MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab100


__ADS_3

SEBELUM NYA



Setiap seminggu sekali Hotel Salfin selalu mengadakan meeting mingguan.


Kebetulan dua hari yang lalu, Hotel Salfin baru selesai mengadakan meeting yang di hadiri oleh Kenzo Mahesa selalu pemilik atau Chief Executive Officer(CEO).


Semua orang sudah mulai memasuki ruang rapat atau Meeting room. Dan segera menduduki kursi semesti nya mereka tempati.


Kenzo yeng sudah mulai melangkah masuk ke arah kursi kesayangan nya. Dengan stelan blazer navi blue kotak-kotak. Bukan memakai Jaz seperti umum nya. Kenzo lebih suka memakai blazer yang bahan nya lebih tipis dari Jaz. Dan lebih lembut dari Jaz juga. Bagi Kenzo Jaz terasa kaku di saat dia pakai.



Setelah meeting berjalan dua puluh menit, tiba-tiba pintu di ketuk dari luar. Semua padang mata tertuju satu tujuan yaitu pintu ruang rapat.


''Masuk, '' Titah Kenzo tegas tanpa ekspresi.


Kenzo paling tidak suka kalau ada yang terlambat datang di saat melakukan meeting. ''Bukan sudah ada pemberitahuan, sebelum meeting berlangsung, lalu ini apa?'' Batin Kenzo kesal.


''Maaf, tuan Kenzo aku terlambat karena____''


''Duduk lah di tempat mu!'' Potong Kenzo cepat, dengan nada suara rendah.


Kenzo tidak ingin tau alasan nya, yang akan berakibat fatal kalau ia sampai mengetahui nya. Apa lagi sama kakak ipar nya sendiri Aldo Sanjaya? Kenzo tidak ingin pertemuan kali ini terkesan buruk di mata kakak ipar nya saat ini.


''Baiklah tuan, maaf, '' Lirih nya.


Huruf, hah.


''Lanjut kan, '' Perintah Kenzo ke semua orang yang ada di ruang rapat.


🍂

__ADS_1


🍂


🍂


1 JAM


Setelah selesai meeting dan berjabat tangan, Kenzo segera melangkah keluar meninggalkan ruang tersebut.


Aldo yang merasa bersalah karena terlambat, Aldo mengikuti langkah kaki tuan Kenzo dari belakang.


''Tunggu tuan Kenzo, boleh berbicara sebentar.'' Ucap Aldo hati-hati.


Kenzo menghentikan langkah kaki nya bersama asisten nya Riko, yang berada di belakang nya.


''Hmm, ikut lah ke ruangan ku.''


''Terimaksih, '' Balas Aldo dengan senyuman.


''Sekali lagi maaf tuan, soal terlambat nya saya tadi. Di karenakan Papa saya sedang tidak sehat. Jadi saya yang menggantikan nya dengan waktu yang mendadak.''


Kenzo memicingkan mata nya beberapa waktu.


''Siapa nama Papa mu Pak Aldo?'' Sebenarnya Kenzo sudah tau nama rekan bisnis nya ini. Tapi Kenzo hanya ingin memastikan lagi.


''Papa saya Andre Sanjaya, tuan''


''Nama Hotel nya?'' Lanjut Kenzo lagi.


''Nama Hotel nya, City Hotel tuan.'' Aldo merasa aneh pertanyaan yang di ajukan oleh Ceo di depan nya saat ini. bukan nya kerja sama ini sudah cukup lama. Kenapa sekarang terlihat baru mulai kerja sama.?


''Ini dokumen dari City Hotel tuan. boleh di cek kembali.'' Aldo menyerahkan dokumen yang ia pegang sedari tadi.


''Tidak perlu,'' Kenzo menolak dokumen yang di sodorkan di depan nya saat ini. ''Emang Pak Andre sedang sakit apa?'' Tanya Kenzo dengan mendatangani berkas yang di buka oleh asisten nya merangkap jadi sekretaris nya itu.

__ADS_1


''Papa saya terkena serangan jantung tuan, lagian ini baru pertama kali nya. Jadi Papa saya di saran kan untuk opname beberapa hari untuk di periksa lebih lanjut apa penyebab nya.?''


''Oh,'' Kenzo mengangguk-anggukan kepalanya pelan. ''Di Rumah Sakit mana? Biar besok kalau ada waktu senggang. Aku akan menjenguk nya.''


''Tidak perlu repot-repot tuan, di doain saja, semoga cepat sembuh.'' Ucap Aldo yang merasa tidah enak.


''Aku yang ingin menjenguk rekan bisnisku. Apakah itu tidak boleh?'' Tanya Kenzo menatap intens ke arah Kakak ipar nya ini.


''Boleh, tidak ada larangan tuan. kalau begitu saya permisi dulu.'' Pamit Aldo segera meninggalkan ruangan tersebut.


''Hmm, ''


''Apakah kau serius Kenzo?'' Tanya Riko yang sudah duduk di depan Kenzo.


''Tidak seperti biasanya, kau ingin menjenguk sendiri rekan bisnis kita. biasanya kau menyuruh ku saja untuk pergi menjenguk nya'' Selidik Riko dengan menatap lekat wajah tegas Kenzo.


''Jangan bilang kau menyukai putri nya. Siapa nama nya tadi? Ah, aku lupa.'' Pura-pura pelupa Riko.


''Kiana, ''


''Wah, Wah wah ternyata kau masih mengingat nya. Jangan bilang dulu kau menyuruh ku mencari tahu tentang keluarga Sanjaya dengan tanda tangan nya juga. Itu pasti ada hubungan nya dengan kau menyukai putri nya.'' Sesar Riko lagi.


''Hmm, tanda tangan itu untuk meresmikan pernikahan aku. Dengan menyerahkan hak wali hakim sebagai bukti nya.''


''Jadi__ ''shok Riko.


''Bagaimana dengan kedua orang tua mu,?''


''Perihal itu sama aku lakukan. Dengan tanda tangan tanpa paksaan. Dan tidak di pengaruhi oleh obat, asli dengan sehat wal afiat'.''


''Luar biasa kamu Kenzo Mahesa, tidak sia-sia aku ikut dengan mu.'' Bangga Riko.


SELESAI YA, SUDAH UP LAGI INI.

__ADS_1


__ADS_2