Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Kedatangan Dua Wanita! Detail Misi!


__ADS_3

“Entah apa masalah yang sedang kau hadapi. Aku percaya kau pasti bisa menyelesaikan semua masalahmu, Adikku.” Ucap Kak Fex dengan senyum yang terukir pada wajahnya.


Tok, tok, tok.


30 menit setelah kepergian Kai Zen, terdengar suara ketukan pintu. Kak Fex langsung menghentikan aktivitasnya yang membersihkan rumah dan berjalan untuk membuka pintu.


“Ya, sebentar." Ucap Kak Fex sembari membuka pintu.


“Selamat pa-” ternyata yang ada di balik pintu itu adalah dua orang wanita dewasa. Kedua wanita tersebut terkejut hingga tidak menyelesaikan salam mereka karena melihat sosok Kak Fex.


“Segeralah masuk, Shadow Purple, Shadow Green.” undang Kak Fex.


“Apa ini benar kau, ketua?” tanya Shadow Purple penasaran.


‘Rambut hitam berkilau dengan mata berwarna biru, gila! tampan sekali!’ Shadow Green memandang Kak Fex dengan penuh gairah.


‘Dan, dia lebih tinggi dariku, ah. Aku jatuh cinta dengannya.’ tambah Shadow Green dalam hati.


“Ya, ini aku, kenapa?” tanya Kak Fex dengan penasaran.


“Kau sangat tampan, ketua!” teriak Shadow Green dengan jujur.


‘Wanita ini! mengapa dia tidak bisa mengendalikan diri? tapi, ketua memang tampan sih.’ Shadow Purple mencela Shadow Green sekaligus menyetujui ucapannya.


“Ya, ini aku. Kalian masuklah dulu.” Kak Fex mengkerutkan dahinya mendengar teriakan Shadow Green, dia juga mengajak mereka masuk agar tidak mengambil perhatian orang lain.


“Baik, terima kasih, ketua!” ucap Shadow Purple dan Shdow Green penuh semangat. Mereka pun segera masuk. Setelah, kedua wanita tersebut telah masuk, Kak Fex mengundang mereka untuk duduk terlebih dahulu.


“Kalian berdua duduk lah dulu, aku akan membuatkan minum untuk kalian.”


“Aku ingin Lemon Tea, ketua!” pinta Shadow Green tanpa rasa malu.


“Aku sudah menyuruh kalian untuk sampai ke kota Sky Blue sebelum pagi, tapi kalian melanggarnya. Walaupun begitu kau masih sempat-sempatnya meminta minum sesuai keinginan mu?” Kak Fex menatap tajam Shadow Green. Shadow Green hanya diam saja, dia merasa terintimidasi.


‘Hehehe, rasakan kemarahan ketua!’ batin Shadow Purple.


“Kau juga, Shadow Purple.” Sorot mata Kak Fex berpindah ke Shadow Purple dalam sekejap. Dia juga merasa terintimidasi karenanya.


“Yah, lupakan saja. Ada hukuman terpisah bagi kalian.” Ucap Kak Fex dengan halus.

__ADS_1


'Syukurlah.' Ucap Shadow Purple dan Shadow Green dalam hati disaat Kak Fex sudah tidak marah lagi.


“Ngomong-ngomong, kau tidak berubah Shadow Green. Tetap tidak tahu malu seperti biasanya.” Canda Kak Fex sembari menggelengkan kepalanya.


“I-itu.” Shadow Green bingung menjawabnya.


“Shadow Green mau Lemon Tea, kau apa?” Kak Fex langsung mengalihkan pandangannya ke Shadow Purple.


“Cukup air putih, ketua." Jawab Shadow Purple, dia bersikap hati-hati.


“Kau yakin?”


“Saya yakin.” Shadow Purple menatap Kak Fex serius. Melihat tatapan Shadow Purple yang serius, Kak Fex mengangguk paham.


“Baiklah, aku akan pergi ke dapur. Kalian bisa sarapan dulu dengan hidangan di depan kalian.”


Kak Fex segera pergi setelah mengatakan itu. Shadow Purple dan Shadow Green saling menatap, mereka seakan memikirkan hal yang sama.


“Apakah ini ketua yang kita kenal?” tanya Shadow Green pelan.


“A-aku juga kurang yakin.” jawab Shadow Purple dengan pelan juga.


“Apa kau akan memakannya?” Shadow Green bertanya lagi.


Shadow Green berpikir sebentar setelah melakukan sedikit pembicaraan dengan Shadow Purple. Dengan bimbang, Shadow Green memutuskan pilihannya.


“Masa bodoh dengan keanehan ketua!” Shadow Green langsung mengambil piring dan sendok, lalu mengambil semua hidangan yang dia inginkan.


“Selamat makan!” setelah mengambil semua hidangan yang dia inginkan, dia mulai menyantap hidangan tersebut dengan lahap. Shadow Purple yang melihat temannya makan dengn lahap merasa ingin makan juga, namun dia bimbang untuk memakannya.


“Humm, lezat sekali. Walaupun Ketua marah, aku tetap rela untuk memakan semua hidangan ini!” ucap Shadow Green seraya memakan hidangannya.


“S-sebegitu lezatnya hingga kau rela untuk dimarahi?” tanya Shadow Purple penasaran, dia semakin ingin memakan hidangan di depannya.


“Coba saja.”


“Mou, sudahlah, aku tidak tahan.” Shadow Purple sudah mencapai batasnya. Kemudian, dia langsung mengambil semua hidangan yang ada di depannya.


‘Lezat, bahkan lebih lezat daripada masakanku!’ batin Shadow Purple dalam hati ketika memakannya. Kemudian, mereka berdua makan dengan lahap.

__ADS_1


“Ini minuman kali-” tidak lama kemudian, Kak Fex datang membawa minum. Namun, dia tertegun melihat pemandangan di depannya.


“Bisakah kalian menjaga sopan santun ketika makan? tidak akan ada yang mencuri makanan kalian. Wanita cantik harus menjaga sopan santunnya.” Ucap Kak Fex ketika melihat Shadow Purple dan Shadow Green menampilkan pemandangan kurang pantas saat mereka makan, seperti tidak makan berhari-hari.


Mendengar ucapan Kak Fex, mereka bukannya malu. Tetapi, justru terkejut karena respon Kak Fex yang tidak mereka duga. Mereka tidak menyangka bahwa Ketua mereka sangat berbeda dari sebelumnya.


‘K-ketua menyebutku cantik?’ batin Shadow Purple dengan senang.


‘Ketua yang ku kenal adalah orang yang kejam dan tegas, mengapa dia sekarang seperti ini? tapi, yang ini justru lebih baik.’ Batin Shadow Green sembari melanjutkan makan.


“Huh, sudahlah, ini minum kalian.” Kak Fex membiarkan mereka seraya menyodorkan minum. Kemudian, dia duduk di depan mereka.


“Selesaikan sarapan kalian, lalu kita akan membahas detail misi.” Ujar Kak Fex. Karena mulut mereka penuh, mereka hanya mengangguk untuk menyetujui ucapan Kak Fex.


1 Jam telah berlalu, mereka berdua telah selesai menghabiskan hidangan di depan mereka. Kak Fex pun mulai membahas detail misi yang dia sebutkan sebelumnya.


“Mari kita bahas detail misinya.”


“Baik, ketua!” jawab mereka dengan semangat selepas selesai sarapan.


“Target perlindungan kalian adalah adik ku, Kai Zen. Dia saat ini sedang berada di Akademi Satu. Ketika di akademi, dia melawan beberapa generasi muda dari keluarga besar dan berhasil menang, aku takut kemenangan ini menjadi motif balas dendam keluarga besar. Jadi, aku mengutus kalian berdua untuk menjaganya dari balik bayangan, jangan muncul kecuali Kai Zen mengalami situasi yang mengancam nyawanya.”


“Dan jangan sebutkan bahwa kalian di utus oleh diriku.” Tambah Kak Fex dengan serius.


“Siap, laksanakan!” jawab mereka berdua serentak.


“Sekian misi penjelasan misi dariku, apa kalian punya pertanyaan?”


“Keluarga besar mana yang menyinggung adikmu, ketua? dan apakah dia adik kandungmu?” tanya Shadow Green untuk menjawab rasa penasarannya dari tadi.


“Aku tidak tau keluarga mana yang menyinggungnya, kalian cukup melindunginya saat keadaan terdesak saja. Lalu, dia adalah adik kandungku, tapi jangan sebutkan bahwa aku adalah kakaknya. Aku berusaha menyembunyikan identitasku darinya, dengan menyamar sebagai pembantunya.”


“Mengapa kau harus menyamar, ketua?” tanya Shadow Green lagi.


“Urusan keluarga.” Jawab Kak Fex singkat.


“Kami akan segera melaksanakan misi, Ketua. Sampai jumpa!” sebelum Shadow Green bertanya yang aneh-aneh lagi, Shadow Purple segera pamit dan menggandeng tangannya untuk pergi.


“Sampai jumpa.” Jawab Kak Fex.

__ADS_1


Mereka berdua segera pergi dari rumah Kak Fex. Kepergian mereka di antar oleh Kak Fex sampai pintu masuk, lalu mereka segera masuk ke dalam mobil dan melesat pergi.


Bersambung


__ADS_2