
Dret
Dret
Dret
Getaran HP milik Kia yang berada di atas nakas, yang selalu berulang - ulang kali berbunyi. Dan kini sanggup membangunkan pemilik nya dari tidur nyenyak nya.
Tangan nya bergerak meraba-raba di atas nakas di sebelah ranjang nya. Mata nya mulai terbuka secara perlahan dan membutuhkan beberapa waktu, untuk melihat layar handphone milik nya, gerangan siapa yang sudah menghubungi nya malam-malam begini.?
''Suamiku Calling,'' Lirih nya.
''Hmm,'' Kia menjawab dengan suara khas orang bangun tidur.
''Keluarlah, aku sudah berada di depan kos-kosan mu sekarang ini.'' suara dari seberang telepon.
''Tapi___''
Tut
Tut
Tut
''What. '' Gumam Kia ketika di matikan dari seberang, tanpa mendengarkan jawaban darinya.
Kia menghela nafas nya, Kia melirik ke arah jam di atas nakas, yang sudah menunjukan pukul sebelas malam lebih. Kira-kira apa yang akan di lakukan Kak Kenzo malam-malam datang kesini? Dan mau ngapain juga.?
Dengan gerakan yang sangat pelan, dia turun dari ranjang nya. Lalu berjalan pelan-pelan bak seorang pencuri yang takut ketahuan oleh pemilik rumah nya.
MAKLUM YA BELUM TERBANGUN DENGAN SEMPURNA
__ADS_1
Pintu kamar sudah di lalui dengan hati-hati. Lalu, kenapa pintu keluar nya terasa semakin jauh ya. Sampai pada akhir nya Kia sudah berada di depan pintu sekarang ini, sebelum membuka Kia menghela nafas nya beberapa waktu.
Kia meraih knop pintu dengan perlahan. Membukanya secara pelan dan hati-hati. Sekian detik mata Kia melebar sempurna, saat melihat Kak Kenzo yang sudah berada di depan nya. Dengan gaya santai dan tersenyum tampan ke arah nya.
Kia masih terdiam, "Kenapa di saat bertemu diam-diam seperti ini. Dengan Kak Kenzo, kini Kak Kenzo terlihat semakin tampan." Pikir nya.
Tangan Kenzo terangkat menyentil kening Kia dengan pelan. Kia hampir saja mengaduh, jika saja Kenzo tidak cepat-cepat menarik nya untuk segera pergi.
''Ngapain ke sini.?'' Kia bertanya saat dirinya sudah berada di dekat mobil milik Kak Kenzo.
"Temani aku makan," Dan sukses membuat Kia melotot dengan sempurna, Tidak tau apa, jika ini sudah hampir tengah malam. Mungkin sudah tengah malam tepat nya.
''Ogah''
Jawab Kia menoleh ke arah kak Kenzo.
''Ok, kamu masakin untuk aku makan sekarang juga.'' Lanjut Kenzo membuat Kia menatap Kak Kenzo kesal.
''Ok, kamu punya dua pilihan. Mau menemani aku makan atau temani aku tidur malam ini dan kita akan melaku___''
''Stop kak''
''Ok, aku menemani kamu untuk makan.'' Jawab Kia membuat Kenzo tersenyum puas.
Kenzo membuka pintu mobil untuk Kia, Kia segera masuk ke dalam mobil nya berlalu Kenzo menutup nya. Kemudian Kenzo berjalan memutari mobil nya untuk dia masuk ke dalam mobil nya sendiri.
Tidak ada percakapan di antara keduanya. Kia diam dengan kesal nya, sedangkan Kenzo sibuk dengan setir mobil nya.
''Sorry'' Ucap Kenzo pelan membuat Kia menoleh ke arah kak Kenzo.
Kenapa ada yang berbeda dari sorot mata nya.
__ADS_1
''Sorry'' Sudah bikin kamu kesal dan mengganggu tidur nyenyak mu.
''Iya, gak apa apa kak.!'' Kia mengangguk-anggukkan kepala nya pelan. ''Lalu kita mencari tempat makan ke mana kalau jam segini? Emang nya masih ada ya, yang buka jam segini.?''
''Ada, kita mencari tempat makan di pinggir jalan saja. Tidak apa-apa kan.'' Kenzo melirik Kia sekilas berlalu fokus lagi dengan setir nya. Mau melihat reaksi Kia saat di ajak makan di pinggir jalan. Biasa nya cewek-cewek akan malu ketika di ajak makan di pinggir jalan.
Kia tersenyum, ''Tidak masalah Kak,?justru suasana nya yang akan begitu berbeda. Dan juga soal rasa nya tidak terlalu kalah dengan masakan ala Resto.'' Jawab Kia dengan antusias.
Kenzo mendengar jawaban yang keluar dari bibir manis Kia, Kenzo tersenyum tipis.
Entah hati nya kini menghangat, ketika dekat dengan nya. Pikiran nya lebih tenang seolah-olah tidak ada kejadian apa pun hari ini. Biasa nya dia akan lari ke Club ketika masalah melanda diri nya. Berbeda hari ini, tiba-tiba saja dia teringat kembali dengan Kiana. Gadis cantik dengan kesederhanaan yang mampu membuat jantung nya berdetak lebih kencang seperti biasanya. Bahkan dekat dengan Aurel saja jantung nya tidak seperti ini.
''Apa mungkin jantung ku yang bermasalah.? Ah, rasa nya tidak mungkin.
''Kak,''
''Hmm, Jawab Kenzo singkat. ''
Mendengar jawaban singkat dari kak Kenzo, mampu membuat Kia menoleh menatap Kak Kenzo dari arah samping dengan begitu lekat. ''Sedari tadi Kia perhatiin kakak banyak ngalamun nya, apa ada masalah yang serius.?''
Kenzo membalas tatapan dari Kia, dengan berkata.
''Ada, apakah kamu mau mendengarkan nya.? Tidak mau juga tidak masalah,'' Lanjut Kenzo lalu menatap lagi lurus ke depan. Dia ragu untuk berbagi masalah dengan nya. Namun jika Kia tidak menolaknya dan mau mendengarkan nya. Dia akan berbagi, mungkin saja masalah nya lebih mudah dia lalui setelah berbagi.
Di sini Kiana juga terlibat dengan masalah yang dia hadapi sekarang ini. Bagaimanapun nanti nya,? Kia harus mengetahui segalanya. Sekarang ini dia bukan lagi orang lain, melainkan istri sah nya. Nyonya Kiana Mahesa.
Kia mengulum senyum nya beberapa waktu, ''Bila Kak Kenzo mau berbagi. Kia siap kok menjadi pendengar yang setia. Siapa tahu nanti bisa bikin Kakak lebih lega setelah berbagi.?''
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR NYA
TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR
__ADS_1