
“Aku tidak tahu siapa orang tuamu, nak. Setelah aku menyadari bahwa kau adalah wadah yang paling cocok. Aku langsung masuk dan tertidur.” jawab Naga itu.
Mendengar ucapan naga itu, harapan Kai Zen langsung sirna. Lalu, Kai Zen hanya berkata, “Hmm, baiklah.”
“Ngomong-ngomong, siapa namamu?” tanya Kai Zen, dia berusaha merubah topik.
“Heaven Destroyer!” jawab naga itu dengan bangga.
“itu gelar bukan nama! sudahlah, jika kau tidak ingin memberitahuku bilang saja!” Kai Zen mulai. berdiri, dia bersiap untuk meninggalkan alam bawah sadarnya.
Ketika Kai Zen hampir keluar dari alam bawah sadarnya, naga itu berkata, “Long Wang, itulah namaku, nak!”
Kai Zen yang belum keluar menatap Long Wang, lalu berkata sembari melambaikan tangannya, “Baiklah, Long Wang. Sampai jumpa!” kemudian, Kai Zen menghilang dari hadapan Long Wang, dia telah pergi keluar.
Long Wang yang melihat Kai Zen keluar hanya menatapnya tanpa ekspresi. “Perjalananmu masih panjang, nak.” ucapnya sembari memejamkan matanya kembali tidur lagi.
Sementara itu, Kai Zen telah kembali ke dunia nyata. Disaat matanya baru saja terbuka, Kai Zen terkejut karena melihat pemandangan wajah Yi Yizue dari bawah.
‘Bantalan yang lembut dan dapat melihat wajahnya dari bawah. Tidak salah lagi, aku sedang tertidur di pangkuan Yizue!’ ucap Kai Zen dengan gembira.
“A-apakah kau sudah bangun, Kai?” Yi Yizue yang menyadari pergerakan dari tubuh Kai Zen segera menyapanya.
“Sudah, Yizue.“ Jawab Kai Zen sembari mencoba menegakan tubuhnya.
“Syukurlah.“ Yi Yizue menghela napas lega.
“Terima kasih pangkuannya, Yizue!” tidak lupa Kai Zen mengucapkan terima kasih kepada Yi Yizue seraya tersenyum.
“Sa-sama-sama, ta-tadi aku memangkumu karena ekspresimu terlihat tertekan.” Jawab Yi Yizue.
“Ah, mungkin ekspresi itu karena tadi melawan Long Wang yang membuatku kesusahan, dia sangat kuat!”
“Long Wang?” tanya Yi Yizue.
“Roh sihirku bernama Long Wang, Yizue.”
“Kau melawannya? apa kau terluka?” Yi Yizue menatap khawatir Kai Zen. Namun, Kai Zen yang melihat ekspresi khawatir Yi Yizue malah tertawa.
“Ke-kenapa?“ tanya Yi Yizue keheranan saat menatap Kai Zen yang tertawa.
“Sudah pernah aku katakan, Yizue. Jangan khawatirkan aku.” Jawab Kai Zen. Yi Yizue hanya terdiam mendengarnya.
“Me-mengkhawatirkanmu atau tidak itu ke-keputusanku!” tidak berselang lama setelah Yi Yizue terdiam, dia menjawab Kai Zen dengan agak keras.
__ADS_1
“Baiklah, baiklah.” Kai Zen mengangguk paham.
“Ja-jadi, a-apa kau terluka?”
“Ya, tapi sekarang sudah sembuh.“
Merekapun terus melanjutkan pembicaraan mereka hingga jam pulang tiba. Entah itu hal serius atau candaan, mereka bahas untuk mengisi waktu luang.
“15 menit lagi menuju akhir pembelajaran, para murid dipersilahkan untuk bersiap-siap pulang dan membersihkan kelas masing-masing.” Tanpa mereka sadari, waktu telah mencapai jam pulang. Kai Zen segera mengajak Yi Yizue untuk mengambil tas mereka dan pulang.
“Ayo ambil tas kita dan segera pulang!” ajak Kai Zen seraya berdiri dan menatap Yi Yizue.
“Ta-tapi, masih ada beberapa menit sebelum pu-”
“Perjalanan kita mengambil tas dan menuju gerbang akan menghabiskan sisa waktu itu.” Sela Kai Zen.
“Ba-baiklah.” Yi Yizue menghela napas pasrah, dia segera berdiri mengikuti Kai Zen. Lalu, mereka berdua berjalan pergi.
Kai Zen menemani Yi Yizue mengambil tasnya terlebih dahulu. Kemudian, dia baru mengambil tasnya di kelas bersama Yi Yizue. Ketika Yi Yizue ingin mengambil tasnya, dia mendapatkan beberapa tatapan dari teman sekelasnya.
‘Kenapa mereka menatapku?’ pikir Yi Yizue.
“Lihat, bukankah dia adalah wanita itu?”
“Hanya seorang wanita yang mengikuti laki-laki dari belakang? aku juga bisa!”
“Kau mengatakan itu karena tidak melihat pertandingannya, dia bukan perempuan sembarangan! dia bahkan lebih kejam dari si laki-laki!”
“Wanita itu mendapat julukan tidak resmi, yaitu Wanita Iblis!”
“Aku dengar masa lalunya juga sangat mengerikan!”
“Ya, ya, kau benar!”
Mereka menatap Yi Yizue seraya berbisik membahas dirinya. Walaupun begitu, Yi Yizue dapat mendengarnya. Namun, dia memilih berpura-pura tidak mendengar dan segera pergi.
‘Lupakan, Yizue! kau sudah mengalami ini ribuan kali!’ Yi Yizue berjalan keluar sembari memberikan semangat kepada dirinya sendiri.
“Kerja bagus, Yizue!” ucap Kai Zen saat melihat Yi Yizue keluar dari kelasnya.
“A-apa?”
“Hiraukan saja mereka.” Seakan mengetahui apa yang Yi Yizue alami, Kai Zen memujinya serta memberikan pujian kepada Yi Yizue. Yi Yizue hanya diam mendengarnya, dia tersenyum tipis.
__ADS_1
Kali ini giliran Kai Zen yang mengambil tasnya, saat melihat Kai Zen masuk, dalam hati Yi Yizue berpikir, ‘Apakah dia juga mengalami apa yang kualami tadi?’
‘Pendengaran Ilahi Rubah Ekor Sembilan!’ Yi Yizue mengaktifkan sebuah jurus rahasia yang diajarkan Kitsune kepadanya. Dengan jurus ini, pengguna dapat mendengar apa yang dibicarakan orang lain bermil-mil jauhnya. Karena Yi Yizue belum lama mempelajarinya, dia belum bisa hingga bermil-mil, hanya bisa setengah mil untuk saat ini.
‘Tidak perlu menggunakan kekuatan ini secara maksimal, cukup area yang terdapat Kai Zen disana!’ Yi Yizue membatasi kekuatannya.
“Pertandingan yang hebat, Kai Zen!” seorang wanita memberikan pujian.
“Terima kasih pujiannya, Qian Qian.” Kai Zen menjawabnya.
‘Huh, jadi dia Qian Qian!’ Yi Yizue terlihat kesal saat menyebutnya.
“Selamat atas kemenanganmu!” ucap dua wanita secara bersamaan.
‘Siapa lagi dua wanita itu?’ Yi Yizue semakin kesal.
“Terima kasih.” Jawab Kai Zen singkat.
“Apa kau lupa nama mereka? dia Fu Yue, dia Su Ling!” Qian Qian memberitahu nama mereka lagi kepada Kai Zen.
‘Ternyata Fu Yue dan Su Ling!’ ucap Yi Yizue dalam hati.
“Baiklah, baiklah.” Jawab Kai Zen sembari menggendong tasnya.
“Terima kasih, Fu Yue, Su Ling!” Kai Zen mengulangnya. Qian Qian hanya tersenyum kecil melihat tingkah Kai Zen.
‘Heh, Qian Qian ya? aku akan mengingatnya!‘ mendengar ucapan Qian Qian yang sebelumnya seperti mempermainkan Kai Zen, Yi Yizue menandainya sebagai pesaing.
“Kalau begitu aku pamit dulu, sampai jumpa!” Kai Zen melambaikan satu tangannya kepada tiga wanita itu.
“Sampai jumpa!” jawab mereka sembari membalas melambaikan tangan.
‘Kai Zen terlalu terbuka kepada semua wanita, hump!’ ucap Yi Yizue kesal saat melihat tingkah Kai Zen.
“Ayo, Yizue!” ajak Kai Zen setelah dirinya keluar. Yi Yizue hanya mengangguk sembari mengikutinya dari belakang.
‘Lagipula hubunganku dengan Kai Zen belum terlalu jelas. Jadi, wajar saja kalau dia terbuka dengan wanita lain. Kai Zen tidak sepenuhnya salah!’ pikir Yi Yizue dalam hari saat mengikuti Kai Zen dari belakang.
“Ada apa, Yizue?” Kai Zen yang menyadari keanehan Yi Yizue mulai bertanya. Yi Yizue yang biasanya berjalan berdampingan dengannya, saat ini hanya berjalan dibelakangnya.
‘Ada yang tidak beres!’
Bersambung
__ADS_1