
‘Ada yang tidak beres!’ pikir Kai Zen dalam hati.
“T-tidak ada apa-apa.”
“Ayolah, cerita padaku, Yizue.” Desak Kai Zen.
“I-ini bukan masalah besar, Kai. Jadi, ka-kau tidak perlu tahu.”
“Berarti ada masalah, kan?”
“I-iya.” Yi Yizue menyerah karena Kai Zen mendesaknya.
“Coba ceritakan padaku.” Kai Zen masih mencoba membujuk Yi Yizue.
“Te-tetapi, kau harus janji tidak mentertawakanku, oke?” Yi Yizue memberi Kai Zen syarat.
“Aku berjanji.” Ucap Kai Zen dengan tegas.
Yi Yizue yang berjalan dibelakang Kai Zen mulai mendekat di sampingnya sembari berkata, “Me-menunduklah.”
Kai Zen yang menyadari bahwa Yi Yizue ingin membisikan sesuatu kepadanya mulai menundukkan kepalanya. Kemudian, Yi Yizue membisikkan sesuatu kepadanya.
“A-apakah kau dekat dengan wanita di kelasmu?”
__ADS_1
‘Sepertinya Yizue mendengar percakapanku dengan Qian Qian dan temannya, dia sudah salah paham!’ pikir Kai Zen dalam hati sesaat mendengar bisikan Yi Yizue.
“Tidak, aku hanya mengenal mereka. Tidak ada hubungan spesial diantara kami, percayalah Yizue!” jawab Kai Zen penuh keyakinan.
“Be-benarkah? me-mengapa kamu terdengar akrab dengan mereka?”
“Heemm, itu sulit dijelaskan, Yizue. Mungkin karena kepribadianku? atau agar orang lain memiliki rasa nyaman denganku? entahlah,” Jawab Kai Zen.
“Ba-baiklah.” Jawab Yi Yizue singkat, dia mulai berjalan berdampingan dengan Kai Zen lagi.
“Tolong jangan salah paham denganku lagi, Yizue. Walaupun aku terlihat dekat dengan wanita lain, aku hanya mengagumimu!” Kai Zen menatap Yi Yizue dengan serius.
“K-kai.” mendengar itu, Yi Yizue memalingkan wajahnya dan menatap Kai Zen. Dia tertegun dengan kata-kata Kai Zen.
“Aku tidak akan meninggalkanmu, Yizue. Aku akan membantumu mengingat ingatanmu.” Jawab Kai Zen.
“Sebaliknya, jika aku sedang dalam bahaya. Aku berharap kamu tidak mengambil keputusan untuk membantuku, oke?” berbeda dengan Yi Yizue yang khawatir ditinggalkan Kai Zen. Kai Zen berpikir akan keselamatan Yi Yizue walaupun dia harus meninggalkannya.
“Ba-baiklah, a-aku juga setuju.” Jawab Yi Yizue. Merekapun menghentikan adegan saling tatap menatap dan melanjutkan perjalanan pulang mereka.
Mereka tidak sadar apa yang mereka bicarakan saat ini akan terjadi di kehidupan nyata. Tetapi, itu masih jauh di masa depan.
Sementara itu, Guo Yan dan Zhuo Fang masih asyik bercerita di perpustakaan. Hingga Zhuo Fang meminta izin untuk pulang, baru mereka menyelesaikan pembicaraannya.
__ADS_1
“Aku pamit pulang dulu, Guo Yan.”
“Mengapa terburu-buru?”
“Aku ingin menemani adikku.” Jawab Zhuo Fang sembari tersenyum.
“Baiklah.” Guo Yan menyetujui tanpa pikir panjang, dia yang mendengar cerita tentang keadaan adiknya Zhuo Fang merasa tidak nyaman jika harus menolaknya.
“Mari jalan berdua, kelas kita diarah yang sama, kan?” ajak Guo Yan.
“Ayo!”
Merekapun segera berjalan berdampingan menuju kelas masing-masing. Layaknya Kai Zen dan Yi Yizue, Guo Yan dan Zhuo Fang juga bergantian menunggu satu sama lain saat mengambil tas. Mereka juga berjalan berdampingan saat menuju pintu gerbang.
“Aku pergi dulu, sampai jumpa, Guo Yan!” sesampainya di pintu gerbang, Zhuo Fang pergi terlebih dahulu meninggalkan Guo Yan sembari melambaikan tangannya.
“Sampai jumpa!” Guo Yan membalas lambaian Zhuo Fang. Perlahan-lahan Zhuo Fang mulai hilang dari pandangannya. Kemudian, dia segera pergi meninggalkan Akademi Satu.
Tiba-tiba, Guo Yan masuk di sebuah gang sempit yang jauh dari Akademi Satu. Dia berhenti disana seakan menunggu seseorang. Tidak lama kemudian, datang sepasang laki-laki dan perempuan yang menghampirinya.
“Akhirnya kalian sampai.”
Bersambung
__ADS_1