
Dengan memberanikan diri Kia lebih mendekat ke arah suaminya yang masih dalam mimpi indah di atas ranjang nya.
Cup
Satu kecupan Kia layangkan di pipi kiri milik Kenzo yang masih terlihat pulas tidur nya. Kia menelisik seluruh wajah tampan suami nya. ''Meskipun hampir dua tahun tidak jumpa, kau tidak banyak berubah sama sekali.'' Mata Kia beralih menatap tangan milik suaminya yang masih menggenggam begitu erat handphone milik nya.
Kia menautkan ke dua alis nya, ''Apa kah suami nya menunggu seseorang menghubungi nya, atau dia tertidur sesudah menghubungi seseorang. Bukan nya hampir lima hari lepas kontak dengan ku. Boleh kah aku berfikir buruk tentang suami ku punya perempuan lain.'' Kia menggeleng pelan kepala nya. ''Itu tidak mungkin.'' Kia berfikir positif.
Dengan selembut mungkin, tangan Kia bergerak mengambil handphone milik suami nya dari genggaman tangan nya. ''Akhirnya jiwa seorang istri keluar juga.'' Batin nya, Dulu Kia tidak pernah berfikir negatif tentang suaminya, karena dia tahu hubungan LDR an memang cukup keras. Yang dekat bisa berbohong, apa lagi hubungan jarak jauh berbeda negara. Dari pada dia tidak fokus dengan kuliah nya mikirin itu, mending sumua nya di pikir dengan positif. Berbeda dengan sekarang ini, melihat suaminya yang sangat tampan dia ragu untuk berfikir positif lagi.
Setelah usaha nya berhasil, Kia membuka layar sentuh persegi tersebut. Dan keberuntungan Kia hari ini, handphone nya tidak menggunakan password sama sekali. Layar pertama menampilkan foto mereka berdua, yang begitu intim hanya tertutup dengan selimut tebal aja.
Pikiran Kia kembali di masa itu, foto ''Ini di ambil sesudah ___'' Kia menggigit kecil bibir bawah nya. Dia tidak sanggup untuk melanjutkan ucapan nya tadi. Saat teringat masa-masa waktu itu.
__ADS_1
Setelah di geser muncul lah aplikasi WA. Sepuluh menit, ''Tidak ada yang aneh.'' Batin Kia.
''Tunggu dulu, bukan nya zaman sekarang kalau selingkuh itu ada aplikasi khusus penyimpan nomer selingkuhan nya, ya, aku harus cek.'' Monolog Kia.
''Maaf sayang, istrimu sudah berani mengotak-atik privasi mu ya.''
''Syukur lah tidak ada, kalkulator juga hanya ada satu.'' Kia merasa lega.
Kia menaruh kembali handphone suami nya di atas ranjang, disebelah suami nya yang masih tidur.
Cup
''Ku pikir, kamu cukup nyenyak tidurmu. Jadi tidak tega membangunkan nya. Aku pergi dulu sayang, mau keliling rumah ini sebentar.'' Pamit Kia.
__ADS_1
Kia melangkah keluar dengan kedua mata menelisik seluruh ruangan yang tadi belum dia lewati, setiap Kia melewati satu persatu ruangan di rumah ini yang cukup tajub dalam perancangan nya. Sesampai di ruang keluarga, yang tidak terlalu jauh dari dapur. Kedua mata Kia tidak sengaja menatap di luar jendela yang mencuri perhatian nya.
🍃
🍃
🍃
Tidak lama di tinggal Kia, jam alarm di atas headboard ranjang nya berbunyi cukup nyaring di telinga Kenzo.
Dengan enggan Kenzo meraba di atas tempat tidur nya. memaksakan kedua mata nya terbuka dengan sempurna, untuk menyambut datang nya pagi ini.
Yang di cari pertama saat bangun tidur adalah handphone nya. ''Sayang, kau serius tidak membujuk ku, pesan pun tidak ada.'' Sendu Kenzo.
__ADS_1
Dengan malas Kenzo keluar kamar dengan telanjang dada, tanpa susah payah mandi dulu. Biasa nya jam segini dia sudah rapi bersih tanpa bau bantal. meskipun tidak ada jadwal kuliah pagi untuk nya.
Karena pagi ini Kenzo hilang semangat nya seperti biasanya. Empat hari sudah tanpa menghubungi istri nya karena bentuk protes nya. Dan tidak seperti biasanya, Kalau Kenzo tidak pernah absen VC dengan istrinya.