heh, kau beruntung kali ini!” Kitsune terlihat tidak terima mendengar penjelasan Long Wang.
‘Seharusnya aku yang bilang begitu.’ Batin Long Wang.
“Karena duel di antara kita telah selesai, aku akan kembali tidur lagi. Segera kembalikan raga itu ke pemilik aslinya, jangan mencoba macam-macam. Sampai jum—”
“Tunggu!”
Kitsune menghentikan Long Wang yang hendak kembali. Long Wang pun segera melihat ke arah Kitsune dengan wajah bingung.
“Apa kau masih memiliki urusan denganku?” tanya Long Wang.
“Apa maksudmu dari kata 'Amatir' sebelumnya?”
“Hanya itu?”
“Jawab dulu pertanyaanku!” seru Kitsune dengan kesal.
“Kau masih belum memahami tentang perubahan roh sihir. Oleh karena itu, aku mengatakan kau adalah amatir.” Jawab Long Wang tanpa memberi Kitsune penjelasan.
“Aku masih belum memahami perubahan roh sihir? bukankah ketika kita berhasil mengontrol tubuh tuan kita dengan kesadaran sendiri itu sudah dianggap memahami?” Kitsune menatap Long Wang dengan bingung.
“Karena itulah aku mengatakan bahwa kau seorang amatir.” Long Wang menggeleng-geleng kepala mendengar perkataan Kitsune.
“Hah? maksudnya? aku tidak paham. Tolong jelaskan padaku.” Pinta Kitsune.
“Carilah jawabannya sendiri. Jangan selalu bertanya kepadaku.” Long Wang menolak permintaan Kitsune. Long Wang berpikir untuk membiarkan Kitsune mencari jawabannya sendiri agar dia tidak bergantung padanya.
“Huh, dasar pelit!”
Bersambung
__ADS_1