Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Guo Yan Sekarat! Kemarahan Zhuo Fang!


__ADS_3

“Aku kecewa padamu, Zhuo Fang!”


Guo Yan membelakangi Zhuo Fang sembari berjalan menjauh darinya, dia menatap musuhnya dengan sorot mata tajam. Golem-golem yang melihat Guo Yan mendekat ke arah tuan mereka, Shi Yongzhen. Segera menghadangnya.


“Pedang Wisteria, muncullah!” gumam Guo Yan pelan. Pedang Wisteria yang di panggil Guo Yan saat ini telah berkamuflase menjadi pedang es yang tadi dia pakai, tetapi potensi dari pedang ini menjadi terbatas.


SING! SING! SING! SING! SING!


Guo Yan menebas satu golem yang mencoba menghadangnya. Dalam lima tebasan yang dilancarkan Guo Yan, dia dapat menghancurkan Golem tersebut dengan mudah. Lalu, dia menatap Shi Yongzhen dengan matanya yang telah berubah hitam legam.


“Hikk.” Shi Yongzhen merasa terintimidasi ketika melihat matanya.


“Da-dasar wanita sialan, berani-beraninya kau menatapku seperti itu. Semua golem yang tersisa segera maju dan hancurkan wanita itu!” teriak Shi Yongzhen dengan panik.


“Apa kau masih kuat, Ruo Ruo?” setelah memberi perintah kepada semua golemnya, dia menanyakan keadaan Dai Ruo Ruo dengan khawatir.


“A-aku masih kuat.” Jawabnya pelan.


“Bisakah kau...” Shi Yongzhen membisikkan rencananya. Beberapa saat setelah Shi Yongzhen membisikkan rencananya, Dai Ruo Ruo menyetujuinya.


“Baiklah,”


Sementara itu, Guo Yan sedang berusaha mati-matian untuk menghindari segerombolan golem yang menyerangnya. Dia mencoba menggunakan gerakan yang sebelumnya, tapi golem-golem tersebut selalu mengganggunya.


‘Sial, jika begini terus aku tidak akan bisa menggunakan gerakan itu!’ batin Guo Yan dalam hati. Kemudian, dia berlari menjauh dari para golem.


“Sihir Es Tingkat Bumi Rendah: Benteng Es!”


Setelah membuat jarak lumayan jauh dari para golem tersebut, Guo Yan mengaktifkan sihir pertahanan di depannya. Namun, sihir itu hanya mencakup sebagian kecil bagian depan, para golem bisa memutarinya jika tidak mau menghancurkannya. Namun, para golem memilih menghancurkan benteng tersebut.


SING! SING! SING! SING! SING!


Alhasil, satu golem hancur lagi oleh Guo Yan hanya dengan lima tebasan. Guo Yan segera berlari mundur lagi dengan cepat dan mengaktifkan sihir yang sebelumnya.


“Sihir Es Tingkat Bumi Rendah: Benteng Es!”


“Apa kau kira aku bodoh hingga bisa terjebak lagi di jebakan yang sama? jangan hancurkan benteng itu, putari saja!” Shi Yongzhen meneriakkan perintahnya pada golem yang telah dia panggil.


Para golem mematuhi perintahnya dan segera memutari benteng tersebut, dua dari kanan dan satu dari kiri.


ZHINGGGGGGGGGGGGGGG!


Kali ini bukan lima tebasan yang digunakan Guo Yan, melainkan hanya satu tebasan memutar 360°. Dengan tebasan itu, dua golem yang mengepungnya dan benteng es yang dibuat Guo Yan seketika langsung terbelah menjadi dua bagian. Host dan para penonton yang melihat itu bersorak tidak percaya.


“Sial, dua golem hancur dengan lima tebasan dan dua lagi hancur hanya dengan satu tebasan? apa kau bercanda?”


“Apakah dia beneran Kelas F? bukankah kekuatan yang dia tampilkan setidaknya Kelas A?”

__ADS_1


“Ada yang salah dengan murid ini!”


Satu per satu penonton mulai menaruh penilaian tinggi terhadap Guo Yan. Tidak sedikit dari mereka yang menebak bahwa Guo Yan memalsukan hasil ujiannya. Untuk mencari tahu kebenaran, host menanyakan perihal ujian masuk Guo Yan terhadap para penguji yang menilai Guo Yan. Lalu, dia segera memperjelas kebenarannya kepada para murid.


“Murid Guo Yan memang memiliki nilai berpedang yang tinggi para murid sekalian, tetapi dia ditempatkan di Kelas F karena kapasitas mananya yang sangat rendah dari rata-rata penyihir. Seharusnya dia tidak diterima di Akademi Satu karena masalah mananya, namun dia mendapat kesempatan diterima karena bakatnya terhadap pedang sangat tinggi, jadi apa kalian paham?” ujar host memberi penjelasan.


“Jadi, bisa juga diterima karena bakat pedangnya yang tinggi?”


“Aku baru tahu jika manamu rendah, tapi memiliki bakat yang tinggi pada suatu hal, kau masih bisa diterima di Akademi Satu!”


“Ini adalah hal yang belum diketahui banyak orang, aku harus membuat artikel tentang informasi ini dan menyebarkannya ke internet!”


Berbagai tanggapan dari penjelasan host mulai banyak terdengar, mereka bahkan ada yang baru mengetahui tentang informasi yang disampaikan. Kebanyakan murid setuju tentang informasi tersebut, tapi ada juga sebagian kecil yang tidak setuju. Mereka yang tidak setuju bukan mengacu pada hal negatif seperti tidak terima bahwa Guo Yan bisa masuk Akademi Satu dengan bakatnya. Justru malah sebaliknya, mereka malah tidak terima karena bakat yang ditunjukkan Guo Yan sangat besar, cukup untuk dirinya masuk ke Kelas A, bukan kelas F. Ditengah-tengah kericuhan yang terjadi, Guo Yan terbatuk setelah melancarkan tebasan memutar.


“Uhuk, uhuk, uhuk!” Guo Yan menutup mulutnya dengan salah satu tangan saat terbatuk. Disaat dia melihat tangannya, ada beberapa darah di tangannya.


“Hoeek!” seketika Guo Yan muntah darah setelah menyadari hal tersebut. Para penonton yang melihat itu berteriak histeris, khususnya perempuan. Sebagian laki-laki hanya diam menatapnya penuh rasa iba.


‘Pantas saja dia tidak masuk kelas A. Walaupun bakat pedangnya tinggi, tapi kapasitas mananya rendah. Hanya mengeluarkan sedikit kemampuan, dia langsung muntah darah. Kasihan sekali wanita ini.’


‘Mengapa partner laki-lakinya masih terdiam, apakah dia tidak menyadarinya? ah, rasanya aku ingin memukulnya!’


‘Lebih baik menyerah daripada kehilangan nyawa.’


Beberapa penonton membatin dalam hati mereka. Penilaian tinggi yang sebelumnya perlahan-lahan mulai berkurang setelah melihat keadaan Guo Yan yang sekarang, mereka menjadi tahu alasan di balik Guo Yan yang ditempatkan di Kelas F. Host yang melihat keadaan Guo Yan menawarinya untuk menyerah.


“Tidak, saya masih ingin melan-”


WUSH!


Sebelum Guo Yan menyelesaikan perkataannya, golem milik Shi Yongzhen segera meninjunya. Untung saja reflek Guo Yan sangat cepat hingga dia bisa menghadapi tinju tersebut dengan pedangnya.


“Masih ada satu golem di dekatmu, apa kau lupa?” tatap Shi Yongzhen dengan senyum liciknya. Penonton yang melihat itu merasa jijik padanya, tidak sedikit yang mengutuk perbuatan Shi Yongzhen.


“Murid Shi Yongzhen!”


“Dia tidak menyerah dan masih ingin melanjutkannya, bukan begitu Guo Yan?” bentak Shi Yongzhen sembari menatap Guo Yan.


“Ya, aku tidak akan kalah melawan sampah seperti mu!” Guo Yan menatap balik Shi Yongzhen walau keadaannya tidak baik-baik saja saat ini. Kemudian, mereka mulai bertanding lagi. Host hanya bisa melihat itu dengan pasrah karena Guo Yan menolak untuk menyerah.


Pertandingan mereka di mulai lagi, satu golem yang tersisa milik Shi Yongzhen segera bergerak cepat ke arah Guo Yan. Guo Yan yang menyadari itu segera mengambil posisi untuk menebasnya, saat Golem telah sampai ke jangkauannya. Dia segera menghunuskan pedangnya ke arah golem tersebut.


ZHING!


Dengan satu tebasan, golem itu terbelah menjadi dua bagian. Ketika Guo Yan menegakkan kepalanya, dia melihat Shi Yongzhen berlari ke arahnya membawa sebuah tombak yang terbuat dari tanah. Kemudian, Shi Yongzhen melemparkan tombak itu ke arah Guo Yan.


‘Bahaya!‘ batin Guo Yan seraya melompat mundur untuk mempersiapkan sihir pertahanan. Namun, rencana tidak selalu berjalan sesuai pikiran.

__ADS_1


JLEB!


Dari belakang, muncul sebuah akar pohon tajam yang menembus punggung Guo Yan hingga ke perut.


JLEB!


Sedangkan dari depan, tombak yang dilemparkan Shi Yongzhen menembus dada kirinya, beberapa inci lagi mengenai jantung Guo Yan. Dua serangan tersebut menghilang setelah mengenai Guo Yan, lalu dia terkapar jatuh ke tanah.


‘Tidak kusangka mereka berani membunuh murid di dalam akademi. Aku terlalu ceroboh!’ pikir Guo Yan dengan badannya yang terkapar lemas.


‘Apakah ini akhir ku?’ ucap Guo Yan dalam hati sebelum dia memejamkan matanya.


Para penonton berteriak ketika melihat adegan Shi Yongzhen yang menyerang Guo Yan dengan kejam. Mereka tidak menyangka Shi Yongzhen berani melakukan hal seperti itu di dalam Akademi Satu. Ketika host ingin menghentikan pertandingan, tiba-tiba seorang laki-laki dari bangku penonton meneriakkan beberapa kalimat ke arah lapangan arena menggunakan sihir pengeras suara.


“BANGUNLAH, ZHUO FANG! GUO YAN SEKARAT!”


Zhuo Fang yang dari tadi terdiam tiba-tiba membuka matanya setelah mendengar teriakan itu. Kemudian, dia melihat ke kanan dan ke kiri untuk melihat situasi. Betapa terkejutnya Zhuo Fang ketika dia melihat keadaan Guo Yan yang telah terkapar di tanah dengan darah berceceran. Zhuo Fang perlahan-lahan mendekati Guo Yan yang terkapar di tanah.


“A-apa yang terjadi kepada Guo Yan?”


“Mengapa ada banyak darah?”


“Ma-maafkan aku, Guo Yan!”


Zhuo Fang mengatakannya dengan sedih, dia mengelus-elus kepala Guo Yan dengan pelan. Dia menatapnya dengan perasaan bersalah. Lalu, segera memeluknya dengan erat.


“Aku akan membalaskan dendammu! aku akan membalaskan dendammu!” Zhuo Fang terus mengulangi kalimat itu.


BADUM! BADUM! BADUM!


Jantung Zhuo Fang berdetak semakin kencang, lalu muncul aura emas disekitar Zhuo Fang. Aura itu lama-kelamaan berubah menjadi api. Beberapa saat setelah api muncul dari tubuh Zhuo Fang, tiba-tiba tubuh Guo Yan juga mengeluarkan sebuah aura biru. Sama seperti milik Zhuo Fang, aura miliki Guo Yan lama-kelamaan berubah menjadi api berwarna biru. Sebenarnya Zhuo Fang dan Guo Yan tidak mengeluarkan api, hanya saja aura mereka yang berkobar mirip seperti api.


Para penonton yang melihat itu merasa heran dengan aura yang dikeluarkan Zhuo Fang dan Guo Yan, namun mereka lebih memilih diam karena keadaan yang tegang saat ini tidak cocok untuk keributan. Perlahan-lahan luka yang diterima Guo Yan pulih, tapi Zhuo Fang masih dalam keadaan hilang kendali dan tidak menyadari hal tersebut.


“Aku akan membalaskan dendammu, permaisuriku!” ucap Zhuo Fang yang kehilangan kendali, dia berjalan ke pinggir dan menaruh Guo Yan disana. Tidak lupa dia mengaktifkan sihir pelindung untuknya. Kemudian, dia berjalan ke arah Shi Yongzhen dengan tatapan dingin.


“Kau yang membuat permaisuriku terluka?” tanya Zhuo Fang ketika sampai beberapa meter di depan Shi Yongzhen.


“Permaisuri siapa? kalau maksudmu adalah wanita liar itu, memang aku lah yang-”


BAK!


Sebuah pukulan melesat cepat menghantam wajah Shi Yongzhen hingga dia terpental menabrak tembok arena.


“Tong kosong nyaring bunyinya, lemah!”


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2