MARRIED YOUNG

MARRIED YOUNG
Bab127


__ADS_3

Kia menggeleng kepalanya dengan tersenyum. ''Sampai kapan sih, Aurel? Kamu selalu cemburu dengan ku. Aku sudah menghindari Digo atas permintaan mu. Aku juga tidak pernah ketemu Digo lagi, selain hari ini. Itu juga kebetulan kalau keluarga kita sedang berkumpul. Ingat Aurel kita ini masih satu keluarga. Tidak kemungkinan, kalau aku tidak sering ketemu dengan calon suami mu itu.'' Ucap Kia mengingatkan kembali Aurel.


Aurel terdiam, mencerna kembali ucapan Kiana yang di tunjukan kepadanya. ''Benar apa ada nya? Semua ini masih dalam satu Keluarga, pasti nya akan selalu bertemu.''


Kenapa dengan diriku ini,? Yang seakan-akan takut kehilangan kembali.


Bohong, kalau dirinya tidak mengakui kalau memiliki rasa lebih dari seorang Digo. Aurel pikir hubungan sama Digo hanya sebatas kasian atau pelampiasan aja. Yang berawal menerima nya karena patah hati. Sedangkan Digo, kemungkin hanya merasa bersalah atas kejadian beberapa tahun yang lalu.


Namun dengan seiring nya waktu, Digo selalu ada untuk nya, perhatian sekecil apa pun itu, dia berikan untuk nya.


Kenapa dia masih merasa cemburu,? kalau Digo memberi perhatian kecil kepada Kiana juga. Seharusnya hal itu masih di bilang wajar, memang sebelum nya mereka pernah sedekat itu. Ketakutan nya telah menguasai tubuh nya yang selalu ingin berbicara pedas kepada Kia.


Melihat Aurel yang terdiam dengan tatapan kosong, Kia berpikir kalau Aurel sedang memikirkan, barusan yang ia ungkapan tadi.

__ADS_1


Kia menepuk pelan pundak sebelah milik Aurel, lalu membuat Aurel menoleh ke arah nya.


''Jangan terlalu berpikir jauh tentang aku, kalau aku ingin merebut Digo itu dari kamu.''


''Aku sudah menikah, tidak berniat untuk berselingkuh dengan pria lain, sudah cukup bagiku dengan satu pria aja.'' Ungkap Kia berlalu pergi. meninggalkan Aurel yang masih termenung sendiri.


''Kau benar, Kenzo tidak salah pilih menjadikan mu seorang istri. Berbeda dengan diriku yang lahir dari rahim wanita murahan.'' Lirih nya seraya menghapus air mata nya yang sempat terjatuh.


''Tidak ada yang salah ketika kita keluar dari rahim siapa.? Setiap bayi yang lahir ke dunia ini, semua keadaan nya suci dan tidak berdosa.'' Kata Digo yang baru keluar dari balik dinding. ''Kenapa kamu masih aja cemburu sama dengan Kiki. Aku dengan Kiki tidak memiliki hubungan yang lebih dari seorang sahabat. Aku dengan nya sudah cukup lama berteman, meskipun dulu aku sempat menyimpan sebuah rasa kepada nya. Tapi itu hanya sebuah masa lalu.''


''Bahkan kamu memilki panggilan khusus kepadanya, Digo.?'' Tanya Aurel dengan rasa amarah nya di dalam dada nya.


''Iya, itu benar dan tidak ada arti lain di dalam nya? Hanya sebatas seorang sahabat, itu aja tidak lebih.''

__ADS_1


''Terserah,'' Dengan gesit Digo menarik tangan Aurel, menghentikan langkah kakinya yang ingin berlalu pergi.


''Jangan egois, bukan nya dulu kamu pernah cinta mati kepada Kenzo, suaminya Kiana.'' Sindir Digo.


'' Itu dulu, tidak dengan sekarang.'' Bentak Aurel.


''Terus apa bedanya dengan aku sama Kia sekarang ini.? Rasa itu juga sudah berlalu, Aurel.'' Sorot mata mengintimidasi ke arah Aurel.


Aurel memberontak untuk di lepas. ''Lepas,'' Mohon Aurel berusaha menahan air mata yang sudah mengenang di sudut matanya. Yang sudah siap meluncur bebas kebawah.


''Maaf, aku tidak bermaksud___''


''Aku mohon, lepaskan tangan ku Digo.'' Bentak Aurel lagi.

__ADS_1


''Ok, aku lepas. Aku pulang.'' Pamit Digo berlalu pergi. Meningggalkan Aurel yang masih terdiam di tempat nya. ''Kalau kamu ingin mengakhiri hubungan ini, kabari aku.'' Kata Digo tanpa menoleh ke arah belakang.


DEG


__ADS_2