
Betapa bahagianya Fatarani mendapatkan rayuan gombal yang membuat hatinya terus berbunga-bunga dan penasaran dengan sosok Fadly yang dikenalnya namun belum sekalipun mereka pernah bertatap muka baik secara online maupun secara langsung.
"Abang serus kan? Gak lagi mainin Fatar?" tanya Fatarani dnegan nada manja.
Terdengar suara gelak tawa yang terus semin keras. Mendengar pertanyaan bodoh dari seorang Fatarani, wanita beranak empat dengan sttaus masih menjadi istri orang lain itu yang terdengar manja.
Keduanya memang jatuh cinta dan saling nyaan satu sama lain. Berawal dari saling bertukar komentar pada salah satu media sosial. Fadly pun dengan cepat merespon Fatarani melalui private chat untuk mendapatkan nomor Fatarani.
Mulai sejak itu, hubungan mereka pun semakin dekat dan semakin akrab hingga terlontar kata ingi serius dari pihak Fadly dengan segala janji yang di ungkapkan.
"Kok Abang malah ketawa sih? Memang pertanyaan ini Abang anggap hanya sebuah candaan saja?" tanya Fatarani engan kesal dan sedikit kecewa dengan respon Fadly yang tidak sesuai dengan ekpektasinya bila di beri kabar baik ini. Kabar baik yang selalu di tunggu Fadly, dimana Fatarani sanggup meminta pisah dan cerai dari Rafli, suaminya.
"Abang bukan meledek atau menganggap candaan. Kalau memang Cantiknya Abang sudah menalak cerai, coba kita berdua bertemu secara langsung? Kita belum pernah sedikit pun, dan Abang harus tahu wajah asli perempuan yang selama ini membuat Abang nyaman," ucap Fadly dengan tegas.
Senyum Fatarani langsung terbit. Debaran jatungnya pun ikut berdetak kencang karena rasa bahagia yang membuncah.
__ADS_1
"Abang serius kan? Abang gak bercanda? Fatar sudah melepaskan suami Fatar demi Abang," ucap Fatar pelan dengan nada cemas dan sedikit gelisah.
"Makanya kita bertemu. Biar kita bisa memastikan semuanya," ucap Fadly pelan memberikan saran.
"Memastikan semuanya? Maksudnya apa? Abang masih belum punya kepastian dengan Fatar?" tanya Fatar dengan kesal.
Wajahnya memerah karena kesal dan kecewa. Lelaki yang di prioritaskan malah membuatnya murka di saat yang di tepat.
"Hei, Cantiknya Abang. Abang serius. Hanya Abang ingin ketemu kamu secara langsung, Fatar," ucap Fadly melemah.
Keisengan Fadly di awal perkenalannya dengan Fatar malah membuatnya susah sendiri. Sudah banyak kebohongan yang diciptakan Fadly sebagai jurus untuk menggoda dan merayu Fatar hingga Fatra benar-benar terhanyut dalam gombalan yang diciptakannya.
Pikirannya kini ikut cemas dan bingung. Baru beberapa hari yang lalu, Fadly memberikan pernyataan bahwa sangat mencintai Fatar. Sedikit demi sedikit otak Fatar pun teracuni dengan segala rayuan gombal Fadly, hingga Fatar benar-benar bertekuk lutut di hadapan Fadly dan berani mengambil resiko untuk meninggalkan Rafli, Suaminya dan anak-anaknya.
"Kamu harus percaya dan yakin sama Abang," tegas Fadly sangat meyakinkan Fatar.
__ADS_1
Fatar mengangguk pelan. Hatinya sedikit lega dengan pernyataan Fadly barusan.
"Iya Bang. Fatar percaya," jawab Fatar menurut.
Ponselnya telah di tutup karena sambungan telepon itu telah putus beberapa menit lagi. Fadly beralasan tiba-tiba ada pekerjaan mendadak dan harus dialksanakan saat ini juga.
Fatar mengalah, padahal siang ini masih rindu dan masih ingin berlama-lama berkomunikasi dengan Fadly. Sekalian Fatar ingin menghilangkan rasa penatnya sejak cek-cok kepada Rafli, Suaminya tadi pagi.
Tubuh Fatar di rebahkan di tempat tidur dan kedua matanya mulai terpejam. hatinya terasa cemas dan begitu tegang. Entah apa sebenarnya yang sedang Fatar rasakan saat ini. Pikirannya seperti melayang danhatinya gundah gulan atidak tenang.
TOK ...
TOK ...
TOK ...
__ADS_1
Pintu kamar tidur yang di pakai Fatar pun terbuka. Sepupu Fatar yang bernama Lina pun masuk ke dalam dan duduk di tepi ranjang yanag sedang di gunakan Fatar untuk merebahkan diri.
"Hei, Kak Fatar?! Bangun ...." panggil Lina pelan sambil menggoyang-goyangkan tubuh Fatar pelan.