Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa

Lahirnya Penyihir Terhebat Sepanjang Masa
Kemarahan Long Wang! Percobaan Gagal?


__ADS_3

“Sial, dasar bisu. Lebih baik kau mati saja!”


ZHINGGGG!


Si Kejam mengayunkan pedang secara vertikal. Dia mengira Kai Zen akan mati terbelah karena serangan itu, tapi perkiraannya salah besar.


“Mengapa?”


“Mengapa bersatu kembali!?”


Setiap Si Kejam mengayunkan pedang, tubuh Kai Zen selalu terbelah menjadi dua. Akan tetapi, tubuh Kai Zen yang terbelah selalu bersatu kembali. Hingga akhirnya hal tersebut menyulut kemarahan Si Kejam.


“Teknik Pedang Kekejaman! Teknik Pertama, Kekejaman Adalah Keadilan!” Si Kejam yang telah kehabisan kesabaran langsung menggunakan kemampuannya. Dia menebas beberapa kali ke arah Kai Zen dan diakhiri dengan tebasan horizontal yang mengeluarkan puluhan atau ratusan api hitam berbentuk jarum kecil.


Raut wajah Si Kejam semakin bertambah marah setelah menyadari serangan itu tidak berefek apapun kepada Kai Zen. Tubuh Kai Zen tetap bersatu kembali sesudah terbelah oleh beberapa serangan Si Kejam, bahkan jarum kecil yang melesat ke arahnya tidak melukai Kai Zen sedikitpun.


“Tidak mungkin!” seru Si Kejam terkejut.


“Bagaimana bisa?” Si Kejam terlihat kebingungan.


Ketika Si Kejam tidak memercayai bahwa serangannya gagal, dia menjadi cemas sekaligus bingung. Selama ini orang yang terkena serangan itu setidaknya akan terluka walau hanya sedikit. Tetapi, mengapa Kai Zen yang di depannya bahkan tidak terluka sedikitpun?


“Hahahahaha! lihatlah, Long Wang! roh sihir itu sangat bodoh!”


Tiba-tiba terdengar teriakan dari belakang Si Kejam, sontak dia menoleh ke belakang untuk melihat sumber suara. Tetapi, dia tidak menemukan siapapun di belakangnya.


“Bodoh, aku di bawah!”


“Di bawah?” Si Kejam yang mendengar perkataan itu segera melihat ke bawah, dia melotot sesaat mendapati Kai Zen sedang bersila menatapnya dari bawah.


Dengan bingung, Si Kejam bolak-balik melihat Kai Zen yang di dekatnya dan Kai Zen yang di bawahnya.


“Yang di dekatmu adalah bayanganku, bodoh!” teriak Kai Zen yang di bawah Si Kejam.

__ADS_1


Wishhhhh!


Seketika bayangan Kai Zen yang di dekat Si Kejam telah menghilang tertiup angin. Si Kejam yang menyadari itu segera turun ke bawah, dia menatap Kai Zen dengan penuh tanda tanya.


“Sihir apa itu? aku tidak pernah melihat sihir seperti itu di kalangan manusia yang aku temui. Bagaimana kau melakukannya?” tanya Si Kejam dengan penasaran, saking penasarannya bahkan kemarahan yang sebelumnya telah mereda.


“Untuk apa aku memberitahumu? lagi pula aku tidak mendapat keuntungan apapun ketika memberitahumu.” Kai Zen menolak memberitahu.


“Aku menggunakan trik itu untuk menegaskan bahwa semua teknik pedang memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing, semua itu tergantung si pemakai. Sehebat apapun teknik pedangmu, jika kau bodoh maka itu akan sia-sia. Seperti dirimu tadi yang menyerang bayanganku secara membabi buta, seharusnya kau menyadari jika manusia terbelah menjadi dua maka dia akan mengeluarkan darah. Sudah jelas bayanganku tidak mengeluarkan darah, mengapa kau masih menyerangnya? apa kau sudah percaya dengan ucapanku?” imbuh Kai Zen panjang lebar.


Si Kejam terdiam sejenak mendengar ceramah Kai Zen, dia merenungi setiap kata yang Kai Zen ucapkan. Beberapa menit kemudian, Si Kejam membuka mulut.


“Yang kau katakan mungkin benar, tapi...” Si Kejam menatap Kai Zen lekat-lekat.


“Semua itu tidak berlaku di bawah kekuatan absolut!”


ZHING! Si Kejam mengayunkan pedang, sebuah tebasan melaju cepat ke arah Kai Zen.


Wishhhh! Kai Zen yang masih memiliki Sayap Kegelapan segera terbang tinggi. Dia menghembuskan napas panjang melihat kelakuan Si Kejam.


“Mengubahku? bocah sepertimu? hahahaha!” Si Kejam tertawa mendengar perkataan Kai Zen, dia tidak menganggap serius perkataan itu.


“Bagaimana kalau memberitahuku tentang sihir yang kau gunakan tadi? imbalannya adalah diriku. Sepertinya kau memiliki berbagai hal menarik dan lebih kuat dari bocah ini. Jika kau dan aku bergabung bukankah itu adalah hal yang luar biasa?” Si Kejam memberi penawaran kepada Kai Zen seraya tersenyum penuh obsesi.


“Huh, bergabung bersama roh sihir bodoh sepertimu? roh sihirku yang sekarang bahkan lebih hebat darimu!” Kai Zen menatap Si Kejam datar, dia tidak mengira Si Kejam sangat bodoh dan tidak tahu malu.


“Heh, seberapa hebat roh sihirmu yang sekarang? mungkin dia tidak bisa menahan satu seranganku, jangan terlalu membela roh sihirmu yang lemah, bocah!” Si Kejam terlihat menyepelekan ucapan Kai Zen, dia tidak percaya dengan ucapan itu.


“ROH SIHIR RENDAHAN INI BERANI MEMANDANG REMEH DIRIKU? KAU BAHKAN TIDAK LAYAK UNTUK MENJADI BAWAHANKU!” tiba-tiba terdengar suara yang sangat menyeramkan.


“UGHHH!!!” Si Kejam tiba-tiba tertekan bersujud, dia bahkan tidak bisa bernapas bersamaan dengan munculnya suara menyeramkan itu.


“Long Wang, tenanglah...” ucap Kai Zen lirih.

__ADS_1


‘Hump!’ Long Wang terdengar masih kesal dengan ucapan Si Kejam tadi.


‘Tidak kusangka kau bisa berbicara ke luar.’ Kai Zen mencoba menenangkan Long Wang yang kesal.


‘Itu adalah hal yang mudah jika aku mau. Sayangnya, tidak ada yang menarik jika aku berbicara ke luar. Tetapi, kali ini berbeda!’


‘Baiklah, baiklah, aku mengerti. Jadi, tolong tenang dulu, oke?’


‘Baiklah, hajar dia sampai babak belur, nak!’ pinta Long Wang.


‘Tenang saja...’ Kai Zen mengangguk paham


“Si Kejam, Si Kejam... sudah kubilang bahwa roh sihirku lebih hebat darimu, mengapa kau tidak percaya? setelah merasakan tekanan darinya baru percaya?” Kai Zen terkekeh pelan melihat Si Kejam yang bersujud di hadapannya.


“Hahahaha...aku mengerti...” Si Kejam tidak menanggapi ucapan Kai Zen, dia justru tertawa seakan mengerti sesuatu.


“Saat aku mengatakan, mari bertarung hingga titik darah penghabisan. Kau justru menertawakan perkataanku, sekarang aku mengerti alasan kau tertawa.” Si Kejam berdiri seraya menegakkan kepala menatap Kai Zen. Wajah sombong dan angkuh Si Kejam telah menghilang saat ini.


“Dengan roh sihir sehebat itu yang berada di dalam dirimu, kau bahkan bisa menghancurkan satu kota jika itu keinginanmu. Mungkin penyihir tingkat tinggi di kota Sky Blue hanyalah mainan baginya. Kau adalah monster sejati—tidak, maksudku kau adalah jenius sejati. Aku mengakuinya!” Si Kejam menunduk seakan memberi penghormatan kepada Kai Zen.


“Terima kasih atas perkataan serta kemampuanmu yang menyadarkanku. Aku menjadi lebih mengetahui luasnya dunia ini.” Si Kejam menegakkan kepala lagi.


‘Tadi saat aku memberinya nasihat panjang lebar dia bahkan tidak menganggap serius ucapanku. Sekarang setelah menerima penindasan dari Long Wang, dia menjadi begitu bijaksana? ada apa dengan dunia ini?’ gerutu Kai Zen dalam hati.


‘Itulah kekuatan mutlak, nak. Tanpa menunjukkan kekuatan aslimu, kau hanya akan dipandang remeh oleh orang lain. Orang lain tidak akan memercayai perkataan seorang yang lebih lemah darinya.’ Long Wang yang mendengar ucapan Kai Zen mencoba menjawabnya.


‘Jadi, percobaan ceramah kali ini gagal ya? sayang sekali.’ Kai Zen memasang wajah lesu.


‘Tidak sepenuhnya gagal. Jika kau tidak memberi ceramah pada roh sihir itu, bagaimana dia bisa berubah lebih bijaksana setelah aku memberinya penindasan? kau hanya perlu mengubah sedikit langkahnya, nak.’ Long Wang memberi semangat kepada Kai Zen.


‘Baiklah, Long Wang. Aku mengerti.‘ Kai Zen kembali fokus ke dunia nyata. Dia memandang Si Kejam yang terdiam di depannya.


“Haruskah kita melanjutkan pertarungan ini?”

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2