Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Yi Yizue dan Kai Zen VS Yi Xue dan Yi Xie!


__ADS_3

“A-aku ingin mengajukan pertarungan tim, dua vs dua. Ji-jika kau menolak maka aku akan pergi.” Aku mengatakan sesuai arahan Kai Zen.


“Apa karena kau takut kalah jadi kau mengajak temanmu? baiklah, aku akan mengikuti permainanmu. Aku setuju untuk dua vs dua!” ucap Yi Xue dengan yakin.


“Ternyata murid Yi Yizue mengajukan pertandingan dua vs dua dan diterima oleh murid Yi Xue! siapa kira-kira partner yang akan mereka undang?” Host menjadi tidak sabar melihat partner kami.


“Aku akan mengajak adikku, Yi Xie!” Yi Xue menatapku remeh.


“Apakah murid Yi Xie bersedia menjadi partner murid Yi Xue? jika bersedia silakan maju!” Host itu mengundang Yi Xie.


“Aku bersedia!” Yi Xie muncul dari kerumunan penonton dan masuk ke arena. Saat sampai di tengah arena pertandingan, dia menatapku dengan sinis.


“Mengapa kau tidak langsung menerima tantangan kakakku dan langsung menyerah? dasar merepotkan!” Yi Xie mengibaskan rambutnya.


“Biarkan saja, adik. Dia masih berharap menang. Hahahaha!” Ucap Yi Xue seraya tertawa.


“Kau benar, kak. Hahahaha!” Yi Xie juga ikut mentertawakanku. Dua bersaudari ini selalu menindasku di kediaman utama, lebih buruknya lagi mereka dibiarkan saja. Paman Alex yang melihatku selalu ditindas akhirnya membawaku meninggalkan kediaman utama. Dia adalah satu-satunya orang yang peduli kepadaku di kediaman itu.


“Karena murid Yi Xue sudah memilih partnernya. Mari kita lihat partner dari murid Yi Yizue.” Host itu mempersilahkanku untuk memilih partner.


“A-aku akan mengajak temanku, K-kai Zen!” Aku berusaha berteriak mengucapkan namanya agar didengar olehnya dan host.


“M-murid Kai Zen?” Host itu bertanya kepadaku seakan memastikan. Tidak hanya host itu yang tercengang, para penonton juga. Yi Xue dan Yi Xie terlihat terkejut mendengar namanya.


‘Sepertinya dia sudah menjadi Kuda Hitam kali ini!’ Aku tertawa pelan melihat ekspresi mereka.


“B-baiklah, a-apakah murid Kai Zen bersedia menjadi partner murid Yi Yizue? ji-jika bersedia silakan maju!” Host itu merasa enggan untuk mengatakannya. Mungkin dia tahu siapa yang akan menang jika Kai Zen ikut, pikirku.


“Aku bersedia!” jawab Kai Zen. Semua sorot mata tertuju pada Kai Zen saat dia berjalan ke arena pertandingan.


“Kita pasti menang, tenang saja!” dia tersenyum kepadaku saat sampai di arena.


“Ba-baiklah." Jawabku singkat.


“Pantas saja dia mengajukan pertandingan dua vs dua. Ternyata kau partnernya.” Ucap Yi Xue pada Kai Zen.


“Apakah kau tidak tahu rumor tentangnya?” tanya Yi Xie pada Kai Zen. Aku hanya bisa menggenggam erat tanganku menahan ucapan mereka.


‘Bagaimana jika Kai Zen pergi meninggalkanku saat dia mendengar rumornya? apakah dia akan tetap disampingku saat mendengar rumor tentangku? bagaimana ini?’ Aku ketakutan saat memikirkannya. Kesendirian yang selama ini kuajalani karena rumor itu, selalu menyendiri, dan tidak ada teman. Namun, hal itu sirna ketika Kai Zen datang menyelamatkanku. Dia bersedia menjadi temanku, seakan menjadi penerang dalam gelapnya dunia ini. Tetapi, bagaimana kalau dia mulai meninggalkanku karena rumor itu? apakah aku akan menyendiri lagi?

__ADS_1


“Rumor tetaplah rumor, hal itu tidak bisa menjadi instrumen penilaian terhadap seseorang. Hanya manusia bodoh yang menggunakan rumor sebagai instrumen penilaian terhadap orang lain. Lagipula, apa hubungannya pertandingan ini dengan rumor Yizue? jangan bilang kalian takut?” ucap Kai Zen berusaha memprovokasi musuh seraya berbalik badan dan tersenyum menenangkanku. Aku menjadi tenang karena ucapannya.


“Jangan dengarkan mereka, fokuslah pada pertandingan yang akan datang.” Ucap Kai Zen seraya berbalik membelakangiku.


“Kau bisa menjadi penyihir support, kan?” Kai Zen bertanya kepadaku.


“Pe-penyihir support adalah keahlianku!” Aku menjadi percaya diri.


“Baguslah, kau cukup berada di belakangku untuk fokus bertahan sambil memberiku sihir pendukung.” Kai Zen memberiku arahan.


“A-apakah aku tidak ikut menyerang?” tanyaku karena ingin ikut menyerang.


Kai Zen mencubit pipiku seraya mengatakan, “Jika kau ikut menyerang maka manamu akan cepat habis. Lalu, ketika manamu habis kau tidak akan bisa bertahan jika diserang oleh musuh.”


“Ba-baiklah, ba-aiklah! be-berhenti mencubit pipiku!” Aku memegang tangan Kai Zen untuk mencoba melepaskan cubitannya.


“Lucunya~” ucapnya seraya melepaskan cubitannya dariku.


“Heem!” Aku marah padanya.


“Hei, berhenti bermesraan di depan kami. Apakah kalian tidak menganggap kami?” ucap Yi Xue dengan nada kesal.


“Baiklah, mari kita mulai. Aku tidak akan bersikap lunak walaupun kalian perempuan.” Kai Zen berbalik memasang wajah serius.


‘Sepertinya akan dimulai.” Pikirku.


“Apakah kalian sudah siap untuk memulai?” Tanya host kepada keduabelah pihak.


“Ya!” Jawab kami serentak.


“Satu!”


“Dua!”


“Tiga, mulai!” Host berteriak dengan keras.


“S-sihir Air Tingkat Bumi Rendah: Dinding Tak Kasatmata!” Aku membuat dinding tembus pandang agar bisa melihat pergerakan Kai Zen.


“S-sihir Angin Tingkat Bumi Rendah: Kecepatan Angin!” setelah selesai membuat pertahanan, aku memberi buff pada Kai Zen.

__ADS_1


“Apakah kau pikir aku akan membiarkanmu mengaktifkan sihir sesuka hati? Sihir Petir Tingkat Bumi Rendah: Belut Listrik!” Yi Xie mengarahkan serangannya yang berbentuk belut kepadaku. Namun, serangannya gagal karena sihir pertahanan airku menghantarkan listriknya ke tempat lain.


“S-sihir Api Tingkat Bumi Rendah: Lingkaran Api!” tanpa pikir panjang aku langsung mengaktifkan sihir lainnya. Sihir kali ini bertujuan agar Yi Xie menjaga jarak dariku.


“Dasar kelas F rendahan! Sihir Angin Tingkat Bumi Tinggi: Pusaran Angin!” Yi Xie yang terbawa emosi langsung mengaktifkan sihir terkuatnya, seperempat mananya langsung habis.


“Ti-tidak!” Aku tidak bisa bertindak karena sihir yang dikeluarkan Yi Xie terlalu kuat.


‘Apakah aku akan kalah begini?’ ucapku dalam hati seraya memejamkan mata.


“Sihir Tanah Tingkat Bumi Menengah: Dinding Tak Tertembus!"


“Sihir Tanah Tingkat Bumi Menengah: Penjara Pasir!” Aku mendengar suara Kai Zen yang mengaktifkan dua sihir berturut-turut.


“K-kai?” Aku menatap wajahnya.


“Yo~ Jangan terlalu panik, aku selalu berada di dekatmu!” jawabnya seraya tersenyum kepadaku.


‘Lagi-lagi dia tersenyum. Setiap aku berada dalam masalah, senyumannya selalu memberiku ketenangan.’ Ucapku dalam hati.


“Berikan aku sihir pendukung di kedua tanganku, kali ini aku akan serius menyerang!” sebelum aku membalas senyumnya, dia sudah memberiku perintah.


‘Saat dia serius, dia terlihat keren!’ Aku mengabaikan perintah Kai Zen dan terbenam dalam pikiranku.


“Yizue, ini bukan saatnya untuk melamun!” Kai Zen menyadarkanku.


“Ah iya, ba-baik! Sihir Api Tingkat Bumi Rendah: Sarung Tangan Api!”


“S-sihir Air Tingkat Bumi Rendah: Sarung Tangan Air!” saking terkejutnya, aku mengaktifkan dua sihir sekaligus.


“Apa kau tidak apa-apa? mengapa kau begitu ceroboh?” Kai Zen bertanya keadaanku setelah diriku mengaktifkan dua sihir secara bersamaan.


“Ti-tidak a-apa - apa, Kai. Ka-kamu lanjutkan rencanamu sa-saja.” Aku terengah-engah kelelahan setelah mengaktifkan dua sihir secara bersamaan.


“Baiklah, kau tunggu disini dulu!” Kai Zen melubangi bagian belakang sihir pertahanan yang dia aktifkan dengan tinjunya.


“Waktunya melakukan serangan balik!” ucapnya seraya pergi meninggalkanku. Kemudian, Aku berusaha memulihkan diri di benteng pertahanan ini.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2