
“Baiklah, begitu juga tidak masalah!” Guo Yan sangat senang mendengar persetujuan Zhuo Fang. Sepertinya kejadian ini sesuai dengan yang diharapkan Guo Yan.
“Kalian akan ikut pertandingan dua vs dua jadinya?” Kai Zen bertanya memastikan.
“Benar, sudah diputuskan!” Guo Yan menjawab dengan senang, Zhuo Fang hanya mengangguk.
“Se-semangat!” Yi Yizue memberikan semangat walaupun terlalu cepat.
“Kalian berencana melawan siapa? mencari lawan adalah bagian yang lumayan sulit!” ujar Kai Zen.
“Hee, kata siapa sulit? bukannya itu mudah?” Zhuo Fang menentang ucapan Kai Zen.
“Jangan bilang kau ingin melawan mereka?” Kai Zen menatap Zhuo Fang serius.
“Kau benar!” jawab Zhuo Fang seraya menatap Kai Zen balik.
“Huh, terserah padamu. Aku berharap kemenangan, Zhuo Fang!” Kai Zen menghela napas seraya mengalihkan pandangannya dari Zhuo Fang.
“Aku yakin menang!” ucap Zhuo Fang dengan percaya diri. Entah berasal dari mana kepercayaan dirinya.
“Sebenarnya siapa yang kalian bahas? mereka siapa?” Guo Yan yang mendengarkan percakapan Kai Zen dan Zhuo Fang merasa penasaran, dia pun bertanya.
“Se-sepertinya mereka membicarakan Dai Ruo Ruo dan Shi Yongzhen, benar?” Yi Yizue menjawab pertanyaan Guo Yan dengan tebakannya sembari menatap Kai Zen.
Kai Zen yang menyadari tatapan Yi Yizue segera menanggapi tebakannya, “Tepat, yang kami bicarakan adalah mereka!”
“Kita akan melawan mereka?” Guo Yan bertanya kepada Zhuo Fang sembari menatap matanya.
Zhuo Fang yang menyadari tatapan Guo Yan segera menatapnya juga. Kemudian, dia berkata dengan nada tantangan, “Apakah kau takut?”
“Aku takut? kau pasti bercanda! aku justru menantikan pertandingannya!” Guo Yan menanggapi dengan percaya diri, seperti yang dilakukan Zhuo Fang tadi.
“Entah kenapa aku merasa familiar dengan adegan ini, benar kan Yizue?” Kai Zen merasa familiar dengan pemandangan tersebut.
“Bu-bukankah ini sama sepertimu, K-kai?” ucap Yi Yizue sembari tertawa kecil.
“Huh, mana mungkin aku seperti itu?” Kai Zen menyangkalnya.
“Ka-kau mana mungkin menyadarinya, o-orang lain yang lebih tahu!” Yi Yizue menolak sangkalan Kai Zen.
“Baiklah, jika itu yang Yizue katakan, pasti tidak berbohong.” Kai Zen tersenyum menatap Yi Yizue.
“K-kai, mau jalan berdua?” entah apa yang terjadi, Yi Yizue tiba-tiba mengajak Kai Zen jalan berdua.
“Sekarang?” tanya Kai Zen yang masih menatap Yi Yizue.
“I-iya, lagipula sudah tidak ada yang dibahas lagi kan?” jawab Yi Yizue.
__ADS_1
“Sepertinya tidak, baiklah aku setuju. Mari bilang pada Guo Yan dan Zhuo Fang dulu.
“Hei, kalian berdua!“ panggil Kai Zen kepada Guo Yan dan Zhuo Fang yang tengah asik berbincang.
“Ah, maaf-maaf, kami asik mengobrol berdua.” Zhuo Fang malah meminta maaf.
“Itu terserah kalian mau berbuat apa, aku hanya ingin pamit pergi bersama Yizue. Kami akan berjalan berdua sampai jam pulang nanti.” Kai Zen langsung mengatakan tujuannya.
“Jadi, setelah ini kita tidak berkumpul lagi?” Guo Yan mengarahkan pertanyaan pada Yi Yizue.
“Ya-ya, a-ada yang ingin ku bahas dengan Kai Zen. Ma-maaf!” jawab Yi Yizue sungkan.
“Ah, karena ini kemauan kalian, kami tidak akan ikut campur.” Ucap Guo Yan setelah mendengar jawaban Yi Yizue.
“Kalau begitu kami pergi dulu, sampai jumpa besok!” Kai Zen mulai beranjak pergi, Yi Yizue mengikuti di sampingnya.
“Sa-sampai jumpa!” ucapnya sembari melambai ke arah Guo Yan. Guo Yan melambai balik ke arah Yi Yizue.
“Nikmati waktu kalian~” teriak Zhuo Fang. Namun, Kai Zen dan Yi Yizue tidak menanggapinya, mereka langsung cepat berjalan pergi setelah mendengar teriakan Zhuo Fang. Seakan mereka sudah mengira akan bahaya yang akan datang.
“Tolong jangan berisik di perpustakaan!“ lagi-lagi suara itu terdengar. Zhuo Fang terkejut seraya menutup mulutnya.
“Besar juga nyalimu, berani berteriak lagi di perpustakaan.” Sindir Guo Yan.
“A-aku lupa kejadian kemarin!” jawab Zhuo Fang menenangkan diri.
“Huh? apa mereka sudah mengira jika akan ditegur?” Zhuo Fang memahami petunjuk Guo Yan.
“Tentu saja mereka tahu, makanya mereka buru-buru pergi tanpa menjawab.” Guo Yan tertawa kecil.
“Pantas saja!” jawab Zhuo Fang seakan mengerti.
“Ngomong-ngomong, apa yang akan mereka bahas? apa kau memiliki tebakan, Zhuo Fang?” Guo Yan yang penasaran dengan apa yang akan dibahas oleh Kai Zen dan Yi Yizue mencoba bertanya tebakan Zhuo Fang.
“Entahlah, lagipula untuk apa kita mengetahuinya?” jawab Zhuo Fang tidak peduli.
“Dasar laki-laki!” cetus Guo Yan.
“Lho, apa hubungannya dengan jenis kelamin?” ucap Zhuo Fang tidak mengerti.
“Hah, lupakan saja!” Guo Yan memalingkan wajahnya dari Zhuo Fang.
“Kenapa aku seperti yang bersalah?” gumam Zhuo Fang lirih. Suasana diantara mereka langsung sunyi seketika. Untuk menghilangkan kesunyian, Zhuo Fang memberi beberapa pertanyaan pada Guo Yan.
“Kau tahu kenapa aku memilih melawan Dai Ruo Ruo dan Shi Yongzhen?” Zhuo Fang memberikan pertanyaan kepada Guo Yan.
“Untuk mengembalikan martabatmu atau martabat keluargamu?” jawab Guo Yan seraya memastikan jawabannya.
__ADS_1
“Itu juga salah satunya, tapi bukan itu jawaban yang aku inginkan.“ Ucap Zhuo Fang memastikan jawaban Guo Yan.
“Hmm, karena mereka musuh keluargamu?” Guo Yan mulai menujukan wajahnya pada Zhuo Fang.
“Sedikit benar, tapi bukan itu hal utama aku menantang mereka.” Jawab Zhuo Fang memastikan jawaban Guo Yan lagi.
“Kenapa kau tidak langsung memberitahuku saja?” Guo Yan menatap Zhuo Fang.
“Kau sudah menyerah untuk menjawab?” ucap Zhuo Fang seraya menatap Guo Yan juga.
“Aku menyerah!” tegas Guo Yan.
“Baiklah, baiklah, tenang Guo Yan.” Zhuo Fang menenangkan Guo Yan.
“Sebenarnya alasan utama aku ingin menantang mereka karena saudara perempuanku, Zhuo Qing!” Zhuo Fang memalingkan wajahnya ke depan seraya menggenggam erat tangannya.
“Kau memiliki saudara perempuan? apa dia saudara kandungmu?” tanya Guo Yan penasaran.
“Ya, dia saudara kandungku.” Jawab Zhuo Fang.
“Oh, baiklah. Lanjutkan saja ceritamu.” Setelah mendengar jawaban Zhuo Fang. Guo Yan menyuruh melanjutkan ceritanya.
“Insiden ini terjadi setelah kekalahan Shi Yongzhen melawan Song Zhiqing, dia yang marah karena kekalahannya mendekati adikku yang kala itu sedang di luar menatap bintang sendiri. Lalu-” Sebelum Zhuo Fang menyelesaikan kata-katanya, Guo Yan menyela.
“Tunggu, jadi insiden Shi Yongzhen yang merebut tunangan Song Zhiqing itu terjadi di acara yang sama dengan insiden adikmu?” tanya Guo Yan memastikan.
“Iya, itu acara pertemuan rutin setiap tahun yang di selenggarakan oleh lima keluarga besar Kota Sky Blue. Shi Yongzhen yang ingin merebut tunangan Song Zhiqing, Song Zhiqing yang tidak terima lalu mengajaknya berduel, kekalahan Shi Yongzhen dalam duel itu, hingga insiden adikku...” jawab Zhuo Fang sedih.
“Ehmm, Tadi seharusnya kau ceritakan lebih detail saat bersama Kai Zen dan Yizue.” Guo Yan mengurungkan niat marahnya ketika melihat Zhuo Fang bersedih mengucapkan insiden adiknya.
“Maaf, aku terkadang lupa untuk menceritakan detail kejadiannya.” Zhuo Fang meminta maaf sembari memasang wajah sedih.
“Iya, lanjutkan saja ceritamu.” Guo Yan memaklumi sikap Zhuo Fang.
“Baik, akan aku lanjutkan. Lalu, dia merobek pakaian adikku seperti orang gila seraya berkata, "Jika aku tidak bisa mendapatkan Mu Yuan Yuan, setidaknya aku dapat mencicipi gadis yang cantik ini!", adikku mencoba melawannya namun tidak bisa. Saat dia bersiap melakukan hal yang melawati batas terhadap adikku, adikku menampar wajahnya kemudian mendorong tubuh Shi Yongzhen menjauh. Agar dirinya tidak ternodai, adikku mencakar wajahnya hingga berdarah-darah. Shi Yongzhen yang melihat itu ketakutan lalu pergi. Aku baru menyadari hal itu saat adikku sudah menangis, darah dan air mata jatuh dari wajahnya. Kemudian, aku membawa dirinya ke keluarga seraya melaporkannya.” Zhuo Fang melanjutkan ceritanya.
“Apa sikap yang di ambil keluargamu?” tanya Guo Yan.
“Mereka meminta pertanggungjawaban dari Keluarga Shi. Lalu, Keluarga Shi hanya membawakan satu orang dokter untuk menyembuhkan adikku. Namun, dokter itu gagal mengobati luka adikku. Lebih parahnya lagi, luka adikku malah semakin parah, muncul bau tidak sedap di wajahnya. Sial!” Zhuo Fang mengumpat kesal.
“Karena tidak mendapat pertanggungjawaban yang layak, Keluarga Zhuo ku pergi dari kediaman mereka. Kepala Keluarga Zhuo mengatakan sesuatu padaku sambil berjalan pergi, "Ingat penghinaan ini, balas dendamlah dengan kekuatanmu sendiri! keluarga tidak bisa membantumu lebih jauh karena perbuatan ini tidak mengancam kedudukan keluarga kita!", lalu kami pun pergi. Semenjak itu, adikku tidak pernah keluar rumah. Aku sangat menyesal karena diriku tidak ada di sisinya waktu itu, jika ada mungkin dia tidak seperti sekarang. Bukankah aku sangat tidak berguna, Guo Yan?” Zhuo Fang meneteskan air matanya.
Guo Yan yang melihat Zhuo Fang menangis segera memeluknya sembari mengelus kepalanya, “Tidak, kau tidak salah. Jangan menyalahkan dirimu terus! Jangan menangis!”
“Besok, mari hajar Shi Yongzhen hingga dia mengharapkan mati daripada hidup!” bisik Guo Yan setelah Zhuo Fang sedikit tenang. Kemudian, Zhuo Fang terus bercerita tentang adiknya hingga terkadang dia menangis lagi, Guo Yan tetap berada di sisinya sembari mengelus kepalanya dengan lembut, berharap Zhuo Fang mendapatkan ketenangan.
Bersambung
__ADS_1