Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Mulai Berjalan-Jalan! Kejadian Tidak Terduga!


__ADS_3

30 menit berlalu, Kai Zen masih sendiri menikmati pemandangan di sekitarnya. Terkadang Kai Zen juga membuka HP untuk melihat pesan atau jam. Hingga pada akhirnya, ada seseorang yang memanggil Kai Zen dari belakang.


“Oi, Kai!”


Kai Zen mendengar ada yang memanggilnya dari belakang segera memalingkan wajahnya. Dia melihat salah satu teman yang dia tunggu, yaitu Zhuo Fang.


‘Kukira Yizue yang akan datang kedua. Ternyata Zhuo Fang.’ Batin Kai Zen.


“Yo~” Kai Zen melambai ke arah Zhuo Fang.


Setelah Kai Zen melambai. Zhuo Fang mendekat dan duduk di sebelah Kai Zen seraya berkata, “Sejak kapan kau di sini?”


“Sekitar 30 menit yang lalu.” Jawab Kai Zen dengan santai.


“Uhuk, uhuk...30 menit yang lalu?” Zhuo Fang sontak terbatuk. Dia mengambil HPnya dan melihat jam yang tampak di sana.


“Sekarang saja jam 07.54. Tiga puluh menit sebelumnya berarti sekitar jam 07.20?” imbuh Zhuo Fang dengan wajah tidak percaya.


“Tepat!” Kai Zen mengangguk mendengar tebakan Zhuo Fang.


“Huh, sepertinya kau sangat bersemangat, Kai.” Zhuo Fang menatap Kai Zen dengan senyum penuh selidik.


“Setengah benar, setengah salah.” Ujar Kai Zen sembari menggeleng-geleng kepala.


“Bagaimana bisa salah?”


“Karena...”


Kai Zen dan Zhuo Fang melanjutkan pembicaraan mereka sambil menunggu Yi Yizue dan Guo Yan. Tepat jam 8 pagi, Yi Yizue dan Guo Yan datang.


“Halo.”


“Ha—halo.”


Yi Yizue dan Guo Yan menyapa Kai Zen dan Zhuo Fang secara bersamaan.


“Halo juga.” Balas Kai Zen.

__ADS_1


“Akhirnya kalian datang!” Zhuo Fang menatap kedua wanita yang baru datang itu penuh semangat.


“Ya, perjanjian yang kemarin berkumpul pukul delapan bukan? kami hanya melakukan sesuai perjanjian, benar kan, Yizue?” Guo Yan menatap Yi Yizue.


“Emmm...” Yi Yizue hanya menganggukkan kepala.


“Iya, aku tahu. Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Tenanglah, aku hanya sedikit bersemangat.” Zhuo Fang berusaha meluruskan kesalahpahaman Guo Yan.


“Oh, kukira kau—tidak jadi!” ucap Guo Yan sembari tersenyum kecil.


“Kita berempat sudah berkumpul. Jadi, kapan kita mulai?” sela Kai Zen.


“Ah, benar juga. Ayo kita mulai!” Zhuo Fang segera berdiri, bersiap untuk melangkah pergi.


“Tunggu!” Guo Yan menghentikan Zhuo Fang seraya bergerak mendekatinya. Yi Yizue mengikuti Guo Yan, dia mendekati Kai Zen dengan tenang.


“Kita hanya berjalan kaki?” tanya Guo Yan setelah berhasil menyusul Zhuo Fang.


“Tujuan kita saling berdekatan, tidak perlu menggunakan kendaraan. Bukankah aku sudah mengatakannya kemarin?” Zhuo Fang memalingkan wajah ke arah Guo Yan dengan datar.


“Cu—cukup jalan kaki!” sela Yi Yizue yang telah berada di samping Kai Zen.


“Oh iya, aku baru ingat. Maaf.” Guo Yan membalas sesudah terdiam sejenak.


“Huft...sudah bisa kita mulai?” Zhuo Fang menghela napas seraya melihat Guo Yan dengan wajah damai.


Guo Yan hanya menganggukkan ucapan Zhuo Fang. Kemudian, mereka berempat mulai melangkah pergi.


Pertama-tama, mereka berempat menuju ke wahana bermain yang ada di dekat Taman Utama Sky Blue. Wahana bermain itu bernama SkyBlue-Park. Di sana terdapat berbagai macam wahana bermain maupun belajar. Mau untuk anak-anak atau orang dewasa, tempat tersebut sangatlah cocok. Kai Zen dan yang lain hampir mencoba setengah wahana permainan di sana. Mereka bermain hingga pukul 11.30 pagi.


Selanjutnya, mereka pergi menuju Sky Blue Mall. Mall terbesar di Kota Sky Blue. Lantai pertama di mall terdiri atas pameran, ada pameran produk, pameran event, dan lain lain. Mereka langsung melewati lantai pertama karena tidak ada keperluan di sana, langsung menuju lantai kedua. Lantai kedua terdiri atas berbagai macam restoran atau tempat makan.


“Mau makan di mana kita?” tanya Zhuo Fang meminta pendapat teman-temannya.


“Aku mengikuti keputusan para perempuan.” Ucap Kai Zen seraya menatap Yi Yizue dan Guo Yan.


Yi Yizue diam tak berkata, dia sepertinya tidak memiliki pendapat tentang tempat makan yang cocok.

__ADS_1


Sementara itu, Guo Yan terdiam sejenak untuk memikirkan tempat yang cocok. Dia mencoba mengingat nama dari tempat makan yang biasanya dia datangi.


‘Dulu aku sering pergi ke mall di kota itu...tempat makan yang kudatangi bernama...nah itu dia!’ Guo Yan berhasil mengingat nama tempat makan itu.


“XUEMI! bagaimana dengan makan di Xuemi?” Guo Yan sontak berteriak lirih ke arah mereka bertiga.


‘Tidak mungkin brand sebesar Xuemi tidak membuka cabang di Kota Sky Blue!’ batin Guo Yan dalam hati.


“Xuemi? walaupun itu ada di sini tapi apakah cocok untuk makan siang kita? tempat itu lebih cocok untuk bersantai membahas sesuatu. Bagaimana kalau di Harmony? di sana lebih cocok untuk makan siang dan aku menjamin makanan di sana sangat enak!” seru Zhuo Fang dengan semangat sembari menunjuk Restoran Harmony.


“Oh iya, maaf aku lupa.” Jawab Guo Yan dengan lirih.


“Aku setuju denganmu, Zhuo Fang!” imbuh Guo Yan.


‘Sial, aku lupa kalau tempat itu tidak cocok untuk menghilangkan rasa lapar.’ Batin Guo Yan setelah menyetujui Zhuo Fang.


“Kami juga.” Kai Zen dan Yi Yizue mengangguk menyetujui Zhuo Fang.


Mereka berangkat menuju ke Harmony setelah menyetujui rekomendasi Zhuo Fang. Pukul 12.23, mereka berempat telah selesai makan siang di Restoran Harmony. Kemudian, segera berkeliling di mall. Entah itu di lantai ketiga yang terdiri atas pakaian anak-anak, atau di lantai keempat yang terdiri atas pakaian orang dewasa. Pada akhirnya mereka tidak membeli apapun di dua lantai tersebut, hanya melihat-lihat saja.


Mereka memutuskan untuk pergi ke lantai kelima yang dikhususkan untuk PlayZone dan Bioskop. Di lantai kelima, mereka hanya bermain di PlayZone. Untuk bioskop mereka akan datang ketika kunjungan selanjutnya.


Pukul 16.30, mereka telah keluar dari Sky Blue Mall. Selanjutnya, mereka akan melanjutkan di Menara Senja Langit Biru untuk menikmati matahari terbenam. Tetapi, hal itu tidak terjadi karena Zhuo Fang tiba-tiba dipanggil untuk pulang.


“Halo?” sapa Zhuo Fang saat mengangkat panggilan telepon.


“Zhuo Fang, cepat pulang!” suara pria paruh baya keluar dari Handphone Zhuo Fang.


“Ada apa, paman? mengapa tiba-tiba menyuruhku pulang?” tanya Zhuo Fang penasaran.


“Aku tidak bisa menjelaskan. Lebih baik kau segera pulang agar tahu masalahnya!” Pria paruh baya yang ternyata adalah Paman Zhuo Fang itu mendesaknya untuk pulang.


“Masalah?”


“Pulang saja, cepat! ini berkaitan dengan masa depanmu!” setelah mengucapkan kalimat tersebut. Paman Zhuo Fang menutup telepon.


“Seperti yang kalian dengar, paman menyuruh diriku pulang. Aku akan pulang duluan, maaf karena tidak bisa ikut bersama kalian.”

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2