
“Apakah kau mengira bahwa aku tidak bisa terbang?”
Sebelum Kai Zen membalas perkataan Kitsune. Banjir Bandang sudah melahap sosok Kitsune dari depan Kai Zen. Seketika Kai Zen berkata dengan ekspresi dingin
“Masih saja sombong dalam keadaan seperti itu, dasar!”
Beberapa saat setelah Kitsune menghilang dari hadapan Kai Zen karena terkena banjir bandang. Kai Zen baru menyadari fakta yang dia lupakan.
‘Tunggu, Kitsune menggunakan tubuh Yizue. Berarti...’ batin Kai Zen
“Sial, seharusnya aku tidak terbawa emosi! aku harus—”
“Harus apa, nak?” terdengar suara Kitsune dari atas Kai Zen.
Kai Zen segera melihat ke atas. Dia terkejut melihat Kitsune yang mengambang di atasnya. Kitsune yang menyadari keterkejutan Kai Zen hanya tersenyum merendahkan seperti sebelumnya.
“Kami para roh sihir memiliki kemampuan bawaan untuk bergerak bebas di darat, udara, air, ataupun angkasa. Kau terlalu memandang rendah roh sihir, nak.” jelas Kitsune.
“Huh...untung saja kau tidak terhanyut oleh banjir itu. Jika tidak...Yizue akan dalam bahaya.” Ujar Kai Zen merasa lega. Dia tidak memedulikan penjelasan Kitsune.
“K—kau...” Kitsune menggenggam erat tangannya. Dia merasa kesal karena di abaikan Kai Zen.
“Bocah kurang ajar, aku akan serius padamu!”
WUSH!
“Rasakan!”
SRET!
Kitsune mencakar Kai Zen dengan cepat. Kai Zen hanya bisa menerima cakaran itu, dia tidak memiliki waktu untuk menghindar.
Wish!
Kai Zen segera terbang tinggi, dia mencoba menghindar dari pandangan Kitsune. Tetapi, usaha Kai Zen sia-sia.
“Apa kau pikir bisa menghilang dari pandanganku, nak?” ucap Kitsune yang telah berada di atas Kai Zen lagi.
“Oi, cakaranmu masih terasa sakit!” Kai Zen memegang tangan kiri yang habis di cakar Kitsune.
“Masa bodoh! aku tidak akan bersikap mudah lagi padamu!” ujar Kitsune tidak peduli.
SRET!
Kitsune mencoba mencakar Kai Zen di wajahnya, tetapi Kai Zen dengan cepat menghindari serangan Kitsune.
“Ugh...merepotkan!”
__ADS_1
“Tunggu sebentar, aku akan menyembuhkan luka dulu!” imbuh Kai Zen seraya terbang menjauh dari hadapan Kitsune.
“Jangan harap!” Kitsune segera mengejar Kai Zen.
Dengan kelihaian Kai Zen, dia dapat menghindari serangan Kitsune untuk beberapa saat sampai lukanya sembuh. Ketika luka Kai Zen sembuh, dia mulai menyerang balik Kitsune.
BUK!
Kai Zen akhirnya berhasil melayangkan satu pukulan ke perut Kitsune.
“Ma—maafkan aku, Yizue. Aku terpaksa melukai tubuhmu.” Ucap Kai Zen setelah memukul Kitsune.
“Ti—tidak apa!” jawab Yi Yizue dalam keadaan avatar jiwa, walaupun Kai Zen tidak bisa mendengar ucapan Yi Yizue. Tetapi, Yi Yizue tetap membalasnya.
“Uhuk...licik sekali kau, nak. Melancarkan pukulan saat aku mengejarmu dari belakang!” keluh Kitsune tidak terima.
“Seseorang mengatakan padaku bahwa dalam pertempuran tidak ada yang namanya saling menunggu. Kau lengah, kau mati!” ucap Kai Zen seraya tersenyum.
“Apa kau mengutip perkataan naga bodoh itu?” tanya Kitsune berusaha menstabilkan tubuhnya.
“Benar!”
“Apa kau setuju dengan ucapannya?”
“Aku se—”
BUKK!
‘Batalkan semua sihir!’ pikir Kai Zen. Seketika semua sihir yang digunakan Kai Zen menghilang. Sayap Kegelapan, Banjir Bandang, dan lainnya segera menghilang.
“Dia benar...kau adalah rubah licik Kitsune!” pekik Kai Zen.
“Kau sudah pasrah, nak? apa kau akan mati karena terjatuh dari ketinggian?” sindir Kitsune yang melihat Kai Zen dengan pasrah terjatuh dan membatalkan semua sihirnya.
“Aku sudah selesai bermain denganmu, sampai jumpa!” ucap Kai Zen seraya tersenyum.
“Apa maksudmu, nak?” Kitsune mencoba menanyakan kepastian dari ucapan Kai Zen.
Kai Zen yang masih dalam keadaan tersenyum hanya berkata, “Biarkan roh sihir melawan roh sihir!”
“Roh sihir melawan roh sihir?” ulang Kitsune dengan bingung.
‘Long Wang!’ batin Kai Zen memanggil Roh Sihirnya, dia memejamkan matanya.
“Dimengerti!” Long Wang segera menjawab sesaat dirinya membuka mata.
Wushhhh!
__ADS_1
Kai Zen yang sebelumnya pasrah terjatuh kini mulai mengambang di udara. Dia menegakkan tubuhnya. Membuka matanya dengan sorot mata penuh ketenangan. Aura hitam perlahan-lahan menyebar di tubuhnya.
“Ti—tidak mungkin!” Kitsune melihat perubahan Kai Zen dengan terkejut.
“Aku tidak akan membiarkan dia berubah sepenuhnya!”
Kitsune segera melesat cepat ke arah Kai Zen. Dia berusaha menggagalkan perubahan yang dilakukan Kai Zen. Namun, Kitsune sedikit terlambat.
BOOOOOOM!
Ledakan yang lumayan dahsyat terdengar dari tempat Kai Zen berdiri. Gelombang yang disebabkan ledakan itu membuat Kitsune terhempas mundur.
“Huff...Sudah terlambat!” Kitsune menghela napas kesal.
“Lama tidak bertemu, Kitsune!” ucap Kai Zen penuh wibawa, dia seakan bukan Kai Zen yang sebelumnya.
“Tch, berani sekali kau mengambil alih tubuh bocah itu! apa kau tidak khawatir membuat tubuhnya hancur karena menahan kekuatanmu yang sangat besar?” ujar Kitsune dengan malas.
“Aku tau batasan anak ini, kau hanyalah orang luar yang tidak tahu apa-apa.” Jawab Long Wang penuh wibawa.
“Sebelum kita lanjutkan, sepertinya penghalang yang kau pasang menjadi lemah karena gelombang yang ku sebabkan tadi. Apa kau tidak akan memperbaikinya dulu?” tanya Long Wang.
“Mengapa tidak kau ganti dengan penghalangmu saja? bukankah penghalangmu lebih kuat dariku?” Kitsune mengatakan dengan kesal.
“Yang kau katakan benar. Jadi, aku akan mengganti penghalangmu dengan penghalangku.” Long Wang menganggukkan kepala, dia menyetujui ucapan Kitsune.
“Ka—kau!” Kitsune terlihat marah ketika Long Wang dengan tenang menyetujui ucapannya.
“Ah, sudahlah! cepat kau ganti saja!” imbuh Kitsune pasrah.
“Sedang kulakukan...” jawab Long Wang.
“Jangan sampai dua tikus itu tahu!” Kitsune memberi peringatan kepada Long Wang.
“Aku paham.” Long Wang menganggukkan kepalanya.
Beberapa saat kemudian, Long Wang telah selesai memasang penghalang. Kitsune segera mengucapkan beberapa kata kepada Long Wang ketika dia selesai.
“Mengapa kau mengambil alih tubuh bocah itu? apa kau berpikir bahwa aku akan membunuhnya karena kau ada di dalam tubuh bocah itu?” tebak Kitsune dengan sedikit tertawa.
“Bukankah begitu? kau selalu menyimpan dendam padaku. Bahkan dulu saat kau masih bersama tuanmu, Heavenly Beauty. Kalian selalu mengejarku walaupun aku tidak melakukan apapun.” Jawab Long Wang penuh keyakinan.
“Mana mungkin aku bertindak sekejam itu! kau salah paham dasar naga bodoh! dan apa-apaan kau menuduh diriku dan tuanku sebelumnya berusaha mengejarmu!” Kitsune tidak menyangka tebakan yang dia ucapkan sembarangan ternyata sebuah kebenaran.
“Lalu, mengapa kau dan tuanmu dulu mengejarku selama bertahun-tahun? bahkan mencoba menyerangku dari belakang saat mengejarku. Andaikan aku tidak ahli dalam menyobek ruang, aku akan terluka parah melawan kalian!” jelas Long Wang.
“Aku dan Heavenly Beauty hanya ingin bertanya kepadamu tentang beberapa masalah. Karena kau terus menghindar maka kami menyerangmu dari belakang agar kau berhenti. Kau paham?”
__ADS_1
“Lupakan saja kejadian masa lalu. Aku tidak ingin membahasnya lagi. Ngomong-ngomong, dimana Heavenly Beauty. Mengapa kau berganti tuan?”
Bersambung