
“Huh, dasar pelit!”
Kitsune menjulurkan lidah ke arah Long Wang, dia mengejeknya. Long Wang hanya menghela napas panjang melihat tingkah Kitsune.
‘Hufff....terkadang rubah ini bertindak sangat kejam dan licik, tetapi juga kekanak-kanakan di sisi lain. Aku tidak mengerti tentangnya.’ Batin Long Wang.
“Apa ada pertanyaan lagi? jika tidak—”
“Masih ada!” sela Kitsune dengan gesit.
“Mengapa energiku cepat habis, sedangkan energimu sepertinya sangat banyak?” imbuh Kitsune memberi pertanyaan kepada Long Wang.
“Setiap manusia memiliki penampungan mana yang berbeda, jangan bandingkan milik wanita itu dengan milik bocah ini.” Jawab Long Wang.
“Bukankah jaraknya terlalu jauh? pasti ada perbedaan di antara mereka, kan?” Kitsune sudah merasa curiga dengan keadaan tubuh Kai Zen.
Sebelum menjawab pertanyaan Kitsune, Long Wang meminta persetujuan kepada Kai Zen terlebih dahulu.
‘Boleh aku memberikan beberapa petunjuk kepadanya, nak? aku tidak akan menyebutkan hal itu secara spesifik agar tubuh temanmu tidak terkena efek samping.’ ucap Long Wang berusaha berkomunikasi dengn avatar jiwa Kai Zen.
‘Jika aku tidak memberitahu rubah itu, dia akan terus mengangguku atau malah mengganggumu, nak.’ Imbuh Long Wang.
‘Asalkan hal tersebut tidak menyakiti Yizue, kau boleh mengatakannya. Lakukanlah dengan cepat, hari sudah semakin gelap!’ desak Kai Zen seraya menyetujui Long Wang.
‘Terima kasih, nak.’ Long Wang terdengar senang mendengarnya.
Setelah Kai Zen memberi persetujuan. Long Wang segera memberikan beberapa patah kata petunjuk kepada Kitsune.
“Aku tidak bisa memberitahumu secara detail karena ada batasan tentang hal itu.”
“Mana Heart—Ras—Kutukan—Hancur!” Long Wang mengucapkan dengan terpatah-patah agar tidak memicu efek samping kepada Kitsune, tubuh Yi Yizue.
Kitsune yang mendengar hal tersebut sontak terkejut sembari melihat Long Wang penuh kekaguman. Dia terlihat memahami apa yang Long Wang katakan.
“Kapan kau menyadarinya?” tanya Kitsune penasaran.
__ADS_1
“Hal seremeh ini sudah aku sadari sebelum menemukan tubuh bocah ini. Dengan kata lain aku sudah menyadarinya ketika mencari tuan yang cocok di planet ini.” Long Wang mengatakan hal tersebut dengan bangga.
“Sikapmu yang sombong masihlah penyebab aku membencimu. Tetapi, kesombonganmu sangat layak dengan kemampuanmu.” Ujar Kitsune penuh kebencian sekaligus pujian.
“Semua pertanyaan sudah terjawab, bisa kita akhiri pertemuan kita untuk sekarang?” tanya Long Wang.
“Aku pergi~” Kitsune membalas pertanyaan Long Wang dengan tindakannya. Perlahan-lahan kondisi tubuh Kitsune telah kembali seperti sebelumnya, tubuh Yi Yizue.
“Sangat mencerminkan dirinya.” ujar Long Wang seraya kembali ke kondisi tubuh sebelumnya, tubuh Ka Zen.
Beberapa saat setelah Long Wang dan Kitsune menyerahkan kendali tubuh kepada pemilik aslinya. Mereka segera tersadar dan saling menatap.
“Ta—tadi itu sungguh pengalaman yang menakjubkan!” ucap Yi Yizue ketika menatap Kai Zen.
“Kau benar, tidak hanya pengalaman yang kita dapat. Tetapi, pengetahuan juga!” jawab Kai Zen.
“Ngomong-ngomong, perubahanmu ketika menggunakan kekuatan Kitsune sangat cantik, Yizue!” imbuh Kai Zen, dia memuji Yi Yizue.
“Ka—kau juga sangat tampan, Kai!” Yi Yizue menundukkan wajahnya menghindari tatapan Kai Zen.
“Hehehehe, terima kasih!” Kai Zen tersenyum menatap Yi Yizue.
“Aku belum bisa memberitahumu sekarang, Yizue. Masih ada ancaman yang mengintai dari balik kegelapan. Tetapi, percayalah bahwa aku akan memberitahumu ketika ancaman itu tiada!” jawab Kai Zen dengan serius, dia menatap mata Yi Yizue dengan sungguh-sungguh.
‘Aku tidak bisa memberitahu Yizue sekarang. Aku tidak ingin dia terlibat dengan masalah ini!’ batin Kai Zen dalam hati.
Yi Yizue menelan ludah ketika melihat mata Kai Zen memancarkan keyakinan. Dia sangat yakin perkataan Kai Zen tidak mungkin sebuah kebohongan.
‘Jika itu putih maka dia akan mengatakan putih. Jika itu hitam maka dia akan mengatakan hitam. Kai Zen tidak mungkin berbohong kepadaku!’ pikir Yi Yizue dalam hati.
“Ba—baiklah, Kai.” Yi Yizue menganggukkan kepala, dia paham betul apa yang dikatakan Kai Zen.
“Hari sudah semakin gelap. Mari kita pulang?” ajak Kai Zen dengan cepat.
“Ka—kau benar, ayo segera pulang!” seru Yi Yizue seraya melihat ke arah langit yang telah gelap.
__ADS_1
Mereka pun segera berjalan dan mengambil tas. Kemudian, berganti baju ke toilet yang sebelumnya pernah mereka gunakan. Barulah mereka pulang setelah selesai berganti baju.
“Aku akan mengantar kamu pulang, Yizue.” tegas Kai Zen.
“Ti—tidak usah, aku bisa sendiri.” Yi Yizue menggeleng-geleng kepalanya seakan tidak menyetujui Kai Zen.
“Ini bukan permintaan, tetapi keinginanku.” Kai Zen tersenyum menatap Yi Yizue.
“Apa ini tidak merepotkanmu?” Yi Yizue terlihat tidak enak kepada Kai Zen.
“Tidak, tenang saja. Lagipula, Kak Fex tidak akan memarahiku!” jawab Kai Zen dengan senyum.
“Kak Fex?” Yi Yizue menatap Kai Zen dengan bingung.
“Kak Fex, dia adalah pembantuku. Dia...” Yi Yizue sudah tidak mempermasalahkan tindakan Kai Zen yang mencoba mengantarnya. Dia hanya bisa menyetujui keinginan Kai Zen. Dalam perjalanan ke rumah Yi Yizue, Kai Zen menceritakan berbagai hal tentang Kak Fex. Yi Yizue mendengar cerita Kai Zen dengan antusias.
Beberapa saat telah berlalu, Kai Zen dan Yi Yizue telah sampai di tempat tujuan, yaitu rumah Yi Yizue. Yi Yizue segera membuka gerbang dari luar dengan mudah, dia mempersilahkan Kai Zen untuk mampir ke rumahnya.
“Ma—masuklah dulu, Kai. A—aku akan membuatkan teh untukmu.” Ucap Yi Yizue sedikit malu.
‘Membuatkan teh untukku? bukankah ini seperti adegan suami yang baru pulang lalu di sambut dengan istrinya yang membuatkan teh untuknya?’ pikir Kai Zen ketika mendengar ucapan Yi Yizue, dia tersenyum kecil.
“Ka—kai?”
“KA—KAI!” Yi Yizue memanggil lagi karena Kai Zen tidak menjawabnya.
“Oh—ah ya, apa?” akhirnya Kai Zen keluar dari imajinasinya yang berlebihan.
“Ja—jadi, apakah kau mau mampir?”
“Sebentar...” Kai Zen membuka HPnya, lalu dia melihat jam yang ada di layar HP.
‘Jam 06.45 malam ya? sepertinya tidak masalah kalau aku pulang sekitar jam delapan atau sembilan malam. Kak Fex tidak akan memarahiku jika tidak lebih dari jam sepuluh malam.’ Pikir Kai Zen ketika melihat jam yang ada di layar HPnya.
‘Untuk jaga-jaga, aku akan mengirim pesan kepada Kak Fex!’ Kai Zen mulai membuka FVZ Chat, lalu dia mengirim sebuah pesan kepada Kak Fex.
__ADS_1
(Kak Fex, aku di undang untuk ke rumah temanku malam ini. Aku akan pulang sekitar jam delapan atau sembilan malam. Kak Fex bisa makan malam terlebih dahulu. Maaf karena mengabarimu mendadak.)
Bersambung