Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Beradu Teknik Pedang!


__ADS_3

“Haruskah kita melanjutkan pertarungan ini?”


‘Apa yang kau katakan, nak? tentu saja kau harus bertarung lagi dan menghajar roh sihir itu hingga babak belur. Apa kau tidak mengingat ucapanku sebelumnya?’ Long Wang menanggapi keputusan Kai Zen, dia tidak terima mendengar hal tersebut.


“Tentu saja kita harus melanjutkan pertarungan ini, berhenti di tengah jalan bukankah hal yang membosankan?” jawab Si Kejam.


‘Nah, bagus!’ sebelum Kai Zen menjawab ucapan Long Wang, dia sudah puas mendengar jawaban Si Kejam.


“Tapi, kau tidak menggunakan kekuatan roh sihirmu, kan?” Si Kejam terlihat ragu-ragu.


‘Hahahaha, akhirnya dia takut padaku!’ Long Wang tertawa sangat keras.


‘Kali ini aku tidak membantumu lagi, nak. Tunjukkan kekuatanmu padanya!’ imbuh Long Wang.


“Baiklah, aku tidak akan menggunakan kekuatan roh sihirku. Jadi, kau mau beradu teknik pedang?” Kai Zen menyetujui sekaligus memberi penawaran kepada Si Kejam.


“Benar, sepertinya kau mengetahui beberapa teknik pedang.” Si Kejam mengangguk setuju.


“Aku memang mengetahui sedikit tentang teknik pedang.” Jawab Kai Zen merendah.


“Baiklah, mari kita mulai!” seru Si Kejam penuh semangat.


‘Dia sudah berubah.’ Batin Kai Zen.


“Biarkan aku yang menyerang dulu.” Kai Zen memasang kuda-kuda, dia bersiap untuk menyerang.


“Ya.” Jawab Si Kejam singkat.


“Teknik Pedang Keluarga Ye! Pernafasan!”


WUSH! Kai Zen melesat ke arah Si Kejam.


“Teknik Pedang Keluarga Ye! Teknik Pertama, Bakat Alami!”


Ketika berada beberapa senti di depan Si Kejam, Kai Zen langsung menggunakan Teknik Pedang yang dia pelajari. Ayunan pedang yang lembut dan tenang mengarah ke Si Kejam yang diam berdiri.


“Teknik Pedang Kekejaman! Teknik Kedua, Kekejaman Manusia!”


Menolak untuk menghindari serangan Kai Zen, Si Kejam melawan dengan teknik pedang kedua yang dia buat. Berbeda dengan ayunan pedang Kai Zen yang lembut dan tenang. Milik Si Kejam ayunan pedangnya bengis dan rusuh.


CLANG! CLANG! CLANG!


Kedua Teknik Pedang saling beradu, tidak ada satupun tebasan yang tidak bertabrakan. Kai Zen dan Si Kejam terfokus ke pedang mereka masing-masing. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk melompat mundur, mengakhiri duel pedang pertama mereka.


“Duel yang menyenangkan!” Si Kejam tersenyum puas memandang Kai Zen.

__ADS_1


“Tidak buruk juga!” Kai Zen tersenyum membalas Si Kejam.


“Mari mulai lagi duel kita, biarkan aku yang sekarang menyerang!” Si Kejam menatap Kai Zen dengan tajam.


“Majulah!” Kai Zen mengangguk paham, dia melihat Si Kejam dengan serius.


WUSH! Si Kejam melesat dengan cepat, tetapi kali ini dia seakan memperlambat geraknya.


“Teknik Pedang Kekejaman! Teknik Ketiga, Kelahiran Kekejaman!”


Si Kejam memegang pedangnya dengan erat, dia memejamkan mata seakan sedang merenungi sesuatu.


WUSH! tiba-tiba Si Kejam menghilang saat berada di depan Kai Zen.


‘Dimana dia?’ Kai Zen mencoba melihat disekitarnya. Namun, dia tidak melihat sosok Si Kejam dimanapun.


NGING! Kai Zen merasakan insting bahaya dari segala arah, dia dengan cepat mengetahui maksud dari itu.


“Teknik Pedang Keluarga Ye! Teknik Pertama, Bakat Alami!”


Kai Zen memejamkan mata, dia mencoba mempertajam semua panca indera. Kemudian, dia dapat merasakan semua benda yang berada disekitarnya. Pandangan Kai Zen terhadap dunia menjadi hitam-putih.


CLANG! Kai Zen berhasil menghadang serangan Si Kejam dengan mata tertutup.


‘Walaupun aku memejamkan mata, tetapi aku dapat melihat dunia yang hitam-putih ini. Di dunia yang ku lihat, tidak ada satupun makhluk hidup yang dapat mengelabui diriku.’ Kai Zen tersenyum bangga, dia sedikit mengagumi dirinya sendiri.


‘Dari atas!’ Kai Zen langsung mengarahkan pedang ke atas.


CLANG! seperti yang Kai Zen duga, Si Kejam menyerang dari situ.


WUSH! lagi-lagi Si Kejam menghilang setelah gagal menyentuh Kai Zen.


CLANG! CLANG! CLANG! CLANG! CLANG!


Mereka berdua saling beradu pedang dari berbagai arah. Si Kejam yang melayangkan serangan dan Kai Zen yang menghadang serangan tersebut.


“Huh...bahkan teknik pedang ketigaku tidak dapat melukaimu sedikitpun. Kau adalah manusia istimewa, nak.” Si Kejam menghentikan serangan, dia menyadari bahwa tindakan tersebut hanya membawa hasil yang sama walau di ulang beberapa kali.


“Apa kau sudah selesai?” Kai Zen membuka mata, dia dapat melihat dunia dengan normal kembali.


“Hahaha, mau di ulang beberapa kalipun aku tidak bisa melukaimu.” Si Kejam tertawa keras, dia menatap Kai Zen lekat-lekat.


“Haruskah kita lanjut ke duel berikutnya?” imbuh Si Kejam sembari tersenyum.


“Siapa takut? ayo!” seru Kai Zen penuh semangat.

__ADS_1


Si Kejam memasang gaya tubuh tidak biasa, dia menarik pedang ke belakang dengan menghadapkannya ke arah Kai Zen. Kai Zen yang melihat gaya tubuh Si Kejam tersenyum percaya diri.


“Jika kau berniat menghunuskan pedang ke arahku, kau hanya akan terluka!” seru Kai Zen penuh percaya diri.


“Hasilnya bahkan belum diketahui, jangan langsung menyimpulkan, nak.” Si Kejam tidak kehilangan fokus, dia masih menatap Kai Zen dengan tajam.


“Ingat, aku sudah memberimu peringatan.”


Kai Zen segera mengambil posisi layaknya Si Kejam, hanya sedikit berbeda di beberapa hal. Lagi-lagi Kai Zen memejamkan mata, tapi langsung membuka mata setelah beberapa detik berlalu.


“Teknik Pedang Kekejaman! Teknik Keempat, Kekejaman Mutlak!”


“Teknik Pedang Keluarga Ye! Teknik Kedua, Keheningan Malam!”


Mereka menggunakan Teknik Berpedang secara bersamaan, kedua orang itu melesat cepat untuk menyerang satu sama lain. Tidak berlangsung lama, dua bilah pedang saling beradu.


SINGGGGGGGGGG!


Bunyi nyaring terdengar sesaat dua bilah pedang saling bertemu. Tetapi, wujud mereka tidak tampak dengan mata telanjang karena kedua belah pihak memiliki kecepatan sangat tinggi.


ZAP! ZAP!


Mereka berdua berhenti di tempat lawan mereka sebelumnya berdiri. Kai Zen berhenti di tempat Si Kejam berdiri sebelumnya, begitupun sebaliknya.


“Cough...cough...” salah satu dari mereka terbatuk.


“Sudah kubilang, bukan?” Kai Zen menoleh ke arah Si Kejam.


“Huh ... pada akhirnya aku yang pertama kali kalah.” Si Kejam juga menoleh menatap Kai Zen, terlihat dada Si Kejam tersayat karena duel sebelumnya.


“Mari akhiri duel kita di sini.” Kai Zen mencoba mengakhiri duel mereka setelah melihat dada Si Kejam tersayat.


“Apa kau berbelas kasih karena dadaku tersayat? tenang saja, ini hanya luka kecil. Lebih baik kita lanjutkan duel kita!” seru Si Kejam tidak peduli.


“Perlu aku koreksi bahwa dada itu bukan milikmu, itu milik orang lain, yaitu tuanmu Zu Liang.” Kai Zen melihat Si Kejam dengan kesal, bahkan kebodohan Si Kejam tidak menghilang setelah dirinya bertambah bijaksana.


Shesshhh! api hitam membakar dada Si Kejam yang tersayat, seketika luka di dadanya perlahan sembuh.


“Lukaku sudah sembuh, bocah Zu Liang ini tidak akan dalam bahaya lagi. Bisakah kita melanjutkan duel kita? aku masih memiliki beberapa Teknik Pedang Kekejaman yang belum ku perlihatkan!” desak Si Kejam.


‘Lanjutkan saja, nak. Kau belum menghajar roh sihir itu hingga babak belur!’ Long Wang juga ikut mendesak, tetapi niatnya buruk.


“Huh, baiklah. Mari kita lanjutkan duel ini!”


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2