
BANDARA PUKUL 21,30
''Kamu yakin sayang, jam segini tetap mau pergi. Kenapa tidak besok pagi aja.'' Bujuk Mom Siska. ''Masih bisa kok di batalkan, mumpung belum masuk ke dalam pesawat.'' Rayu nya lagi.
''Ish Mom, Kenzo tiga hari sudah ngambek Mom. Tidak mau ngabari istri nya lagi. Bahkan aku chat dia hanya cetang dua aja tanpa membalas nya.''
''Anak Mom memang gitu kalau sedang cemburu, sebelas dua belas seperti Daddy nya.'' Ungkap Mom Siska seraya membayangkan masa muda nya.
''Memang dia putra ku, Ma.'' Batin Daddy Bagas.
Kia tersenyum senang memiliki mertua begitu sayang ke padanya. ''Nah itu Mom sudah tau. ''
'' Iya udah sana masuk, pesawat mu sudah mau berangkat menuju suami tercinta. Kalau sudah sampai kabari Mom ya, sayang. Eh, apa kamu sudah tau alamat suami mu tinggal.''
''Sudah aku kasih melalui chat tadi sayang, dan juga sudah aku siapkan orang ku untuk menjemput nya nanti setelah Kia tiba di sana.'' Jawab Daddy Bagas yang ikut mengantar menantu nya ke bandara untuk menyusul putra nya yang lagi merajuk. Daddy Bagas yang membayangkan Putra nya kalau sedang merajuk terkekeh geli.
'''Benaran Mas,''
__ADS_1
''Hmm, tanya aja sama menantu kesayangan mu itu.'' Kesal nya, sudah sering kali dia di tuduh tidak suka dengan menantu nya sendiri. Dengan alasan kurang tegur sapa dengan menantu nya kalau sedang di rumah.
''Benar kok Mom, Daddy sudah mengirim nya tadi sebelum kesini.''
''Aku berangkat dulu Mom, Dadd. Sudah ada pemberitahuan dari dalam. '' Pamit Kia dengan mencium punggung tangan kedua nya.
''Hati-hati, sayang'' Membuat sepasang suami istri itu saling pandang, seketika salah tingkah karena malu.
''Ginikan keren, sesekali kompak. '' Puji Kia tersenyum.
''Kamu tidak tau aja, kalau kita berdua selalu kompak dalam hal apa pun, termasuk membuat adik untuk Kenzo. Aaawww, sakit Ma, Kenapa di cubit. ?''
🍃
🍃
🍃
__ADS_1
Hoek, hoek, hoek.
''Apakah nona baik-baik saja?'' Dengan membawa segelas air putih hangat dan satu obat anti mabuk.
Dengan cepat Kia meneguk air hangat tersebut. '' Hahh, pahit sekali mulut ku, Re.''
''Apa perlu kita mampir dulu ke Rumah Sakit sebelum ke Hotel, Nona.''
'''Hei, aku cuma mabuk pesawat, Re. Tidak lagi sakit parah, ngapain juga ke Rumah Sakit segala.'' Sungut Kia, ''Kalau aku tahu naik pesawat memakan waktu yang begitu lama. mending aku terima aja tawaran Daddy kemarin naik pesawat pribadi nya.'' Sesal nya dengan masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu nya. ''Ngomong-ngomong gelas ini dari mana?''
''Tadi aku beli nona, dari Restoran di dalam Bandara tadi. Apa nona masih merasakan mual.? Membuat Kia menggeleng pelan. '' Kenapa kepala ku menjadi pusing, Re.''
''Wajar nona sehabis mabuk. lebih baik nona tidur dulu kalau sudah sampai nanti aku bangunin.''
''Baiklah,'' Mencari posisi yang pas untuk istirahat. Karena mobil ini sudah tersedia untuk kenyamanan sang pemilik nya. Jadi sebelum nya sudah di rubah dengan keinginan nya.
''Apakah nona tadi muntah terus, Rena.?''
__ADS_1
''Iya, dari dalam pesawat. Sudah muntah terus sampai turun dari pesawat. Tadi sudah aku kasih penambah cairan dengan cara di minum. Nona tidak mau di infus soal nya. Dan kebetulan aku membawa yang berbentuk air untuk di minum.'' Jelas Rena panjang lebar, ''Sebentar, aku belum mengabari tuan Bagas, soal kondisi menantu nya.''