Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Menjenguk Guo Yan dan Zhuo Fang!


__ADS_3

Pertandingan Guo Yan dan Zhuo Fang telah usai, Kai Zen dan Yi Yizue tidak langsung pergi dari tempat melainkan membahas hal-hal yang berkaitan dengan pertandingan sahabat mereka. Yi Yizue memulai pembicaraan dengan meminta pendapat Kai Zen yang ada di sampingnya.


“Ba-bagaimana menurutmu tentang komentar yang di berikan host tadi?”


“Kurang lebih komentar host tadi sudah tepat. Dia memberi komentar yang tidak meninggikan salah satu tim sehingga para peserta mengagumi dan memberinya tepuk tangan. Host sepertinya sudah mempersiapkan komentar ini matang-matang.” Jawab Kai Zen tanpa memalingkan wajahnya, dia saat ini sedang memperhatikan pertandingan di arena.


“T-tapi, b-bukankah host lebih banyak memberikan komentar kepada Guo Yan dan Zhuo Fang daripada Dai Ruo Ruo dan Shi Yongzhen apakah itu terdengar adil?”


“Komentar host berupa saran dan kritik dengan tujuan agar para peserta dan pendengar bisa menjadi lebih baik dari apa yang sudah terjadi. Dia memberikan banyak komentar kepada Guo Yan dan Zhuo Fang bisa jadi karena dia peduli, sedangkan Dai Ruo Ruo dan Shi Yongzhen mendapat komentar lebih sedikit mungkin karena sifat mereka yang begitulah...” Kai Zen enggan menyebutnya.


“Emm, ja-jadi begitu menurutmu?”


“Iya.”


“Ngo-ngomong-ngomong, me-mengapa tadi kamu berteriak sangat keras ke arah Zhuo Fang?” tanya Yi Yizue sembari mengingatnya.


“Untuk membangunkan dia.”


“Me-memang dia tertidur?” tanya Yi Yizue dengan polos.


Kai Zen menepuk jidatnya, lalu dia mengalihkan pandangannya ke wajah Yi Yizue sembari berkata, “Setelah di tampar Guo Yan, Zhuo Fang memasuki alam bawah sadarnya.”


“Ba-bagaimana kau bisa tahu?” Yi Yizue penasaran dengan jawaban Kai Zen.


“Ada seseorang yang memberitahuku.” Jawab Kai Zen.


“Ti-tidak ada seseorang pun dari tadi yang mendekatimu, a-apakah yang memberitahumu adalah roh sihirmu?” tebak Yi Yizue.


“Seratus!” jawab Kai Zen seraya tersenyum.


“Ba-bagaimana dia bisa tahu?”


“Manusia memiliki cara berpikir tersendiri, roh sihir juga memiliki cara berpikir tersendiri. Aku tidak tahu, dia mengatakan hal itu kepadaku lalu dia tertidur lagi.”


“Hemmmmm...” Yi Yizue terlihat berpikir.


“Pertandingannya mulai membosankan, bagaimana kalau kita menjenguk Guo Yan dan Zhuo Fang saja?” ajak Kai Zen yang merasa pertandingan yang dia lihat saat ini terasa membosankan.


“Ba-baiklah.” Yi Yizue mengangguk setuju.


Setelah mereka berdua sepakat untuk menjenguk Guo Yan dan Zhuo Fang. Mereka pun mulai berjalan pergi ke Ruang Kesehatan Akademi Satu. Sesampainya disana, mereka di tanya oleh seorang guru yang menjaga.


“Perkenalkan aku Lan Ya, kalian bisa memanggilku Guru Lan. Ngomong-ngomong, ada keperluan apa kemari?” guru perempuan itu memperkenalkan dirinya sembari menanyakan keperluan Kai Zen dan Yi Yizue.

__ADS_1


“Kami datang kemari untuk menjenguk teman kami yang bernama Guo Yan dan Zhuo Fang, Guru. Apakah diperbolehkan?” ujar Kai Zen meminta izin.


“Ah, teman peserta yang tadi?” tanya Guru Lan dengan antusias.


“Benar, Guru.” Kai Zen mengangguk.


“Masuklah di kamar itu, mereka berdua ada disana.” Guru Lan menunjuk salah satu kamar di ruangan tersebut.


“Me-mereka berdua sekamar?” Yi Yizue terkejut mendengarnya.


“Apa yang kau pikirkan gadis kecil? walaupun mereka sekamar tapi ranjang mereka terpisah. Biasanya satu kamar di Ruang Kesehatan ini berisi dua ranjang. Mereka di jadikan satu kamar agar mudah untuk merawat dan jika ada yang menjenguk tidak terlalu sulit untuk berpindah-pindah kamar hahahahaha!” Guru Lan menjelaskan alasannya kepada Yi Yizue sembari tertawa.


“Ma-maaf karena memikirkan yang tidak-tidak, Guru.” Yi Yizue membungkukkan badannya untuk meminta maaf.


“Yah, lupakan saja.” Guru Lan menghentikan tawanya.


“Kalau begitu kami permisi, Guru,” Kai Zen pamit kepada Guru Lan, dia pun menggandeng tangan Yi Yizue dan segera masuk ke kamar tempat Guo Yan dan Zhuo Fang dirawat.


“Tidak kusangka kau bisa memikirkan hal seperti itu, Yizue.” Ucap Kai Zen seraya tersenyum setelah di dalam kamar.


“I-itu hal yang normal!” jawab Yi Yizue.


Mereka pun segera duduk di kursi yang tersedia di dalam kamar. Sembari menunggu Guo Yan dan Zhuo Fang sadar, Kai Zen dan Yi Yizue membahas berbagai hal ringan, kadang-kadang mereka bercanda agar tidak bosan.


“Dimana aku?”


“Mengapa tempat ini gelap?”


“Bagaimana keadaan Guo Yan?”


Zhuo Fang tersadar di ruangan yang gelap, tidak ada cahaya sedikit pun disana. Dalam kegelapan tersebut, Zhuo Fang terus berjalan tanpa tahu arah dan tujuan. Hanya satu yang ada di pikiran Zhuo Fang saat itu, yaitu keadaan Guo Yan.


“Bagaimana keadaan Guo Yan?”


Itulah yang terus Zhuo Fang ucapkan sembari berjalan. Dia berusaha keluar dari kegelapan tersebut, namun tidak bisa.


“Apa yang sebenarnya terjadi? disaat Guo Yan menamparku, aku masuk di sebuah ruangan yang gelap. Namun, aku tersadar berkat teriakan Kai Zen. Kemudian, saat tersadar aku melihat Guo Yan yang bergelimang darah. Lalu, aku masuk ke ruangan gelap ini lagi.” Zhuo Fang menganalisis urutan dari kejadian yang menimpanya.


Disaat Zhuo Fang berpikir keras, tiba-tiba terdengar suara yang menggema di ruangan itu. Dia mengucapkan sesuatu yang ditujukkan kepada Zhuo Fang.


“Lindungilah wanita itu sebagaimana kau melindungi dirimu sendiri. Sesungguhnya dia adalah permaisuriku dan pasangan bagimu!”


“Siapa? siapa kau?”

__ADS_1


“Apa maksudmu?”


“Siapa wanita yang kau sebutkan?”


Zhuo Fang terus berteriak walau teriakannya tidak dijawab oleh suara itu. Hingga akhirnya disaat dia meneriakan nama Guo Yan, dia malah tersadar.


“GUO YAN!”


Kai Zen dan Yi Yizue yang sedang berbincang terkejut dengan teriakan Zhuo Fang. Dia pun menghampiri Zhuo Fang dan menanyakan keadaannya.


“Apa yang terjadi? apa kau baik-baik aja, Zhuo Fang?” tanya Kai Zen dengan raut wajah khawatir. Namun, Zhuo Fang tidak menjawab pertanyaan Kai Zen.


“Minumlah dulu.” Kai Zen mengambil teh yang ada di atas meja dan memberikannya kepada Zhuo Fang. Zhuo Fang pun meminumnya dengan perlahan.


“A-apakah perlu ku panggilkan Guru Lan?” tanya Yi Yizue.


“Sepertinya tidak perlu.” Jawab Kai Zen.


“Tidak perlu memanggil guru.” Jawab Zhuo Fang tidak lama setelah dia menghabiskan tehnya.


“Apakah perlu ku ambilkan teh lagi?”


“Tidak perlu, Kai. Biarkan aku menenangkan diri sebentar.”


“Baiklah.”


Zhuo Fang segera menenangkan dirinya. Dia mengatur pernafasannya agar teratur. Lalu, mengedipkan matanya sembari melihat sekitar. Dirasa Zhuo Fang sudah tenang, Kai Zen menanyakan keadaannya.


“Bagaimana? sudah lebih baik?”


“Sudah, terima kasih Kai, Yizue!” Dia menatap Kai Zen dan Yi Yizue sembari berterimakasih.


“Santai saja, tidak perlu sungkan!”


“Be-benar, tidak perlu sungkan kepada kami!” jawab Yi Yizue mendukung ucapan Kai Zen.


“Oh iya, mengapa tadi kau berteriak, Zhuo Fang?” tanya Kai Zen dengan penasaran.


“Kalau tidak ingin menceritakannya bilang saja, itu bukan masalah. Setiap orang memiliki privasi masing-masing!” imbuh Kai Zen.


Zhuo Fang menggelengkan kepalanya sembari berkata, “Walaupun aku baru berteman denganmu dan Yizue beberapa saat. Namun, aku tahu bahwa kalian teman yang dapat dipercaya dan diandalkan!”


“Aku akan menceritakannya kepada kalian!”

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2