
Setelah Kia masuk ke dalam mobil dan sudah duduk di sebelahnya Kenzo. Tidak lupa dengan sabuk pengaman yang sudah dia pakai. Kenzo segera melajukan mobil nya meninggal kan parkiran sekolah. Dengan kecepatan sedang, mobil yang di Kendarai oleh Kenzo membelah ibu Kota.
Setelah beberapa waktu di dalam mobil Kenzo dan Kiana hanya terdiam sepi. Mereka berdua sibuk dengan pikiran nya sendiri-sendiri. Tidak ada kata sepatah pun dari ke dua nya.
45 menit, perjalanan yang di tempuh oleh mobil Kenzo. Dan pada akhir nya mereka tiba di depan Hotel Salfin pencakar langit.
Kiana yang menyadari kalau mobil yang di kendarai oleh suaminya. Berhenti di depan Hotel, jemari nya mulai meremas rok seragam sekolah yang masih dia pakai. Keringat dingin sudah menghampiri nya sejak tadi.
''Apa Kak Kenzo, katakan tadi serius.?'' Tanya Kia di dalam hati. ''Bulan madu, ah, terasa geli di telingaku.'' Kia menggeleng-geleng kan kepalanya pelan.
Untuk mengusir pikiran nya yang mulai mesum, bersarang di otak nya.
Kenzo yang berniat membuka pintu mobil nya di urungkan. Ketika tak sengaja melihat sekilas ke arah Kia yang menggeleng-geleng kan kepalanya pelan.
Kenzo mengulum senyuman nya beberapa waktu.
''Apa yang kamu pikir kan.?'' Tanya Kenzo seraya menaik turunkan alis sebelah nya.
''Eh, emang apa yang ku pikir kan?'' Kilah nya.
Kenzo tersenyum tipis, seraya mengangguk-anggukan kepalanya pelan
''Ya udah, ayo kita turun.!''
Kia yang melihat Kak Kenzo mulai menggerakan pintu mobil nya untuk dia keluar. Dengan refleks tangan Kia menarik lengan tubuh gagah itu.
''Tunggu kak,! Hmmm kita ngapain ke hotel ya.?'' Dengan ragu Kia memberanikan diri untuk bertanya.
Kenzo melihat ke arah Kia lagi. Dengan mengerutkan kening nya beberapa waktu. Ada perubahan di wajah gadis di sebelah nya saat ini. Yang mulai ketara dari wajahnya dengan bibirnya yang memulai memucat.
Rasa nya Kenzo ingin tertawa keras sekarang juga. Tiba-tiba ide jail nya melintas di otak nya. Dengan sudut bibirnya naik ke atas.
__ADS_1
''Kita berdua pasangan suami istri. Kira-kira pergi ke sebuah Hotel mau ngapain ya? Ayo lah Ki,! Kamu ini kan sudah gadis dewasa, sembilan belas tahun. Tidak lama lagi sudah lulus sekolah SMA. Sebentar lagi menjadi anak kuliahan loh, masa kamu gak tau sama sekali.'' Goda Kenzo.
''Apa lagi kita ini masih tergolong pengatin baru.?'' Ujar Kenzo dengan menahan tawa nya. ''Bisa di bilang kita ini mau bulan madu. Uups kita kan belum melakukan malam pertama.'' Ah ha ha tawa Kenzo.
''Sekarang ini, waktu yang tepat buat otw junior Kenzo di sini,'' Seraya mengelus perut datar Kia dengan tersenyum lebar.
Kia menepis tangan Kenzo yang ada di atas perut nya. ''Jangan ngaco deh Kak.''
Akhir nya Kenzo tertawa lepas lagi yang sedari tadi ia tahan.
Kia menghela nafas nya, ''Apakah ada yang lucu membuat kakak tertawa terus?'' Sinis Kia
''Ada, kamu ini mikir nya sudah kejauhan Kiana. Kita ini masih sekolah, kita akan melakukan nya ketika sudah lulus sekolah. Itu pun kalau kamu tidak keberatan dan memberi izin.'' Jawab Kenzo yang sekarang dengan mode serius nya.
''Syukurlah,'' Ucap Kia lega.
''Ku pikir perkataan kakak tadi serius, apa lagi sekarang ini sudah berada di depan sebuah Hotel.? Wajar, bukan kalau pikiran ku ke arah situ kak.''
''Hmm, sekarang kita turun. Lanjutkan lagi nanti di dalam. Banyak yang harus kita bahas sekarang ini.''
Ting,
Pintu terbuka.
Kenzo berjalan di depan dengan Kia mengekori di belakang nya. Kia tidak tau, mau ngapain diajak ke Hotel ini. Jika nanti ada hal buruk yang terjadi ke padanya. Di sini ada Kak Kenzo alias suami nya yang wajib menjaga nya, bukan.
Pintu terbuka lebar, dan menampilkan ruangan yang mendominasi warna keemasan.
''Duduk lah, mau minum.'' Tawar Kenzo yang sudah lebih dulu duduk di sofa.
''Boleh.''
__ADS_1
''Mau minuman dingin apa hangat.?''
''Dingin.''
''Ok,'' Kenzo menghubungi asisten nya.
Kia memandangi seluruh ruangan ini, dari desainnya elegan ada warna ke emasan yang kalem tidak mencolok.
Mata Kia berhenti, pada sebuah pigura besar yang terletak di belakang kursi. Yang di meja sudah ada tertera nama Direktur utama.
Seseorang pria muda yang gagah, memakai kemeja putih di balut dengan jas abu-abu yang tersenyum tampan.
''Apakah di dalam pigura itu fotomu.?'' Tanya Kia yang masih fokus mengamati nya.
''Menurut mu,'' Jawab Kenzo Cuek.
Tok
Tok
Tok
''Masuk.''
''Maaf, Pak ini minuman yang anda pesan.''
Hmm
''Makasih,'' Ucap Kia langsung meneguk minumannya sampai habis. Yang sudah sedari tadi ia tahan.
''Ck, jadi cewek kok gak ada jaim-jaim nya.'' Ejeknya, cukup apa ada nya, batin Kenzo.
__ADS_1
Kia yang sedang di ejek, hanya menganggap nya angin berlalu saja. ''Aku tidak ahli untuk jaim, apa lagi membuat drama dulu baru minum.'' Cetus Kia.
TINGGALKAN JEJAK,BUAT NYENENGIN AUTHOR NYA. 🙏🙏🙏