
"Bunda benci dengan Ayah dan Rara!!" teriak Fatarani semakin histeris. Kedua tangannya menutup seluruh wajahnya dan Fatarani menangis dengan sangat keras.
Fatarani belum bisa mengontrol emosinya dengan baik. Rasa kesalny kepada Rara berubah menjadi kebencian yang teramat sangat. Semua akses kontak dan media sosisal milik Rafli, Suaminya yang masih bisa terhubung dengan Rara pun di blokir tanpa ada satu pun akses yang tersisa.
"Bunda ... Cukup. Sini Ayah peluk. Ayah sayang sama Bunda," ucap Rafli pelan smbil melangkah beberapa langkah mendekati Fatarani. Lalu, kembali memeluk tubuh Fatarani, istrinya dengan penuh kasih sayang.
Tubuh Fatarani bergetar dengan hebat. Tangisnya begitu kentara memperlihatkan sisi kecewa dan sakit hatinya.
Satu tangan Rafli memeluk tubuh mungil itu dan satu tangan kanannya mengusap lembut kepala hingga ke punggung Fatarani dengan sangat lembut. Pelukan dan sentuhan lembut Rafli membuat kenyamanan tersendiri bagi Fatarani.
"Sudah Bunda, jangan punya pikiran yang tidak-tidak. Ingat, Ayah itu sayang sama Bunda. Tidak ada satu pun hal yang bisa memisahkan kita," ucap Rafli berjanji.
Rafli memang sangat mencintai dn menyayangi Fatarani. Tidak ada alasan meninggalkan atarani, istrinya itu yang sudah menemaninya selama ini dari titik terendah hingga merangkak berusaha menggapai kejayaan.
Fatarani masih menangis dalam pelukan Rafli, suaminya. Hatinya masih berat untuk menerima kenyataan pahit ini. Kenyataan dimana Rafli, memiliki wanita idaman lain walaupun hanya saling mengagumi satu sama lain.
"Bunda harus percaya kepada Ayah. Jangan ada pikiran buruk terhadap Ayah," ucap Rafli kemudian.
Fatarani melepas pelukan itu dan membuka kedua tangan yang menutupi wajahnya. Kepalanya menggeleng pelan dan menatap tajam kepada Rafli.
__ADS_1
"Tinggalkan Rara, jangan pernah hubungi pelakor itu kalau rumah tangga kita tidak ingin hancur!!" teriak Fatarani dengan suara lantang.
Rafli seketikaa terdiam. Tidak mungkin meninggalkan Rara karena hatinya kini telah tertambat pada wanita single dengan anak satu itu. Bermula dari kekagumannya terhadap Rara sebagai orang tua tunggal yang bekerja keras untuk anak semata wayangnya hingga rasa kagum itu berubah menjadi rasa cinta dan rasa sayang.
Fatarani terus menatap tajam dengan kedua mata melotot ke arah Rafli. Fatarani menunggu jawaban ketegasan Rafli untuk siap pergi dari kehidupan Rara.
"Kenapa diam? Tidak bisa menjawab? Jadi benar Ayah memang ada rasa khusus kepada Rara!! Jawab Ayah!!" teriak Fatarani semakin kesal melihat diamnya Rafli.
Melihat tidak ada jawaban dan tidak ada ketegasan dari rafli, suaminya itu, Fatarani pun mengambil langkah seribu. Pikirannya kembali terbaa emosi yang berapi-api.
Nasi goreng yang masih tergeletak di lantai pun diambil dan dilemparkan ke arah Rafli, suaminya yang berada tidak jauh di depannya hingga seluruh nasi goreng itu terlemapra dan tumpah ruah di tubuh Rafli.
Rafli hanya bisa diam melihat kericuhan yang terjadi di dalam kamar kontrakannya itu muali dari ponsel yang pecah lalu gelas yang pecah bercecera dan kini tumpahan nasi goreng yang mengotori lanatai kamar itu.
Fatarani berteriak-teriak seperti orang yang sedang kemasukan setan sambil sesekali menangis tidak jelas.
Rafli sudah tidak peduli lagi dan pergi meninggalkan Fatarani yang masih terduduk di lanatai. Rafli membersihkan semua beling bekas pecahan gelasa yang di lemapr tadi dan membereskan belahan ponsel milik Fatarani. Terakhir, rafli menyapu sisa nasi goreng yang sengaja di lepar Fatarani agar seluruh isinya tumpah ruah di lantai kamar kontrakannya dengan bau wangi khas nasi goreng.
Fatarani mendekap kedua kakinya yang dilipat dengan kepala di letakkan di atas dengkulnya.
__ADS_1
Setelah beres semuanya, Rafli pergi ke depan rumah kontrakan dan duduk di teras depan rumah kontrakan sambil menyalakan rokok yang di bawanya lalu menghisap rokok itu dengan penuh kenikmatan. Rafli berusaha melupakan kejadian yang baru saja terjadi.
Beginilah sifat dan karakter Rafli yang dingin dan lebih banyak diam. Jika satu kali peringatannya tidak di gubris maka ada kesempatan kedua, tapi apabila sudah lebih dari tiga kali masih saja melakukan hal yang sama tanpa mau merubah ke arah yang lebih baik maka Rafli akan benar-benar diam dan tidak peduli dengan semuanya.
Dan mulai malam ini, Rafli tentu akan tidak mempedulikan lagi Fatarani. Sikapnya suda kelewat batas.
Suasana di dalam kamar kontrakan itu sungguh ricuh. Kamar kontrakan yang baru saja dibersihkan oleh Rafli pun sudah kembali berantakan bagai kapal pecah. Fatarani melempar semua pakaian milik Rafli dengan kesal seperti sedang menyuruh lelaki yang telah hidup bersamany aselama sebelas tahun itu untuk pergi dari kehidupannya.
Pakaian Rafli di lempar ke arah yang berbeda-beda. Saking jengkelnya, ponsel Rafli pun tiddak luput dari razia Fatarani. Menghapus semua kontak Rara dari daftar kontak yang ada di ponsel Rafli.
Napas Fatarani semakin memburu. Rasa cemburunya yang semakin terlihat sekali menggila dan posesif malah membuat Fatarani semakin kesusahan. Baru kali ini Fatarani di hinggapi rasa cemburu kepada Rafli, suaminya yang sangat berlebihan. Ada rasa takut kehilangan dan takut di tinggalkan. Itu semua karena pengakuan Rafli yang mengungkapkan keinginan Rara yang mau dijadikan istri kdua dengan penuh keikhlasan, namun harus mendapatkan restu daru Fatarani, Sang Istri pertama Rafli.
"Gila kamu Ra!! BIsa-bisanya kamu menggoda Ayah Rafli, dengan permintaanmu yang tidak masuk akal!! Suatu saat tentu kamu berniat untuk menggeser posisi aku sebagai istri sah Rafli!! Niat buruk dan niat jahatmu itu sdah terbaca!!" teriak FAtarani dengan sangat keras marah-marah sendiri dengan tidak jelas.
Ponselnya sudah hancur dan tidak dapat di pakai lagi karena belum dibenarkan kembali menjadi satu kesatuan ponsel yang utuh. Rafli sengaja hanya mengumpulkan ponel itu tanpa membetulkannya kembali.
Ketakutan Fatarani yang pertama sebagai bentuk rasa cemburu dan keposesifannya terhadap Rafli adalah jika suatu saat fatarani tidak lagi di beri nafkah secara lahir oleh Rafli suaminya.
Tubuh fatarani begitu lelah setelah mengamuk tidak jelas dan berteriak-teriak yang tidak berguna hingga membuat tubuhnya malah semakin lemas tidak berdaya. Degup jantungnya terus terpacu seiring dengan alur napas yang semakin tidak teratur dan memburu hingga sesekali membuat saluran pernapasan fatarani terdengar sesask dan tersengal-sengal.
__ADS_1
Rafli sudah menghabiskan tiga batang rokoknya dengan sangat nikmat. Merasakan setiap tarikan napas dari hisapan rokok dan hembusan napas yang terbuang dari indera penciumannya dan dari seluruh rongga dadanya yang ikut merassakan ketenanngan luar biasa.
Baru kali ini, Rafli di hadapkan satu permasalahan yang cukup sulit dan membuatnya dilema hingga terjadi perang batin disana.