Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Membahas Novel Bersama Yi Yizue! Akhirnya dimulai!


__ADS_3

Setelah berpamitan dengan Kak Fex, Aku mulai berjalan pergi. Seperti kemarin, aku berangkat berjalan kaki sambil melatih metode menyerap mana. Karena tidak ada hal lain yang bisa kulakukan, aku mencoba memikirkan penyebab kenapa metode ini selalu gagal.


‘Aku tidak mungkin menjadi orang pertama yang memikirkan metode ini kan?’ pikirku dalam hati.


‘Kenapa tidak ada buku yang menulis tentang metode ini juga? setidaknya eksperimen tentang metode ini.’ Pikirku heran.


‘Ah, apakah ada pihak lain yang membatasi? apakah ada pihak lain yang menyembunyikan metode ini? atau yang lain?’ Aku mulai menebak asal.


‘Bisa saja terjadi, soalnya aku juga menyembunyikan metode ini dari orang lain hahahaha! namun, tidak mungkin semua orang berpikir untuk menyembunyikan. Pasti ada satu dua orang yang mencoba mempublikasikan metode ini kehadapan publik.’ Aku tersenyum tipis.


“Huh, semakin dipikirkan malah semakin pusing!” ucapku berbicara sendiri.


‘Pikirkan itu lain kali saja, lebih baik aku fokus berlatih!’ Aku mencoba menyingkirkan pemikiranku tentang hal lain kecuali berlatih. Sebenarnya aku enggan memikirkan lebih jauh karena hal itu tidak terlalu berguna. Toh, kalau aku berhasil mengetahuinya aku bisa apa? saat ini aku masih lemah.


< >


Kai Zen telah sampai di depan gerbang akademi. Saat melihat kedepan lurus, dia melihat punggung yang tampak familiar.


“Yizue!” teriak Kai Zen, dia berlari mendekatinya.


“Pagi, K-kai!” Yi Yizue menoleh ke arah Kai Zen lalu menyapanya.


“Pagi juga, Yizue!” Kai Zen menyapa balik.


“A-ano...” Yi Yizue ingin mengucapkan sesuatu pada Kai Zen. Tapi, tidak jadi.


Kai Zen yang menyadari bahwa Yi Yizue mengkhawatirkan sesuatu berkata, “Tidak perlu ditahan, ungkapkan saja apa yang mau kau ucapkan!”


Yi Yizue yang mendengar ucapan itu lalu berkata dengan lirih, “Ka-kau s-serius? keputusanmu sudah bulat untuk melawan mereka?”


“Iya, tiga senior itu akan kulawan. Kau tidak perlu mengkhawatirkanku!” jawab Kai Zen.


“Ti-tidak peduli kau menang atau kalah, a-aku selalu mendukungmu, K-kai!” Yi Yizue memberikan dukungannya.


Kai Zen tersenyum mendengar kata-kata itu, lalu dia berkata, “Ingin bertaruh?”


“Ber-bertaruh?” Yi Yizue memasang wajah penuh tanda tanya.

__ADS_1


“Iya, bertaruh. Jika aku bisa menang melawan mereka, kau akan mengabulkan apapun keinginanku. Sebaliknya, jika aku kalah, aku akan mengabulkan apapun yang kau inginkan.” Kai Zen menjelaskan taruhannya.


“Te-tentu saja keinginannya harus sewajarnya.” Tambah Kai Zen setelah melihat wajah Yi Yizue yang tampak berpikir.


“Ba-baiklah, aku setuju!” Yi Yizue menyetujui usulan Kai Zen agar dia bisa termotivasi untuk menang.


“Janji?” Kai Zen mengacungkan jari kelingkingnya.


“Ja-janji!” Yi Yizue menanggapi jari kelingking Kai Zen. Merekapun melanjutkan perjalanan ke kelas masing-masing. Kai Zen yang sampai di kelas C menyuruh Yi Yizue menunggunya, dia langsung menaruh tas di tempat favoritnya lalu pergi ke kelas F bersama Yi Yizue. Sampai di kelas F, Yi Yizue juga langsung menaruh tasnya dan pergi bersama Kai Zen di perpustakaan.


“Kau sudah memberitahu Guo Yan untuk bertemu di perpustakaan?” tanya Kai Zen.


“Sudah, ka-kamu sudah memberitahu Zhuo Fang?” Yizue bertanya balik.


“Sudah, jadi kita tinggal menunggu mereka saja.” Jawab Kai Zen.


“Oh, iya K-kai. K-kau suka membaca buku apa?” tanya Yi Yizue agar suasana tidak canggung.


“Semua jenis buku aku baca, tapi buku yang paling aku suka adalah buku yang membahas tentang sihir. Mau itu sejarah, teori, atau yang lain. Kalau kamu apa, Yizue?” setelah menjawab pertanyaan Yi Yizue, Kai Zen gantian bertanya.


“A-aku lebih suka membaca novel petualangan dan romansa.” Jawab Yi Yizue singkat.


“Ba-bagaimana kau bisa tau?” tanya Yi Yizue.


“Hampir semua pembaca novel seperti itu, termasuk aku.” Jawab Kai Zen sambil tertawa kecil.


“Novel apa yang paling kau suka, K-kai?” Tanya Yi Yizue antusias.


“Puncak Kehidupan, kau mungkin tidak tau novelnya karena itu novel lama.” Jawab Kai Zen.


“Hehehehe Ka-kau benar, aku tidak tau. Novel itu bercerita tentang apa?” tanya Yi Yizue dengan mata penasaran.


“Tentang seorang anak laki-laki terlemah di sebuah keluarga besar yang akhirnya berhasil menjadi yang terkuat dan menguasai seluruh alam semesta.” Jawab Kai Zen seraya memasang wajah penuh kekaguman.


“Ja-jadi ka-kau suka novel yang tokoh utamanya zero to hero ya?” tanya Yi Yizue memastikan.


“Novel yang aku suka tergantung alurnya, kalau alurnya bagus walaupun tokoh utamanya sudah kuat sedari awal, tetap aku baca. Novel yang tokoh utamanya zero to hero yang paling aku suka jelas Puncak Kehidupan. Tapi, Novel yang tokoh utamanya sudah kuat sedari awal yang paling aku suka adalah Kembalinya Dewa Dari Segala Dewa.” Kai Zen menjelaskan dengan penuh semangat.

__ADS_1


“Lu-luar biasa!” walupun penjelasan Kai Zen sangat panjang, tapi Yi Yizue memahami semuanya.


“Novel yang paling kau suka berjudul apa, Yizue?” Tanya Kai Zen penasaran.


“Kembalinya Sang Ratu, Dokter Terhebat Terlahir Kembali, Menyelamatkan Sang Pangeran...” Yi Yizue mengucapkan banyak judul.


“C-cukup Yizue. B-bukankah itu terlalu banyak?” Kai Zen mencoba menghentikan Yi Yizue karena dia mencoba mengatakan seluruh novel yang dibaca.


“Ah, ma-maaf, Kai. Aku terlalu terbawa suasana.” Yi Yizue menundukkan kepalanya hingga beberapa kali.


“T-tidak apa-apa. Aku tau beberapa novel yang kau sebutkan tadi.” Jawab Kai Zen menanggapi ucapan Yi Yizue.


“B-benarkah, Ja-jadi...” Jawab Yi Yizue penuh kegembiraan. Kai Zen dan Yi Yizue akhirnya menghabiskan waktunya di perpustakaan dengan bercerita tentang novel yang mereka baca. Mereka juga merekomendasikan novel ke satu sama lain. Hingga pada akhirnya percakapan mereka terhenti karena Zhuo Fang menelpon Kai Zen.


“Halo?” ucap Kai Zen seraya menerima telepon dari Zhuo Fang.


“Halo juga, Kai buruan ke sini!” Zhuo Fang sangat terburu-buru.


“Kemana? bukankah kita janjian bertemu di perpustakaan?” tanya Kai Zen.


“Kita ganti di arena akademi saja! ini sudah mau dimulai!” desak Zhuo Fang.


“Peringakat Akademi?” tanya Kai Zen memastikan.


“Iya, cepat kesini! Aku dan Guo Yan sudah disini!” Zhuo Fang mengkonfirmasi ucapannya.


“Bukankah dimulai jam delapan? ini masih jam tujuh.” Tanya Kai Zen keheranan.


“Dimajukan karena desakan beberapa murid.” Zhuo Fang memberikan alasannya.


“Baiklah, posisimu tepat berada dimana?” Kai Zen mengambil keputusan.


“Aku di...” Zhuo Fang menjelaskan keberadaannya kepada Kai Zen seraya mengirimkan beberapa foto untuk mempermudah Kai Zen.


“Aku segera kesana!” setelah paham, Kai Zen menutup telepon dari Zhuo Fang. Dia mengajak Yi Yizue untuk pergi seraya menjelaskan situasinya. Merekapun berjalan menuju arena akademi.


‘Akhirnya dimulai!’ ucap Kai Zen dalam hati.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2