MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab78


__ADS_3

''Bukan nya tadi mau curhat, mumpung sepi ini kelas.'' Tawar Kia.


''Iya sih, tapi___.. !''


''Tapi, tapi apa?'' Kia menoleh ke arah samping di mana Chika berada.


''Ragu, kau masih ragu dengan ku. '' Kia.


''Iya'' Lirih nya.


''Sudah ku tebak Chik, ngapain juga ragu? Kita tuh sudah sepaket, ingat itu ya. Aku bisa kok, menyimpan rahasia kamu juga. Apa aku pernah menusuk kamu dari belakang? Tidak pernah bukan, itu bukan tipe aku ya. '' Ucap Kia menjelaskan.


''Iya aku tau, cuma masih ragu saja!''


''Ragu atau belum siap, seperti nya ada hal yang serius ini.'' Kepo Kia bergerak merapat ke arah Chika.


''Ayolah,! Jangan bikin aku mati penasaran,'' Bisik Kia.


Chika menghela nafas berat nya. Kalau sudah begini, mau bagaimana lagi.?


''Aku sudah menikah,'' Jawab Chika dengan berbisik juga. Dia juga tidak bertele-tele. Apa lagi bermuter-muter lebih dulu? Kelamaan, batin nya.


Kia terdiam beberapa waktu. Di susul Kia tertawa ringan merasa sahabat nya sedang becanda. ''Jangan ngelantur kemana-kana kalau mau bercanda Chik, tidak lucu tau.''


''Serius''


Kia yang masih tertawa, langsung berhenti mendadak.

__ADS_1


''Kau pikir aku percaya,!'' Ejek nya.


''Terserah, bukan urusan aku. ''


''Oh, god apa lagi ini? Kenapa tidak cukup dengan diriku saja? Kenapa sahabatku aku juga harus mengalaminya? Apa dosa ku ini terlalu banyak ya.?'' Pikir Kia dengan mengusap wajah nya karena frustrasi.


''Bagaimana bisa?'' Tanya Kia singkat, setelah keheningan di antara mereka terjadi beberapa waktu.


''Apa nya?''


''Mengapa kamu bisa menikah secepat ini? Jangan bilang kalau kamu sudah hamil duluan.'' Kia Curiga dengan menaikan sebelah alis nya.


''No, situasi nya yang sudah membuat ku harus menikah.'' Chika.


''Kenapa bisa sama, karena situasi.'' batin Kia


''Panjang ceritanya, intinya dia salah sasaran. Yang di tuju pada seorang wanita yang sudah merebut calon tunangan putri nya. di saat acara pertunangan nya sendiri. ''


''Dan laki-laki itu, memberi minuman yang sudah di campur dengan obat gila ke pada ku dengan cara begitu keji.'' Geram Chika dengan kedua tangan nya sudah mengepal begitu kuat.


Kia yang melihat ada perubahan pada diri Chika. Dia merasa kasian dan juga marah terhadap nasibnya Chika.


''Hmm, dengan laki-laki tua atau muda Chik.?''


Kia merasa takut kalau sahabatnya itu menikah dengan om-om tua.


Yang di tanya, langsung tersenyum sumringah.

__ADS_1


''Muda, My Crush. ''


''Sungguh,'' Kia tak percaya.


Dengan gerakan mulut menganga. ''Wow keren '' Pekik Kia heppy.


''Kamu tau tidak, tadi tuh aku sudah berpikiran sangatlah jauh. Ku pikir kalau suami mu itu seperti om-om tua.'' Heboh Kia.


''Bisa di pelanin tidak, kalau nanti ada yang mendengar nya bagaimana? Ingat ya ini rahasia, hanya kamu yang tau.''


''Siap, tapi kasih tahu dulu siapa orang nya baru siap?''


''Janji ya''


''Iya''


''Hmm... orang nya hamm.'' Lidah Chika tiba-tiba terasa kelu saat mau mengucapkan.


''Kelamaan, hamm, hmm-hamm-hmm kapan jawab nya.'' Kesal Kia.


''Dito,'' Akhirnya lulus juga dari mulut ku. Batin Chika.


''Beneran, Dito yang satu kelas sama kita ini?'' Bisiknya.


''Iya, siapa lagi dong?'' Jawab nya yang masih tersenyum malu-malu.


Tanpa sepengetahuan dari mereka berdua, laki-laki yang berada di balik dinding pintu. Tersenyum begitu manis, cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


Awal nya ingin mengambil dompet nya yang tertinggal di dalam ransel nya. Sungguh di luar dugaan nya, dia justru mendengar ungkapan hati dari seseorang yang kini telah menjadi istri nya.


__ADS_2