Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Meninggalkan Alam Bawah Sadar Yi Yizue! Alam Bawah Sadar Kai Zen!


__ADS_3

‘Bagaimana aku membersihkan kekacauan ini?‘ pikir Kai Zen kecil di dalam hati, dia terlihat kebingungan.


Setelah sihir apinya mereda, Kai Zen kecil mulai membersihkan jejak pertarungannya. Mula-mula, dia mengeluarkan sihir angin untuk menyapu sisa-sisa sampah yang tidak hangus terbakar. Lalu, membenahi sususan tanah yang rusak dengan sihir tanah. Terakhir, mengeluarkan sihir tumbuhan agar terlihat seperti sebelumnya.


‘Selesai, saatnya melihat teratai itu! ’ ucap Kai Zen dalam hati.


Kai Zen segera melihat-lihat teratai tersebut melalui berbagai sudut pandang. Setelah puas memandang teratai itu, Kai Zen berkata dalam hati, ‘Apa kegunaan teratai ini? dari tadi aku tidak menyadari kegunaannya!“


Tidak lama kemudian, teratai itu terbang ke arah kepala Kai Zen. Kai Zen yang tidak menyadari pergerakan teratai tersebut hanya bisa pasrah menerimanya. Akhirnya, teratai itu berhasil masuk ke alam bawah sadar Kai Zen kecil.


“Mengapa teratai ini masuk ke alam bawah sadarku? mungkinkah teratai iini adalah harta tipe jiwa?” Kai Zen kecil berbicara sendiri, tanpa berpikir lama dia juga ikut masuk ke alam bawah sadarnya.


Di alam bawah sadar Kai Zen kecil, teratai itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Kai Zen kecil terpukau melihat pemandangan itu, lalu dia berkata dalam hati, ‘Apakah mungkin teratai itu dapat menerangi seluruh alam bawah sadarku yang gelap gulita ini?’


Namun, harapan Kai Zen langsung sirna ketika cahaya dari teratai tersebut berhenti menyinari setengah bagian lainnya. ‘Tidak apa, Kai Zen. Begini lebih baik daripada tidak sama sekali!’ ucap Kai Zen memberi semangat pada dirinya sendiri di dalam hati.


Berharap bisa menemukan roh sihir yang ada di dalam dirinya, Kai Zen kecil mulai menjelajahi tempat yang telah terang karena sinar teratai tersebut. Lagi-lagi harapan Kai Zen sirna, Dia tidak melihat sosok roh sihir miliknya setelah mengelilingi semua bagian yang telah terang.


“Berarti dia ada di setengah bagian yang sangat gelap itu, aku akan mencarinya lain waktu!” Kai Zen tersenyum, dia mencoba menahan kekecewaannya.


Ketika Kai Zen kembali melihat teratai tersebut, tepat di atas teratai itu terdapat tulisan "Teratai Penghangat Jiwa". “Teratai Penghangat Jiwa?” ucapnya setelah melihat tulisan itu.


‘Lain waktu aku akan mencari informasi tentang Teratai Penghangat Jiwa ini, kali ini mari sudahi dulu!’ kemudian Kai Zen pergi keluar dari alam bawah sadarnya. Dia segera kembali ke rumah agar Kak Fex tidak memarahinya.


“K-kai!"


“K-kai!”


“K-kai Zen!”


“Y-ya? apa?”


Kai Zen yang melamun mengingat kejadian saat pertama kali dia mendapatkan Teratai Penghangat Jiwa kini mulai tersadar karena Yi Yizue memanggilnya.

__ADS_1


“A-apa yang kau pikirkan, Kai?” tanya Yizue sedikit khawatir.


“Bukan apa-apa,”


“Jadi, apa urusanmu dengan Kitsune sudah selesai?” tanya Kai Zen.


“Su-sudah, mari kita pergi.” Ajak Yi Yizue.


“Baiklah.” Kai Zen mengangguk.


Ketika mereka ingin kembali ke dunia nyata, Kitsune mengingatkan Kai Zen tentang peringatannya.


“Ingat peringatanku, bocah!” teriak Kitsune.


“Aku mengingatnya.” Jawab Kai Zen. Kemudian, Kai Zen dan Yi Yizue meninggalkan alam bawah sadar, mereka kembali ke dunia nyata. Sesaat sudah kembali ke dunia nyata, Kai Zen dan Yi Yizue dengan cepat menjauhkan dahi mereka yang bersentuhan dan melepas genggaman tangan mereka. Wajah Yi Yizue terlihat merah padam, dia sangat malu. Sedangkan, Kai Zen tetap mempertahankan wibawanya, walaupun di dalam hati dia sangat berbunga-bunga.


“Te-terima kasih, K-kai.” Ucap Yi Yizue malu, dia menatap bawah agar wajahnya yang memerah tidak kelihatan.


“Sama-sama.” Jawab Kai Zen tetap tenang. Setelah percakapan itu, suasana di antara mereka menjadi canggung.


“Se-sebenarnya aku ingin tahu, tetapi itu terserah padamu, K-kai.” Jawab Yi Yizue yang mulai menegakkan kepalanya.


“Mari, Aku tunjukkan padamu bagaimana wujud nyata teratai itu!” Kai Zen mengulurkan tangannya.


“Ba-bagaimana caranya?” tanya Yi Yizue penasaran.


“Kau hanya perlu menggenggam tanganku, lalu serahkan semuanya padaku!” jawab Kai Zen dengan bangga.


“Ba-baiklah.” Yi Yizue menyetujuinya. Dia pun menerima uluran tangan Kai Zen. Kemudian, mereka berdua telah sampai di sebuah alam bawah sadar. Bukan milik Yi Yizue, melainkan milik Kai Zen.


“Dimana ini?” tanya Yi Yizue dengan kebingungan.


“Selamat datang di alam bawah sadarku, Yizue!” Kai Zen tersenyum menatap Yi Yizue.

__ADS_1


Bukannya kagum, Yi Yizue justru menanyakan hal tak terduga, “Ja-jadi, membawa seseorang masuk ke alam bawah sadar milik sendiri tidak harus menempelkan dahi mereka?” tanya Yizue mengingat kejadian saat dia membawa Kai Zen ke alam bawah sadarnya.


“I-itu karena keadaan khusus, Yizue. Percayalah padaku! sebenarnya ada banyak cara untuk membawa seseorang masuk ke alam bawah sadar milik sendiri, namun yang paling aman bagi pemula adalah seperti yang kita lakukan tadi saat masuk ke alam bawah sadarmu.” Kai Zen mencoba membenarkan caranya.


“T-tidak apa-apa, Kai. A-aku hanya asal bertanya.” Yi Yizue mencoba menenangkan Kai Zen yang salah paham akan maksudnya.


“Ah, baiklah.” Kai Zen menghela napas lega. Kemudian dia lanjut menjelaskan situasi alam bawah sadarnya kepada Yi Yizue.


“Coba kau lihat, ada yang gelap ada yang terang, bukan?”


“I-iya, apakah milikmu seunik ini, K-kai?” tanya Yi Yizue penasaran.


“Sebenarnya alam bawah sadarku sangat gelap, namun...” Kai Zen menggenggam erat tangan Yi Yizue, lalu menggunakan teleportasi untuk membawanya ke suatu tempat.


“Setengah kegelapan menghilang karena sinar teratai ini, Teratai Penghangat Jiwa!” Kai Zen melanjutkan perkataannya yang sebelumnya.


Yi Yizue yang terpukau melihat wujud asli Teratai Penghangat Jiwa, ‘Begitu indah,’ pikirnya dalam hati.


“Du-dulu sebelum ada Teratai Penghangat Jiwa, a-apakah alam bawah sadarmu gelap semua, Kai?”


“Ya, sangat gelap! setelah mendapatkan teratai ini barulah setengah wilayah alam bawah sadarku menjadi terang." jawab Kai Zen menjelaskan.


“A-apakah kamu yang menulis tulisan 'Teratai Penghangat Jiwa' tepat di atas teratai itu, Kai?”


“Tidak, itu muncul sendiri." Jawab Kai Zen singkat. Kemudian Yi Yizue mengajukan beberapa pertanyaan pada Kai Zen, Kai Zen dengan senang hati menjawab jujur pertanyaan dari Yi Yizue. Lalu, Yi Yizue menanyakan sebuah pertanyaan yang bisa dianggap berani.


“Bi-bisakah kau membawaku ke tempat yang gelap di wilayah alam bawah sadarmu, K-kai?” pinta Yi Yizue yang tidak tahu betapa gelapnya tempat itu.


“Apa kau yakin, Yizue?” Kai Zen menyetujui permintaannya, tetapi dia meminta konfirmasi kembali kepada Yi Yizue.


“A-aku yakin!" Yi Yizue yang dibutakan rasa penasaran mengkonfirmasi permintaannya.


“Baiklah.” Kai Zen mengangguk paham akan permintaan Yi Yizue. Dia pun segera menggenggam erat tangan Yi Yizue, lalu membawanya ke tempat yang gelap di alam bawah sadarnya menggunakan teleportasi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2