
“APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?!”
“Menyuruhmu bersujud.” Jawab Zhuo Fang dingin.
“Apa kau lupa siapa aku? aku tuan muda Keluarga Shi, jika kau merendahkanku maka Keluarga Shi tidak akan tinggal diam!” ancam Shi Yongzhen.
“Kaisar ini tidak tahu tentang Keluarga Shi mu. Yang Kaisar ini tahu adalah kau melukai permaisuriku!” Zhuo Fang mengalihkan pandangannya ke bawah untuk melihat Shi Yongzhen yang berusaha tidak menjatuhkan wajahnya ke tanah.
“Apa kau pura-pura lupa? kau tidak mengetahui tentang Keluarga Shi ku? seharusnya kau mengetahui betapa he-!”
BUK!
Zhuo Fang menginjak kepala Shi Yongzhen agar jatuh ke tanah. Kemudian, dia berkata, “Tinggal bersujud saja apa susahnya, semut?”
“K-kau!” ujar Shi Yongzhen tidak terima.
“Semut tidak memiliki hak berbicara di depan kaisar ini!” Zhuo Fang memancarkan aura yang menyeramkan disekitarnya.
“Ughhh...” Shi Yongzhen kesulitan bernafas menghadapi aura Zhuo Fang. Hingga akhirnya dia pingsan.
“Ah, apa semut ini sudah pingsan? sudah kuduga aura yang ku pancarkan terlalu kuat untuknya!” Zhuo Fang menyadari Shi Yongzhen pingsan setelah menendangnya agar berbalik badan.
“Menjauhlah!” gumam Zhuo Fang. Kemudian, tubuh Shi Yongzhen terhempas menjauh.
“Tugasku sudah selesai, aku harap anak ini bisa mengetahui bahwa perempuan itu adalah calon pasangannya. Dia adalah permaisuri bagiku dan pasangan bagi anak ini.” Ucap Zhuo Fang sembari menatap Guo Yan.
“Sampai jumpa lagi, permaisuriku!” Zhuo Fang bersanding di samping Guo Yan, lalu dia memejamkan matanya.
Sementara itu, para penonton dan host sangat fokus menonton pertandingan Zhuo Fang. Mereka terdiam saking fokusnya menonton. Ketika mereka melihat Zhuo Fang mengakhiri pertandingan dengan menghempaskan tubuh Shi Yongzhen dan bersanding di samping Guo Yan, barulah mereka sadar apa yang terjadi.
“Tuan muda Keluarga Shi dipermalukan oleh anggota Keluarga Zhuo!”
“Murid baru Kelas A dan B tahun ini sungguh kehilangan harga diri, dikalahkan oleh murid Kelas C dan F!
__ADS_1
“Pertandingan yang mengagumkan! apakah tuan muda Shi masih memiliki wajah setelah pertandingan ini?”
Para penonton mulai memberi komentar tentang pertandingan tadi. Perbuatan semena-mena Shi Yongzhen sebelumnya membuat beberapa orang merasa senang setelah Zhuo Fang berhasil mempermalukan Shi Yongzhen. Tidak lupa juga untuk host mengumumkan hasilnya, dia segera mendekatkan mic ke mulutnya dan berteriak sangat keras.
“PEMENANGNYA ADALAH MURID GUO YAN DAN MURID ZHUO FANG!”
Mendengar hasil pertandingan dari mulut host langsung, para penonton bersorak untuk kemenangan Guo Yan dan Zhuo Fang. Beberapa orang memuji mereka, tapi ada juga yang meremehkannya. Kebanyakan yang meremehkan adalah musuh Keluarga Zhuo atau murid baru dari Kelas A dan B.
“Halah, cuman keberuntungan!”
“Andaikan aku yang menjadi lawan, cukup 30 detik untuk mengalahkan mereka!”
“Lawan mereka hanyalah keroco Kelas A!”
Jika ada yang memuji, pasti ada yang membenci. Itulah yang di alami Zhuo Fang dan Guo Yan saat ini. Fenomena yang umum di kalangan masyarakat dari dulu sampai saat ini.
Beberapa saat telah berlalu, para penonton mulai tenang di tempat mereka. Sementara itu, di lapangan arena terdapat banyak staf medis yang merawat peserta. Dai Ruo Rui dan Shi Yongzhen dinyatakan mengalami luka lebih parah dari lawannya, mereka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sedangkan, Zhuo Fang dan Guo Yan dinyatakan baik-baik saja, hanya pingsan. Mereka lalu di pindah ke Ruang Kesehatan Akademi Satu.
“Murid Guo Yan baik-baik saja?” ujar host terkejut setelah mengetahui informasi tersebut.
“Aku dan yang lainnya sudah memeriksa para peserta dengan benar, tidak mungkin salah!” jawab staf medis itu sembari menggaruk-garuk kepalanya.
“Tetapi, Murid Guo Yan tadi tertusuk oleh tombak dan akar pohon lho!” tegas host.
“Aku juga tidak tahu, saat kami mengecek tubuh Murid Guo Yan, tidak ada luka sedikit pun di tubuhnya.” Staf medis mulai menjelaskan keadaan Guo Yan kepada host.
“Apa kau yakin Murid Guo Yan tidak apa-apa?” tanya host memastikan.
“Aku yakin dan aku bersumpah!” pekik staf medis tersebut karena tidak suka jika ada orang yang tidak memercayainya.
“Huuuh, karena kau sudah bersumpah, pasti itu benar. Kau bukan orang yang asal bersumpah.” Host menghela napas panjang selepas mendengar sumpah staf medis tersebut. Sepertinya mereka adalah kenalan.
“Kalau begitu sampai jumpa.”
__ADS_1
“Sampai jumpa.” host melambaikan tangannya ke arah staf medis tersebut. Kemudian, dia segera mengambil micnya dan bersiap menjadi host lagi.
“Para peserta telah dirawat oleh tim medis, pertandingan selanjutnya akan segera dimulai lagi!”
“ANDA BELUM MEMBERIKAN KOMENTAR UNTUK PERTANDINGAN INI!” disaat host ingin melanjutkan pertandingan, tiba-tiba terdengar teriakan yang sangat keras entah darimana. Yang pasti teriakan itu bukan berasal dari Kai Zen atau Yi Yizue.
“Ya, benar!”
“Berikan komentar!”
“Berikan komentar!”
Beberapa murid berseru setuju tentang teriakan tadi, mereka mulai berteriak meminta host untuk memberikan komentar. Sepertinya ada yang mencoba menghancurkan kedamaian di dalam Akademi Satu.
‘Siapa yang berteriak tadi? sialan!’ cetus host dalam hati.
‘Di satu sisi ada Keluarga Dai dan Keluarga Shi. Sedangkan, di sisi lainnya ada Keluarga Zhuo. Bukankah jika aku memberi komentar yang tidak memuji salah satu sisi maka sisi lainnya akan tidak terima dan menghancurkanku?’ host menjadi dilema memikirkan hal tersebut. Disaat dia bingung untuk mengambil keputusan, tiba-tiba suara pria paruh baya terdengar di pikirannya. Pria itu menggunakan telepati untuk menyampaikan pesan kepada host tersebut.
“Berkomentarlah sesuai hati nuranimu, kami para petinggi mendukungmu sepenuhnya. Sebagai seorang host, kau harus memberikan komentar dan informasi yang jujur!”
Pesan tersebut terdengar di kepala host, dia pun tersenyum. Kemudian, dia mulai mendekatkan mic ke mulutnya dan berbicara.
“Bagaimana komentar saya terhadap pertandingan sebelumnya?” host berteriak di depan mic untuk menarik perhatian para penonton yang sedang bertengkar. Ada yang mendukung dan ada yang menolak perihal host yang harus memberikan komentar. Namun, setelah host berbicara, semua penonton menjadi tenang. Mereka siap mendengar kelanjutan dari perkataan host.
“Agar komentar saya terdengar adil bagi seluruh pihak maka saya akan memberi komentar untuk kedua tim, sesungguhnya semua tim memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing!” ucap host tersebut dengan tersenyum.
“Komentar pertama untuk pasangan Dai Ruo Ruo dan Shi Yongzhen. Mereka memiliki kekuatan lebih tinggi dari musuh dan kerjasama yang baik. Namun, cara bertanding mereka yang kejam dan kecerobohan membuat mereka menjadi kalah.
“Komentar kedua untuk pasangan Guo Yan dan Zhuo Fang. Walaupun diawal mereka sangat optimis, tetapi saat menyadari kekuatan lawan melampaui pikiran mereka. Tim mereka menjadi terpecah belah, di sini yang saya tekankan adalah kerjasama mereka yang sangat buruk. Akhirnya, murid Guo Yan bertindak sendiri untuk melawan musuh walau akhirnya tumbang. Namun, disaat murid Guo Yan tumbang, justru membuat murid Zhuo Fang bertambah kuat. Kemenangan akhirnya jatuh ke tangan tim ini. Mungkin, ini yang dinamakan pengorbanan cinta membawa kemenangan!”
“Tapi, lebih baik jika tidak ada yang di korbankan! sekian komentar dari saya, terima kasih!” tutup Host Arena sembari membungkukkan badannya.
Para penonton langsung memberi tepuk tangan kepada host. Mereka sangat mengagumi pandangan host terhadap kedua tim. Akhirnya, pertandingan Guo Yan dan Zhuo Fang VS Dai Ruo Ruo dan Shi Yongzhen di anggap berakhir.
__ADS_1
Bersambung