
“Siapa kalian?”
Kai Zen bertanya sembari memandang segerombolan pria berjumlah sepuluh orang yang mendatangi dirinya. Sedangkan, Guo Yan, Yi Yizue, dan Zhuo Fang hanya melihat dari samping Kai Zen.
“Apakah kau yang bernama Kai Zen?” seorang pria yang diduga pemimpin dari segerombolan orang tersebut melangkah maju, dia berdiri beberapa meter di depan yang lain.
“Ya, aku Kai Zen. Lalu?” Kai Zen melangkah maju, dia berdiri di tepat di depan pria itu.
“Nyalimu besar juga, junior Kai.” Pria itu tersenyum miring ke arah Kai Zen.
“Jika nyaliku kecil mana mungkin aku berdiri di depanmu sekarang.” Kai Zen tersenyum miring membalas Pria itu.
Kai Zen dan pria itu saling menatap, jarak di antara mereka hanya beberapa senti. Satu pukulan dari mereka saja sudah mengenai lawan bicaranya.
“Hemmm, menarik. Aku membiarkanmu lepas kali ini.” Pria itu membalikkan badan, dia berjalan meninggalkan Kai Zen.
“Teman-teman, angkat seluruh bawahan Ji Zhan. Biarkan aku yang membawa tubuh Ji Zhan. Setelah ini kita akan pegi ke rumah sakit.” Pria itu segera memberi perintah kepada bawahannya seraya berjalan pergi.
“Si—” perkataan seluruh bawahan Pria itu terpotong ketika Kai Zen menyela.
“Apakah aku sudah memperbolehkan kalian pergi?” sela Kai Zen.
Shettt! Pria itu menghentikan langkahnya. Dia berbalik menoleh Kai Zen.
“Hoo, apa maksudmu, junior Kai?” Pria itu memandang Kai Zen dengan tajam.
“Apakah kalian hanya datang dan pergi sesuka hati? apa kau memandang rendah diriku?” Kai Zen balik menatap tajam pria itu.
“Margaku Dai namaku Lanwu. Aku murid tahun ketiga dari Akademi Satu. Dengan kata lain aku seniormu. Apa kau tidak memiliki sopan santun kepada seniormu?” Pria itu memperkenalkan dirinya dengan bangga, dia memandang Kai Zen dengan rendah.
“Dai Lanwu? kau berasal dari Keluarga Dai yang itu? dan lagi kau murid tahun ketiga di akademi yang sama sepertiku?” Kai Zen memasang wajah terkejut seakan mengagumi sekaligus ketakutan mendengar hal yang disampaikan pria bernama Dai Lanwu tersebut, dia terlihat bodoh.
__ADS_1
‘Pufff ... ekspresi macam apa itu? walau aku tahu itu tidak serius tapi lucu saja melihat Kai Zen memasang ekspresi itu!’ batin Zhuo Fang dalam hati.
‘Ka—kai terlalu berlebihan.” Pikir Yi Yizue dalam hati, namun dia tersenyum saat memikirkan ekspresi Kai Zen.
‘Sesuai rencana Kai Zen.’ Guo Yan tersenyum melihat pertunjukan ini.
“Apa kau ketakutan saat mendengar nama Keluarga Dai?” Dai Lanwu semakin memandang rendah Kai Zen.
“Tentu saja i—tidak. Untuk apa aku ketakutan mendengar omong kosongmu? lihatlah dia, dia adalah orang yang menghajar nona muda dari keluargamu.” Kai Zen menunjuk Zhuo Fang sembari terkekeh pelan, dia menghilangkan wajah bodoh dan beralih ke ekspresi biasa.
‘Aku lemparkan dia padamu, Zhuo Fang. Berikan aku pertunjukkan yang bagus!’ batin Kai Zen dengan pikiran liciknya.
‘Sialan kau, Kai Zen!’ cetus Zhuo Fang dalam hati sembari melotot ke arah Kai Zen.
“Zhuo Fang? kau Zhuo Fang, kan? mantan tunangan nona Dai Rui Ruo. Namun, sayangnya kau ditinggalkan olehnya dan—”
“Omong kosong, aku tidak merasa ditinggalkan olehnya. Lagipula, aku sudah menghajarnya saat itu di arena Akademi Satu. Bukankah kau melihat atau setidaknya mendengar kejadian itu?” potong Zhuo Fang, dia tidak terima direndahkan oleh kacung Keluarga Dai.
“Hahahaha, yang ku tahu adalah kontrak pertunanganmu dibatalkan oleh pihak kami. Kau yang ditinggalkan! mau tidak mau kau harus menerima hal itu!” Dai Lanwu dengan tenang menanggapi ucapan Zhuo Fang, dia tertawa mendengar hal itu.
“Apa kau pikir menghajar nona muda Dai adalah hal yang hebat? tuan muda Dai bahkan tidak mempermasalahkan hal itu.” Dai Lanwu tidak marah sedikitpun, dia justru semakin bersemangat memojokkan Zhuo Fang.
“Heh, ternyata hanya kacung dari si sialan Dai Chang Fa itu. Aku tidak jadi terkejut, sikapmu hampir mirip sepertinya dirinya. Ternyata memang benar bahwa sikap Tuan akan memengaruhi bawahannya.” Zhuo Fang seakan memutar balikkan keadaan dalam sekejap, dia menjadi lebih tenang dan Dai Lanwu menjadi marah.
“Apa kau mengejek tuan muda Dai?” Dai Lanwu menatap Zhuo Fang seakan ingin menyerangnya, dia tidak terima bahwa Tuannya direndahkan oleh orang seperti Zhuo Fang.
“Kau bukanlah siapa-siapa di Keluarga Zhuo. Sedangkan, tuan muda Dai adalah Kepala Keluarga Dai selanjutnya. Hak apa yang kau miliki untuk merendahkan tuan yang ku layani?” imbuh Dai Lanwu.
“Hak berpendapat!” jawab Zhuo Fang singkat. Dia tersenyum seakan merendahkan Dai Lanwu.
“Sialan! maksudku adalah apa yang kau miliki untuk merendahkan tuanku? kau bukanlah siapa-siapa di luar atau di dalam Keluarga Zhuo!” Dai Lanwu membentak Zhuo Fang.
__ADS_1
“Aku memang bukan siapa-siapa. Tetapi, setidaknya aku tidak mencelakai saudara sendiri hanya untuk sebuah kekuasaan.” Zhuo Fang menjawab perkataan Dai Lanwu dengan sindiran, senyum di wajah Zhuo Fang masih terukir.
“Hahaha, apa kau berusaha mengalihkan pembicaraan?”
“Meskipun begitu ucapanku adalah fakta.”
“Fakta? itu hanya dari sudut pandangmu. Sudah lupakan saja. Lagi pula kau hanya memiliki saudara perempuan. Mana mungkin kau mengerti betapa susahnya memiliki saudara laki-laki seperti tuanku. Toh, saudara perempuanmu hanyalah wanita penyakitan hahahaha!” Dai Lanwu tertawa terbahak-bahak.
Melihat Dai Lanwu yang mengejek serta menertawakan adiknya, Zhuo Fang melesat cepat ke arahnya. Zhuo Fang siap melayangkan pukulan kepada Dai Lanwu.
BAM! Dai Lanwu dengan tangkas menggenggam pukulan Zhuo Fang, dia tersenyum seraya berkata, “Kau hanyalah semut dihadapanku!”
Wesh! Zhuo Fang menghiraukan ejekan Dai Lanwu, dia melompat mundur.
“Kau boleh merendahkan diriku. Tetapi, ketika kau merendahkan adikku, satu-satunya keluargaku. Maka kau harus siap menerima akibatnya!” Zhuo Fang mengucapkan dengan sungguh-sungguh, dia memandang Dai Lanwu tajam.
“Wah takutnya~” Dai Lanwu menutup wajah dengan kedua tangannya.
“Tapi, apa kau sanggup mengalahkanku?” Dai Lanwu menurunkan tangan yang semula menutupi wajahnya, dia tersenyum sinis kepada Zhuo Fang.
“Hoi, hoi, hoi jika kalian ingin bertanding maka aku harus ikut!” Guo Yan yang dari tadi diam kini mulai bertindak.
“Karena Zhuo Fang memutuskan untuk bertarung maka aku hanya bisa mengikuti keputusannya.” Kai Zen memandang Dai Lanwu dengan santai, dia tersenyum melihatnya.
“Hum!” Yi Yizue hanya mengangguk, dia siap mengikuti apa yang teman-temannya lakukan.
“Kalian para bocah ingin melawan ku yang termasuk murid tahun ketiga? apa kalian ingin mengeroyokku?”
“Tentu saja aku tidak akan membiarkannya! teman-teman, apakah kalian siap bertarung?” teriak Dai Lanwu.
“KAMI SIAP!” ucap segerombolan bawahan Dai Lanwu dengan lantang.
__ADS_1
“Bersiaplah untuk memberi pelajaran kepada junior tahun pertama kita!”
Bersambung