
‘Akhirnya dimulai!’ ucap Kai Zen dalam hati.
Sementara itu, disebuah tempat di sudut akademi. Terdapat tiga orang murid laki-laki yang sedang mengobrol.
“Siapa yang akan melawan pria kecil itu?” tanya salah satu murid laki-laki itu.
“Bukankah itu kau dulu, Hu?” jawab salah satunya, ternyata yang bertanya adalah Shi Hu.
“Sepertinya kau dulu sih, Qin?”Jawab Shi Hu yang menolak tuduhan Shi Qin. Merekapun. bertengkar. Shi Kuang yang mendengar mereka bertengkar merasa terganggu, diapun berbicara.
“Biar aku saja, aku yang terkuat diantara kita.” Shi Kuang mengajukan diri.
“Tidak bisa, biarkan salah satu dari kami yang menghadapinya dulu. Jika kau yang terkuat diantara kami kalah melawan pria kecil itu. Kita akan kesusahan.” Shi Qin menolaknya.
“Benar, biarkan kami mengecek kemampuannya dulu.” Tambah Shi Hu.
“Kita memang penindas, tapi jangan sampai kehilangan harga diri. Kalau dua orang dari kita maju, hanya untuk melawan seorang junior yang baru saja masuk. Bukankah itu lebih memalukan?” Shi Kuang mendesak mereka.
“Toh jika aku kalah melawan pria kecil itu, harga diri kalian bisa terselamatkan karena mengetahui kekuatannya. Kita bisa membalas lain waktu.” Ucap Shi Kuang lagi.
“Kenapa kau begitu waspada terhadapnya, Shi Kuang?” tanya Shi Qin.
“Bukankah aku selalu waspada? Aku bergerak sesuai kerugian minimal dan keuntungan maksimal!” jawab Shi Kuang.
“Hah, benar juga. Melawan junior yang baru masuk tidak akan terlalu menguntungkan kita. Jadi, kita hanya akan melawannya dalam satu kali kesempatan?” Shi Qin memastikannya kepada Shi Kuang.
“Iya, biar aku yang maju. Kalau menang kita bisa tetap merendahkannya.”Jawab Shi Kuang.
“Sebaliknya, jika aku kalah, kita harus mencoba menghindari konflik dengannya.” Tambah Shi Kuang.
“Baiklah, karena sudah ditetapkan. Mari kita pergi!” Shi Qin mengajak Shi Hu dan Shi Kuang. Merekapun pergi bersama ke arena akademi.
< >
Aku dan Yizue sudah sampai di arena akademi. Kami mencari Zhuo Fang dan Guo Yan yang sudah sampai di arena akademi lebih dulu. Kurang lebih aku dan Yizue mencari mereka selama tiga menit, akhirnya kami menemukan mereka.
“Yizue, sini!” Guo Yan melambaikan tangannya ke arah Yizue.
“Kai, kemari!” sedangkan Zhuo Fang melambaikan tangannya kepadaku.
Aku dan Yizue segera menghampiri mereka dan duduk disamping mereka. Urutan duduknya adalah Aku, Zhuo Fang, Guo Yan, dan Yizue. Setelah duduk dengan mereka, kamipun bercerita perihal banyak hal sembari menunggu acara dimulai.
__ADS_1
Beberapa saat berlalu, Host acara ini mulai naik panggung seraya berbicara banyak hal. Mulai dari pengertian, peraturan, manfaat, dan informasi penting mengenai peringkat akademi. Kurang lebihnya hampir sama dengan informasi yang diberikan Zhuo Fang kepadaku.
“Tanpa basa-basi lagi, mari kita mulai!” ucap Host itu seraya memulai acaranya.
“Spesial untuk hari ini! apakah ada yang mau mengajukan diri untuk bertarung? khususnya murid baru?” Host itu mulai menegangkan suasana.
“Karena ini adalah pertarungan pertama, tentu saja ada keuntungan lebihnya! yaitu, jika kau menang maka peringkatmu akan dinaikkan lima kali!” Host itu menjelaskan keuntungan pertarungan pertama.
“Aku ingin maju!” teriakku ke arah Host itu.
‘Sepertinya aku harus merelakan rencana hidup santaiku. Mulai saat ini aku akan banyak mengambil perhatian orang lain mau tidak mau. Sia-sia aku mengambil Kelas C. Tapi, tidak masalah karena ini demi Yizue!’ Pikirku dalam hati saat berteriak ke arah Host itu.
“Wow, sepertinya kontestas satu ini sangat tidak sabar!” Host menunjuk diriku, dibarengi tatap orang lain yang melihat diriku.
“Silahkan maju ke tengah arena.“ Host itu mempersilahkan diriku maju. Akupun maju sesuai arahannya. Setelah sampai di tengah arena, Host itu menyuruhku memperkenalkan diri dan memberiku pilihan untuk memilih musuh atau dipilihkan panitia musuh random.
“Aku memilih untuk menunjuk musuhku!” jawabku.
“Baiklah, lalu silahkan memperkenalkan diri dan sebutkan nama musuhmu!” tanpa basa-basi Host langsung ke intinya
“Murid tahun pertama dari kelas C, Kai Zen. Aku ingin melawan murid tahun kedua dari kelas A, Shi Kuang.” Seingatku, Shi Kuang adalah bosnya. Aku langsung menunjuk dirinya untuk mengakhiri masalah.
“Jangan sok kuat!”
“Sepertinya dia tidak tau seberapa luasnya langit!”
Cacian dan makian mulai kudengar dari semua sisi tempat duduk penonton. Mereka menganggapku bodoh, sombong, dan cacian lainnya. Tapi, aku tidak peduli, aku hanya ingin masalahku selesai.
“Anoo, penantang Kai Zen apakah yakin untuk musuhnya? jika tidak, kau masih boleh mengganti.” Host itu tidak memandang rendah diriku, dia malah terlihat kasihan kepadaku. Namun, aku sudah membulatkan keputusanku.
“Tidak, musuh yang kuinginkan adalah dia.” Aku tersenyum yakin.
“B-baiklah, karena penantang sudah mengambil keputusan. Maka, murid tahun kedua, Shi Kuang. Silahkan maju ke arena.” Host menyetujui ucapanku, dia langsung memberi arahan kepada Shi Kuang untuk maju.
“Sepertinya kau sangat tidak sabar, aku tidak keberatan melawanmu dipertandingkan terakhir lho!” Shi Kuang masuk ke arena seraya merendahkanku. Lebih tepatnya dia memprovokasiku.
“Tidak masalah, aku hanya ingin masalah diantara kita selesai!” jawabku santai tanpa terpancing emosi.
Dia tersenyum padaku, lalu berkata, “Jika kau bisa menang melawanku, aku tidak akan mengganggumu lagi. Sebaliknya, jika kau kalah, kau akan selalu kutindas. Aku berjanji!”
“Sepertinya tidak ada kebohongan dari ucapanmu. Aku setuju!” Aku menyetujui janjinya.
__ADS_1
“Aku suka orang sepertimu!” dia tersenyum lagi kepadaku.
“Maaf tapi aku tidak suka orang yang berjenis kelamin sama sepertiku. Aku bukanlah orang menyimpang!” Aku berusaha memprovokasinya.
“Sepertinya selera humormu rendah, kau terlalu menganggap serius ucapanku.” Shi Kuang sama sekali tidak terpancing provokasiku.
‘Orang ini tidak mudah!’ pikirku dalam hati setelah mengetahui tindakannya.
“Apakah kedua penantang sudah selesai berbicara? bisakah kita mulai pertandingannya?” Host mulai menyela di tengah pembicaraan kami.
“Ah maaf, mari kita mulai!” Aku meminta maaf pada Host itu.
“Karena kedua belah pihak sudah setuju, maka pertarungan bisa dimulai. Dalam hitungan ketiga pertarungan dimulai!” Host memulai pertandingannya.
“Satu!”
“Dua!”
“Tiga! mulai!” teriak Host itu, para penonton mulai bersorak.
“Sihir Angin Tingkat Bumi Rendah: Kecepatan Angin!” Aku mulai melancarkan sihirku. Pertama aku akan menaikan kecepatan bergerakku.
“Sihir Angin Tingkat Bumi Menengah: Tarian Angin!” Aku memberikan dua buff kecepatan langsung pada diriku.
“Perjuangan yang tidak berguna. Sihir Air Tingkat Bumi Tinggi: Ombak Besar!” Shi Kuang langsung. melancarkan serangannya padaku. Ombak dari dirinya memenuhi semua sisi arena, tidak ada jalan lain kecuali aku melompati ombak itu.
“Sihir Angin Tingkat Bumi Rendah: Lompatan!” Aku melompat menghindari serangan itu, lompatan mengarah lurus ke arah Shi Kuang.
“Sihir Air Tingkat Bumi Rendah: Peluru Air!”
“Sihir Angin Tingkat Bumi Rendah: Peluru Angin!” Aku langsung mengaktifkan dua sihir dalam satu waktu. Tangan kanan mengaktifkan sihir peluru air dan tangan kiri mengaktifkan sihir peluru angin. Aku langsung menembaki Shi Kuang seraya terjun turun.
“Merepotkan. Sihir Tanah Tingkat Bumi Tinggi: Benteng Kehancuran!” timbul pertahanan di depan Shi Kuang.
“Sihir Api Tingkat Bumi Tinggi: Arena Api!” setelah mengaktifkan pertahanan, Shi Kuang meluncurkan serangan. Api yang berkobar dari sihir Shi Kuang mulai menelan setengah dari arena.
“Kali ini kau tidak bisa lari! Sihir Tanah Tingkat Bumi Tinggi: Retakan Gempa!” Shi Kuang menginjak tanah dengan sekuat tenaga. Setengah arena yang tersisa kini hancur. Medan pertempuran menjadi tidak karuan.
“Sihir Air Tingkat Bumi Tinggi: Tekanan Air!” Shi Kuang melancarkan serangan lurus ke arahku. Aku mencoba mengindari serangannya. Namun, dia terus mengaktifkan sihir serangan untuk menyudutkanku agar tidak bisa melancarkan sihir padanya.
“Kemenangan ada di tanganku!” ucapnya dengan percaya diri.
__ADS_1
Aku hanya tersenyum seraya berkata dalam hati, ‘Haruskah aku selesaikan sekarang?’
Bersambung